Bagi sebagian orang, sarapan adalah hal yang wajib dilakukan. Sayangnya aku jarang sekali bisa merasakan sarapan pagi. Biasanya karena bangun kesiangan atau memang tidak ada selera makan. Padahal aku punya riwayat sakit maag dan pernah merasakan maag akut tapi kadang masih tak sadar juga. Maafkan aku, tubuhku.
Tapi, kadang aku jadi manusia yang sering lapar jug lho. Dikit-dikit laper, dikit-dikit pengen makan dan sulit sekali menghindari keinginan untuk tidak makan. Hasilnya, aku makan terus dan berat badanku bertambah. Yang paling penting, pipiku jadi tak tirus lagi dan leherku berundak.
Pilihan Menu Sarapan
Pola hidup yang selalu berubah membuatku moody, eh apa kebalik ya. Karena aku moody jadi pola hidupku selalu berubah?. Intinya keseharianku tidak pernah monoton, selaly berganti dan berubah setiap hari.
Mulai dari jam bangun tidur, kegiatan setelah bangun, jadwal bersih-bersih rumah, menu sarapan, waktu sarapan, jadwal mandi bahkan hingga jadwal tidur malam. Bagiku ini menyenangkan, tidak melakukan hal yang sama setiap hari.
Dan tentang menu sarapan, aku lebih suka menu sarapan simpel. Saking simpelnya, aku pernah sarapan hanya dengan nasi putih saja. Bukan tak ada lauk, tapi males masak. Mungkin yang melihat akan mengasihaniku, hehe, tapi aku gapapa kok. Tetep enak, tetep kenyang. Itu kan yang penting?
Makan nasi dan tempe sudah menjadi menu terbaik untuk sarapan. Ya, daripada sarapan sama mie instan, masih mending sama nasi. Makan apa saja asal halal dan tak perlu keluar rumah.
Saat tak malas keluar rumah, biasanya saat sedang manja dan rindu masakan warung, jadi makin bingung. Mau makan apa? Lontong Pecel, Lontong Gudeg, Bubur Ayam, semuanya ada. Hmm....
Kehabisan Bubur Ayam
Kejadiannya hari Jumat kemarin, lagi pengen banget makan bubur ayam. Berangkat jam 07.30, berharap jalan belum terlalu ramai dan masih kebagian bubur ayam. Ternyata aku salah, hari Jumat kan hari senam di kantor kecamatan yang memang dekat dengan tempat penjual bubur ayam. Pasti buburnya diserbu peserta senam deh tadi pagi.
It's ok lah, gak kebagian bubur ayam. Tapi selain bubur ayam, ada juga susu kedelai yang dijual di tempat tersebut. Ya udah deh, akhirnya aku beli susu kedelai panasnya aja. Lumayan buat asupan sehat pagi-pagi. Saat perjalanan pulang, aku seperti masih belum puas dan ingin sarapan dengan menu selain bubur. Tapi apa?
Setelah berpikir sambil mengendarai sepeda motor kesayangan, akhirnya teringat dengan angkringan yang buka sejak pagi. Aku sebut angkringan karena makanannya banyak yang sudah terbungkus lengkap dengan beragam gorengan. Ada pula nasi hangat dengan berbagai pilihan lauk yang bisa diambil sendiri sesuai selera atau 'pukwe'
Sip. Oke. Akhirnya aku kesana. Agak muter tapi anggap saja jalan-jalan pagi. Dan, yeay... lontong pecelnya masih ada. Pesen, bayar, pulang. cuma 4ribuan untuk satu porsi. Lumayan lah, rasanya juga enak. Dan pastinya mengenyangkan. Apalagi ditambah dengan susu kedelai yang aku beli tadi. Makin mak nyus dan bikin mood jadi bagus seharian. Ini penampakan lontong pecelnya, lumayan lah buat porsi cewek.
Sarapan seru dan murah pagi ini cuma 7.500 Rupiah, lho. Ya kalo misal mau ngajakin pasangan tinggal dikalikan dua kali dan ditambah sedikit buat jajannya. Hehe
Susu Kedelai 3.500an
Lokasi : Bubur Ayam samping Kecamatan Tahunan, Buka sampai jam 9 pagi atau jika telah habis.
Lontong Pecel 4.000an
Lokasi : Warung Angkringan sebelah Utara SPBU Mojo Batealit (Kiri Jalan), Buka seharian. Lontong hanya ada pagi hari.
Nah itu tadi kisah hunting sarapanku Jumat kemarin. Seru, murah dan kenyang.
Happy Blogging!

















