• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya


Sejak mulai peduli dengan kesehatan, Air Putih adalah saran utama yang diberikan dokter kepada pasiennya, termasuk aku. Karena sering merasa tidak cocok dengan minuman manis kecuali teh dan sirop akhirnya aku lebih menyukai air putih daripada harus membeli teh ataupun sirop, kecuali saat di tempat makan. Konsekuensinya, harus rajin nggodog banyu atau isi ulang galon. sejak di rumah (aku ngekos), aku terbiasa minum air putih banyak meskipun aku tau pada akhirnya akan sering buang air kecil. Tapi sedikit Air Putih saja tak pernah cukup untuk membahasahi kerongkonganku, minimal satu gelas.

Kebiasaan ini terbawa hingga aku di kos dan sempat sakit karena kurangnya pasokan air putih. Ada galon besar tapi pihak kos tak memberikan subsidi pada kami yang bisa dibilang tidak akan kuat membawa air sebanyak sembilan belas liter di galon tersebut. Kami pernah memilih mengisi ulang air galon dengan merk ternama tapi rasanya cukup berat di kantong mengingat air isi ulang yang lain sudah cukup untuk membantu kami tak kekeringan.

Dan akhirnya kusempatkan membeli galon yang lebih kecil dengan ukuran sepuluh liter, masih berat sih, tapi lumayan lah untuk mengurangi beban hidup hehe. Selain itu juga ada kran di bagian bawah yang mudah digunakan untuk menuang air, jadi tak perlu angkat berat dulu kalo mau minum.


Sejak saat itu, aku jadi semakin rajin mengkonsumsi Air Putih. Bahkan sempat membuat program minum Air Putih dua liter sehari, meskipun sering gagal tapi setidaknya sudah ada perbaikan hehe. Waktu itu aku sedang menjalankan aksi sehat keiling kos tiap pagi dan sore jadi sok sehat gitu. padahal cuma bentar, haha.

Daaan, sekarang kebiasaan itu mulai luntur. Apalagi setelah mulai bekerja, jarang minum karena malas ke kamar mandi. Tapi di rumah selalu tersedia air minum galon yang selalu diisi ulang setiap kali habis. Hanya perlu sms dan setengah jam kemudian galon berisi air sudah tersedia di rumah.
Meskipun begitu, saat dirumah aku tetap berusaha minum sebanyak mungkin Air Putih. Botol tupperware ukuran dua liter selalu tersedia di rumah dan aku yang lebih banyak menghabiskannya meskipun jarang mengisinya, haha curang ya. Ada yang punya cerita tentang Air Putih sepertiku? share yuk....



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ►  2021 (2)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ▼  2016 (17)
    • ▼  Desember 2016 (1)
      • Aku dan Air Putih
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates