• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya



Akhir-akhir ini aku bosan, lalu kemudian agak semangat lagi. Tapi nggak sampai yang pengen keluar dari zona yang entah bisa disebut nyaman atau nggak.

Aku cuma ngerasanya beda aja gitu loh. Merasa banyak kerjaan tapi alhamdulillah aku ngerasa sehat banget. Btw, tulisan ini ditulis mengalir buanget dan tanpa editing. Mohonmaaf kalau bikin kalian bingung.

Tulisan ini agak maksa ditulis biar blog nggak bolong-bolong di beberapa sisi. Aku abis ketemu sama podcast yang menurut aku tujuannya sama dengan ngeblog. Sama-sama mengungkapkan perasaan. Well, kalian tahu dong kalo skill nulis aku b aja. Cerita dan alurnya malah bisa dibilang c.

Aku sadar dan karena kasus DA yang turun buanget akhirnya aku nggak mau ambil pusing buat ngurus blog. I wanna do something lebih tulus lagi. Selama ini kuakui aku ngoyo mengejar job demi money. Which is aku nggak seharusnya berharap banget sama job tersebut.

Aku sering bingung dengan diriku sendiri yang nggak sekali dua kali punya pemikiran berbeda dengan banyak orang di luar sana. Actually, aku butuh orang lain untuk bahan inspirasi tapi aku nggak semudah itu menemukan orang yang bisa mengerti.

Apalagi jika bertemu dengan orang yang suka underestimate ke orang lain. Nggak jarang aku jadi down dan berujung aksi GTM. Males gue tuh, standarnya dia siapa sedangkan aku ini siapa daaan dia sendiri siapa, bisa apa, sudah melakukan apa?

Aku mau pengakuan dosa,
Dulu aku bikin blog ini purely untuk menuliskan isi hati. Seiring berjalannya waktu, makin kenal dengan para narablog jadi makin terinspirasi. Makin pengen dong. Apalagi ada yang bisa fulltime blogger, wah keren.

Nyatanya, aku berbeda lho. Aku, si sulit puas ini nggak bisa mengerjakan satu jenis pekerjaan. Aku akui bisa melakukan beberapa hal dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking. Sangar, katanya. Tapi kan, kan, kan.... Jadinya kerjaan jarang yang terhandle secara sempurna.

Akhirnya, karena kasus DA itu dan segala kesibukanku yang lain akhirnya kuputuskan untuk seriously ngeblog untuk having fun. Goodbye SEO, I'll see you again suatu saat nanti.

Aku belum butuh kamu, SEO. Aku hanya butuh teman curhat dulu untuk sekarang.


Sekian.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Jika dulu aku pernah membahas tentang kopi sebagai skincare disini, sekarang aku akan bercerita tentang kopi pekat yang membuatku patah hati beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya, ijinkan kuceritakan bahwa aku suka kopi. Suka banget sih enggak, ya suka aja. Tapi tetap membatasi diri untuk nggak mengonsumsi berlebihan karena riwayat penyakit lambung yang pernah aku alami beberapa bulan yang lalu. Takut kambuh, takut sakit, tapu aku pengen kopi. Hehe

Jadi waktu itu kedua temanku sedang asik meminum kopi masing-masing, aku yang melihat mereka pun akhirnya tergoda untuk ikut berpartisipasi meramaikan malam kopi kala itu. Dengan kopi yang aku pesan pada seorang teman dengan varian arabika, akhirnya jadilah kopiku. Kopi pekat dengan gula cukup banyak. Tentu saja manis, tapi bubuk kopinya banyak.

Seperti biasanya, saat sedang ingin pasti akan lupa dengan resikonya. Kala itu aku dengan nikmatnya menyeruput kopiku. Seruput demi seruput hingga seruputan terakhir. Nikmat, enak dan pastinya puas.

Sampai akhirnya, beberapa menit kemudian ada yang aneh dengan perutku. Muncul perasaan seperti ingin buang air, tapi mual, tapi lemas. Lalu tiba-tiba jantungku berdegup cukup kencang. Aku langsung berpikir bahwa ini adalah efek dari kopi tadi.

Tak berselang lama, setelah kuoles perutku dengan minyak angin, aku berhasil mengeluarkan semua isi perutku. Termasuk tumis ayam terenak yang aku makan sebelumnya. Aah, sayang sekali.

Kenapa harus keluar semua, padahal baru saja kenyang. Padahal baru saja makan enak. Apalagi setelah semua isi perut keluar, aku jadi malas makan karena serba nggak enak. Aku makin sedih setiap ingat tumis ayamku. :(

Saat lemas dan tak berdaya, syukurlah ada yang bisa kujadikan tempat bermanja. Lalu berakhir dengan kiriman nasi goreng ayam favoritku. Enaknya....

Aku nggak tahu apa yang terjadi saat itu, yang pasti aku bersyukur bahwa semua bisa keluar dengan segera sehingga keadaanku segera membaik. Tapi tetap saja aku sebal karena harus merelakan tumis ayamku. Huft.

Sejak saat itu, aku jadi enggan menikmati kopi saja tanpa campuran bahan lain. Sebagai penawar, aku tetap menikmati kopi dengan campuran susu berlebihan. Ya, berlebihan sekali karena kebanyakan. Yang penting cukup untuk mengobati rasa pengen minum kopi.

Yang penting kan ada kopinya, hehe.
Share
Tweet
Pin
Share
13 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ►  2021 (2)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ▼  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ▼  April 2019 (2)
      • Good Bye SEO
      • Kopi Bikin Mual? A Story About Me x Coffee
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates