• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya




Sebagai Generasi Milenial yang hidup di zaman Now, tentunya kita tak lepas dari yang namanya Sosial Media. Entah saat ini kamu sedang membaca ini sebagai teman melepas penatmu, atau karena asal klik dari link yang kusebar di sosial media atau kamu memang sedang mencari inspirasi untuk menemukan username yang pas untuk akunmu, semoga yang aku tulis kali ini bermanfaat.


Semua yang aku tulis disini berdasarkan apa yang aku alami selama ini dan ditambah beberapa referensi dari blog lain seperti ini dan ini. 


Tanya Username


Username merupakan hal yang cukup penting bagi pengguna media sosial. Selain sebagai identitas di dunia maya, username seringkali dijadikan patokan bagaimana gambaran diri pemilik username tersebut. Kalian tentu pernah bertemu dengan orang baru atau teman yang lama tak berjumpa lalu salah satu berinisiatif menanyakan akun media sosial. 

3 Tips Menentukan Username Sosial Media


Untuk saat ini, mungkin instagram yang masih menjadi andalan meskipun kadang facebook acapkali disebut. Nah, setelah diberitahu usernamenya, lalu klik tombol follow dan tak lupa minta follow back. Ini salah satu potret tanya jawab dan follow-followback yang mulus. 


Beda cerita dengan kisah dimana pemilik akun kesulitan menyebutkan usernamenya karena terdiri dari paduan huruf dan angka atau merupakan bahasa asing yang disertai tanda baca rumit. Yang ada, bukannya tertarik dan antusias, malah malas dan menyerahkan hpnya dan menyuruhnya menuliskan username dan mencarinya sendiri. Imbasnya, usernamemu akan mudah dilupakan dan ia malas mengingat kembali. Saking susahnya.


3 Tips Menentukan Username


Username itu seperti identitas kita di dunia maya. Kita berhak membentuk diri kita dengan karakter yang kita inginkan menggunakan Username tersebut. Username yang baik tentu yang mudah diingat dan memiliki karakter kuat. Berikut 3 Tips Menentukan Username:


Relevan / Nyambung


Pilih Username yang nyambung dengan nama asli kamu, atau dengan karakter yang akan kamu bawakan dalam akun yang kamu gunakan. Hal ini tentu tidak berlaku bagi akun anonim. Akun anonim bebas pilih nama dan bebas ngapain aja, Terserah!. Kembali lagi ke kamu yang bukan anonim, tentukan nama yang menggambarkan dirimu atau setidaknya mengandung nama aslimu. Misalnya, namamu adalah Adi Musdalifa maka pilihan nama yang bisa kamu gunakan adalah Adi Musda, Amusda, Adi MS, atau mungkin Adifa. 


Atau jika namamu adalah Adi Musdalifa dan kamu adalah seorang pejuang skripsi yang tentunya akan membuat akun tentang perjuangan para mahasiswa tingkat akhir, maka pakailah nama yang bisa mengejawantahkan tujuanmu. Tak harus sempurna, yang penting ada unsur mahasiswanya.


Sebut saja @haiulya sebagai contoh, semua akunku menjadi tempat curhatku. Dari blog, facebook, twitter hingga instagram menjadi tempat curahan hatiku. Jadi semuanya memakai namaku yang dimodifikasi sedemikian rupa agar terlihat menarik (meskipun aku tak tahu apakah memang menarik atau tidak) dengan tambahan kata “hai” didepannya. Berharap menjadi identitas dan mudah diingat jika aku hilang nanti.


Unik Dan Mudah Diingat


Username tak perlu menggunakan nama panjangmu sepenuhnya. Buatlah keunikan dari nama yang kamu punya. Semakin sedikit semakin menarik, dan tentunya mudah diingat. Jangan sampai kita sendiri lupa dengan Username kita seperti kasus di atas. Sebagai salah satu referensi bermedia sosial, Prabusakti adalah salah satu influencer yang berhasil membuatku eksis hingga saat ini. Racun yang beliau berikan membuatku selalu penasaran dengan apa yang ada di dunia maya.


Salah satu yang paling kuingat adalah tentang bagaimana memilih Username yang tepat, yaitu:


  •  Gunakan maksimal dua kata
  •  Hindari penggunaan tanda titik (.) atau underscore (_)
  • Samakan semua username meski berbeda platform

Ketiga hal ini adalah standar ideal sebuah username. Apakah jika tidak seperti lalu dicap tidak menarik atau tidak boleh digunakan?. O.. tentu saja tidak. Bebas aja, kok. Standar setiap orang kan berbeda.


Alhamdulillah aku bisa menerapkan semuanya dan memang aku akui lebih mudah saat menggunakan username untuk beberapa kebutuhan. Misalnya saat ditanya teman, saat mengisi form ataupun saat ada job yang mengharuskan pencantuman username Sosial Media.



Samakan Username di berbagai platform


Langkah ini sebenarnya berlaku bagi kamu yang setuju dengan tiga langkah di poin kedua; menyamakan username di semua platform. Hal ini untuk menghindari adanya miss dalam pengejaan username yang berakibat pada tidak tepatnya nama yang diketik dalam kolom pencarian.


Setidaknya cek dulu ketersediaan Username yang akan digunakan di beberapa platform Sosial Media yang akan dipakai, misalnya facebook, twitter, instagram, path dan sebagainya. Simplenya, jika ditanya orang “apa nama akun kamu?”, tinggal jawab aja “at haiulya”, dan ditambah “semua akun aku pake username itu kok. Cari aja”. 


Selain itu, username yang sama akan lebih memudahkan kita saat mengisi form atau apapun yang meminta username kita. Tak perlu cek sana sini, langsung aja ditulis. Kan sama semua. Selain itu juga terlihat lebih rapi. Kebetulan aku sudah mengaplikasikannya dan begini penampakannya jika ditulis:


Blog : www.haiulya.com

Fb : www.facebook.com/haiulya

Twitter: www.twitter.com/haiulya

Instagram : www.instagram.com/haiulya


Gampang banget diingat kan?. Kalo gampang diingat kaya gini kan jadi makin semangat sharing dan bersosial media. Soalnya nama kita mudah diingat baik oleh kita maupun orang yang mengikuti kita.



Nah itu tadi 3 Tips Menentukan Username Sosial Media dari aku. Semoga bermanfaat dan Happy Blogging. 






Share
Tweet
Pin
Share
40 komentar

Baru-baru ini aku dibuat bahagia oleh sebuah marketplace yang menawarkan banyak sekali kelebihan. Antara sedih dan bahagia sih  sebenarnya. Sedih kenapa baru tau sekarang dan bahagia karena menemukan Akulaku yang punya fitur asik dan menguntungkan bagi penggunanya. Simak sampai habis kalo masih kepo ya...

Dulu......

Berbelanja kini dan dulu tak lagi sama, perkembangan zaman membuat semuanya berubah seketika. Dari yang harus berjalan sekian kilometer untuk mendapatkan barang belanjaan hingga kini yang sudah bisa dilakukan sambil selonjoran di kasur empuk. Aku masih ingat saat pertama kali berbelanja di pasar. Naik kendaraan umum bersama teman-teman untuk membeli bahan masakan untuk lomba memasak antar kelas.

Harus keluar masuk pintu pasar karena tak paham rute dan tempat para penjual yang aku dan teman-teman inginkan. Singkat cerita, kami pulang setelah berkeliling pasar selama dua jam dengan hasil memuaskan. Alhamdulillah. Tapi, sejak saat itu aku jadi malas ke pasar karena sedikit trauma dengan capeknya. Niat hati mau sebentar, tapi lihat toko sebelah lebih menggoda akhirnya mampir juga, gitu terus sampe ujung pasar. Hehe.

Belanja Ala Anak Zaman Now

Aku memang jarang sekali ke pasar dan artinya aku jarang sekali berbelanja. Baju pun hanya itu-itu saja, lebih suka dibelikan karena lebih irit dan tak menghabiskan banyak waktu. Tapi, untuk hal ini harus lebih sabar karena belum tentu yang dibelikan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Terima jadi aja, gosah banyak bacot.

Itu dulu....
Sekarang sih udah beda. Aku masih jarang ke pasar, tapi aku udah agak sering belanja. Ya kali, punya hp keren dianggurin aja. Ya, aku berbelanja via online di Akulaku.com. Tempat belanja paling recommended dengan berbagai kelebihan. Seperti Gratis Ongkir, 7 Hari Pengembalian dan Refund yang Cepat.

Selain itu di Akulaku.com juga menyediakan fitur kredit saat berbelanja. Jadi kita bisa membeli produk yang kita inginkan tanpa dengan uang cash seharga produk. kita bisa memilih waktu dan limit kredit sesuai kemampuan kita.

Seperti pengalamanku berbelanja beberapa waktu lalu. Kebetulan aku sedang mencari produk daypack untuk menemaniku jalan-jalan ataupun saat pulang ke rumah. Tak perlu besar asal bisa menampung barang-barang.

Tas Daypack Quechua Arpenaz yang dibandrol dengan harga 90.000 rupiah, Aku pikir dengan harga dibawah 100.000 tak bisa mendapatkan layanan kredit. Ternyata bisa, namun hanya dengan satu pilihan waktu kredit, yaitu satu bulan dengan uang muka yang sangat ringan. Semuanya terpampang jelas dalam aplikasi.

Berikut rinciannya:
Uang muka : 17.000
Pembayaran bulanan : 78.000

Lain halnya dengan produk yang lebih mahal, seperti smartphone Xiaomi Redmi 5 Plus dengan harga normal 2.699.000. Dengan harga sekian, kita bisa mengajukan kredit maksimal 12 bulan dengan nilai yang sudah tertera di aplikasi saat melakukan transaksi awal.
Selengkapnya cek gambar berikut:

HARPITNAS Bersama Akulaku

Selain menawarkan harga terbaik dengan sistem kredit yang meringankan, kali ini akulaku.com sebagai pioneer Hari Pesta Kredit Nasional (HARPITNAS) juga memberikan penawaran terbaik untuk para pembeli.

Dengan tema 'Rp. 1000 Untuk Semua' pada tanggal 20 Agustus hingga 11 September nanti, Akulaku akan mengadakan Hari Pesta Kredit Nasional (Harpitnas). Selama periode tersebut, konsumen akan dimanjakan dengan berbagai pilihan produk idaman yang bisa diraih dengan uang sebesar Rp1.000 saja tiap harinya.

Baik DP maupun nilai kredit harian pun senilai Rp. 1000 saja. Semuanya bisa didapatkan pada periode yang telah ditentukan. Selain itu,
mulai tanggal 20 Agustus , Akulaku menjadi aplikasi virtual kredit pertama yang berani memberikan kompensasi jika pengajuan kredit limit yang diajukan ditolak. Kompensasinya berupa uang cash dengan total hingga Rp. 888.000. Masih mau nolak?

Aku sih nggak. Yuk belanja di Akulaku.

Share
Tweet
Pin
Share
15 komentar
Ikanasap

Sejak kedua temanku mulai bekerja di luar rumah dan aku yang menjadi penjaga rumah, aku jadi lebih banyak menghabiskan waktu sendiri. Imbasnya, jadi semakin banyak waktu untuk makan saat tak ada yang dilakukan. Heheu.

Bahkan, beberapa minggu lalu berat badanku sempat naik. Ya, karena aku banyak makan. Bentar-bentar, makan. Dikit-dikit, makan. Dan entah kenapa aku jadi doyanan makanan apapun, apakah aku sudah menjadi omnivora? Apapun itu, aku tetap senang karena masih bisa makan dengan lahap. Dan itu artinya aku masih diberi kesehatan oleh yang maha kuasa.

Kegiatan yang monoton membuatku mudah bosan dan merasa waktu berjalan cepat sekali. Alhasil, aku jadi mudah lapar. Sedikit "wagu" tapi emang gitu koook, aku jadi sering laper akhir-akhir ini. Sayangnya, mulutku jadi makin manja karena harus milih-milih makanan. Sayangnya lagi, aku turutin semuanya. Lha kok jadi banyak sayangnya, jangan baper ya.

Banyak Pilihan Lauk

Sebenarnya, di sekitar sini banyak sekali penjual sayur. Dari yang mangkal pagi-pagi sampai yang keliling di siang hari. Dari yang masih mentah sampai yang sudah matang dan tinggal makan aja. Jadi, menu makanan adalah hal yang cukup mudah dipenuhi. Yang penting bisa masak dan tau caranya.
Yaaah, Gosong deh

Tapi, sekarang hal semacam itu sepertinya tak sulit lagi ya. Semua informasi sudah bisa diakses melalui genggaman tangan. Apapun bisa didapatkan melalui smartphone. Tapi skill tetaplah skill, apapun resepnya, kalau memang tangannya kurang terampil rasanya akan tetap pas pasan. Seperti di post aku sebelumnya,......

Akhirnya aku jadi sering memilih masakan yang enak namun simple. Lebih bagus lagi jika gizinya lengkap. Salah satu masakan simple pilihanku adalah olahan ikan asap. Selain karena aku lebih suka ikan (dibanding ayam), harganya juga lebih murah dan bisa dibeli satuan. Selain itu, ikan asap juga lebih awet dan tidak berbau amis seperti ikan segar. Maafkan tukang masak pemula yang masih sungkan dengan bau amis ini. 😂


Balada Ikan Asap

Ikan asap yang harganya lebih murah dan jauh dari amis ini banyak sekali pilihannya. Bahkan di Jepara banyak sekali sentra pusat produksi ikan asap. Kalau mau yang terbukti segar ya bisa langsung datang ke lokasinya. Biasanya aku cari di daerah Demaan, kec. Jepara. Atau saat pulang ke rumah bisa pesan ke pamanku yang berjualan ikan asap keliling. Beliau mengambil langsung dari para pengasap (eh, bener ga sih ini nyebutnya) di desa. 

Jika tidak bisa mendapatkan yang segar langsung dari pengasappun sebenarnya tak perlu khawatir. Karena konsep pengasapan ikan memang diatur sedemikian rupa agar ikan tetap bisa dimakan dalam waktu yang cukup lama. Mengulur waktu, istilahnya. Tentunya dengan citarasa yang berbeda dan lebih menggoda. 

Tentang harga, harga dari pengasap memang jauh jauh jauh lebih murah dibandingkan setelah dijual di warung. Apalagi di warung dekat kota seperti tempat tempat tinggalku. Harga yang dibandrol pun tergantung ukuran dan jenis ikan yang digunakan. Mulai dari 2.500-8.000 rupiah per biji untuk di sekitar kota sudah terbilang murah. Tapi di kampungku, aku bisa mendapatkan 4 biji ikan asap dalam satu bungkus dengan harga 6.500 rupiah. Beda tempat, beda harga, beda pula jenisnya. 

Olahan Ikan Asap Andalanque
Aku sudah pernah bilang kan kalau aku tak bisa masak enak. Semuanya masih dalam tahap coba-coba yang banyak gagalnya. Oleh karena itu, aku jadi jarang masak karena takut gak enak. Ahaha, alasannya gak masuk akal ya. Tapi begitulah adanya. 

Tapi (lagi), aku tetap berusaha memasak untuk makan. Tak sehat juga kalau jajan terus-terusan. Masakan pilihanku tentu yang simpel, mudah dan dengan bumbu yang tak terlalu banyak. Ya, paling tumisan yang bumbunya cuma cabe, bawang merah dan bawang putih yang diiris tipis lalu ditambah garam dan gula. Selain itu, sambal juga menjadi pilihan lain yang menjadi pelarianku. Sambal apapun, sambal tomat, sambal terasi, sambal kecap atau sambal plelek. Sesuai dengan bumbu yang tersedia  di dapur.

Yang menjadi salah satu andalanku adalah Sambal Kecap. Bahannya mudah didapat, tak perlu nguleg dan bisa dikombinasikan dengan lauk apapun. Kali ini aku akan berbagi Resep Ikan Asap Sambal Kecap plus Tempe Bakar yang selalu jadi pilihanku saat lapar dan malas memasak macam-macam.

Bahan-bahan:
1 potong/ekor ikan asap
½ papan tempe, potong agak besar
3 siung bawang merah
3 buah cabai
garam secukupnya
lada bubuk secukupnya
kecap secukupnya

Cara Membuat:
1. Hangatkan Ikan Asap di atas panggangan (aku potong dua karena untuk dua kali makan).
2. Panggang Tempe di atas panggangan setengah matang. 
3. Iris tipis cabai dan bawang merah, masukkan dalam mangkok tambahkan garam, lada dan kecap secukupnya. Aduk hingga rata.
4. Tuangkan bumbu diatas Ikan Asap dan Tempe Bakar secukupnya. Selesai.








Wew, simpel banget kan? Emang iya. Ini adalah menu andalanku saat sedang malas memasak berat. Asal ada persediaan Ikan Asap, hayuk aja masak kaya gini. Simpel dan enak. 


Ini resep Ikan Asap Andalanku. Kamu?

Share
Tweet
Pin
Share
42 komentar
Tahun 2016 menjadi tahun yang cukup berkesan buatku. Banyak hal tak terduga yang aku alami pada tahun tersebut. Senang, sedih, bahagia dan mengharukan seakan bertumpuk di tahun tersebut. Sayangnya tak ada kenanganku bersama doi yang sekarang menemaniku. Kami mengarunginya setelah tahun tersebut.

Baru dua tahun mentas dari usia 20 ternyata menjadi lecutan tersendiri. Banyak hal yang mungkin bagi orang lain bisa dilakukan di usia sebelum 20, baru aku lakukan di tahun tersebut. Tapi tak jarang pula yang justru mendapatkannya diatas usia 25 atau malah lebih. Dududu, telat sih, tapi gapapa daripada nggak sama sekali hehe. 

Salah satunya adalah kesempatan untuk mengenal berbagai komunitas yang ada di Jepara melalui Folkom atau Forum Lintas Komunitas Jepara. Forum ini berawal dari sebuah ide untuk mengadakan kegiatan di alam terbuka bersama para pegiat komunitas di Jepara. Kebetulan saat itu aku ditunjuk menjadi narahubung. Sebuah kesempatan pertama yang menurutku tak begitu spesial. Aku anggap seperti piknik biasa yang hanya diikuti beberapa orang saja.


Ternyata aku salah, Jumlah peserta yang sekedar bertanya maupun mengkonfirmasi keikutsertaannya sangat melebihi ekspektasi. Sangat jauh dari dugaan awal dengan jumlah komunitas yang sangat jauh dari perkiraaan. Sejak saat itu aku percaya bahwa di Jepara banyak sekali komunitasnya, hanya saja belum terendus media #halah.

Sejak saat itu, aku jadi lebih sering mengikuti kegiatan di luar rumah yang berhubungan dengan banyak orang. Banyak pengalaman yang aku dapatkan, jauh dari yang pernah aku bayangkan. Ada beberapa kisah jalan-jalan yang akhirnya aku tulis disini. Semuanya berawal dari kegiatan ini. Kadang aku merasa tak yakin dengan keadaanku sekarang karena tak pernah terbayang sebelumnya aku akan memiliki teman sebanyak ini.

Sayangnya, aku tak begitu mengenal mereka. Saking banyaknya. Biasanya aku hanya mengenali wajah dan asal komunitasnya, sangat sulit untuk mengenali lebih jauh. Ingatanku cukup sulit untuk mengingat nama orang baru Hehe. Biasanya hanya aku simpan nomor handphonenya sesuai yang tercantum di daftar hadir untuk menambah daftar kontak. Siapa tahu suatu saat akan membutuhkan bantuan atau informasi dari mereka. Anggap saja untuk membangun jaringan. 


Begitulah kira-kira kisah kenangan yang tak akan aku lupakan. Sebuah titik masa yang mengubah aku yang dulunya pendiam dan tak begitu dikenal menjadi sok femes dan sok akrab dengan siapapun. 

Ini kisahku, mana kisahmu?
#DAFTARODOP6
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Halo, Welcome back to my blog!
  
Sejak dulu, aku suka banget pake Jam Tangan. Meskipun fungsinya sebagai penunjuk waktu, bagiku fungsi utamanya adalah penunjang penampilan. Mungkin pendapat setiap orang berbeda, tapi bagiku memakai jam tangan dapat menambah kadar percaya diriku.

Aku gak bisa jelasin detailnya gimana, tapi yang pasti kalo pake jam tangan itu lebih keren daripada yang gak pake. Kecuali si mamas, mau pake jam tangan atau ngga tetep keren dah. 😂


Sering banget saat bepergian ngerasa ada yang kurang, ngerasa aneh dan ngerasa gak pd banget. Aku masih belum sadar apa yang bikin aku ga pd kaya gitu. Sempat bingung dan gemes sebentar, sampai akhirnya sadar kalo aku gak pake jam tangan. Huhu

Jam Mati Pun Tetap Dipakai

Saking tergantungnya sama jam tangan, sampai-sampai jam tangan matipun tetap dipakai. Ya, gimana ya. Namanya penunjang penampilan, pasti merasa kurang banget kalo ditinggal. Biarpun fungsinya berkurang, biarkan saja. Yang penting tetap oke.
Sumber : Instagram thewatch.co

Kejadian kaya gini sering banget aku alamin sih. Gak sekali dua kali. Apalagi dulu pas sering banget bokek dan jam mati. Gak kuat beli dan males ganti batre. Ya kali, jam murahan daripada ganti batre mendingan beli baru.

Tapi untungnya setiap kali ada momen kaya gitu aku selalu aman karena ga ada yang nanyain jam ke aku. Bisa dibayangin gimana malunya kalo ditanyain jam berapa, pas liat jamnya malah mati huhu.


Cari Jam Tangan Terbaru

Setelah beberapa kali dibikin gemes sama batre jam yang abis di waktu gak tepat. Akhirnya aku putusin buat ganti jam yang lebih oke. Yang pasti bisa mendongkrak rasa percaya diriku. Dan kebetulan aku nggak sendiri karena ada mas pacar yang juga pengen punya Jam Tangan baru.


Setelah mondar mandir sana sini di toko offline maupun online, akhirnya ketemu juga yang kita cari. Awalnya aku nemu di instagram sih, feednya bagus-bagus banget. Banyak spoiler Jam Tangan Terbaru yang bikin ngiler.

Sebelum aku benar-benar ngiler, akhirnya aku cek langsung ke websitenya; thewatch.co. Ternyata mereka juga menyediakan servis Gratis Biaya Pengiriman, Garansi Baterai Seumur Hidup serta Cicilan 0%. Waaa... siapa yang gak mupeng, hayooo?. Eh, gak cuma itu lho... ada juga Promo Ramadhan yang sudah disediakan. 

Udah keren, fashionable, gak ketinggalan zaman, banyak promo pula. Masih mau nolak?


Tak Hanya Jam Tangan

Di website ini, kita bisa nemuin Jam Tangan Pria Jam Tangan Wanita, Jam Tangan Unisex dengan kualitas yang tak diragukan lagi. Cocok sekali buat yang pengen punya Jam Tangan Terbaru dengan kualitas terbaik. Tapi tak hanya itu, thewatch.co juga menyediakan produk-produk aksesoris dan perhiasan untuk menunjang aktivitas harian kita.


Seru banget ya, belanja online di satu tempat tapi bisa sekaligus dapetin apa aja yang kita mau. So proud of this!, Sayangnya pacarku belum nemu yang cocok di hatinya, nih. Mau diajak kembaran ga mau, 'alay' katanya. Padahal kan asik tuh kalo kembaran. Alasannya sih mau yang keliatan lebih macho. Kalo maksain kembaran, masa iya aku pake jam tangan cowo yang segede gaban? :(


Yaudah deh, aku nyabar aja nungguin doi ketemu pilihannya sambil nabung dulu. Siapa tau bisa sekalian beli cincin yang aku incer tadi hehe.

Eh, kalo kamu punya cerita tentang jam tangan juga ngga? Kalo punya, cerita juga dong!.

Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
20 komentar
Bagi sebagian orang, sarapan adalah hal yang wajib dilakukan. Sayangnya aku jarang sekali bisa merasakan sarapan pagi. Biasanya karena bangun kesiangan atau memang tidak ada selera makan. Padahal aku punya riwayat sakit maag dan pernah merasakan maag akut tapi kadang masih tak sadar juga. Maafkan aku, tubuhku.

Tapi, kadang aku jadi manusia yang sering lapar jug lho. Dikit-dikit laper, dikit-dikit pengen makan dan sulit sekali menghindari keinginan untuk tidak makan. Hasilnya, aku makan terus dan berat badanku bertambah. Yang paling penting, pipiku jadi tak tirus lagi dan leherku berundak.

Pilihan Menu Sarapan

Pola hidup yang selalu berubah membuatku moody, eh apa kebalik ya. Karena aku moody jadi pola hidupku selalu berubah?. Intinya keseharianku tidak pernah monoton, selaly berganti dan berubah setiap hari.

Mulai dari jam bangun tidur, kegiatan setelah bangun, jadwal bersih-bersih rumah, menu sarapan, waktu sarapan, jadwal mandi bahkan hingga jadwal tidur malam. Bagiku ini menyenangkan, tidak melakukan hal yang sama setiap hari.

Dan tentang menu sarapan, aku lebih suka menu sarapan simpel. Saking simpelnya, aku pernah sarapan hanya dengan nasi putih saja. Bukan tak ada lauk, tapi males masak. Mungkin yang melihat akan mengasihaniku, hehe, tapi aku gapapa kok. Tetep enak, tetep kenyang. Itu kan yang penting?

Makan nasi dan tempe sudah menjadi menu terbaik untuk sarapan. Ya, daripada sarapan sama mie instan, masih mending sama nasi. Makan apa saja asal halal dan tak perlu keluar rumah.

Saat tak malas keluar rumah, biasanya saat sedang manja dan rindu masakan warung, jadi makin bingung. Mau makan apa? Lontong Pecel, Lontong Gudeg, Bubur Ayam, semuanya ada. Hmm....


Kehabisan Bubur Ayam

Kejadiannya hari Jumat kemarin, lagi pengen banget makan bubur ayam. Berangkat jam 07.30, berharap jalan belum terlalu ramai dan masih kebagian bubur ayam. Ternyata aku salah, hari Jumat kan hari senam di kantor kecamatan yang memang dekat dengan tempat penjual bubur ayam. Pasti buburnya diserbu peserta senam deh tadi pagi.


It's ok lah, gak kebagian bubur ayam. Tapi selain bubur ayam, ada juga susu kedelai yang dijual di tempat tersebut. Ya udah deh, akhirnya aku beli susu kedelai panasnya aja. Lumayan buat asupan sehat pagi-pagi. Saat perjalanan pulang, aku seperti masih belum puas dan ingin sarapan dengan menu selain bubur. Tapi apa?

Setelah berpikir sambil mengendarai sepeda motor kesayangan, akhirnya teringat dengan angkringan yang buka sejak pagi. Aku sebut angkringan karena makanannya banyak yang sudah terbungkus lengkap dengan beragam gorengan. Ada pula nasi hangat dengan berbagai pilihan lauk yang bisa diambil sendiri sesuai selera atau 'pukwe' 

Sip. Oke. Akhirnya aku kesana. Agak muter tapi anggap saja jalan-jalan pagi. Dan, yeay... lontong pecelnya masih ada. Pesen, bayar, pulang. cuma 4ribuan untuk satu porsi. Lumayan lah, rasanya juga enak. Dan pastinya mengenyangkan. Apalagi ditambah dengan susu kedelai yang aku beli tadi. Makin mak nyus dan bikin mood jadi bagus seharian. Ini penampakan lontong pecelnya, lumayan lah buat porsi cewek.


Dan ini penampakan susu kedelainya, dituang di mug pun masih ada lebihnya.


Sarapan seru dan murah pagi ini cuma 7.500 Rupiah, lho. Ya kalo misal mau ngajakin pasangan tinggal dikalikan dua kali dan ditambah sedikit buat jajannya. Hehe


Susu Kedelai 3.500an
Lokasi : Bubur Ayam samping Kecamatan Tahunan, Buka sampai jam 9 pagi atau jika telah habis.

Lontong Pecel 4.000an
Lokasi : Warung Angkringan sebelah Utara SPBU Mojo Batealit (Kiri Jalan), Buka seharian. Lontong hanya ada pagi hari.


Nah itu tadi kisah hunting sarapanku Jumat kemarin. Seru, murah dan kenyang.



Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
37 komentar


Halo, kali ini aku akan bercerita tentang transformasiku menjadi perempuan seutuhnya, emm.. perempuan apa wanita ya? Aku sih enaknya pake perempuan aja. Waduh, kok kaya aku baru aja jadi perempuan ya. Ups, jangan gitu dong!, jadi grogi nih.

Ehm..
jadi gini, selama ini kan aku udah berhijab layaknya perempuan muslim lainnya. Ya, meski hijab ini aku pake sejak lama tapi mohon maaf kalo ada yang nanya tentang yang lainnya nanti dulu yaa... huhu. Kaya ada yang mau nanya aja. Nah, meskipun berhijab aku gak langsung jadi keliatan kaya perempuan pada umumnya yang cantik setiap saat.

Aku termasuk tipe orang yang jarang dandan, jarang memperhatikan penampilan bahkan terkesan cuek dengan keadaan. Asal cocok dan nyaman aja aku udah seneng. Bayangin deh, gimana kalo liat cewek berhijab tanpa make up dan asal-asalan gitu? Aku yakin jawabannya bakalan bilang 'tetep cantik kok'. Hehe hehe hehe

Masa Lalu 

But, itu adalah masalalu. Sekarang, lebih tepatnya setahun yang lalu saat masih di kosan aku mulai belajar dandan. Sempat didandanin temenku juga yang aku tulis di blog ini. Dan beberapa kali mencoba dandan sendiri dengan bantuan tutorial makeup di internet.

Dan sejak beberapa bulan yang lalu aku memutuskan untuk belajar mengaplikasikan make up ke wajah mulusku. Ya, waktu itu wajahku masih aman terkendali, meski tanpa sapuan make up. Namun berangsur mengalami beberapa benjolan kecil akibat penggunaan produk-produk kecantikan. Yoweslah, gak popo. Aku tetap bahagia dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk merasakan jerawatan di pipi.


Sejak saat itu, aku mulai sering menggunakan make up saat keluar rumah atau bahkan saat tak ada acara di luar dan hanya memiliki agenda belajar bersama anak-anak aku tetap merias diri. Maklumlah namanya juga pemula yang lagi seneng-senengnya.

Untuk masalah jerawat yang sering muncul seiring berjalannya waktu, aku akalin dengan merawat kulit wajah dengan masker alami untuk mempercantik dan merawat keremajaan kulit wajah. Diantaranya adalah masker bubuk kopi, minyak zaitun atau minyak goreng.

Melengkapi Koleksi Make Up

Sebagai pemula, wajar dong kalo aku pengen nyobain berbagai jenis make up. Apalagi saat melihat review setiap make up yang 'terlihat' bagus di internet. Hm... mupeng deh!. Ujung-ujungnya pasti beli, padahal belum tentu tjotjok di kulit wajahku. 

Dari pensil alis, lipstik, pelembab, foundation dan sebagainya sudah ada. Semuanya tidak selalu terpakai, ((ya kalik lipstik beda warna mau dipake barengan haha)), tapi selalu aku coba explore kegunaannya, cocok engganya di kulit aku. Alhasil, kulitku mulai jerawatan gak jelas dan mulai malu untuk menghadapi kenyataan.

Yaaa, namanya juga pemula yang masih perlu banyak belajar. Sampai akhirnya aku tersadar bahwa aku melupakan hal penting dalam riasan, yaitu mata. Aku memang bukan orang yang suka dengan riasan mata berlebih, paling mentok cuma eye shadow warna kalem, nggak lebih.


Eyeliner dan maskara adalah jenis make up yang paling tabu untukku. Untuk eyeliner, memang aku agak menghindari karena kelopak mataku tidak cocok untuk diaplikasikan eyeliner karena tidak simetris. Tapi untuk maskara sepertinya masih ada celah, mengingat bulu mataku yang meskipun tidak lentik tapi juga tidak panjang. Ya, sama aja lah ya hehe.

Baca juga : Detox Bawang Merah, Pilihan Sehat sebelum ke Dokter

Mencari Maskara

Akhirnya aku putuskan untuk mencari produk maskara yang bisa kupakai sehari-hari. Pengennya sih yang bisa kasih great look tanpa takut kena panas dan hujan. Gak luntur, gak menggumpal dan (yang terpenting) gak menguras kantong.

Ternyata gak gampang ya mencari yang dicari, yang gak dicari justru banyak yang muncul, hm... Tapi akhirnya aku menemukan apa yang aku cari selama ini. Maskara Waterproof dari Mustika Ratu ternyata menjadi pemenang di hatiku. Melihat kandungan Ekstrak Biji Kelor dan manfaatnya membuatku jatuh hati dan tak bisa lepas dari keinginan untuk membelinya. 


Dan aku baru tahu bahwa produk Beauty Queen Series dari Mustika Ratu ini ternyata punya banyak saudara. Ada bedak, foundie, pensil alis, lipstik dan lain sebagainya. Pokoknya lengkap. Karena masih satu rumpun dan seri yang sama, kandungan dari produk-produk ini juga memiliki banyak kesamaan. Diantaranya adalah kandungan Moringa Seed Extract yang sudah tidak diragukan lagi kegunaannya.


Seri Produk dari Mustika Ratu yang akhirnya masuk ke must have thing list-ku ini lengkap banget lho. Pokoknya bisa banget untuk melengkapi koleksi kosmetik kita. Harga yang dibanderol untuk beberapa produk memang agak kurang bersahabat, tapi untuk skin care benefit yang didapat sih cocok lah ya. Memang ada harga yang perlu dibayar untuk sebuah manfaat besar. Kalian bisa membelinya di counter Mustika Ratu terdekat atau di mustikaratushop.com. 

So, ini ceritaku tentang petualangan mencari Maskara untuk melengkapi koleksi make upku. Kamu???



Share
Tweet
Pin
Share
31 komentar
Aku suka pantai dan apapun yang berhubungan dengan pesisir. Anginnya, lengket keringatnya, ombaknya, ikannya bahkan orang-orangnya pun aku suka. Ya, aku punya beberapa teman yang tinggal di dekat pantai dan berprofesi sebagai nelayan. Tubuh mereka bagus, kekar dan eksotis. Aku suka.

Meskipun begitu, aku sendiri belum khatam mengitari seluruh pantai yang ada di kotaku, Jepara. Bahkan aku belum pernah ke Karimun Jawa. Maafkan aku yang sekarang  menjadi sok sibuk dan tak punya banyak di luar rumah. Hehe...

Bukannya menghindari dunia luar, tapi aktifitasku mengharuskanku ada di rumah selama seharian dan baru bisa keluar saat malam sudah larut atau pagi sekali. Harap maklum. Tapi jiwa jalan-jalanku masih tetap terjaga dan semakin bergejolak jika terangsang oleh gambar pemandangan memukau di luar sana. Huh, dasar kalian racuuun!. 😂


Pengen ke Sumba
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRvzB8OgmwYusWtoKtF8UGWn_2Flcm7SY3LxkDECE5Gl6qjRoFv

Beberapa hari yang lalu saat sedang menunggu anak-anak belajar, aku tak sengaja menemukan gambar bagus di instagram. Aku terpana dan terpukau oleh indahnya, maklum aku sudah lama tak bersua dengan angin pantai. Tiba-tiba perasaanku tersambar dan semakin penasaran dimana letak pantai tersebut. 
Nah... setelah dicari ternyata ketemu juga, pantai tersebut ada di Pulau Sumba di Selatan Nusa Tenggara Timur. Sayangnya tak dijelaskan apa nama pantainya. ;(

"Lha kok jauh banget", pikirku. 
Sempat ragu dan menutup paksa aplikasinya yang aku kira akan menutup rasa penasaranku juga. Eh ternyata malah semakin kepo dan semakin mencari tahu tentang Sumba. Seperti ada banyak hal tesembunyi yang harus aku gali dan temukan informasinya dan segera Jalan-jalan ke Sumba.

Pulau Tercantik Di Dunia

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ8ZBnNnyQpSQ_rQ2PX5xRhQSCCGA7d2fah_liGxlWk4szDuAFUIQ

Setelah aku cari informasi tentang Sumba, ternyata aku memang tak salah pilih mencintai pada pandangan pertama. Nyatanya memang Sumba tercatat sebagai salah satu Pulau Tercantik di Dunia versi Majalah Focus, Jerman. Wow, seperti apa sih keindahannya? Jadi semakin kepo.

Kali ini kita membahas Pulau Sumba, termasuk pantai-pantai cantik dan ribuan kekayaan alam, flora dan fauna di dalamnya secara global. Dan memang layak untuk mendapatkan predikat Pulau Tercantik. Di Nusa Tenggara Timur, jumlah kunjungan turisnya memang belum sebanyak pulau Komodo yang menjadi ciri khas provinsi tersebut.


https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQvZFLxrZVXcuAAPN8d9bIAkGVvF4TkNBJYhHTbdCVJzH45BjY-

Namun dengan predikat baru yang dimilikinya, aku yakin kalo kesana nanti gak akan kesepian. Pasti banyak pengunjung yang sudah merencanakan datang kesana sejak sekarang, atau sedang mencari informasi tentang Pulau Sumba seperti aku.



Bertemu Pilihan Teman Berlibur

Setelah mencari banyak informasi tentang Sumba, akhirnya aku juga nemuin perusahaan travel terpercaya yang bisa aku jadikan pilihan saat berlibur ke Sumba nanti, Amabel Travel. Dengan berbagai pilihan paket wisata yang disediakan, rasanya akan banyak kisah indah yang kudapatkan saat berkunjung kesana. 

Aku juga sempat menghubungi admin dan bertanya-tanya tentang Trip ke Pulau Sumba. Dan ternyata pelayanannya sangat ramah serta tak mengajak kita untuk bosan bertanya. Dan harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau untuk kantong para muda mudi seperti kita. 



Sepertinya ini akan menjadi awal perjalanan panjangku berkeliling Indonesia. Meskipun agak jauh tapi lumayan lah buat pemanasan. Huhu.... Ayo keliling Indonesia!
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar


Aku suka sehat. Kayanya bukan aku aja sih, semua orang juga pengennya sehat sehat terus. Tapi aku tuh kayaknya beda deh sama kalian. Aku banyakan nganggur, gak banyak gerak kecuali jempol tangan (IYKWIM) hehe.

Bener banget kalo ada yang bilang bahwa gerak tubuh akan membuat tubuh lebih sehat. Otot gak kaku dan lebih luwes menjalani keseharian. Gak ada lagi yang namanya sakit walau sedikit gerak. Kaya udah berumur aja, ganti posisi dari duduk ke berdiri aja tulang rasanya bunyi dan otot rasanya kaku banget, hiks.

Aku baru aja ngalamin, jadi kali ini aku mau share pengalamanku merasa segar dan sehat selama sebulan dan merasa kaku seminggu ini.


Lebaran Jadi Banyak Gerak


Lebaran memang jadi salah satu momen terbaik untuk berkunjung dan bersilaturahim ke sanak saudara. Sebagai junior, sudah sepantasnya mendatangi para senior yang dekat maupun jauh. Kalau sudah begini, mau gak mau harus menyiapkan fisim yang kuat setidaknya dibantu dengan suplemen.

Nah, lebaran kemarin aku tuh mendadak jadi aktif dan gak seperti lebaran biasanya. Padahal dompet juga kering banget tapi fisikku rasanya mendukung banget buat kemana-mana. Makan apa aja juga oke, ga ada efek pusing atau mual kaya biasanya. Paling ngantuk aja kalo udah waktunya tidur siang.

Setelaha aku ingat-ingat lagi, ternyata kuncinya ada di aktifitasku sebelum lebaran. Ya, waktu masih bulan puasa kemarin jadwal les di rumah jadi lebih longgar dan jadwal bangun pagi jadi lebih teratur. Aku jadi jarang tidur pagi dan lebih rutin jogging 2-3 minggu sekali. Dan ternyata hasilnya memuaskan sekali dan terasa banget manfaatnya sebulan ini.

Aku jadi lebih fresh, badan kerasa enteng gak mudah capek dan bawaannya positif terus. Alhamdulillah, aku suka dan bisa jadiin pelajaran.

Aku Mulai Drop


Sampai akhirnya seminggu yang lalu aku telat makan dan berasa males banget. Rasanya langsung aneh banget di badan. Badan pegel-pegel dan otot rasanya kaku. Padahal aku gak kemana-mana lho, cuma di rumah aja dan emang sih aku jarang olahraga akhir akhir ini. Peregangan terakhir aja udah lupa kapan, dan alasannya emang klasik banget. MALES. huhu

Nah, kemaren juga saat perjalanan pulang aku sengaja gak pake jaket (jangan ditiru ya). Emang sih ga dingin dan aku males banget ambil jaket di bawah jok. Akhirnya perjalanan selama 40 menit aku jalani tanpa perlindungan jaket. Sampai di rumah ga begitu kerasa dan esok harinya baru deh kerasa badan panas dingin.

Seharian mager kaya ngga ada kerjaan. Berasa manja tapi ga ada yang manjain, hehe. Dan baru sadar kalo olah tubuh emang penting banget. Ya emang sekedar jogging, lari-lari beberapa menit tapi manfaatnya besar banget!


Detox Bawang Merah


Karena sudah banyak aktifitas yang menanti, ya meskipun ga keliatan sibuk karena cuma dikerjain dari rumah dan bahkan dari tempat tidur, rasanya aku harus lekas sehat. SEGERA. Sempat mikir mau ke klinik langganan yang emang udah klop banget sama aku. Ya gimana ga klop, baru pulang periksa bahkan belum minum obatnya aja udah enakan. Tapi emang dasarnya klinik swasta, jadi lebih mahal apalagi aku belum punya kartu BPJS.

Akhirnya aku pilih opsi obat rumahan dulu karena emang udah agak mendingan dan butuh pemulihan aja. Tapi takut juga sih kalk besok panas lagi. Hm... Coba dulu aja sih. Ga ada salahnya juga.

Obat ini biasanya aku pakai saat sakit atau meriang juga. Bahannya gampang banget ditemuin di dapur bu ibu ya... Apa sih? Bawang Merah. 

Ya, aku cuma pakai bawang merah. Dulu aku cuma browsing gitu sih di google, dan aku cobain. Eh, ternyata emang manjur. Untuk manfaatnya kalian bisa lihat disini atau disini. Aku suka pakai bahan ini saat menjelang tidur, karena aku pernah baca pakainya harus sekitar 8 jam. Jadi sepertinya waktu malam adala waktu yang pas untuk mengaplikasikannya.

Dan cara membuatnya yang sederhana juga sangat bersahabat untuk badan yang lagi lemes-lemesnya. Cekidot...

Alat yang dibutuhkan :
*Talenan
*Pisau
*Cawan/Mangkuk Kecil
*Lakban
*Gunting
*Kaos Kaki


Cara membuat
*Bersihkan kaki dengan air bersih, keringkan.
*Kupas dan iris tipis bawang merah
*Siapkan lakban kira-kira sepanjang putaran alas-telapak kaki, biarkan terbuka. Tempelkan irisan bawang di lakban secukupnya. Kira-kira lebar seukuran telapak kaki.
*Tempelkan lakban ke kaki. Bawang di bagian tengah berada di telapak kaki dan bagian pinggir direkatkan. Jika masih ada bawang yang menonjol, tambahkan lakban agar semua bawang tertutup.
*Tutup dengan kaos kaki dan selamat tidur.


Sebenarnya ada beberapa alat lain selain lakban yang bisa digunakan untuk mengunci irisan bawang, misalnya handuk, plastik atau langsung ditempelkan pada kaos kaki. Tapi bagiku, lakban jauh lebih aman karena saat bangun malam dan ingin ke kamar mandi telalak kaki jadi lebih aman karena lakban lebih ramah dengan air. Bisa diatur bagaimana meminimalisir interaksi kaki dengan air.


Nah, itu tadi pengalamanku saat sehat dan sakit dan bagaimana aku menanganinya secara pribadi. Semoga bermanfaat.

Happy Blogging!!!

Share
Tweet
Pin
Share
9 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (2)
    • ▼  April 2021 (1)
      • Ketika 'Cuan' Menjadi Alasan Untuk Setiap Hal
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates