• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya



Sudah hampir dua bulan aku tak mendapat ajakan piknik. Meskipun jarang di rumah, dolanku tetap ke tempat yang dekat-dekat saja, kalau tidak dekat dari rumah ya dekat dari tempat kerja. Selain itu juga maksimal hanya dua jam aku menghabiskan waktu bersama mereka dengan perjalanan melalui daerah kota yang meskipun sejuk tapi kurang menyegarkan.

Ya, bagiku piknik adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk melepas kelelahan selama bekerja dengan suasana yang berbeda. Meskipun aku anak desa, tapi pemandangan hijau ala persawahan masih menjadi hal yang mengagumkan bagiku. Maklum saja, rumahku berhadapan langsung dengan jalan raya kampung, jadi mau tidak mau aku harus merasakan kebisingan yang lebih dibanding warga kampung lainnya. Beda tipis dengan suasana kota, anggap saja sebelas dua belas.

Hampir setiap minggu selalu ada yang mengajakku piknik. Yang ke sana lah, ke situ lah. Meskipun sudah pernah dikunjungi, rasanya tak pernah bosan untuk sekedar kembali lagi selama cuaca dan keadaan dompet tak menghalangi hehe. Namun, sekira dua bulan ini ada yang berkurang dari kegiatanku yang sebelumnya. Tak ada ajakan piknik. Sekalinya ada, sudah ada agenda lain yang belakangan diketahui ternyata dicancel. Sekali dayung, dua acara terlewati, hiks.


Tamu Tak Diundang


Dua minggu yang lalu saat sedang bersantai, rumahku didatangi dua tamu tak diundang. Sepupuku dari negeri seberang (halah) sedang ingin mengunjungi simbahnya yang sedang sakit. Setelah berbincang cukup lama akhirnya muncullah ide untuk mengajak mereka menikmati es kelapa muda di depan rumah. Rumahku dikelilingi oleh beberapa pohon kelapa yang memang selalu berbuah.

Setelah mereka (berdua) bersusah payah nyonggek (baca-memetik) kelapa, aku siapkan es dan segala alat lainnya. Selesai digepuk, kami langsung mengeksekusi dengan mengambil isi buah kelapa dengan tutup botol bekas. Tak lupa pula dicampurkan dengan sirop, gula, garam dan beberapa butir nasi agar lebih mantab rasanya. Hasilnya tak jauh beda dengan penjual es kelapa muda di pasaran, hehe.



Kami lanjutkan dengan menikmati minuman seadanya ini bersama tahu pong sambil berbincang ngalor ngidul, dari hal penting hingga tak penting. Ternyata piknik bisa dinikmati dengan semudah ini. Tak perlu jauh-jauh ke tempat rekreasi dengan suguhan pemandangan nun jauh disana, depan rumah pun bisa jadi tempat penghibur lara.

Piknik dadakan kamipun terpaksa diakhiri karena hujan segera turun dan makanan kami pun sudah habis, semoga suatu saat bisa terulang lagi bersama anggota keluarga atau teman lain yang berkunjung ke rumah. Semoga timingnya tepat saat buah kelapanay belum beranjak tua hehe.

Ada yang punya pengalaman atau cerita tentang piknik di sekitar rumah? share yuk...

Share
Tweet
Pin
Share
30 komentar

Halo hai, lama gak ngeblog rasanya susah mau nulis lagi. Biasa lah namanya juga labil hehe.
oke, lupakan tentang kelabilanku dan mari kita mulai bahasan kali ini. Kali ini aku mau share Tips biar bibir tetap lembut dan kering meskipun banyak aktifitas di luar ruangan. Tau sendiri lah gimana cuaca sekarang yang lagi hot in buanget. 

Yang paling penting dan utama adalah air putih. Ya, kamu harus banyakin minum air putih. Bukan dalam hal ini aja sih, seluruh aspek yang berkaitan dnegan tubuh manusia biasanya akan dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih atau air mineral. So, aku gak masukan air putih dalam jajaran tips kali ini.

menurut pengalamanku, ada lima hal yang bisa kamu lakuin biar bibir tetap lembut dan gak kering. check this out:
1. Madu.

Siapa yang gak tau tentang khasiat madu yang bejibun? salah satunya bisa untuk melembabkan bibir kering loh. caranya, oleskan madu secukupnya pada bibir kamu sebelum tidur. pijat perlahan beberapa saat dan biarkan semalaman. Usahakan untuk rutin ya, biar hasilnya maksimal.
Kalo aku sendiri sih, karena memang banyakan di dalam rumah jadi seringnya aku olesin aja kalo lagi pengen. Gak perlu nunggu pas mau tidur aja, hehe.
2. Minyak Zaitun

Kandungan vitamin dalam minyak zaitun juga dipercaya mampu menutrisi bibir kering loh. Bisa diaplikasikan sendiri ataupun dengan campuran bahan lain seperti madu ataupun gula pasir. Cara pengaplikasiannya musah banget, tuangkan minyak zaitun ke wadah secukupnya lalu oleskan pada bibir, pijat sebentar dan biarkan hingga mengering atau hilang dengan sendirinya. 
Kalo aku sih biasanya dari botol kecil seukuran minyak angin langsung ditetesin ke jari gitu. Jadi gak perlu makan banyak wadah buat naroh minyak zaitunnya.
3. Gula Pasir

Gula pasir atau gula putih juga bisa buat perawatan bibir kering loh. Tapi berbeda dengan madu dan minyak zaitun, gula pasir harus punya tandem. Gak bisa jalan sendiri. Kalo sendiri jadinya dimakan gak dipake perawatan wkwk.
Caranya ambil satu sendok teh gula pasir dan 4 tetes madu atau minyak zaitun. aduk hingga rata dan membentuk scrub. Jangan encer banget ya. Lalu oleskan pada bibir dan pijat ringan bersama butiran-butiran gula. Lakukan sekira  menit lalu bilas dengan air hangat.

Kamu bisa pakai takaran secukupnya, gak harus 4 tetes. Tergantung tetesannya juga kali ya, gede apa ngga haha. Yang penting bisa jadi scrub dan ga mubadzir nantinya.
4. Bubuk Kopi

Tauu gak sih, bubuk kopi selain bisa dibikin kopi juga bisa dipakai sebagai scrub bibir. Caranya gampang banget. Campur bubuk kopi dengan sedikit air, sedikiiiit saja, jangan terlalu encer nanti malah jadi wedang kopi hehe. Setelah itu oleskan pada bibir dan pijat perlahan sekira 5-10 menit lalu bilas dengan air hangat.
Pastikan campurannya pas untuk ukuran scrub ya, kira-kira kayak lulur badan yang biasa kita pakai. Gak encer dan gak kental banget. 

5. Pasta Gigi

Pernah gak bibir kamu gak sengaja kena pasta gigi pas lagi sikat gigi? rasanya gimana? adem kan? seger-seger gimana gitu ya.
Ternyata pasta gigi bisa untuk mengatasi bibir kering loh. Caranya mudah, oleskan pasta  gigi pada bibir dan ratakan. Tunggu sebentar lalu bilas.
Ohya, kalo merasa pasta gigi terlalu panas jika dioleskan di bibir secara langsung bisa juga kamu akalin dengan menggosok area bibir dengan pasta gigi disaat menggosok gigi. Sebenarnya aku gak recommend pakai pasta gigi sih, karena kurang alami dan panas juga kan. tapi bisa lah dipake kalo lagi buru-buru dan gak punya banyak waktu. 

Nah, itu dia 5 tips dari aku biar bibir kamu gak kering lagi. Semuanya berdasar pengalaman aku karena memang tipe bibirku mudah kering *curhat. Selamat mencoba. jangan sungkan bertanya ataupun berkomentar ya. see ya


Share
Tweet
Pin
Share
16 komentar

Hape, salah satu jenis gawai yang paling mudah dibawa kemanapun. Tinggal selipin di saku aja udah oke, lagi main di air? tenang!, ada kok waterproof case buat Hape. So simple dan sangat fleksibel dibawa kemanapun. Dan..... siapa sih yang gak punya? anak kecil aja hapenya udah Iphone, minimal Oppo lah yang standarnya udah lumayan. Mahasiswa semacam aku ini malah tertinggal jauh dari mereka.

Sejak pertama memiliki Hape, mungkin baru beberapa kali ganti dan baru sekali ini seriusin, eh maksudnya benar-benar terpakai sesuai fungsinya. Dulu pas masih muda dan (sedikit) alay, hape yang kupunya hanya terpakai sebatas untuk sms dan bermain facebook saja. Duh, masalaluku :(.
Akhir 2015, aku membeli Hape Samsung Galaxy Vplus yang saat itu sudah cukup bagus menurutku. Kan dulu belum ada hape dengan kamera yang selfie expert dan perfect selfie kaya sekarang, jadi yaaa... lebih prefer ke kegunaannya aja. Pertama kali menggunakannya aku langsung membeli Hard case yang berbentuk seperti dompet atas saran ibu. Safety banget, gak takut jatuh ataupun lecet. Namun kurang nyaman digenggam karena bentuknya jadi terkesan besar dan gak muat di tangan kecilku.

Setelah itu, aku beralih ke pilihan kedua, soft case, tidak mengurangi kenyamanan tapi justru licin saat digenggam. Tuh kan, gak enak lagi. Dan akhirnya aku putuskan untuk mencari info tentang Garskin yang biasa kulihat di instagram. Setelah menemukan beberapa info tentang bahan dan kelebihannya, akhirnya aku putuskan untuk memesannya di salah satu penjual di Jepara.
Sistemnya harus preorder karena menyesuaikan motif yang dipesan dengan tipe hape yang digunakan. Pertama kali aku pakai motif batik, klasik memang, tapi aku suka. Saat dipasang memang agak sulit. Jika tidak yakin bisa, sebaiknya minta tolong kepada penjualnya untuk memasang demi menghindari kegagalan dan kesalahan fatal.


Setelah terpasang, taraaaaaaaaaaa.... Hapeku jadi makin oke deh. Genggamannya pun nyaman, tidak licin. Dan bagi aku yang, syukurnya, jarang sekali menjatuhkan Hape cukup nyaman dan aman. Sekedar cerita aku punya teman yang kalo pegang Hape tuh sering banget jatuh, entah kesenggol, kena apa atau apa, akhirnya dia memutuskan menggunakan case berbentuk dompet untuk menghindari benturan lebih keras.

Intinya, Garskin bukan sekedar untuk melindungi casing, tapi juga untuk menyamankan pengguna saat menggenggam Hape. Cocok digunakan oleh yang suka lucu-lucuan karena bisa custom motif maupun tulisan yang disuka. Kalo kamu suka teledor atau sering menjatuhkan HHape kamu tanpa sengaja, lebih baik berikan perlindungan tambahan seperti hard case atau apapun yang menurut kamu bisa melindungi Hape kamu. Oh ya, Garskin buat netbook atau laptop juga ada lhoh. Bikin makin kece dan semangat ngerjain tugas nih.

So, kalo menurut aku sih Garskin itu cukup penting bagi yang gak suka hard case, karena selain bikin Hape jadi lucu dan unik, juga bisa lebih jadi lebih nyaman saat digenggam.


Sekian dulu ceritaku tentang Pengalamanku menggunakan Garskin.
Kamu punya cerita tentang hape dan garskin juga? share yuk....
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ►  2021 (2)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ▼  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ▼  Oktober 2017 (3)
      • Menikmati Sensasi Piknik Di Depan Rumah
      • 5 Tips Agar Bibir Tidak Kering
      • Garskin Hape, Penting Gak Sih?
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates