Ritual Buang suntuk Ala Ulya
Kegiatan harian memang mengasikkan, apalagi jika dibayar dan sesuai dengan passion yang memang diimpikan. Setiap orang tentu memiliki aktivitas yang berbeda, bukan?. Meskipun judul profesinya sama, tentu yang dilakukan akan berbeda masing-masing orang. Adapun orang lain hanya punya mata dan mulut yang bisa digunakan untuk mengamati dan mengomentari, bahkan kadang nyinyir.
Kita sendiri sebagai pelaku cukup menjalankan kegiatan kita saja. Usahakan dilakukan dengan ikhlas, sabar dan tawakkal meskipun banyak aral melintang.
Seperti halnya aku yang setiap hari lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, mengutak-atik sosial media sambil menunggu kedatangan peri-peri kecil yang kadang jadi moodboster dan inspirasi tersendiri. Tak bisa dibilang nganggur, apalagi sibuk. Karena memang semua kegiatan aku lakukan dari dalam rumah. Bahkan banyak pula yang meragukan jika aku bekerja karena memang sering selo dan paling bisa diajak meet up dan jalan kemana aja.
Mulai Suntuk
Meskipun sesuai passion, kegiatan yang monoton tentu akan menyebabkan kebosanan. Bosan yang masih dalam taraf ringan mungkin masih bisa diredam dengan bermain game, bermain bersama anak-anak atau berwisata ke negeri sosial media. Bosan yang menumpuk dan beranak pinak pun kadang jadi sebab pekerjaan tak selesai dengan baik, keprofesional-an menurun dan akibatnya rejeki seakan menyempit padahal memang kerja kita yang kurang bagus.
Nah, bosan yang menumpuk seperti ini biasanya berujung suntuk. Aku nyerah deh kalo udah suntuk, biasanya ada aja masalah eksternal yang ikut nimbrung dan bikin tambah runyam. Pasrah, dan lari keluar rumah. Seperti yang aku alami minggu lalu. Awal bulan yang entah kenapa jadi suntuk karena beberapa minggu (baca : weekend ) lebih banyak di dalam rumah. Beberapa hari kerja sempat keluar sih, tapi kan judulnya ada kepentingan, bukan jalan-jalan!
Ritual Melepas Suntuk Ala Aku
Karena weekend lalu aku harus pulang ke rumah, padahal lagi pengen pengennya jalan-jalan. Seingatku, tiga minggu yang lalu aku keluar bersama seorang teman. Itupun sebentar dan banyak makannya, huhu. Akhirnya aku bela-belain minta diajak jalan-jalan sama doi. setelah negosiasi panjang lebar sampai bela-belain bangun pagi dan nelponin dia biar segera bangun juga, akhirnya kita punya waktu buat keluar setelah sekian lama ((SEKIAN LAMA)).
Kami berdua pergi jalan-jalan tak leih dari 2 jam. Itupun ditambah mampir ke kantor BPJS Ketenagakerjaan dan sarapan. Jadi kurang lebih waktu yang digunakan untuk jalan-jalan setelah terima bersih adalah hanya 1 jam. Apa saja yang kami lakukan dengan waktu sesingkat itu?
Ke Pantai!
Ya, Pantai adalah salah satu tempat favoritku. Tak banyak yang kami lakukan disana, bahkan memegang airnya pun tidak sama sekali. Bahkan dia tak turun dari motor. Ha? Kok bisa?
Melepas suntuk semudah melakukan hal yang aku inginkan. Bahasa simpelnya adalah selama keinginanku terturuti aku akan bahagia. Simpel kan? Masih mau bilang kalo cewek sulit dimengerti? Haha.
Sesampainya di pantai aku hanya duduk di tempat duduk yang paling dekat dengan pantai, diam, memandang sekitar. Mengambil beberapa foto sekitar kemudian pindah lokasi. Mengulangi hal yang sama kembali. Dengan sedikit bumbu obrolan hangat yang tak lebih dari 10 menit tentang keadaan di daerah pesisir sedikit menambah wawasan baru dan yang terpenting menambah intensitas komunikasi hingga jadi lebih baik.
Melepas suntuk semudah melakukan hal yang aku inginkan. Bahasa simpelnya adalah selama keinginanku terturuti aku akan bahagia. Simpel kan? Masih mau bilang kalo cewek sulit dimengerti? Haha.
Sesampainya di pantai aku hanya duduk di tempat duduk yang paling dekat dengan pantai, diam, memandang sekitar. Mengambil beberapa foto sekitar kemudian pindah lokasi. Mengulangi hal yang sama kembali. Dengan sedikit bumbu obrolan hangat yang tak lebih dari 10 menit tentang keadaan di daerah pesisir sedikit menambah wawasan baru dan yang terpenting menambah intensitas komunikasi hingga jadi lebih baik.
Kami pulang sekira pukul 9:30 karena hendak mampir ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan dan warung makan untuk sarapan. Selain itu juga karena jam 10:15 biasanya sudah ada peri-peri keci yang datang untuk belajar. Setelah satu persatu terlewati, kami pun pulang kerumah bertepatan dengan datangnya salah satu murid luar biasa yang selalu datang setiap hari bersama sang ibu. Sunguh waktu yang tepat dan meyenangkan hari itu.
Terimakasih sudah menjadi partner yang hebat, mengerti aku dan kebutuhanku (lebih tepatnya keinginan sih).
Alhamdulillah, begini enaknya tinggal di kota dengan banyak pilihan pantai yang bisa dikunjungi. KAlo kamu, suntuknya dibuang kemana nih? Share yuk!

27 komentar
Aku pun demikian, kalau lagi suntuk pasti ke ssungai atau ke ppantai. Menikmati kelapa muda sambil mendengar deburan ombak
BalasHapusWaah... Sama. Aku suka bawa jajan dari rumah. Di pantai mahal soalnya. Wkwk
HapusPeri-peri kecil itu siapakah, Ulya..?
BalasHapusAku suka buang suntuk ke toko buku, walau kadang malah borong...padahal hutang bacaannya bwanyaakk banget.
Peri kecil itu anak² yang les di rumah mba.
HapusDuh kirain beneran ritual gimana gitu... Kalo aku mah tinggal pergi makan..muter2 naik motor..., Terus balik lagi ngelonin anak...
BalasHapusLumayan hilangin suntuk...he2
Awas gendut mba. Hehe
HapusBeruntung banget mbak pasanganmu kalo kamu suntuk hanya ke pantai. Akupun pecinta pantai. Tapi kebayang juga untuk pasangan yang jika suntuk maunya shopping. Wakakakak...
BalasHapusHahaha
HapusCari sugar daddy aja kalo suka shopping mah. :v
Eciyeh ini si Mamas?
BalasHapusHohoooo
Aku juga kalo main sih ke pantai
Tapi si dia mainnya ke gunung
Lalu kita ketemunya di ujung telpon. Soalnya LDR 😂😂
Owalaaah... Gapapa mba. Nanti ketemu di pelaminan. Eeaa
HapusTinggal di Jepara pilihan pantainnya buanyak. Minggu ke sini, Minggu lain ke situ, suasanya pasti beda
BalasHapusBetul banget. Sayangnya aku pengen ke pantai paling dua bulan sekali. Huhu
HapusPeri-peri kecil itu anak didik kah? Aku kalau suntuk nonton drakor. Kadang persen go food makanan yang enak-enak, atau baca buku. Ketemu temen di mana aja bisa. Banyak sih yang kulakukan
BalasHapusIya mba. Murid les.
HapusAsik juga ya kalo banyak pilihan makanannya di kota.
Duh! Sama kak. Salah satu me time aku adalah maen ke pantai. Rasanya kok ya tenang.... Apalagi pagi dan sore. Asik deh
BalasHapusBetul banget mba. Aku suka pagi pas masih sepi.
HapusKalau aku buang suntuk baca novel atau nonton drakor. Bisa juga tidur yg lama. Dijamin suntuknya bablas. Kalau ke pantai di aku agak susah karena lokasi pantai jauh dari domisili. Hiks.
BalasHapusApapun bisa dilakukan sesuai keadaan mba. Aku kalo tidur lama ga akan bisa karena selalu ada tamu. Hehe
HapusSuamiku jugw ngajakin ke pantai karena setahun terakhir hidup kami rada berantakan dan saya juga lg stress. Tapi kalau saya lebih suka staycation di hotel atau villa gitu. Nggak capek, tetap fresh
BalasHapusWahahaha
HapusMaunya yang santai danam adem gitu ya mbak.
kalau aku ya nonton film.. ntah di hape atau bioskop. cos kalau ke pantai kayaknya agak susah disini.. ke ancol aja agak jauh apalagi yang lain
BalasHapusIya mba. Mungkin kalo aku di posisi mba juga bakalan beda lagi. Huhu
Hapuskalau aku baac atau ngerajut atau teriak sekeras2nya
BalasHapusWah.. Simpel banget mbaa.
HapusYeaah its very simple for get happiness .
BalasHapusMau banget bisa punya rumah yang dekat pantai, jarak rumahku kepantai sekitar2-3 jam lumayan jauh.
Cari suami nelayan dong mba. Haha
HapusKalau aku suntuk biasanya Movie Marathon, maen game atau dateng ke Festival Musik. Khusus festival musik, biasanya gak ngedadak, tapi beli tiket dari presale-1, terus pas hari-H segala schedule kudu diatur. Ribet tapi worth it.
BalasHapusAku nitip link ya, kali aja mau blogwalking. https://rifalnurkholiq.blogspot.com/2018/10/three-girls-ive-amazed-before.html
Udah selesai bacanya?
Komentar yuk, siapa tau isi hati kita sama :)