Sebuah tulisan klarifikasi pada diri sendiri atas kesalahan besar telah membiarkan blog berdebu dan bikin bersin siapapun yang berkunjung.
Halo, mohon maaf semua jika akhir-akhir ini jadi jadi males nulis. Pakai mohon maaf segala kaya ada aja yang mau buka blognya yah. Huhu
Awal ngeblog memang aku benar-benar ingin memiliki semacam buku harian online. Karena tak mungkin diceritakan sekedar di media sosial; twitter harus nge-thread, instagram pasti pada malas membaca, dan di facebook aku terlalu malu karena banyak teman dekat yang jadi teman disana.
Akhirnya, jadilah blog ini.
Dengan niat dan tekad menulis setiap hari, akhirnya aku memberanikan diri untuk membeli domain. Alasannya sih agar lebih rajin dan semangat menulis. Kenyataannya? Hehe, bisa dilihat di daftar tulisanku yang bagai kanguru. Meloncat-loncat.
Semakin kesini, ternyata kegiatan semakin banyak. Kadang malah jadi kompleks banget. Ujung-ujungnya ya tidak jadi menulis. Belum lagi ditambah rasa malas yang sering hinggap meski tak tahu darimana asalnya.
Soal ide, sebenarnya sih tumpah-tumpah banget. Sayangnya, kadang aku lupa take moments karena saking asiknya melakukan hal yang sebenarnya bisa dibagikan. Akhirnya memutuskan untuk tak jadi dibagikan karena tak ada gambar pendukung.
Soal gadget, ready semua kok. Smartphone, netbook, kuota internet pun selalu ada.
Atau mungkin sudah merasa tak penting berbagi cerita ya. Sudah ada tempat berbagi yang lain. Pacar, mungkin!
Ah, nggak juga. Aku memang tak lagi jomblo tapi aku jarang sekali bercerita sama doiku. Kalau memadu cinta, sering.
Lalu apa ya masalahnya?
Em, mungkin karena kegiatanku yang monoton ya. Bayangkan saja. Bangun tidur, main gadget, jam 10 sudah ngajar les, jam 12 ngantuk, tidur. Jam 2 siang ngajar les lagi sampai jam 8 malam. Meskipun cuma ngajar les, rasanya sudah seperti ikutan sekolah. Pusing juga mikirin tugas. Apalagi murid lesnya variatif. Dari kelas 1-5 SD. Sekolahnya beda. Pelajarannnya beda. Semakin mengurangi minat mikir buat nulis lagi.
Hmmm.. Alasan aja. Lha wong tulisan curhat kaya gini aja nyatanya bisa jadi. Bisa dibaca meskipun nggak enak-enak banget bacanya. Kenapa ga bikin tulisan yang natural kaya gini aja Ulya?!.
Hehe
Hehe
Hehe
Iya juga sih ya.
Jadi aku harus bagaimana nih?
Ya nulis aja lah. Sayang banget kan kalo kosong blognya. Soal seo-seo an itu belakangan aja mikirnya. Jalani saja dulu. Toh dulu tujuanmu ngeblog cuma buat berbagi cerita kan?
*hening*



















