• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya



Pernahkah anda mendengar keracunan kehamilan? mungkin masih banyak orang yang belum memahami atau bahkan masih belum mengenal tentang istilah ini. keracunan kehamilan merupakan kondisi medis yang dapat dialami sekitar 8% wanita hamil yang ada di seluruh dunia. Kondisi ini tidak bisa dianggap enteng, jika tidak terdeteksi dari awal dan ditangani sedari dini, maka kondisi ini akan membahayakan ibu hamil serta janin yang ada di dalam kandungan. Istilah keracunan kehamilan ini juga dikenal dengan nama preeklamsia dan biasanya menyerang saat usia kehamilan menginjak 20 minggu ke atas. 
Gejala preeklamsia yang dialami berbeda pada masing-masing wanita, namun tanda-tanda umum yang sangat mudah terlihat adalah  hipertensi dan proteinuria. Kondisi ini sangat membahayakan kehamilan dan sayangnya tidak bisa dicegah. Umumnya akan hilang sesaat setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi pada beberapa kasus, preeklamsia masih tetap dapat terjadi meskipun sudah terjadi kelahiran.

Gejala Keracunan Kehamilan

 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, gejala keracunan kehamilan atau preeklamsia yang dialami masing-masing wanita bisa berbeda. bahkan seorang ibu hamil bisa mengalami preeklamsia tanpa menunjukkan gejala. Meskipun begitu, ada beberapa gejala umum yang ditunjukkan oleh preeklamsia yaitu tekanan darah tinggi dan protein tinggi pada urine (proteinuria) pada ibu hamil. Tanda-tanda ini biasanya baru akan terdeteksi ketika menjalani pemeriksaan rutin kehamilan karena itulah memonitor tekanan darah ibu secara rutin adalah hal yang cukup penting yang wajib dilakukan di masa kehamilan. 
Jika menemukan tekanan darah pada ibu hamil hingga mencapai 140/90 mm Hg bahkan hingga lebih, maka segera berkonsultasi ke dokter kandungan.  selain itu ada beberapa gejala lainnya yang juga bisa dirasakan oleh ibu hamil saat mengalami keracunan kehamilan seperti:
  • Gangguan pada penglihatan atau mata menjadi kabur. Selain itu pandangan juga bisa hilang sementara dan sensitive terhadap cahaya
  • Rasa nyeri di bagian bawah rusuk
  • Nyeri perut
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala parah
  • Sesak napas
  • Jumlah urine menjadi berkurang
  • Muncul pembengkakan atau edema pada bagian tangan , kaki, dan wajah
  • Menurunnya jumlah trombosit di dalam darah
  • Gangguan fungsi hati
Selain itu laju pertumbuhan janin yang melambat juga dapat menunjukkan jika ibu hamil mengalami preeklamsia. Kondisi ini disebabkan karena berkurangnya aliran darah yang menuju plasenta. Sehingga janin dapat mengalami pasokan nutrisi dan oksigen yang berkurang.

Penyebab Keracunan Kehamilan

 

Masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti munculnya preeklamsia. Namun menurut para ahli, preeklamsia dapat terjadi saat plasenta tidak berkembang baik dikarenakan gangguan yang terhadi pada pembuluh darah. Dan pada saat terjadi gangguan di dalam plasenta, maka aliran darah yang mengalir di antara ibu dan janin di dalam kandungan menjadi terganggu. Kelainan inilah yang diduga menyebabkan preeklamsia.
Selain itu ada beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan seorang wanita hamil beresiko mengalami keracunan kehamilan, antara lain adalah:
  • Kehamilan pertama
  • Kekurangan nutrisi
  • Pernah memiliki preeklamsia di kehamilan sebelumnya
  • Menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, antifofolipid, hipertensi, lupus, atau penyakit ginjal
  • Terdapat lebih dari 1 janin di dalam kandungan
  • Janin di dalam kandungan saat ini mempunyai ayah yang berbeda dari kehamilan sebelumnya
  • Jeda kehamilan dengan kehamilan yang sebelumnya sekitar 10 tahun
  • Hamil di saat usia 20 tahun ataupun diatas 40 tahun
  • Mempunyai riwayat keluarga yang pernah menderita preeklamsia
  • Obesitas ketika hamil, indeks masa tubuh mencapai 25 atau lebih

Pencegahan  dan Pengobatan Keracunan Kehamilan

 

Jika anda termasuk wanita yang beresiko tinggi mengalami preeklamsia atau keracunan kehamilan, maka akan lebih baik untuk berkonsultasi ke dokter kandungan agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Nantinya dokter akan memberikan pencegahan dengan memberikan aspirin dengan dosis 75mg setiap hari. Ini dilakukan sejak usia kehamilan menginjak 3 bulan hingga bayi lahir. Namun perlu anda ingat, jika pemberian aspirin hanya bertindak sebagai pencegahan. Bukan mengobati keracunan kehamilan. Sehingga jangan mengkonsumsi aspirin jika memang tidak disarankan oleh dokter.
Selain itu wanita yang mengalami kekurangan kalsium pada saat sebelum dan ketika masa kehamilan, maka sangat disarankan untuk mengkonsumsi suplemen kalsium sehingga dapat mencegah munculnya preeklamsia. Meskipun demikian, sangat disarankan bagi ibu hamil untuk tidak mengkonsumsi obat, vitamin, maupun suplemen apapun sebelum berkonsultasi dengan dokter kandungan. Jika kondisi keracunan kehamilan ini tidak ditangani semenjak dini, maka bisa berkembang menjadi komplikasi yang cukup serius yaitu eklamsia.
Lalu adakah cara mengobati preeklamsia? Sebenarnya, hanya proses kelahiran saja yang dapat menyembuhkan preeklamsia. Jika preeklamsia muncul saat usia janin belum siap untuk dilahirkan maka dokter kandungan akan melakukan monitor pada kondisi tubuh ibu dan janin di dalam kandungan secara intensif hingga usia janin di dalam kandungan sudah cukup. Dokter juga akan sering memeriksa darah serta uSG pada ibu hamil.
Namun saat preeklamsia semakin parah, maka ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan rawat inap di rumah sakit hingga nantinya janin siap untuk dilahirkan. Dokter akan melakukan pemeriksaan NST rutin untuk memantau kondisi kesehatan janin.
Akan tetapi jika keracunan kehamilan muncul saat usia janin sudah siap untuk dilahirkan, maka dokter akan lebih menyarankan untuk melakukan tindakan induksi ataupun bedah Caesar untuk mengeluarkan janin di dalam kandungan sesegera mungkin. Selain itu ada beberapa obat-obatan yang juga diresepkan oleh dokter seperti antihipertensi, kortikosteroid, dan anti kejang.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

    Memiliki bayi merupakan kebahagiaan luar biasa bagi banyak pasangan. Pertumbuhan dan perkembangan nya selalu menjadi acuan keberhasilan orang tua dalam menjaga si kecil. Untuk itu tidak heran jika orang tua selalu memantau tumbuh kembangnya dan seringkali dibuat khawatir jika tidak sesuai dengan tabel perkembangan anak pada umumnya. Padahal sebenarnya tumbuh kembang anak tidak selalu sama. karena nutrisi, lingkungan serta pemberian kasih sayang juga berbeda. Untuk itu jangan terlalu mengeluh, Anda hanya perlu memberikan yang terbaik bagi anak Anda dengan nutrisi seimbang, serta kasih sayang yang melimpah. Berikut ulasan tentang tumbuh kembang anak yang harus Anda ketahui.

    Pada bayi yang berumur 0-3 bulan, bayi sudah mulai belajar dengan aktif untuk menegakkan kepalanya. Otot-ototnya sudah berkembang kuat sehingga sudah bisa menopang kepala. Dia sudah belajar untuk  menopang tubuhnya dengan lengan serta sudah bisa tengkurap bahkan berguling. Saat ada benda-nemda di sekitarnya dia akan berusaha untuk meraihnya. Ini juga bisa menjadi stimulasi bagi si kecil untuk semakin menguatkan otot-ototnya dengan cara memberikan mainan agak jauh sedikit dari jangkaunnya kemudian goda dia agar mengambil mainan tersebut. Hal ini akan semakin meningkatkan otot punggung, tangan dan kakinya. Saat bayi sudah menginjak umur 3-6 bulan perkembangan motorik kasarnya semakin pesat ditandai dengan kemampuannya untuk menopang kepala dengan otot punggungnya agak lama, berguling dengan aktif serta mampu menahan baban tubuhnya dengan kedua lengannya. Hal ini akan berpengaruh terhadap kmampuan merangkaknya esok hari. Selain kemampuan motorik kasar, dia juga mengalami perkembangan pada motorik halusnya. Hal ini ditandai dengan kemampuannya untuk menggenggam tangan serta mainan ataupun makanan jika sudah diberikan MPASI, serta daya eksplorasinya dengan memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Hal ini perlu adanya pengawasan agar tidak terjadi kejadian fatal yang tidak diinginkan.

    Saat bayi sudah berusia 6-9 bulan, dia sudah mulai bisa duduk sendiri tanpa bantuan, melakukan hal-hal yang dia sadari benar. Hal ini terlihat dari caranya berpindah. Dia akan melakukan berbagai cara seperti berguling dan mencoba untuk merangkak. Bahkan dia juga sudah mulai mau belajar untuk berjalan dan sangat antusias saat Anda menuntunnya. Tidak hanya keterampilan motorik kasarnya, buah hati Anda juga menagalmai perkembangan pada motorik halusnya. Hal ini terlihat dari kemampuannya untuk memegang benda-benda yang ada di sekitarnya, bahkan dia sudah mulai bisa menentukan mana barang favoritnya. Dia akan sering terlihat mengamati barang-barang disekitarnya dan mempelajari sifat-sifatnya seperti bantuk, ukuran bahkan warna. Karena memang pada umur ini bayi sudah mulai bisa melihat dan aktif belajar. Anda bisa menstimulasinya dengan memberikan warna yang sama pada bentuk yang berbeda atau sebaliknya kemudian mengelompokkannya sesuai dengan kreasi Anda. Jika bayi sudah berumur 9-12 bulan, maka ini adalah saat Anda harus menyiapkan energi ekstra untuk menemaninya mengeksplor sekitar. Dia akan lbih sering mengajak Anda untuk menuntunnya berjalan kesana kemari hingga akhirnya dia bisa melangkah tanpa bantuan siapapun dan Anda akan dibuat bangga olehnya. Kemampuan motorik halusnya juga akan berkembang pesat. Dia akan mulai sering memegang dan menjatuhkan benda. Jangan terburu marah karena ini juga bagian dari proses belajarnya. Kejadian ini akan melatih koordinasi mata dan tangan serta melatih penglihatannya untuk melihat dengan lebih tajam karena adanya kecepatan benda saat jatuh.

    Ulasan di atas semoga dapat membantu Anda untuk mendapatkan informasi serta stimulasi yang tepat untuk buah hati Anda. Agar pertumbuhan dan perkembangannya di masa depan dapat berjalan dengan normal.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (2)
    • ▼  April 2021 (1)
      • Ketika 'Cuan' Menjadi Alasan Untuk Setiap Hal
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates