• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya



3 Ide Usaha Sampingan Bagi Mahasiswa - Menjadi mahasiswa adalah momen yang paling penting dalam hidup. Banyak hal baru yang bisa didapatkan dengan cara menjadi mahasiswa. Banyak pula pengalaman baru yang didapatkan. Ini benar adanya lho, no tipu tipu. Nyatanya sampai sekarang aku masih betah menjadi mahasiswa (please bagian ini jangan ditiru).

Meskipun begitu, bukan berarti dengan tak menjadi mahasiswa akan ketinggalan zaman dan tertinggal dari yang lain? Jelas tidak. Banyak sekali pengalaman non akademis lainnya yang bisa didapatkan di luar bangku perkuliahan. 

Banyak sekali alasan kenapa tidak kuliah dan begitu pula banyak sekali alasan kenapa harus kuliah. Keduanya beda tipis dan dipengaruhi oleh latar belakang keluarga dan masyarakat masing-masing. Namun, mayoritas masyarakat di Indonesia memiliki kecenderungan tak melanjutkan pendidikan karena alasan finansial.

Alasan klasik namun benar adanya. Meski dikatakan murah, bersubsidi, banyak beasiswa, nyatanya tetap harus merogoh kocek cukup dalam. Setidaknya untuk membuka jalan meskipun nantinya akan digantikan dengan uang beasiswa yang cairnya menunggu panas terik berkepanjangan.

Oleh sebab inilah, banyak yang memilih langsung bekerja setelah lulus SMA. Mengumpulkan uang sendiri untuk biaya kuliahnya atau untuk hal lainnya.


Bagaimana dengan mahasiswa? Tak bisakah ikut bekerja?


Tentu saja bisa, malah bisa banget. Jaman sekarang tak ada lagi istilah mana mungkin?, masa sih? Atau emang bisa?. Semuanya bisa dipatahkan jika kamu memang punya semangat baja untuk memulai usaha.

Baca juga : Berawal Dari Satu Titik

Sebagai mahasiswa, waktu belajar yang dimiliki tentu lebih fleksibel dibandingkan saat masih sekolah. Waktu senggang yang dimiliki inilah aset terbesar mahasiswa yang perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk apa? Yap, memulai usaha. Usaha apa? Aku ngga bakat jualan, ngga punya modal juga.

Hei hei..  Jangan galau deh.  Simak deh beberapa ide yang aku miliki berikut ini:

1. Membuka Online Shop

Ide pertama ini sebenarnya bisa juga dilakukan oleh siapapun. Asal memiliki niat dan tekad yang kuat untuk membuk usaha, silakan dan tentu boleh saja. Usaha simpel bermodal smartphone ini adalah ladang uang menjanjikan bagi yang siap menekuni. Manfaatkan jaringan pertemanan yang kamu miliki untuk memulainya.

2. Membuka Jasa Ketik Tugas

Dunia perkuliahan tentu tak lepas dari tugas. Meski agak ilegal, jasa ini cukup banyak dicari. Dulu aku sendiri pernah membuka jasa Ketik Online dan responnya cukup baik. Namun karena kendala tenaga, maka terpaksa aku hentikan dan beralih ke bidang yang lain.

Usaha dengan modal smartphone dan laptop ini cukup bagus, lho. Kamu bisa menggandenga teman-teman dari berbagai bidang untuk menjadi partnermu dalam menyelesaikan job klien. Atau cukup lakukan sendiri saja dulu, pasti bisa! Tinggal ketik apa susahnya?, yha kan??!

3. Membuka Katering Makan Anak Kos

Nah, ini dia. Ide ini benar-benar ide fresh yang baru muncul saat aku buat artikel ini.

Usaha ini cocok untuk kamu yang tinggal di kos dengan fasilitas cukup lengkap seperti dapur dan kulkas. Sistemnya, kamu tak perlu menyediakan banyak menu. Cukup share ke teman kosmu bahwa esok atau lusa kamu akan memasak makanan tertentu, misalnya sayur asam, opor ayam atau semur ikan. Tawarkan pada mereka bahwa kamu menerima pesanan dengan menu tersebut.

Baca ini juga ya : Cerita Tentang Cita-cita

Jangan lupa kompori mereka bahwa masakanmu lebih enak, lebih higienis dan lebih murah dibandingkan masakan warung. Menu yang kamu buatpun bisa diubah sesuka hatimu setiap harinya. Jika ada yang pesan banyak, maka masaknya banyak. Jika yang pesan sedikit, cukup disesuaikan saja. Mudah, bukan?

Nah, itu tadi beberapa ide usaha sampingan dariku. Semoga bermanfaat, ya!
Happy blogging!







Share
Tweet
Pin
Share
53 komentar


Halo semua...
Sudah sarapan? Makan siang? Makan malam?

Alhamdulillah jika sudah, jika belum yuk segera makan dulu biar kuat menghadapi kenyataan yang tak sesuai ekspektasi. Kaya artikel ini yang isi sama judulnya nggak nyambung sama sekali.

(Ini trik aja biar kamu makin penasaran sama isi tulisan ini, semoga berhasil)

Satu tahun terakhir ini aku tak lagi tinggal bersama orang tua. Aku tinggal di sebuah rumah kerabat teman yang tak ditinggali pemiliknya. Sebelumnya, rumah ini sudah ditinggali dua temanku. Dan karena sebuah alasan, maka aku diajak untuk ikut tinggal di rumah tersebut.

Rumah standar pengembang tipe dengan tambahan bagian dapur cukup lebar ini sudah lengkap dengan perabot dan alat elektronik. Ya, karena rumah ini sudah sempat ditinggali beberapa waktu oleh pemiliknya.

Di rumah ini pula sudah disediakan tempat dan sarana mengajar les yang cukup lengkap. Lisensi tempat mengajar les baca yang resmi pun telah ada. Pengetahuan masyarakat tentang tempat les di rumah ini pun sudah cukup banyak. Tak perlu banyak promosi lagi, cukup dari mulut ke mulut dan para orang tua murid yang memerlukan jasa les baca kami bisa langsung datang ke rumah.

Bagai sebuah jawaban dari doa-doaku selama ini, aku bisa hidup secara mandiri dengan pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhanku. Rasanya senang sekali. Bahkan kadang aku merasa sudah seperti ibu-ibu komplek yang harus memikirkan menu esok hari dan tumpukan cucian dan debu yang harus segera dieksekusi.

Tak apalah, aku anggap sebagai proses belajar menjadi ibu-ibu yang sebenarnya. Bahkan jika ada yang sering memantau tweetku, aku sempat berbagi bagaimana rasanya diapeli pacar dan harus menyiapkan segalanya sendiri. Antara senang dan takut, senang bisa belajar namun takut jika masakan yang kubuat tak enak biarpun cuma telur dadar seperti di twit yang pernah aku buat ini. 
Aku dewe untunge gek gak pengen njaluk aneh-aneh. Yo antara ngerti keadaane mbe emang lg ga pengen.

Ketimbang ngajak mam ning jobo mending tak takoni wae "maem opo mas?, enek ndog, mie, sosis, segone y ise akeh".

"Ndog dadar wae, karo teh ya. Awakku g penak"

"Siaaap"
— Biji Gandum Rontok (@HaiUlya) October 29, 2018


Belanja

Karena hidup hanya bertiga tanpa sosok yang dituakan, kami bertiga jadi lebih bebas dalam hal menentukan makanan. Tak perlu mewajibkan ada makanan di meja makan setiap hari, tak ada komplain tentang menu makanan yang itu-itu saja, tapi tetap ada saja drama bumbu habis atau stok telur yang kebanyakan di kulkas.

Pola makan kami jadi lebih variatif dan tak teratur. Awal tinggal disini, aku masih sering sakit dan sempat terkena penyakit lambung karena malas makan. Namun semakin kesini kami jadi lebih fleksibel, jadi lebih mudah menentukan makanan yang akan masuk ke perut. Sudah hafal dengan jadwal tukang sayur, resep masakan sederhana hingga jadwal bumbu habis. Meskipun kadang masih dibumbui dengan komplain pada diri sendiri masing-masing karena tak menyediakan stok mie instan.

Beberapa bulan terakhir, aku jadi lebih sering memasak sendiri. Selain untuk memangkas pengeluaran yang besar, juga untuk mengasah skill memasak sedini mungkin. Jangan tanya masak apa aja, bumbunya apa aja, ujung-ujungnya tetap menu tumisan dengan bumbu trio andalan, cabai-bawang merah-bawang putih.

Biarpun begitu, berkali-kali masak dengan bumbu yang sama pun kadang beda rasa dan nikmatnya. Padahal bumbu dan takarannya sama. Ada-ada saja ya. Aneh.

Sebelum masak, biasanya aku sempatkan diri untuk berbelanja bahan masakan yang sedang aku inginkan. Paling sering masak sayuran aja, soal protein hewani serahkan pada telur atau ikan asin yang selalu tersedia di wadahnya.

Saat berbelanja biasanya aku sekalian mempersiapkan bumbu-bumbu dan kebutuhan dapur lainnya, seperti minyak goreng, bumbu penyedap, cabai, beras dan sebagainya. Jika terlalu banyak, biasanya aku membawa catatan kecil yang berisi list belanjaan. Meskipun cuma aku yang bawa catatan saat berbelanja diantara para ibu-ibu komplek, aku tetap pd saja karena memang dirasa perlu.

Kenapa Harus Ngelist Dulu Sebelum Belanja?

Tentang list yang aku tulis diatas, sebenarnya tak cuma saat belanja kebutuhan dapur saja aku gunakan tips ini. Tapi juga untuk kepentingan belanja lainnya seperti ketika belanja kebutuhan ATK di swalayan ataupun kebutuhan pribadi seperti bedak, lipstik dan kosmetik lainnya. Aku lebih suka menulisnya secara manual lalu melipatnya sekecil mungkin dan dimasukkan ke dalam saku terdalam celana.

Bagiku, membuat list sebelum belanja memiliki banyak kelebihan diantaranya sebagai berikut:

1. Hemat Waktu

Ketika daftar belanjaan yang harus dibeli sudahada di genggaman, tentunya kita sudah tahu barang apa saja yang akan dibeli. Langsung ke posisinya, ambil lalu hitung dan bayar. Tak perlu banyak berpikir lagi untuk menentukan penting tidaknya barang tersebut untuk dibeli. Jadi masih banyak waktu yang kita miliki untuk kepentingan lainnya. 

2. Anggaran Keuangan Lebih Terkontrol

Dengan daftar belanja, kita dapat menentukan barang yang akan dibeli sejak dari rumah. Pertimbangan harga pun bisa diperkirakan sejak dari rumah. Naik seribu dua ribu tetap bisa lah diakomodir dengan tarik ulur dari barang lainnya. Tapi setidaknya kita bida berbelanja sesuai budget yang telah disediakan. Secara tidak langsung kita mendapat komando bahwa kita tak boleh membeli barang selain yang ada di daftar belanja.

3. Lebih Mudah menemukan Barang Yang Dicari

Seharusnya poin ini ada di poin pertama, tapi karena sudah tertulis di nomor tiga jadi biarkanlah menetap disini saja. seperti halnya di poin pertama, mengantongi daftar belanja artinya sudah mengerti barang apa saja yang akan dibeli. Di bagian apa, label apa, merk apa, ukuran berapa, semuanya sudah siap dan tinggal cari di rak bersama teman-temannya. Dengan demikian, mudah sekali menemukan barang yang dicari secepat yang kita bisa.

Pengalaman terakhir sebelum menulis tulisan ini, aku berbelanja ATK dan alat olahraga untuk persediaan di rumah. Aku ingat sekali waktu itu pukul 09.45 pagi, yang artinya kurang lebih 20 menit lagi aku harus pulang karena anak-anak les sudah datang. Ditambah perjalanan Pulang pergi 10 menit, belum lagi jalan kaki dari parkiran ke area ATK. Dan alhamdulillah, sesuai ekspektasi waktu dan rincian belanja, tak lebib dari 15 menit di dalam dan sudah bisa membawa pulang belanjaan senilai lebih dari 200.000,-. PAstinya telat juga pulang ke rumah karena memang mepet sekali, tapi setidaknya tak menunggu terlalu lama karena sudah ditentukan daftar belanjaannya.

Kamu juga suka ngelis dulu sebelum belanja nggak sih?
Share yuk...!
Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar

Sebagai blogger yang masih terus belajar dunia blog, tentunya aku tak pernah lepas dari internet. Entah melalui media smartphone maupun laptop dan sejenisnya. Hampir setiap jam selalu berhubungan dengan internet, kecuali saat tidur karena selalu flight mode yang aku pilih demi ketenangan tidurku setiap malam. Berhubungan dengan internet, mau tak mau harus sanggup melihat godaan yang berseliweran dimana-mana. Entah di media sosial atau di running commercial yang sering muncul tiba-tiba. Dan sebagai perempuan, wajar dong aku mupeng banget sampai ke ubun-ubun paling atas.

Biasanya, setelah kejadian mupeng seperti itu akan berlanjut pada sengaja mencari produk yang dirasa perlu dan butuh. Meskipun pada akhirnya gagal beli karena dirasa kurang perlu dan kurang butuh pada saat itu. Sebut saja windows shopping.

Ada yang sering kaya gini? Atau cuma aku aja ya?

Berbelanja online, saat ini, memang sudah menjadi hal yang biasa dan lumrah dilakukan oleh siapapun. Mulai dari produk standar yang ringan dan mudah dibawa hingga yang berat dan butuh jasa ekspedisi khusus untuk mengirimkannya, seperti furniture, hiasan dinding yang super besar dan lain sebagainya.
Berbelanja tanpa keluar rumah menjadi satu daya tarik tersendiri bagi kaum millenial yang cenderung malas keluar rumah tapi sulit menahan rasa pengen beli ini, pengen beli itu yang menggebu. Meski tak melihat barangnya secara langsung, tapi dari gambar yang dipajang sudah sanggup memberi kesan bahwa barang tersebut layak dibeli. Huh, dasar laper mata!

Wishlist Adalah Koentji!


Kalau sudah begini, aturannya harus dirubah dan perlu tegas pada diri sendiri. Sebisa mungkin membeli barang yang memang dirasa perlu dan memang dibutuhkan. Salah satu caranya adalah dengan membuat wishlist. Wishlist yang kubuat ini  berdasarkan pada barang yang aku incar sejak beberapa bulan yang lalu di online shop secara acak. Beberapa masih berdasar pada asas keinginan dan selebihnya menggunakan asas pengen aja. (please jangan ketawa di paragraf ini)

Kenapa Wishlist?

Meskipun agak gimana gitu, tapi pasti ada aja yang nanya kaya gini. Dan harap maklum, karena aku bukan bagian dari kaum crazy rich yang bisa belanja apa aja kapan aja tanpa perlu pikir panjang. Jadi ya harus dibikin daftar pembelian lengkap dengan daftar harganya sesuai budget yang pas pasan. Jika belum bisa dibeli sekarang, dicatat saja dulu agar tak lupa sambil menunggu kesempatan yang tepat.
Selain itu, mencatat wishlist juga dapat membantu kita mengambil keputusan untuk membeli barang kebutuhan lainnya yang benar-benar kita butuhkan. Sehingga budget yang ada bisa 
dialokasikan ke dua objek berbeda namun sama urgentnya.

Alhasil, kebutuhan dan keinginan bisa terwujud meskipun nyicil satu persatu. Dan inilah penampakan Wishlistku yang receh, Saudara Saudara....

Hwaaa... Ada Festival Belanja Lazada 11.11

Asik nih, saat baru mikirin gimana bikin wishlist penuh tanda checklist, ternyata ada kabar gembira untuk kita semua (dilarang nyanyi). Sebentar lagi akan ada Festival Belanja Lazada 11.11, yaitu Diskon Terbesar 24 Jam dari Lazada. Sesuai namanya, festival ini akan berlangsung pada tanggal 11 bulan 11. Karena hanya terjadi setahun sekali dan masih awal bulan, sepertinya sangat sulit dilewatkan.

Pada hari tersebut, selama 24 jam, lazada akan memberikan banyak diskon dan promo yang bisa kamu dapatkan sambil mengisi weekend karena kebetulan tanggal cantik 11.11 ini jatuh pada hari Minggu. Beberapa program menarik 11.11 yang ditawarkan Lazada adalah Wonderland, Shake It, Slash It dan Flash Sale. Untuk lebih lengkapnya langsung aja cuss buka aplikasinya di hpmu sekarang.
Bocoran dikit, nih! 



Aku sendiri sengaja mengosongkan jadwal di hari Minggu ini demi bisa belanja di lazada sepuasnya. Cukup siapkan posisi duduk yang uenak, kuota yang mencukupi dan selalu pegang catatan wishlist di tangan. Semoga bisa membeli minimal setengah dari wishlistku, atau mungkin semuanya jika diijinkan. Yakin aja sih, namanya Festival Belanja pasti banyak diskon tak terkira, bahkan hingga 99% atau Hampir Gratis. Yuk rayain hari kemerdekaan belanja ini dengan bijak, sampai jumpa di 11.11 ya!
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
DISCLAIMER : JUDULNYA SIH SOSIAL MEDIA, TAPI PERCAYALAH DI ARTIKEL INI YANG DIBAHAS CUMA INSTAGRAM AJA
Share
Tweet
Pin
Share
37 komentar



Sebagai Generasi Milenial yang hidup di zaman Now, tentunya kita tak lepas dari yang namanya Sosial Media. Entah saat ini kamu sedang membaca ini sebagai teman melepas penatmu, atau karena asal klik dari link yang kusebar di sosial media atau kamu memang sedang mencari inspirasi untuk menemukan username yang pas untuk akunmu, semoga yang aku tulis kali ini bermanfaat.


Semua yang aku tulis disini berdasarkan apa yang aku alami selama ini dan ditambah beberapa referensi dari blog lain seperti ini dan ini. 


Tanya Username


Username merupakan hal yang cukup penting bagi pengguna media sosial. Selain sebagai identitas di dunia maya, username seringkali dijadikan patokan bagaimana gambaran diri pemilik username tersebut. Kalian tentu pernah bertemu dengan orang baru atau teman yang lama tak berjumpa lalu salah satu berinisiatif menanyakan akun media sosial. 

3 Tips Menentukan Username Sosial Media


Untuk saat ini, mungkin instagram yang masih menjadi andalan meskipun kadang facebook acapkali disebut. Nah, setelah diberitahu usernamenya, lalu klik tombol follow dan tak lupa minta follow back. Ini salah satu potret tanya jawab dan follow-followback yang mulus. 


Beda cerita dengan kisah dimana pemilik akun kesulitan menyebutkan usernamenya karena terdiri dari paduan huruf dan angka atau merupakan bahasa asing yang disertai tanda baca rumit. Yang ada, bukannya tertarik dan antusias, malah malas dan menyerahkan hpnya dan menyuruhnya menuliskan username dan mencarinya sendiri. Imbasnya, usernamemu akan mudah dilupakan dan ia malas mengingat kembali. Saking susahnya.


3 Tips Menentukan Username


Username itu seperti identitas kita di dunia maya. Kita berhak membentuk diri kita dengan karakter yang kita inginkan menggunakan Username tersebut. Username yang baik tentu yang mudah diingat dan memiliki karakter kuat. Berikut 3 Tips Menentukan Username:


Relevan / Nyambung


Pilih Username yang nyambung dengan nama asli kamu, atau dengan karakter yang akan kamu bawakan dalam akun yang kamu gunakan. Hal ini tentu tidak berlaku bagi akun anonim. Akun anonim bebas pilih nama dan bebas ngapain aja, Terserah!. Kembali lagi ke kamu yang bukan anonim, tentukan nama yang menggambarkan dirimu atau setidaknya mengandung nama aslimu. Misalnya, namamu adalah Adi Musdalifa maka pilihan nama yang bisa kamu gunakan adalah Adi Musda, Amusda, Adi MS, atau mungkin Adifa. 


Atau jika namamu adalah Adi Musdalifa dan kamu adalah seorang pejuang skripsi yang tentunya akan membuat akun tentang perjuangan para mahasiswa tingkat akhir, maka pakailah nama yang bisa mengejawantahkan tujuanmu. Tak harus sempurna, yang penting ada unsur mahasiswanya.


Sebut saja @haiulya sebagai contoh, semua akunku menjadi tempat curhatku. Dari blog, facebook, twitter hingga instagram menjadi tempat curahan hatiku. Jadi semuanya memakai namaku yang dimodifikasi sedemikian rupa agar terlihat menarik (meskipun aku tak tahu apakah memang menarik atau tidak) dengan tambahan kata “hai” didepannya. Berharap menjadi identitas dan mudah diingat jika aku hilang nanti.


Unik Dan Mudah Diingat


Username tak perlu menggunakan nama panjangmu sepenuhnya. Buatlah keunikan dari nama yang kamu punya. Semakin sedikit semakin menarik, dan tentunya mudah diingat. Jangan sampai kita sendiri lupa dengan Username kita seperti kasus di atas. Sebagai salah satu referensi bermedia sosial, Prabusakti adalah salah satu influencer yang berhasil membuatku eksis hingga saat ini. Racun yang beliau berikan membuatku selalu penasaran dengan apa yang ada di dunia maya.


Salah satu yang paling kuingat adalah tentang bagaimana memilih Username yang tepat, yaitu:


  •  Gunakan maksimal dua kata
  •  Hindari penggunaan tanda titik (.) atau underscore (_)
  • Samakan semua username meski berbeda platform

Ketiga hal ini adalah standar ideal sebuah username. Apakah jika tidak seperti lalu dicap tidak menarik atau tidak boleh digunakan?. O.. tentu saja tidak. Bebas aja, kok. Standar setiap orang kan berbeda.


Alhamdulillah aku bisa menerapkan semuanya dan memang aku akui lebih mudah saat menggunakan username untuk beberapa kebutuhan. Misalnya saat ditanya teman, saat mengisi form ataupun saat ada job yang mengharuskan pencantuman username Sosial Media.



Samakan Username di berbagai platform


Langkah ini sebenarnya berlaku bagi kamu yang setuju dengan tiga langkah di poin kedua; menyamakan username di semua platform. Hal ini untuk menghindari adanya miss dalam pengejaan username yang berakibat pada tidak tepatnya nama yang diketik dalam kolom pencarian.


Setidaknya cek dulu ketersediaan Username yang akan digunakan di beberapa platform Sosial Media yang akan dipakai, misalnya facebook, twitter, instagram, path dan sebagainya. Simplenya, jika ditanya orang “apa nama akun kamu?”, tinggal jawab aja “at haiulya”, dan ditambah “semua akun aku pake username itu kok. Cari aja”. 


Selain itu, username yang sama akan lebih memudahkan kita saat mengisi form atau apapun yang meminta username kita. Tak perlu cek sana sini, langsung aja ditulis. Kan sama semua. Selain itu juga terlihat lebih rapi. Kebetulan aku sudah mengaplikasikannya dan begini penampakannya jika ditulis:


Blog : www.haiulya.com

Fb : www.facebook.com/haiulya

Twitter: www.twitter.com/haiulya

Instagram : www.instagram.com/haiulya


Gampang banget diingat kan?. Kalo gampang diingat kaya gini kan jadi makin semangat sharing dan bersosial media. Soalnya nama kita mudah diingat baik oleh kita maupun orang yang mengikuti kita.



Nah itu tadi 3 Tips Menentukan Username Sosial Media dari aku. Semoga bermanfaat dan Happy Blogging. 






Share
Tweet
Pin
Share
40 komentar

Halo, Welcome back to my blog!
  
Sejak dulu, aku suka banget pake Jam Tangan. Meskipun fungsinya sebagai penunjuk waktu, bagiku fungsi utamanya adalah penunjang penampilan. Mungkin pendapat setiap orang berbeda, tapi bagiku memakai jam tangan dapat menambah kadar percaya diriku.

Aku gak bisa jelasin detailnya gimana, tapi yang pasti kalo pake jam tangan itu lebih keren daripada yang gak pake. Kecuali si mamas, mau pake jam tangan atau ngga tetep keren dah. 😂


Sering banget saat bepergian ngerasa ada yang kurang, ngerasa aneh dan ngerasa gak pd banget. Aku masih belum sadar apa yang bikin aku ga pd kaya gitu. Sempat bingung dan gemes sebentar, sampai akhirnya sadar kalo aku gak pake jam tangan. Huhu

Jam Mati Pun Tetap Dipakai

Saking tergantungnya sama jam tangan, sampai-sampai jam tangan matipun tetap dipakai. Ya, gimana ya. Namanya penunjang penampilan, pasti merasa kurang banget kalo ditinggal. Biarpun fungsinya berkurang, biarkan saja. Yang penting tetap oke.
Sumber : Instagram thewatch.co

Kejadian kaya gini sering banget aku alamin sih. Gak sekali dua kali. Apalagi dulu pas sering banget bokek dan jam mati. Gak kuat beli dan males ganti batre. Ya kali, jam murahan daripada ganti batre mendingan beli baru.

Tapi untungnya setiap kali ada momen kaya gitu aku selalu aman karena ga ada yang nanyain jam ke aku. Bisa dibayangin gimana malunya kalo ditanyain jam berapa, pas liat jamnya malah mati huhu.


Cari Jam Tangan Terbaru

Setelah beberapa kali dibikin gemes sama batre jam yang abis di waktu gak tepat. Akhirnya aku putusin buat ganti jam yang lebih oke. Yang pasti bisa mendongkrak rasa percaya diriku. Dan kebetulan aku nggak sendiri karena ada mas pacar yang juga pengen punya Jam Tangan baru.


Setelah mondar mandir sana sini di toko offline maupun online, akhirnya ketemu juga yang kita cari. Awalnya aku nemu di instagram sih, feednya bagus-bagus banget. Banyak spoiler Jam Tangan Terbaru yang bikin ngiler.

Sebelum aku benar-benar ngiler, akhirnya aku cek langsung ke websitenya; thewatch.co. Ternyata mereka juga menyediakan servis Gratis Biaya Pengiriman, Garansi Baterai Seumur Hidup serta Cicilan 0%. Waaa... siapa yang gak mupeng, hayooo?. Eh, gak cuma itu lho... ada juga Promo Ramadhan yang sudah disediakan. 

Udah keren, fashionable, gak ketinggalan zaman, banyak promo pula. Masih mau nolak?


Tak Hanya Jam Tangan

Di website ini, kita bisa nemuin Jam Tangan Pria Jam Tangan Wanita, Jam Tangan Unisex dengan kualitas yang tak diragukan lagi. Cocok sekali buat yang pengen punya Jam Tangan Terbaru dengan kualitas terbaik. Tapi tak hanya itu, thewatch.co juga menyediakan produk-produk aksesoris dan perhiasan untuk menunjang aktivitas harian kita.


Seru banget ya, belanja online di satu tempat tapi bisa sekaligus dapetin apa aja yang kita mau. So proud of this!, Sayangnya pacarku belum nemu yang cocok di hatinya, nih. Mau diajak kembaran ga mau, 'alay' katanya. Padahal kan asik tuh kalo kembaran. Alasannya sih mau yang keliatan lebih macho. Kalo maksain kembaran, masa iya aku pake jam tangan cowo yang segede gaban? :(


Yaudah deh, aku nyabar aja nungguin doi ketemu pilihannya sambil nabung dulu. Siapa tau bisa sekalian beli cincin yang aku incer tadi hehe.

Eh, kalo kamu punya cerita tentang jam tangan juga ngga? Kalo punya, cerita juga dong!.

Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
20 komentar
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (2)
    • ▼  April 2021 (1)
      • Ketika 'Cuan' Menjadi Alasan Untuk Setiap Hal
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates