• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya



Berbicara tentang musik, aku tak pernah membeda-bedakan musik yang aku dengarkan. Sesuai keinginan aja, sesukanya. Biasanya aku lebih memilih yang aku tahu liriknya serta paham artinya. Biar apa?, biar bisa ikutan berdendang lah. Dengerin musik kan nggak asik kalo nggak ikut nyanyi sekalian.

Masih ingat sekali dulu saat di asrama, play list isinya lagu itu-itu saja sampai hafal ngelotok bahkan di luar kepala. Berasa jadi vokalisnya, malahan. Rasanya lirik dan alunan nadanya selalu terngiang di kepala.

Seiring berjalannya waktu, variasi musik yang aku dengar semakin banyak. Dari dangdut, pop, rock bahkan musik cadas. Tapi tetap musik Indonesia yang mendominasi, lagu baratnya hanya beberapa saja. Bisa dihitung satu tangan. Nasionalis banget aku tuh.

Streaming Is A Key

Jika dulu aku lebih sering mengumpulkan file-file musik di memory card hingga bertumpuk-tumpuk, sekarang aku lebih suka membebaskan smartphoneku dari hal tersebut. Kini memory cardku bersih dari file musik, tapi tetap berdendang setiap hari. Bahkan lebih banyak opsi musiknya.

Seperti yang aku tulis diatas, menumpuk file musik hanya membuat selera musik menjadi monoton, nggak variatif. Maka dari itu, akupun lebih memilih untuk streaming via online saja. Biasanya akan dibilang boros, tapi alhamdulillah terselamatkan oleh paket internet unlimited. Jadi nggak pusing-pusing banget.

Dengan streaming, pilihan musik yang bisa didengarkan jadi lebih beragam. Bahkan lebih cepat tahu tren musik terbaru, jadi nggak kudet lagi dong. Semuanya ada dalam satu genggaman.

Bahkan, tak hanya musik lho, karena streaming via online maka apapun jadi terasa ada. Buka hanya terasa, tapi memang ada. Kadang dengerin murottal alquran, ceramah ataupun sekadar menonton vlog-vlog artis yang kadang nggak jelas juntrungannya.

Oh ya, kadang aku juga streamingan resep masakan nih. Berasa punya chef pembimbing setiap kali beraksi di dapur, hehe.

Honor 8 Lite

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik mendengarkan musik, aku rekomendasikan HONOR 8A aja. Soalnya produk ini bagus banget dengan segala kelebihannya. Produk yang diluncurkan bulan lalu bersamaan dengan HONOR 10 Lite ini sudah dilengkapi dengan layar dewdrop 6,09 inci dengan screen to body rasio hingga 87%.

Selain itu, HONOR 8A juga dilengkapi dengan 3 GB RAM dan 32GB ROM yang memberikan pengalaman terbaikmu dalam menggunakan smartphone. Ditambah lagi dengan dua pilihan warna yang menawan, Midnight Black dan Sapphire
Blue yang membuat tampilan HONOR 8A makin elegan.

Eits, yang lebih penting lagi, di program Super Brand Day Shopee kamu bisa mendapatkan kejutan besar berupa
penawaran diskon besar-besaran. Program yang berlaku selama tiga hari sejak 25-28 Maret ini tentu sudah ditunggu-tunggu para penggemar smartphone ini.

Apalagi di puncak acara Super Brand Day, tanggal 28 Maret 2019, kabarnya HONOR akan membuka obral besar-besaran produknya hingga diskon sebesar 60%. Wow... Banyak banget ya!?.

Daaan, ada pula hadiah menarik bagi Top Spender, yaitu konsumen dengan jumlah pembelian terbanyak. So, Tunggu apalagi? Buruan serbu HONOR 8A di Super Brand Day Shopee sekarang juga!
Share
Tweet
Pin
Share
29 komentar

Sejak kecil sampai umur 19, aku terkungkung oleh lingkungan yang monoton. Sumpek tapi tak berani bergerak. Takut pecah, takut jatuh, takut mbrojol. Halah.

Satu-satunya solusi, KELUAR!!!

Waktu berlalu, aku masih keluar meski tetap masuk juga. Bolak balik. Bertemu banyak orang yang tak dikenal. Nggak berharap bisa kenal, mengenali dan dikenali. Bertemu orang lain adalah anugerah. Sesiumpel itu.

Sampai akhirnya bertemu dengan orang-orang asing dengan beragam bentuk dan rupa. Mengenal dan dikenal oleh mereka, seperti masuk ke dunia baru. Meskipun tak bisa sepenuhnya ikut arus yang mereka bawa, aku beranikan diri untuk tetap aktif dan stay cool di hadapan mereka.

Di balik itu semua, kadang aku berpikir apakah aku bisa seperti ini untuk waktu yang lama. Karena pikirku, mau tak mau, aku harus merelakan ini semua suatu saat nanti. Saat waktunya tiba. Aku akan menjadi a good wife for my husband, a good mother for my kids. I wanna always be there, next to them.

Aku sempat menikmati hidup sebagai bagian dari beberapa komunitas. Waktu yang tepat membuatku berada dalam situasi yang tepat. Tapi, time flies, aku nggak selamanya ada disana. Lambat laun aku harus memutuskan untuk fokus pada hal-hal yang harus aku fokuskan. Aku harus mencapai beberapa goals yang sempat aku lewatkan.

Terlalu banyak hal baik yang aku dapatkan dari berkomunitas. Hampir semuanya nggak aku dapatkan di rumah, di kampus dan di media sosial. There are too many things make me so excited, begitu banyak jenis manusia di dunia ini. Dan untuk menghadapinya, diam adalah sikap tak terpuji yang harus dihindari.

Aku Tereliminasi

Seleksi alam, mereka menyebutnya demikian. Ya, aku setuju. Alamlah yang mengatur segala pergerakan. Satu persatu hal menjadi berubah, tak seperti dulu. Karena satu dan lain hal, komunitas menjadi orientasi yang berbeda dari yang seharusnya. Semakin kompleks.

Wajar, wajar sekali. Roda hidup yang berputar membuat siapapun harus menyadari bahwa tugas kita tak hanya satu. Masih banyak lagi dan akan terus bertambah lagi. Membuat orang-orang bersemangat maju dan berkembang. Sayangnya, manusia hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Ketika maju, pasti ada yang tercecer.

Kali ini skala prioritas yang berbicara, mana yang lebih penting dan lebih menguntungkan tentu akan jadi pilihan. Belum lagi soal waktu dan kesehatan, tak semua orang mendapatkan jatah enak.

Jika Boleh

Aku ingin kembali menjadi aku seperti tiga tahun lalu. Aku yang punya banyak waktu dan bersua dengan siapapun yang aku mau. Bertemu banyak orang dengan ambisi dan niat baik yang menggebu.

Baiqlaah, waktu berkata tidak dan keadaan sudah ada di posisi terbaiknya. Akan kunikmati posisiku sekarang dengan sebaik-baiknya. Well, kalau kamu masih punya kesempatan dan hatimu berkata 'ingin lakukan', lakukan!.

Karena waktu dan kesempatan belum tentu terulang. Karena tak semuanya bisa sepertimu.

Berkomunitas itu menyenangkan. Ayo keluar!, jangan berdiam saja di kamar.

Sekian
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hidup ini tak pernah lepas dari segala masalah. Entah kecil atau besar selalu saja ada masalah. Aku lupa kapan pertama kali menghadapi masalah, dan kapan terakhir kali aku keluar dari masalah. Masalahnya, aku sendiri kadang alpa tentang apakah aku sudah keluar dari masalah atau justru membuat lubang masalah yang baru.

Saking akrabnya dengan masalah, aku jadi semakin congkak dan merasa sangat mampu keluar dari sebuah masalah. "Ini semua hanya tentang waktu", ucapku berkali-kali pada diriku sendiri setiap kali merasa tak berdamai dengan masalah. 

Toh  menurutku segala yang terjadi adalah bagian dari rantai kehidupan. Satu hal terjadi karena hal lain telah terjadi, begitu terus berulang-ulang. Saling tumpang tindih seperti kartu domino yang jatuh setelah kartu sebelumnya mengenainya. Lambat laun akupun tak menganggapnya sebagai masalah, tapi sebagai teman akrab yang mengajarkan banyak hal baru. I love it. 


Membahas masalah, tentu cocoknya membahas kegagalan. Biasanya masalah menimbulkan kegagalan. Masalahnya beragam dan bentuk kegagalannyapun beragam. Kalian tahu sendiri lah ya, sebagai makhluk hidup yang normal pasti pernah mengalami dua hal ini. 

Sebenarnya tak mau membahas tentang kegagalan terlalu dalam karena aku sendiri sudah tak percaya dengan konsep kegagalan. Why?, karena "kegagalan adalan keberhasilan yang tertunda". Anjay banget nggak sih jawabanku, klasik. 

Awal ke-nggak percayaanku pada konsep kegagalan adalah setelah aku merenung dan menyadari bahwa semua yang terjadi saat ini selalu berhubungan dengan apa yang terjadi di masa lalu. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, it is true. Yaaaa, meskipun kadang harus melewati beberapa fase kegagalan dulu. 

Salah satunya adalah saat dimana aku sadar bahwa di usia sekarang, aku baru tahu bahwa ilmu parenting itu ada. Bahwa jadi orang tua ada ilmunya, meskipun nggak ada sekolahnya. Aaaak, aku kudet banget dong, ya ampun. 

Di fase ini aku sadar kenapa sampai saat ini aku belum diijinkan menikah. Mungkin aku dikasih jalan dulu buat belajar tentang ilmu ini sebelum praktek. 

Dan aku jadi ingat kejadian saat aku hendak menikah tapi nggak jadi. Horror tapi pengen ngakak sih kalo ingat ini. Bisa bayangin nggak sih gimana aku yang waktu itu masih 18 tahun, baru tahu cinta doang terus mau nikah. Mau kuapain anakku nanti. Hiks. 

Sejak kapan aku sadar? 

Baru aja kok, baru aja kemaren. Pas lagi down banget dan tiba-tiba ke flashback gitu aja. Bahkan sampai bikin kepala pusing dan nggak enak badan. Sumpah aku mendingan sakit badan daripada sakit pikiran. Menyiksa. 

Waktu itu kepalaku serasa nggak berhenti berpikir dan selalu kepikiran hal-hal yang bikin aku sampai di titik ini sekarang. Sampai akhirnya aku bisa tenang dan bisa berpikir jernih kembali dan menyimpulkan bahwa aku sebenarnya nggak pernah gagal. Aku hanya ditempatkan di tempat yang nggak aku inginkan oleh Tuhan untuk sebuah tujuan yang Beliau rahasiakan. 

Sekian. 






Share
Tweet
Pin
Share
11 komentar


Saat pertama kali merasa jatuh cinta pada seseorang, rasanya gelisah berbunga-bunga. Gelisah jika lama tak bersua, dan berbunga-bunga meski hanya melihatnya balasan chat kita pada dia. Sebisa mungkin akan meluangkan waktu meski sekejap saja bertatap muka.

Aaah... Jika boleh, aku ingin merasakannya kembali. Menyenangkan dan menenangkan. Bukan berarti tak bersyukur dengan hubungan yang sedang aku jalani hingga sekarang ini. Tentu saja sangat menyenangkan. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur hingga saat ini. Mungkin benar jika Tuhan menentukan jodoh sesuai dengan kebutuhan, bukan kesenangan.

Setiap hubungan memiliki polanya masing-masing. Nggak akan ada hubungan yang bida sama sesuai teori yang ada. Pahit manisnya hanya si pelaku yang tahu kebenarannya.

Beberapa waktu yang lalu aku sempat ingin mengakhiri hubungan. Sebenarnya lucu juga jika diingat. Alasannya karena si doi jarang menghubungi padahal online di media sosial dan aku merasa diabaikan. Buah pikirannya makin nggak karuan, aku kepikiran dia punya yang lain dan chat sama yang lain itu.

Sama sekali tanpa dasar dan bikin ngakak kalau diingat.

Kenyataannya pada saat itu dia memang sedang bekerja di sebuah tempat baru yang aku belum tahu. Ya, karena aku sedang ada tugas dari kampus yang harus berjauhan. Nggak jauh-jauh amat sih sebenarnya, paling habis waktu satu jam untuk sampai ke tujuan.

Tapi, dari yang awalnya setiap minggu bertemu jadi nggak ketemu selama empat puluh hari adalah hal yang sangat menguras tenaga sekaligus pikiran. Merasa diabaikan, khawatir diduakan, takut kehilangan dan lain sebagainya. Sebenarnya ini lebay dan dibuat-buat, ya aku sendiri yang buat.

Pikiranku sendiri yang bikin lebay dong. Haha

Daaaan
Selepas aku pulang dari tugas kampus itu aku putusin buat investigasi dong. Seriusan mau memastikan apa yang terjadi pada dirinya hingga aku diabaikan begitu saja. Saat ada waktu bertemu, aku puas-puasin nanya dan kepo sekaligus jahilin dia. Aku buka smartphone dia (tentu dengan seijinnya) dan mencari-cari apa yang aku cari.

Apakah ketemu?
Ketemu dong, tapi nggak sesuai ekpektasi. Nggak ada bukti dia berpaling. Nggak ada bukti dia mendua. Isi chatnya biasa saja.

Bahkan, sekarang dia jadi lebih care. Buatku, dia jadi lebih hangat dan manja. Mentang-mentang tempat kerjanya dekat tempat tinggalku, maunya sering ketemu. Lebih sering chat meskipun nggak penting. Dan artinya lebih sering ribut karena salah ketik atau salah pilih diksi.


Menyebalkan tapi aku suka. Nggak mungkin juga kan bisa putus karena hal sesepele itu. So, I enjoy it. Menikmati drama-drama sok cemburu biar diperhatiin. Trust me, it works.

Tapi tergantung pasanganmu juga, sih. Balik lagi ke statemen diatas, setiap pasangan memiliki pola hubungannya masing-masing.

Fase jenuh dalam hubungan akan selalu ada. Kadang kita nggak tahu asalnya darimana. Tahu-tahu ada aja masalahnya. Wajar aja kok, dan nggak bisa dijadiin alasan buat mengakhiri hubungan sebelum tabayyun atau minta kejelasan.

Tapi nih ya, balik lagi ke statemen awal bahwa setiap pasangan memiliki pola hubungannya masing-masing. 
Share
Tweet
Pin
Share
30 komentar
Perkembangan dunia smartphone sudah sangat pesat, bahkan jauh lebih pesat dari yang aku perkirakan sebelumnya. Percaya nggak percaya, aku selalu kewalahan mengikutinya. (Ketawa)

Kewalahan disini artinya luas, ya. Mulai dari kendala dana yang nggak mungkin banget untuk sesering itu beli smartphone hanya untuk memuaskan diri. Aku pikir lebih banyak hal lain yang bisa dibeli dengan uang yang ada. Millenial boleh, tapi nggak boleh boros. Itu bukan budaya kekinian. (Ini sih ngingetin sama diri sendiri, ceritanya).


Hal ini mengingatkanku pada kisahku dan smartphoneku sekarang. Waktu itu aku sedang suka dengan dunia vlogging, maka aku beranikan diri untuk mencari smartphone yang sesuai kebutuhan. Sayangnya, lagi-lagi harga menjadi persoalan. Dan akhirnya dengan sedikit memaksa, akupun memiliki smartphone ini hingga kini.

Beberapa hari ini aku dibuat kagum oleh salah satu brand smartphone yang terbilang baru namun mampu memikat hati para netizen. Setiap seri yang dikeluarkan selalu memiliki pesonanya masing-masing dengan spesifikasi mumpuni. Tak perlu banyak waktu, Honor telah mampu memikat hati penikmat smartphone sejak awal kemunculannya.

Setelah meluncurkan seri Honor 9 dan 10 yang memanjakan para pecinta selfie, kini pun hadir Honor 10 Lite yang kian memunculkan rasa percaya diri para penggunanya. Bagaimana tidak?. Dengan kamera depan 24MP sebagai fitur utama dengan dukungan AI 8 dan beberapa pengaturan cahaya tentunya mampu memberi kesan terbaik untuk para penggunanya.

Untuk penggunaan malam hari, pengguna dapat menggunakan fitur kompensasi eksposur teknologi fusi cahaya 4-in-1 yang dapat menjadikan gambar selfie lebih detail, indah dan lebih jelas.

Dari segi penampilan, Honor 10 Lite memiliki desain belakang super mewah dengan efek visual yang mempesona.  Hm.. Kabarnya sih dibuat dari delapan lapisan bahan berkilauan gitu, makanya bisa jadi semenarik itu. Nah, untuk warnanya, ada dua pilihan warna gradien yaitu yaitu warna  Sky Blue  dan Midnight Black klasik. Dua-duanya bagus sih, menurutku. Sesuaikan saja dengan seleramu.

Honor 10 Lite ini cocok banget untuk para vlogger atau siapapun yang sering tergantung dengan smartphone untuk kepentingan video atau foto. Semuanya sudah diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan kinerja mereka.

"Saat ini, ada banyak influencer media sosial termasuk vloggers, yang sangat bergantung pada kinerja smartphone mereka, apalagi kamera depan. HONOR 10 Lite akan membantu mereka dan Anda semua untuk mengeksplorasi kreativitas kami, ”kata Justin Li, Presiden Honor Indonesia.

Adapun spesifikasi lengkapnya adalah sebagai berikut:

Desain :
DewDrop FullView Screen
3D Curved Design
Vibrant Gradient Color

Colors/Warna :
Sky Blue
Midnight Black

Processor dan Memori :
Huawei Kirin 710, Octa Core (4 x Cortex A73 2.2 GHz + 4 x Cortex A53 1.7 GHz)
RAM : 4 GB
ROM : 64 GB
GPU Turbo 2.0

Software :
EMUI 9.0 (Based On Android 9)

Display :
6.21 – inch 2340 x 1080p FHD display
Over 90% screen-to-body ration
19.5:9 bezel-less display
Multi touch-sensitive screen

Front Camera :
24 MP AI Front Camera
F/2.0 aperture
AI recognition of 8 scenarios
4-in-1 light fusion technology exposure compensation technology.
3D Potrait lighting with multiple lightning option
Soft Lightning
Butterfly Lightning
Split Lightning
Classic Lightning
Stage Lightning

Rear Camera :
13 MP + 2 MP Kamera utama
F/1.8 + F/2.4 Aperture
Handheld night photography enabled by Ai Powered Image stabilization (AIS)
AI Portrait mode

Size & Weight :
154.8 mm (H) * 73.64 mm (W) * 7.95 mm (D)
Approx. 162g ( include the Batterai)

Baterai :
3400 mAh
3G Call standby Up To 19 Jam
Standbye Time : Up To 612 Jam.

Interface :
Headset Type 3.5mm
Micro USB
Nano-SIM or MicroSD card slot

Sensors :
Fingerprint sensor
Proximity Sensor
Ambient light sensor
Digital Compass
Gravity Sensor
Bayangkan, smartphone dengan tampilan menarik dan kapasitas memori tinggi serta kualitas kamera terbaik ada dalam satu genggaman. Mau melewatkan? Nggak sayang?.

Sejujurnya, aku sudah memasukkan Honor 10 Lite di wishlistku tahun ini.

Produk ini telah diluncurkan secara resmi kemarin pada 27 Februari 2019. Saking penasarannya, akupun standby saat acara peluncuran Honor 10 Lite ini yang juga bersamaan dengan peluncuran Honor 8A yang tak kalah canggihnya. Menarik, bukan?

Yuk segera dapatkan Honor 10Lite di outlet smarphone terdekat dan rasakan sensasi selfie terbaik sepanjang masa. 
Share
Tweet
Pin
Share
38 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ►  2021 (2)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ▼  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ▼  Maret 2019 (5)
      • HONOR 8A, Rekomendasi Smartphone Musik Kekinian
      • Nikmatnya Berkomunitas (Sebuah Testimoni)
      • Aku Tak Pernah Gagal
      • Fase Jenuh Pacaran Itu Ada
      • Honor 10 Lite, Vlogger Wajib Punya
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates