• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya




Makan makan.... siapa yang ga mau sih? Apalagi kalo tinggal makan, gratis pula! hehe


Kalau urusan makanan memang jarang sekali yang mengelak, apalagi mengelak. Kecuali cuma basa-basi. Ujungnya juga pasti mau. 😂 Beda lagi dengan masak, gak semuanya mau meski semuanya bisa.

Tapi aku gak bisa masak ....
Sst, bilang saja belum bisa. Ini hanya soal waktu.

Ya, soal masak memang agak tak enak dibicarakan. Apalagi untuk yang masih amatir seperti saya. Punya keinginan untuk masak, tapi apa daya selalu gak enak. Bukannya gak bisa, aku bisa kok!. Aku tau resepnya, bumbunya, cara bikinnya. Toh semuanya gampang dicari dan dipelajari baik di buku resep maupun di media online. Tapi ..... lagi-lagi ini soal rasa, meski sudah sesuai anjuran yang ada di buku, hasilnya jauh dari yang diharapkan.

Keasinan
Kurang Sedap
Kepedesan
Kebanyakan micin
Dan masih banyak lagi


Rasanya sulit sekali memasak masakan yang enak, bagiku, kecuali telur dadar. Bahkan masak tumis tempe saja aku masih belum bisa. Mungkin lebih tepatnya aku tidak memiliki skill perkiraan bumbu yang mumpuni. Anggap saja masih amatir. Maklumlah, aku belum dituntut untuk memasak, hanya secukup memasak untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain (yang aku sayangi, eh).

Sejak kecil aku memang tidak diajari masak secara spesifik, sebatas membantu masak tanpa ada ketertarikan berlebih. Bahkan aku baru bisa membedakan ketumbar dan merica baru setahunan ini, haha parah banget yak. Sampai akhirnya aku hidup di kosan yang menuntut untuk bisa masak. Ya, minimal aku bisa makan sendiri lah. 

Berkali-kali masak hasilnya tetap sama, jadi kok masakannya tapi gak enak. Seperti ada saja yang kurang. Ya, aku hanya kurang jam terbang. Tapi aku yakin aku tak sendiri, tentu banyak perempuan lain di luar sana yang senasib denganku. Mungkin juga lebih parah. 

Meskipun aku tak bisa masak enak, syukur alhamdulillah aku tak pernah kelaparan. Setidaknya aku bisa memasak masakan simpel yang tak perlu pertimbangan bumbu yang berlebihan. Cukup garam, lada dan penyedap saja sudah cukup. Apalagi kalau bukan telur dadar. 😋

Aku sempat meresah pada ibu tentang keadaanku ini, dan ternyata beliaupun dulu sama sepertiku. Dan solusinya adalah buku resep dan kebiasaan. Nyatanya sekarang, masakan ibuku enak, selalu enak. 

Percayalah, suatu saat aku akan bisa masak enak. Doakan ya...

Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

MiFi Smartfren M3Y, Teman Baru Berselancar Seru

Tinggal di desa yang cukup jauh dari suasana perkotaan memang menjadi hal yang cukup tragis sekaligus menyenangkan. Suasana pedesaan selalu mampu memberikan suntikan mood bagi saya, suasana khas yang selalu membuat saya ingin kembali. Namun di sisi lain, saya sering kesulitan dalam mendapatkan koneksi internet yang cepat dan murah. Maklumlah, saya bukan pengguna kartu mahal, jadi terbiasa dengan tarif murah. Meskipun di dekat rumah sudah ada tower provider dengan iri khas warna merah, namun tetap tidak membuat saya yakin untuk beralih ke provider tersebut.

Setelah berusaha mencari informasi dan tips serta trik untuk bisa tetap berselancar di dunia maya dengan lancar dan murah, akhirnya saya menemukan satu pilihan yakni dengan menggunakan MiFi atau atau Mobile Wifi untuk GSM. Nantinya akan saya isi dengan si merah yang sudah saya ketahui biaya dan paketnya. Saya pun memutuskan untuk browsing sambil mencari harga yang pas dengan kantong saya. Ternyata harganya beragam dan cukup mahal bagi saya yang hanya rakyat jelata.

Akhirnya.....


Setelah puas mencari di marketplace dan tak menemukan hasil, akhirnya saya beralih ke toko fisik di sekitar tempat tinggal saya. saya tidak menemukan yang saya inginkan, tetapi menemukan yang saya butuhkan. Tuhan memang maha adil. Saya ditawari Produk MiFi Smartfren M3Y oleh sales resmi yang ada di counter tersebut. Saya sempat ragu akan kualitas jaringan provider ini di tempat saya tinggal. Namun sales produk, yang ternyata satu desa dengan saya, meyakinkan bahwa kualitas sjaringannya sangat baik. Bahkan  orang-orang di sekitar tempat tinggal saya banyak yang mencari produk ini untuk digunakan di desa yang cukup terpencil, katanya.

Akhirnya sayapun membelinya dengan harapan bisa membantu kinerja saya dalam bersosial media, ~halah. Dalam boksnya, terdapat sebuah perangkat MiFi, kabel charger, SIM card dan buku panduan. Bentuknya yang kecil dan simple membuatnya mudah digenggam dan dibawa kemana saja. Dalam SIM card telah tersedia paket 2 GB yang berlaku selama 7 hari. Untuk penggunaan selanjutnya bisa melakukan isi ulang via pulsa maupun voucher internet yang bisa didapatkan di toko terdekat.
MiFi Smartfren M3Y, Teman Baru Berselancar Seru

MiFi Smartfren M3Y, Teman Baru Berselancar Seru

MiFi Smartfren M3Y, Teman Baru Berselancar Seru


Testimoni Pribadi


Setelah mengaktifkan paket, saya berniat untuk pulang ke rumah dan menjajal kualitas produk ini. Dan ternyata memang benar, kualitas jaringan yang saya dapatkan tidak jauh berbeda dengan si merah. Akhirnya saya bisa mendapatkan jaringan terbaik tanpa harus berganti kartu SIM di smartphone saya. Namun saya belum mencobanya di lokasi lain apakah kualitasnya sama atau justru lebih baik. Sejauh ini saya cukup puas dengan pilihan saya.

Untuk di perkotaan, jaringan 4G Smartfren tentu tidak diragukan lagi. Namun saya lebih memilih menggunakan kartu GSM yang biasa saya pakai untuk mengurangi penggunaan kuota MiFi berlebih. Hehe, Ya kan karena saya beli MiFi memang untuk jaga-jaga ketika di rumah.

Akhirnya sekarang saya tak perlu khawatir lagi untuk berselancar di dunia maya ketika di rumah. Gak takut kudet lagi, gak takut ketinggalan info lagi. Hehe

Kalo kamu pakai apa nih buat nemenin selancar seru di dunia maya? Share yuk...
Share
Tweet
Pin
Share
29 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ►  2021 (2)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ▼  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ▼  April 2018 (2)
      • Semua Bisa Masak Meski Tak Enak
      • MiFi Smartfren M3Y, Teman Baru Berselancar Seru
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates