• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya

Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan dari suatu proses yang telah berakhir. Sampah sendiri memiliki banyak jenis dengan tingkat peleburan yang berbeda. Ada yang dapat segera hancur dan melebur dengan tanah dalam waktu cukup singkat, namun adapula yang harus menunggu berabad-abad untuk dapat menghancurkannya.


Kesadaran masyarakat akan hal ini bisa dibilang minim dan  seakan acuh terhadap pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman sampah. Mungkin hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya gerakan pungut sampah yang ada di Jepara dan kota lainnya. 
Meskipun tidak menjadi yang pertama, gerakan pungut sampah yang digalakkan di Jepara terbilang sukses menarik perhatian masyarakat yang peduli terhadap sampah yang mengganggu pemandangan dan masa lalu yang kelam #eh.



Gerakan ini sudah berlangsung sekitar satu bulan sejak Jepara menggelar banyak gawe yang tidak dipungkiri dampak sampahnya, banyak banget. Dari kejauhan, karena saya tidak ikut turun ke jalan, terlihat tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti gerakan ini. Banyak yang ikut ambil bagian dalam gerakan pungut sampah saat itu.
Cekidot lihat gambarnya


sumber: Jepara Inspiration Project

Rute Gerakan Pungut Sampah 9 April 2016

Saya sempat galau karena pusat gerakan ini terletak di alun-alun kota yang jauh dari rumah saya, Bangsri. Sempat terpikir tidak akan bisa mengikuti gerakan mulia ini. Duh, eman-eman hari mingguku yang libur dong, hehe. Hingga pada akhirnya ada aksi GPS yang juga digelar di lapangan Bangsri.  Yeay, dekat dari rumah dong ya. Dan akhirnya, setelah tiga kali gerakan ini diadakan di Bangsri, pada aksi yang ke empat ini, saya bisa turut berkontribusi dalam gerakan pungut sampah yang diadakan di Lapangan Bangsri.

Pagi itu, Minggu 8 Mei 2016, sedikitnya ada 15 orang yang turun membersihkan sampah di sekitar Lapangan yang setiap sore dipakai untuk Turnamen Sepak Bola. Bagaimana kondisi sampahnya? Duuh, parah banget. Setelah mengenakan sarung tangan dan mengambil kantong sampah yang terbuat dari semacam kain karung (sak), kami pun menyebar ke beberapa titik yang terindikasi terdapat sampah. Karena baru pertama, saya belum paham betul titik-titik mana yang banyak sampah. saya pun memokuskan diri pada sampah plastik kecil yang banyak tersebar di bagian tengah lapangan. Seperti sampah sedotan air mineral dan semacam bungkus permen yang banyak bertebaran bagai bintang yang terlihat menyala dari kejauhan #halah. Alhasil saya Cuma dapat sedikit banget sampah, ga ada segenggaman tangan saya yang kecil ini, heu. Tapi ya gak papa, yang kecil juga perlu untuk dibuang juga  kan??? Iya!!!.

Saking asiknya memungut sampah-sampah kecil di tengah lapangan, hingga akhirnya saya sadar bahwa saya satu-satunya orang dengan sarung tangan dan kantong sampah yang ada di tengah lapangan. Tak mau kehilanagan momen, sayapun mengambil beberapa gambar dari tengah lapangan yang luas tersebut.








Oke, jadi sekarang kamu masih mau nyampah ga jelas juga? Hellow.... #SumpahGaNyampahItuAsik loh. Coba rasain deh, asiiik banget. Apalagi kalo kamu gabung bersama para relawan GPS yang tak pernah absen setiap minggu. Yuk Gabung GPS, tinggal pilih aja, mau ke alun-alun Jepara atau ke Lapangan Bangsri. Untuk info dan tanya-tanya, cek langsung ke fanpage Jepara Inspiration Project ya. 

Salam sehat, salam bersih. 
#SumpahGaNyampahItuAsik.

Share
Tweet
Pin
Share
14 komentar
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (2)
    • ▼  April 2021 (1)
      • Ketika 'Cuan' Menjadi Alasan Untuk Setiap Hal
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates