• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya


Assalamualaikum

Kembali bertemu di blog saya yang masih cupu ini. Kali ini saya mau cerita pengalaman saya tentang aktivasi mobile banking di salah satu bank di Indonesia. Ternyata jauh dari pikiran buruk saya tentang kerumitannya, its so easy, Dear.

Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin mengaktifkan aplikasi mobile banking karena jumlah transaksi yang kadang cukup banyak dan membuat malas mengantre berlama-lama di atm. Apalagi bank yang saya titipin uang ini tidak memiliki jumlah atm sebnayak bank lain yang selalu ada di manapun berada. Jadi sepertinya akan lebih mudah jika transaksi dilakukan melalui satu aplikasi saja.

Setelah mencari tau tentang kelebihan, kekurangan dan cara aktivasi akun mandiri mobile di internet, akhirnya saya pun berangkat ke Kantor Mandiri KCP Jepara. Sengaja memilih waktu agak siang karena menurut prediksi saya, pada hari tersebut akan terdapat antrean cukup panjang di CS Bank tersebut.

Entah prediksi saya benar atau tidak, yang pasti pada saat saya sampai di sana dan disambut oleh satpam saya lihat semua kursi di depan CS terisi penuh. “Semoga tidak antre lama”, doa saya saat itu.
Setelah mendapatkan formulir permintaan dari petugas satpam dan dipersilakan mengisi, saya pun mengisi beberapa kolom yang tersedia. Sebenarnya saya agak malas, karena harus mengisi kolom-kolom yang tersedia sesuai dengan kartu identitas. Males ngeluarin ktp aja sih sebenernya hehe.

Formulir permintaan yang perlu saya isi sembari menunggu antrean

Setelah mengisi beberapa kolom yang bisa diisi tanpa melihat ktp, salah satu kursi terlihat kosong dan CS mempersilakan saya untuk menuju ke meja tersebut.

Setelah disambut dengan senyum dan salam serta menanyakan keperluan, akhirnya keluarlah ktp saya dari tas (tentu saja beserta buku tabungan dan kartu atm). Dan kolom yang masih kosong akhirnya dilanjutkan oleh CS tersebut hehe. Lalu saya diminta untuk menyebutkan nomor handphone yang akan didaftarkan untuk sms banking.

Loh, kok sms banking?

Iya, karena mandiri mobile nantinya berhubungan dengan nomor yang digunakan untuk sms banking dan secara otomatis akan mengaktikan sms banking. CMIIW.

Setelah menunggu aktivasi sekitar beberapa menit, gak sampe lima menit sih, saya diminta untuk memasukkan pin sms banking ke mesin atm. Setelah berhasil, selanjutnya saya diminta membuka aplikasi mandiri mobile yang sudah saya download sebelumnya.

Download dulu aplikasinya ya... (:
Saat membuka aplikasi, ternyata jaringan internet di dalam gedung bank tidak stabil. Jaringan yang awalnya 3G mendadak menjadi E. Karena saking lamanya loading aplikasi, akhirnya CS menawarkan untuk keluar demi mencari jaringan yang bagus. Meski masih belum stabil, akhirnya setelah sekitar lima menit aplikasi tersebut bisa terbuka dan saya diminta kembali untuk memasukkan username dengan kombinasi huruf dan angka sebanyak 8 digit. Dan DONE! Aplikasi mandiri mobile sudah bisa digunakan.



Sedikit Tentang Mandiri Mobile

Tentang layanan ini sebenarnya telah dijelaskan di website bank mandiri dengan cukup detail. Saya hanya akan menambahkan beberapa poin saja.

Mandiri mobile dapat digunakan di handphone blackberry, android maupun ios. Namun perhatikan dulu versi layanan handphone-nya ya, karena aplikasi ini masih belum bisa berdamai dengan android versi terbaru. Ini bocoran dari CS yang melayani saya, kabarnya ada nasabah yang tidak bisa melakukan aktivasi karena versi android di handphone-nya adalah versi yang cukup baru.

Jika handphone yang digunakan transaksi adalah handphone dual sim, maka nomor yang didaftarkan sms banking harus dipasang di slot sim 1. Dan menurut CS-nya, hanya bisa digunakan dari jaringan yang terdapat di sim yang didaftarkan tersebut atau jaringan wifi.

Untuk hal ini, saya sempat mencoba untuk membuktikan kebenarannya hehe. Taraaaa.. hasilnya, transaksi tetap bisa dilakukan meskipun jaringan internet yang saya aktifkan bersal dari sim 2. Entah karena saya beruntung atau memang demikian, Idk :)
 .
Taraaaaa.. transaksi berhasil dengan jaringan sim 2
Apa saja yang perlu disiapkan?

Untuk mengaktifkan layanan mandiri mobile ini setidaknya ada beberapa hal yang perlu disiapkan:
  • Kartu identitas, buku tabungan dan kartu ATM
  • Handphone yang support aplikasi mandiri mobile.
  • Sim card yang bisa digunakan transaksi sms banking mandiri. Menurut CS yang menangani saya, semua kartu bisa digunakan kecuali *hree.
  • Kuota data yang cukup untuk melakukan download aplikasi dan transaksi. Untuk handphone dual sim, meskipun menurut pengalaman saya tentang transaksi yang tetap bisa dilakukan dengan jaringan sim2, aplikasi harus didownload dengan menggunakan sim1.
  • Username yang terdiri dari 8 digit kombinasi huruf dan angka serta pin sms banking yang benar-benar aman.

Kurang lebih begitulah ulasan dan cerita saya tentang pengalaman melakukan aktivasi mandiri mobile. Dengan aplikasi ini, saya bisa melakukan banyak hal mulai dari cek saldo, cek mutasi, transfer uang sampai melakukan pembayaran-pembayaran bulanan.



Semoga bermanfaat
Ini ceritaku mana ceritamu?


Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Hari ini genap satu bulan saya menempati kamar kos yang cukup jauh dari rumah. Sebenarnya keputusan ini sudah sangat telat bagi saya yang notabene-nya telah menginjak semester akhir. But, bukan itu poinnya. Ada hal lain yang saya pertimbangkan dari keputusan besar setelah bertahun-tahu terpendam. Ya, terpendam karena sejak semester awal sudah memohon dan meminta kepada ibu saya untuk mengijinkan anaknya hidup mandiri dan tak lagi tinggal di rumah.

Sebenarnya cerita hari pertama di kos sudah ditulis disini, tapi entah kenapa saya masih ingin menuliskannya kembali.

Beberapa teman menanyakan tentang alasan saya memilih tidak lagi berangkat kuliah dari rumah, padahal tiga tahun berlalu dan semua terlihat baik-baik saja. Dan akhirnya saya pun banyak berspekulasi yang membuat mereka semakin heboh saja. Daripada saya jawab serius, saya jawab saja “karena takut dilamar”, hehe.

Sebulan terakhir saya sudah pulang tiga kali, “hah, apa-apaan?”. Ya kan namanya juga anak baru, kangen orang tua, pasti. Tapi selain itu, saya juga perlu riwa-riwi mengambil barang-barang kebutuhan yang saya perlukan. Mau gak mau harus pulang dong. Paling lama hanya satu hari dua malam di rumah. Sudah fair dong ya.

Sampai detik ini, saya sudah merasa nyaman tinggal di kos dengan suasana yang masih sepi karena belum masuk masa perkuliahan. saya lebih menyukai suasana yang sepi, hening dan tidak bising, tanpa gangguan lebih tepatnya. Seperti saat saya menulis post ini. Saat dimana tetangga kamar saya sedang beraktifitas di luar dan hanya saya di dalam kamar yang bersebelahan dengan penghuni kamar yang memiliki daya verbal luar biasa. Saya gak bilang cerewet lo ya, peace.

Kembali lagi ke soal keputusan menjadi anak kos. Sebagai mahasiswa hukum, sejujurnya saya tidak begitu tertarik untuk memiliki karir di dunia perhukuman. Bukan bermaksud menyia-nyiakan ilmu yang telah didapatkan ya, tapi setau saya ilmu bisa dimanfaatkan dalam berbagai bentuk. Tidak harus di bidang yang telah ditentukan. Dan saya lebih tertarik untuk menjadi entrepreneur atau wirausaha atau apalah bahasanya.

Di zaman yang serba digital, tentunya bisnis tak ketinggalan dengan kedigital-an dunia. Saya pun memaksa merangsek untuk masuk ke dunia bisnis beserta digitalisasinya. Dukungan orang tua menjadi salah satu penyemangat saya, meskipun kadang mereka sangsi. Tapi dengan berbagai upaya, akhirnya mereka yakin kembali.

Dan sekarang, saya memutuskan untuk kembali memulai, oh bukan, meneruskan apa yang pernah saya bangun dan sempat jatuh. Saya kembali mantap untuk memulai usaha meskipun harus tidak tinggal di rumah.

Loh, kan bisa buka usaha di rumah saja?
Iya sih, tapi gimana ya. Kalo saya kasih jawaban nanti dikira alasan. Kalo gak dijawab jadi salah juga.
Jadi gini, sebagai seorang introvert, saya lebih senang mengatur kehidupan saya sendiri. Tidak suka diatur-atur, tidak suka diganggu. Padahal sebagai tanpa diatur orang lain pun saya cukup kualahan mengatur jadwal sendiri hehe. Dengan lokasi yang dekat dengan kampus, harapan saya sih, kegiatan saya yang tadinya harus di skip dengan agenda naik turun bis saat pulang dan berangkat ngampus bisa diconvert ke kegiatan lain yang lebih bermanfaat.
Jika perjalanan yang biasa saya tempuh adalah empat puluh lima menit pulang pergi, tentunya sudah bisa digunakan untuk banyak hal lain, bukan?

Emang usahanya apa sih? Sampe segitunya?
Emm,,, nanti dulu deh. Belum pengen ngasih tau, nanti dikira ngiklan lagi :D.

Trus, mau sampe kapan ngekosnya?
Belum tau. Yang pasti selama saya merasa nyaman dan tenang, saya akan tetap disini. Mungkin sampai ada yang melamar saya, cieee. Bukan berarti saya tega sama ibuk karena membiarkan beliau di rumah hanya dengan adik laki-laki saya loh ya. Semua atas persetujuan beliau yang bahkan telah menyarankan saya untuk mencari pekerjaan yang dekat dengan tempat kos (meskipun saya masih mikir soal keinginan bekerja). Gak peduli mau mahasiswa atau sudah sarjana, saya masih anak kos.


Saya masih dalam tahap belajar untuk menjadi mandiri dan tidak membebani orang lain. Apapun yang saya lakukan adalah apa yang saya inginkan dengan tidak menjadi benalu dalam kehidupan orang lain. Jika terlihat baik dan positif, maka akan saya lakukan. Jika terlihat tak mungkin, biarkan waktu yang menjawabnya.

Jika ada potensi dalam dirimu dan ingin kau pecahkan, pecahkan!
Jika kau tak mampu, berusahalah dan biarkan waktu yang membantumu memecahkannnya.
Share
Tweet
Pin
Share
5 komentar

Assalamualaikum...

Bagi sebagian orang yang memberlakukan gaya hidup sehat, infused water atau air infus bukanlah hal yang baru lagi. Air yang dibubuhi irisan buah dan bahan herbal ini diklaim memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Selain itu, kemudahan dalam membuat dan meraciknya pun turut memberi daya tarik tersendiri.

Metode infused water bukan datang dari Indonesia, trend ini mulai banyak didengungkan setelah seorang blogger luar negeri mengunggah tentang infused water berdasarkan pengalaman pribadinya. Dengan segudang manfaat yang ditawarkan, tentu saja banyak peminat yang mengikuti gaya hidup sehat yang mudah ini. Berikut beberapa manfaat infused water bagi kesehatan:

Memberi Sensasi Rasa Yang Unik Pada Air Mineral
Infused water, yang merupakan campuran air putih (mineral) dengan irisan buah tentu akan memiliki rasa yang khas dibandingkan dengan air mineral yang murni. Hal ini menjadi keuntungan bagi yang tidak suka dengan rasa air putih yang cenderung hambar dan tidak berasa. Sensasi rasa buah yang muncul dalam infused water dapat menjadi pilihan lain bagi yang tidak suka air putih dibandingkan harus meminum kopi, teh maupun minuman berperasa yang lain.


Membantu Proses Detoksifikasi
Beberapa jenis buah seperti lemon dan jeruk nipis diyakini mampu membantu proses pengeluaran racun dalam tubuh yang disebut dengan detoks. Campuran air dan buah dalam infused water dapat membantu mengopitimalkan proses detoksifikasi dibandingkan dengan hanya mengkonsumsi buah dan sayur secara langsung. Adapun pengeluaran racun dapat melalui urin, veses maupun keringat.

Melancarkan Pencernaan
Buah dan sayur memang menjadi andalan ketika terjadi masalah dalam pencernaan. Infused water dapat menjadi opsi yang tepat untuk Anda yang tidak punya banyak waktu untuk mengkonsumsi sayur dan buah. Meskipun begitu, masih sangat disarankan untuk tetap mengkonsumsi sayur dan buah secara langsung untuk hasil yang lebih maksimal.

Menyegarkan Dan Menjaga Daya Tahan Tubuh
Kandungan infused water yang merupakan kombinasi antara rasa buah dan bahan herbal mampu memberikan kesegaran yang ekstra dibanding meminum air putih biasa. Selain itu, kandungan antosianin dari pigmen buah pun mampu menjaga daya tahan tubuh.

Menurunkan Berat Badan Dan Antiaging
Selain beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh diatas, infused water juga mampu menjadi pilihan untuk menjalankan diet dan mencegah penuaan dini. Manfaat ini bisa didapatkan dengan memilih buah jenis tertentu untuk mendapatkan hasil maksimal. Namun demikian, mengkonsumsi buah dengan infused water dengan tujuan diet dan antiaging tentu harus dibarengi dengan penerapan pola hidup sehat melalui olahraga dan mengatur pola makan yang seimbang.

Cara Meracik Infused Water
Untuk membuat infused water sebenarnya sangat mudah dan tidak memerlukan banyak waktu dan tenaga. Hanya saja sangat perlu diperhatikan kebersihan, baik kebersihan buah maupun kebersihan wadah air yang akan digunakan.

Infused water dengan segudang manfaat yang dimiliki bukan berarti tidak bisa menjadi racun yang memakan tubuh kita jika tidak menjaga kebersihan selama proses pembuatannya. Adapun yang perlu disiapkan dalam membuat infused water adalah sebagai beriku:
  • Wadah air minum, bisa berupa botol atau gelas. Upayakan menggunakan wadah memiliki tutup dan tahan suhu dingin. Botol semacam ini dapat ditemukan di toko online maupun offline dengan harga terjangkau, sekitar enam puluh ribuan.


Sumber : Tokopedia.com

  • Buah yang telah dicuci bersih. Bisa satu jenis maupun lebih sesuai kebutuhan dan keinginan.
  • Air mineral.


Cara Membuat
  • Cuci bersih dan pastikan wadah telah steril.
  • Iris tipis buah-buahan yang akan digunakan, untuk beberapa bahan juga perlu dikupas agar tidak menimbulkan rasa pahit seperti jeruk. Tambahkan bahan herbal maupun bahan lain jika diinginkan.
  • Masukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan. Tekan-tekan dengan sendok hingga sarinya keluar dan sedikit hancur (opsional), atau bisa dibiarkan saja.
  • Tambahkan air ke dalam wadah, simpan di lemari pendingin minimal dua jam dan maksimal dua belas jam. Ada banyak versi tentang waktu penyimpanan infused water, ada yang dua belas jam, dua hari bahkan ada yang satu minggu. Tapi untuk keamanan, aku lebih suka menikmati infused water yang disimpan maksimal dua belas jam saja.


Mudah, bukan?

That’s so simple, Mas Mbak. Gak perlu dibikin ribet ah. Sehat itu pilihan kok hehe.

Semoga bermanfaat dan tunggu ceritaku tentang infused water pertama yang kubuat. That was an awkward moment, and I stop cunsuming it for several time to take my tongue rest haha. Maklum, lidah ndesoooo :D


See yaaaaaa
Share
Tweet
Pin
Share
6 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ►  2021 (2)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ▼  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ▼  September 2016 (3)
      • Mudahnya Aktivasi Mandiri Mobile
      • Saya (masih) Anak Kos
      • Meneguk Segarnya Manfaat Infused Water
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates