• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya


Baru-baru ini aku dibuat bahagia oleh sebuah marketplace yang menawarkan banyak sekali kelebihan. Antara sedih dan bahagia sih  sebenarnya. Sedih kenapa baru tau sekarang dan bahagia karena menemukan Akulaku yang punya fitur asik dan menguntungkan bagi penggunanya. Simak sampai habis kalo masih kepo ya...

Dulu......

Berbelanja kini dan dulu tak lagi sama, perkembangan zaman membuat semuanya berubah seketika. Dari yang harus berjalan sekian kilometer untuk mendapatkan barang belanjaan hingga kini yang sudah bisa dilakukan sambil selonjoran di kasur empuk. Aku masih ingat saat pertama kali berbelanja di pasar. Naik kendaraan umum bersama teman-teman untuk membeli bahan masakan untuk lomba memasak antar kelas.

Harus keluar masuk pintu pasar karena tak paham rute dan tempat para penjual yang aku dan teman-teman inginkan. Singkat cerita, kami pulang setelah berkeliling pasar selama dua jam dengan hasil memuaskan. Alhamdulillah. Tapi, sejak saat itu aku jadi malas ke pasar karena sedikit trauma dengan capeknya. Niat hati mau sebentar, tapi lihat toko sebelah lebih menggoda akhirnya mampir juga, gitu terus sampe ujung pasar. Hehe.

Belanja Ala Anak Zaman Now

Aku memang jarang sekali ke pasar dan artinya aku jarang sekali berbelanja. Baju pun hanya itu-itu saja, lebih suka dibelikan karena lebih irit dan tak menghabiskan banyak waktu. Tapi, untuk hal ini harus lebih sabar karena belum tentu yang dibelikan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Terima jadi aja, gosah banyak bacot.

Itu dulu....
Sekarang sih udah beda. Aku masih jarang ke pasar, tapi aku udah agak sering belanja. Ya kali, punya hp keren dianggurin aja. Ya, aku berbelanja via online di Akulaku.com. Tempat belanja paling recommended dengan berbagai kelebihan. Seperti Gratis Ongkir, 7 Hari Pengembalian dan Refund yang Cepat.

Selain itu di Akulaku.com juga menyediakan fitur kredit saat berbelanja. Jadi kita bisa membeli produk yang kita inginkan tanpa dengan uang cash seharga produk. kita bisa memilih waktu dan limit kredit sesuai kemampuan kita.

Seperti pengalamanku berbelanja beberapa waktu lalu. Kebetulan aku sedang mencari produk daypack untuk menemaniku jalan-jalan ataupun saat pulang ke rumah. Tak perlu besar asal bisa menampung barang-barang.

Tas Daypack Quechua Arpenaz yang dibandrol dengan harga 90.000 rupiah, Aku pikir dengan harga dibawah 100.000 tak bisa mendapatkan layanan kredit. Ternyata bisa, namun hanya dengan satu pilihan waktu kredit, yaitu satu bulan dengan uang muka yang sangat ringan. Semuanya terpampang jelas dalam aplikasi.

Berikut rinciannya:
Uang muka : 17.000
Pembayaran bulanan : 78.000

Lain halnya dengan produk yang lebih mahal, seperti smartphone Xiaomi Redmi 5 Plus dengan harga normal 2.699.000. Dengan harga sekian, kita bisa mengajukan kredit maksimal 12 bulan dengan nilai yang sudah tertera di aplikasi saat melakukan transaksi awal.
Selengkapnya cek gambar berikut:

HARPITNAS Bersama Akulaku

Selain menawarkan harga terbaik dengan sistem kredit yang meringankan, kali ini akulaku.com sebagai pioneer Hari Pesta Kredit Nasional (HARPITNAS) juga memberikan penawaran terbaik untuk para pembeli.

Dengan tema 'Rp. 1000 Untuk Semua' pada tanggal 20 Agustus hingga 11 September nanti, Akulaku akan mengadakan Hari Pesta Kredit Nasional (Harpitnas). Selama periode tersebut, konsumen akan dimanjakan dengan berbagai pilihan produk idaman yang bisa diraih dengan uang sebesar Rp1.000 saja tiap harinya.

Baik DP maupun nilai kredit harian pun senilai Rp. 1000 saja. Semuanya bisa didapatkan pada periode yang telah ditentukan. Selain itu,
mulai tanggal 20 Agustus , Akulaku menjadi aplikasi virtual kredit pertama yang berani memberikan kompensasi jika pengajuan kredit limit yang diajukan ditolak. Kompensasinya berupa uang cash dengan total hingga Rp. 888.000. Masih mau nolak?

Aku sih nggak. Yuk belanja di Akulaku.

Share
Tweet
Pin
Share
15 komentar
Ikanasap

Sejak kedua temanku mulai bekerja di luar rumah dan aku yang menjadi penjaga rumah, aku jadi lebih banyak menghabiskan waktu sendiri. Imbasnya, jadi semakin banyak waktu untuk makan saat tak ada yang dilakukan. Heheu.

Bahkan, beberapa minggu lalu berat badanku sempat naik. Ya, karena aku banyak makan. Bentar-bentar, makan. Dikit-dikit, makan. Dan entah kenapa aku jadi doyanan makanan apapun, apakah aku sudah menjadi omnivora? Apapun itu, aku tetap senang karena masih bisa makan dengan lahap. Dan itu artinya aku masih diberi kesehatan oleh yang maha kuasa.

Kegiatan yang monoton membuatku mudah bosan dan merasa waktu berjalan cepat sekali. Alhasil, aku jadi mudah lapar. Sedikit "wagu" tapi emang gitu koook, aku jadi sering laper akhir-akhir ini. Sayangnya, mulutku jadi makin manja karena harus milih-milih makanan. Sayangnya lagi, aku turutin semuanya. Lha kok jadi banyak sayangnya, jangan baper ya.

Banyak Pilihan Lauk

Sebenarnya, di sekitar sini banyak sekali penjual sayur. Dari yang mangkal pagi-pagi sampai yang keliling di siang hari. Dari yang masih mentah sampai yang sudah matang dan tinggal makan aja. Jadi, menu makanan adalah hal yang cukup mudah dipenuhi. Yang penting bisa masak dan tau caranya.
Yaaah, Gosong deh

Tapi, sekarang hal semacam itu sepertinya tak sulit lagi ya. Semua informasi sudah bisa diakses melalui genggaman tangan. Apapun bisa didapatkan melalui smartphone. Tapi skill tetaplah skill, apapun resepnya, kalau memang tangannya kurang terampil rasanya akan tetap pas pasan. Seperti di post aku sebelumnya,......

Akhirnya aku jadi sering memilih masakan yang enak namun simple. Lebih bagus lagi jika gizinya lengkap. Salah satu masakan simple pilihanku adalah olahan ikan asap. Selain karena aku lebih suka ikan (dibanding ayam), harganya juga lebih murah dan bisa dibeli satuan. Selain itu, ikan asap juga lebih awet dan tidak berbau amis seperti ikan segar. Maafkan tukang masak pemula yang masih sungkan dengan bau amis ini. 😂


Balada Ikan Asap

Ikan asap yang harganya lebih murah dan jauh dari amis ini banyak sekali pilihannya. Bahkan di Jepara banyak sekali sentra pusat produksi ikan asap. Kalau mau yang terbukti segar ya bisa langsung datang ke lokasinya. Biasanya aku cari di daerah Demaan, kec. Jepara. Atau saat pulang ke rumah bisa pesan ke pamanku yang berjualan ikan asap keliling. Beliau mengambil langsung dari para pengasap (eh, bener ga sih ini nyebutnya) di desa. 

Jika tidak bisa mendapatkan yang segar langsung dari pengasappun sebenarnya tak perlu khawatir. Karena konsep pengasapan ikan memang diatur sedemikian rupa agar ikan tetap bisa dimakan dalam waktu yang cukup lama. Mengulur waktu, istilahnya. Tentunya dengan citarasa yang berbeda dan lebih menggoda. 

Tentang harga, harga dari pengasap memang jauh jauh jauh lebih murah dibandingkan setelah dijual di warung. Apalagi di warung dekat kota seperti tempat tempat tinggalku. Harga yang dibandrol pun tergantung ukuran dan jenis ikan yang digunakan. Mulai dari 2.500-8.000 rupiah per biji untuk di sekitar kota sudah terbilang murah. Tapi di kampungku, aku bisa mendapatkan 4 biji ikan asap dalam satu bungkus dengan harga 6.500 rupiah. Beda tempat, beda harga, beda pula jenisnya. 

Olahan Ikan Asap Andalanque
Aku sudah pernah bilang kan kalau aku tak bisa masak enak. Semuanya masih dalam tahap coba-coba yang banyak gagalnya. Oleh karena itu, aku jadi jarang masak karena takut gak enak. Ahaha, alasannya gak masuk akal ya. Tapi begitulah adanya. 

Tapi (lagi), aku tetap berusaha memasak untuk makan. Tak sehat juga kalau jajan terus-terusan. Masakan pilihanku tentu yang simpel, mudah dan dengan bumbu yang tak terlalu banyak. Ya, paling tumisan yang bumbunya cuma cabe, bawang merah dan bawang putih yang diiris tipis lalu ditambah garam dan gula. Selain itu, sambal juga menjadi pilihan lain yang menjadi pelarianku. Sambal apapun, sambal tomat, sambal terasi, sambal kecap atau sambal plelek. Sesuai dengan bumbu yang tersedia  di dapur.

Yang menjadi salah satu andalanku adalah Sambal Kecap. Bahannya mudah didapat, tak perlu nguleg dan bisa dikombinasikan dengan lauk apapun. Kali ini aku akan berbagi Resep Ikan Asap Sambal Kecap plus Tempe Bakar yang selalu jadi pilihanku saat lapar dan malas memasak macam-macam.

Bahan-bahan:
1 potong/ekor ikan asap
½ papan tempe, potong agak besar
3 siung bawang merah
3 buah cabai
garam secukupnya
lada bubuk secukupnya
kecap secukupnya

Cara Membuat:
1. Hangatkan Ikan Asap di atas panggangan (aku potong dua karena untuk dua kali makan).
2. Panggang Tempe di atas panggangan setengah matang. 
3. Iris tipis cabai dan bawang merah, masukkan dalam mangkok tambahkan garam, lada dan kecap secukupnya. Aduk hingga rata.
4. Tuangkan bumbu diatas Ikan Asap dan Tempe Bakar secukupnya. Selesai.








Wew, simpel banget kan? Emang iya. Ini adalah menu andalanku saat sedang malas memasak berat. Asal ada persediaan Ikan Asap, hayuk aja masak kaya gini. Simpel dan enak. 


Ini resep Ikan Asap Andalanku. Kamu?

Share
Tweet
Pin
Share
42 komentar
Tahun 2016 menjadi tahun yang cukup berkesan buatku. Banyak hal tak terduga yang aku alami pada tahun tersebut. Senang, sedih, bahagia dan mengharukan seakan bertumpuk di tahun tersebut. Sayangnya tak ada kenanganku bersama doi yang sekarang menemaniku. Kami mengarunginya setelah tahun tersebut.

Baru dua tahun mentas dari usia 20 ternyata menjadi lecutan tersendiri. Banyak hal yang mungkin bagi orang lain bisa dilakukan di usia sebelum 20, baru aku lakukan di tahun tersebut. Tapi tak jarang pula yang justru mendapatkannya diatas usia 25 atau malah lebih. Dududu, telat sih, tapi gapapa daripada nggak sama sekali hehe. 

Salah satunya adalah kesempatan untuk mengenal berbagai komunitas yang ada di Jepara melalui Folkom atau Forum Lintas Komunitas Jepara. Forum ini berawal dari sebuah ide untuk mengadakan kegiatan di alam terbuka bersama para pegiat komunitas di Jepara. Kebetulan saat itu aku ditunjuk menjadi narahubung. Sebuah kesempatan pertama yang menurutku tak begitu spesial. Aku anggap seperti piknik biasa yang hanya diikuti beberapa orang saja.


Ternyata aku salah, Jumlah peserta yang sekedar bertanya maupun mengkonfirmasi keikutsertaannya sangat melebihi ekspektasi. Sangat jauh dari dugaan awal dengan jumlah komunitas yang sangat jauh dari perkiraaan. Sejak saat itu aku percaya bahwa di Jepara banyak sekali komunitasnya, hanya saja belum terendus media #halah.

Sejak saat itu, aku jadi lebih sering mengikuti kegiatan di luar rumah yang berhubungan dengan banyak orang. Banyak pengalaman yang aku dapatkan, jauh dari yang pernah aku bayangkan. Ada beberapa kisah jalan-jalan yang akhirnya aku tulis disini. Semuanya berawal dari kegiatan ini. Kadang aku merasa tak yakin dengan keadaanku sekarang karena tak pernah terbayang sebelumnya aku akan memiliki teman sebanyak ini.

Sayangnya, aku tak begitu mengenal mereka. Saking banyaknya. Biasanya aku hanya mengenali wajah dan asal komunitasnya, sangat sulit untuk mengenali lebih jauh. Ingatanku cukup sulit untuk mengingat nama orang baru Hehe. Biasanya hanya aku simpan nomor handphonenya sesuai yang tercantum di daftar hadir untuk menambah daftar kontak. Siapa tahu suatu saat akan membutuhkan bantuan atau informasi dari mereka. Anggap saja untuk membangun jaringan. 


Begitulah kira-kira kisah kenangan yang tak akan aku lupakan. Sebuah titik masa yang mengubah aku yang dulunya pendiam dan tak begitu dikenal menjadi sok femes dan sok akrab dengan siapapun. 

Ini kisahku, mana kisahmu?
#DAFTARODOP6
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Halo, Welcome back to my blog!
  
Sejak dulu, aku suka banget pake Jam Tangan. Meskipun fungsinya sebagai penunjuk waktu, bagiku fungsi utamanya adalah penunjang penampilan. Mungkin pendapat setiap orang berbeda, tapi bagiku memakai jam tangan dapat menambah kadar percaya diriku.

Aku gak bisa jelasin detailnya gimana, tapi yang pasti kalo pake jam tangan itu lebih keren daripada yang gak pake. Kecuali si mamas, mau pake jam tangan atau ngga tetep keren dah. 😂


Sering banget saat bepergian ngerasa ada yang kurang, ngerasa aneh dan ngerasa gak pd banget. Aku masih belum sadar apa yang bikin aku ga pd kaya gitu. Sempat bingung dan gemes sebentar, sampai akhirnya sadar kalo aku gak pake jam tangan. Huhu

Jam Mati Pun Tetap Dipakai

Saking tergantungnya sama jam tangan, sampai-sampai jam tangan matipun tetap dipakai. Ya, gimana ya. Namanya penunjang penampilan, pasti merasa kurang banget kalo ditinggal. Biarpun fungsinya berkurang, biarkan saja. Yang penting tetap oke.
Sumber : Instagram thewatch.co

Kejadian kaya gini sering banget aku alamin sih. Gak sekali dua kali. Apalagi dulu pas sering banget bokek dan jam mati. Gak kuat beli dan males ganti batre. Ya kali, jam murahan daripada ganti batre mendingan beli baru.

Tapi untungnya setiap kali ada momen kaya gitu aku selalu aman karena ga ada yang nanyain jam ke aku. Bisa dibayangin gimana malunya kalo ditanyain jam berapa, pas liat jamnya malah mati huhu.


Cari Jam Tangan Terbaru

Setelah beberapa kali dibikin gemes sama batre jam yang abis di waktu gak tepat. Akhirnya aku putusin buat ganti jam yang lebih oke. Yang pasti bisa mendongkrak rasa percaya diriku. Dan kebetulan aku nggak sendiri karena ada mas pacar yang juga pengen punya Jam Tangan baru.


Setelah mondar mandir sana sini di toko offline maupun online, akhirnya ketemu juga yang kita cari. Awalnya aku nemu di instagram sih, feednya bagus-bagus banget. Banyak spoiler Jam Tangan Terbaru yang bikin ngiler.

Sebelum aku benar-benar ngiler, akhirnya aku cek langsung ke websitenya; thewatch.co. Ternyata mereka juga menyediakan servis Gratis Biaya Pengiriman, Garansi Baterai Seumur Hidup serta Cicilan 0%. Waaa... siapa yang gak mupeng, hayooo?. Eh, gak cuma itu lho... ada juga Promo Ramadhan yang sudah disediakan. 

Udah keren, fashionable, gak ketinggalan zaman, banyak promo pula. Masih mau nolak?


Tak Hanya Jam Tangan

Di website ini, kita bisa nemuin Jam Tangan Pria Jam Tangan Wanita, Jam Tangan Unisex dengan kualitas yang tak diragukan lagi. Cocok sekali buat yang pengen punya Jam Tangan Terbaru dengan kualitas terbaik. Tapi tak hanya itu, thewatch.co juga menyediakan produk-produk aksesoris dan perhiasan untuk menunjang aktivitas harian kita.


Seru banget ya, belanja online di satu tempat tapi bisa sekaligus dapetin apa aja yang kita mau. So proud of this!, Sayangnya pacarku belum nemu yang cocok di hatinya, nih. Mau diajak kembaran ga mau, 'alay' katanya. Padahal kan asik tuh kalo kembaran. Alasannya sih mau yang keliatan lebih macho. Kalo maksain kembaran, masa iya aku pake jam tangan cowo yang segede gaban? :(


Yaudah deh, aku nyabar aja nungguin doi ketemu pilihannya sambil nabung dulu. Siapa tau bisa sekalian beli cincin yang aku incer tadi hehe.

Eh, kalo kamu punya cerita tentang jam tangan juga ngga? Kalo punya, cerita juga dong!.

Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
20 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ►  2021 (2)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ▼  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ▼  Agustus 2018 (4)
      • Akulaku, Teman Belanja Online Kredit Kekinian
      • Resep Ikan Asap Sambal Kecap Andalanque
      • Kenanganku Bersama Folkom Jepara #DaftarOdop6
      • Tampil Keren Dengan Jam Tangan Terbaru
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates