• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Hai, tau kan jumlah hari dalam satu bulan rata-rata adalah 30 hari. Meski terlihat banyak saat dihitung, tapi terasa cepat saat dilewati. Iya, apalagi saat telah memasuki  tanggal tua aka. tanggal berupa dua digit yang diawali angka dua. Apalagi saat kantong mulai terasa menipis, buset kaya jeruk aja pake nipis #lol.

Banyak teman yang berkeluh kesah tentang tanggal keramat ini, banyak yang galau dan hampir putus asa. Lebay banget ya, padahal kan bentar lagi tanggal muda. Tapi untungnya hal ini tidak menimpa saya, mau tanggal berapa aja kalo berangkat kuliah uang sakunya ya segitu segitu aja. Paling nambah Cuma lima ribu pas dagangan ibu laris. hehe

By The Way, sekarang saya mau berbagi cerita saya di bulan lalu, bulan April. Sangat Berkesan. Saya sakit hampir sebulan, tapi sangat bahagia karena berkesempatan mengikuti piknik eksotis ke pantai berpasir hitam di minggu terakhir bulan kemarin. Awesome!!!

Awal bulan April adalah waktu yang saya nantikan, karena sudah ada janji dengan seseorang untuk bertemu saat dia pulang. Sesuai estimasi, awal bulan yang dimaksud adalah antara tanggal satu hingga tanggal 10 atau minimal di minggu pertama setiap bulannya. Sayangnya, saat ada kabar tentang kedatangannya di kota Jepara justru pada saat saya tak bisa berbuat banyak karena sakit panas dan pusing yang tak berkesudahan. Selain itu, karena waktu pulangnya tak sampai 48 jam di Jepara, saya pun  tak punya kesempatan untuk memulihkan keadaan ataupun dia yang berusaha menemui saya di rumah. Sedih sekali mengingat kejadian itu, #hiks.

Sehari kemudian, saya pikir sakit yang saya alami akan berangsur membaik. Ternyata dugaan saya meleset, saya semakin sakit hingga tidak mengikuti kuliah sekira tiga minggu. Padahal, selain kuliah, banyak hal yang asik dan sayang untuk dilewatkan di luar sana. Tau kan, Jepara ramai sekali di bulan April. Banyak sekali acara dihelat pada bulan Kartini tersebut, dan saya hanya bisa memantau dari kejauhan dengan lapang dada J.

Sakit memang tak bisa ditolak, mungkin teguran bagi saya agar lebih banyak bersyukur atas nikmat sehat yang diberikan selama ini. Hingga akhirnya ada info bahwa Folkom (Forum Lintas Komunitas) Jepara akan mengadakan Piknik ketiga dengan destinasi sebuah pantai di desa Balong Kecamatan Keling, pantai Suweru. 
Flyer Piknik Folkom #2


Meski masih belum fit, saya bulatkan tekad untuk mengikuti piknik yang lumayan beda kali ini. Iya, berbeda dari piknik-piknik sebelumnya yang menuju destinasi air terjun. Jika menuju air terjun, banyak tenaga yang harus dikerahkan untuk sampai di lokasi. Seperti jalan setapak yang kadang menanjak dan menurun penuh rintangan. Sedangkan untuk menuju pantai tak terlalu banyak tenaga yang harus dikerahkan untuk menuju lokasi tujuan. Biasanya, lokasi pantai bisa dijagkau dengan sepeda motor hingga ke bibir pantai. Jadi saya putuskan untu mengikuti piknik sebulan sekali tersebut.

Dan ternyata benar, setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, saya dan rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang sampai di lokasi pantai yang dituju. Pemandangan yang didapat disana mampu melepas seluruh lelah yang didapat selama di perjalanan yang penuh rintangan. Bagaimana tidak?, jalur yang kami lalui harus melewati kebun karet dengan jalan licin dan becek. Amazing sekali pokoknya. Dan semuanya terbayar dengan pemandangan pantai yang dipenuhi pasir hitam dengan kilauan besi berkerlip bagai bintang di hatiku #eh. Asik banget pokoknya.

Namun keadaan berbeda terlihat di sekitar pantai. Beberapa gazebo yang disiapkan bagi para pengunjung terlihat dalam keadaan kotor dan tidak terawat. Tidak ada penjual makanan sama sekali, mungkin karena jarang pengunjung yang datang ya. Semoga ke depan, fasilitas yang ada disana bisa lebih diperhatikan termasuk jalan yang harus dilalui untuk menuju kesana.


Sedikit foto dari pantai Suweru



Selain Pantai Suweru, kami juga mendatangi sebuah pantai di dekat pantai Suweru yang disebut Pantai Lemah Abang. Dari namanya, saya tertarik untuk membayangkan bagaimana keindahannya. Keindahan pantai bersanding dengan tanah merah yang memukau pandangan. Dan ternyata, diluar dugaan, keindahannya melebihi yang saya bayangkan sebelumnya. Sungguh sungguh indah kalau boleh saya bilang. Pengen kesana lagi, hehe.
Yuk Cek Gambarnya



Ini saat kita di Pantai Lemah Abang
Lihat pasirnya deh, hitam legam gitu. Bagus bangeett :)



Terimakasih kepada Tuhan atas segala nikmat dan anugerah yang telah Engkau berikan. Dan terimaksaih untuk piknik eksotis bulan kemarin, terutama untuk teman-teman Pokerman, Ngluyur Mania, TDA Jepara, Sosmed Jepara, Kaskus Jepara dan semuanya. Bulan ini kita kemana ya?

Durasi ceritanya sebulan, tapi singkat banget ya hehe. Gapapa kali.

Sebenarnya ide dari post kali ini adalah video cerita Budi di akhir bulan yang ketjeh banget. Asli. Coba liat deh


Asik banget ya jadi Budi, pas tanggal tua pas ketemu surprise dari Matahari Mall yang bikin dia tetap eksis di tanggal tua. Kamu juga mau tetap eksis kaya Budi, yuk cek diskon kecenya di website mataharimall.com. Ada banyak pilihan diskon yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu

 
Beragam pilihan diskon dari Matahari Mall

Salah Satu Penawaran terbaik dari Matahari Mall

Voucher menarik dari Matahari Mall

Yang paling wow nih, ada diskon harian juga loh..


Ciee... mupeng ya, ayo buruan kunjungi mataharimall.com dan dapatkan diskon menarik setiap hari.
Udah dulu deh ya. Cukup dulu ceritanya, saya mau ke Matahari Mall dulu. 


Ini ceritaku mana ceritamu?

Happy blogging :)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Aku mung koyo terminal Giwangan
Mung tok nggo sambat
Tok nggo istirahat
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Polusi udara tak lagi bisa dihindari, sejauh ini yang bisa dilakukan adalah mencegah dampak polusi yang semakin meningkat. Atau paling tidak mencegah diri kita agar tidak tercemar oleh limbah udara yang mematikan tersebut. salah satunya dengan memberi perlindungan pada organ tubuh terluar yang terpapar oleh polusi secara langsung, dalam hal ini adalah hidung dan mulut. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengenakan masker atau bandana untuk menekan masuknya polusi udara ke dalam tubuh secara langsung.

Terlebih lagi pada musim kemarau yang sering diiringi angin kencang bersama debu yang tak terelakkan. Penutup hidung dan mulut sudah menjadi kewajiban bagi siapapun yang banyak beraktifitas di luar ruangan, terlebih lagi pengendara sepeda motor yang selalu berinteraksi dengan gas emisi berbahaya hasil kerja kendaraan yang mereka tumpangi sendiri.

Buff atau bandana yang sering dipakai para pengendara motor adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan dan tidak boleh ketinggalan. Selain karena fungsinya sebagai penghalau polusi, buff juga diklaim lebih ramah lingkungan dibanding masker sekali pakai yang biasa dibuang setelah tak layak pakai.

Harganya pun cukup terjangkau untuk ukuran barang yang bisa dipakai long last time, sekitar 30-60ribu di online shop yang banyak saya temui. Motifnya pun beragam dan ada yang bisa custom juga. Tinggal pilih aja kan.
beragam pilihan motif buff

Lain halnya dengan masker sekali pakai atau masker yang biasanya dipakai oleh dokter di rumah sakit. Harganya murah, sekitar seribu-1.500 tergantung dari ukurannya. Ada dua jenis masker jenis ini, yaitu yang menggunakan tali dan karet. Saya pribadi lebih suka yang tali karena lebih mudah dipakai saat mengenakan jilbab, jadi tinggal ikat saja di belakang kepala. Done.


Ada pula jenis masker yang berbahan kain, hampir sama dengan buff namun berbentuk masker. Kebanyakan menggunakan tali sebagai aplikator dan didesain dengan aneka bentuk yang menarik sehingga lebih bagus dan terkesan lucu saat dikenakan.


Untuk masker jenis yang terakhir dan buff atau bandana, sebenarnya sangat recommended untuk dipakai karena berbahan kain dan bisa dipakai berkali-kali sehingga ramah lingkungan. Namun bagi saya pribadi lebih nyaman mengenakan masker sekali pakai, meskipun kadang saya pakai berkali-kali :D. Satu-satunya alasan yang utama adalah karena saya tidak tahan pada aroma detergen atau sabun cuci yang sering melekat di kain tersebut. sedikit lebay, tapi inilah adanya hehe. Pernah suatu waktu saya mengakali dengan menyemprotkan minyak wangi ke benda tersebut, yang terjadi justru saya semakin tak berdaya menahan aroma harumnya. 

Well, orang dengan penyakit migrain lebih sensitif terhadap bau dibandingkan orang lain pada umumnya. Jadi, harap maklum. Bisa jadi kamu lebih nyaman dengan masker berbahan kain tersebut.


Nah, bagi kamu yang bingung mau pakai buff, masker berbahan kain atau masker sekali pakai, mungkin ulasan diatas bisa dijadikan bahan pertimbangan. Terimakasih sudah membaca.

Happy blogging
Share
Tweet
Pin
Share
18 komentar

Hay April, bentar lagi Mei nih. Udah siap dengan May Day belum? atau masih belum bisa move on dari April? hehe. eem... April, bulannya sih biasa aja. Tapi di Jepara, April jadi bulan-bulanan acara besar yang dihelat hampir sebulan penuh. Ga percaya?? Coba kita lihat agendanya, cuuussss....
Agenda Kegiatan Festival Kartini IV tahun 2016, seru yah (kayaknya) 


Selain bertepatan dengan hari jadi kota Jepara dan hari kartini, April juga menjadi bulan dies natalis satu-satunya perguruan tinggi di Jepara. Sejauh ini sih masih satu-satunya. Dari rentetan acara diatas, tak ada satupun yang saya ikuti. Don’t ask me why I didn’t join those agendas, I was sick for three weeks guys L. So, saya ga akan banyak bicara soal kegiatan yang dihelat oleh pemkab Jepara tersebut. Tapi kali ini saya mau mengajak para pembaca yang budiman (ceileehh ) untuk membahas seputar expo Unisnu yang ketiga kemaren. Ya, acara ini merupakan rangkaian dari peringatan dies natalis Unisnu yang ketiga tahun ini.
Pintu masuk UNISNU Expo, di halaman gedung Fakultas Sins dan Teknologi

Seperti expo pada umumnya, setiap kelompok mendapatkan satu stand untuk memamerkan produk masing-masing, dalam hal ini karya mahasiswa sesuai dengan prodi dan jurusan. Ada sekitar 17 stand yang disediakan panitia, namun beberapa terlihat kosong dan dijadikan tempat duduk pengunjung saja. Dari informasi peserta sih, katanya pemberitahuan kepada peserta cukup mepet sehingga persiapannya kurang maksimal. That’s why, banyak stand yang terihat apa adanya. But, so far, acara berjalan lancar dan ramai pengunjung.

Salah satu stand yang bikin saya nyess adalah stand anak-anak DKV aka. Desain komunikasi Visual dari Fakultas Sains dan Teknologi. Mungkin karena spotnya yang tepat di bawah pohon ya, jadi adem-adem gimana gitu. Saat masuk ke dalam stand, kita disuguhi degan karya anak-anak DKV yang saya bisa sebut “keren abis”. Mungkin sepuluh kali puteran stand pun ga akan ada bosennya, kalo pusing sih iya, hehe. Sayangnya saya ga sempet foto semuanya, saking terpesona sama mereka. Ini beberapa hasil jepretan saya, lebih banyak cek di instagramnya ya.

 View Stand DKV dari luar, mbaknya cantik yah :D
Trus Karya Tataning Bumi, masih di stand DKV

FYI, ini gergaji usang. Ga kebayang bentuk aslinya deh, buluk banget.
Tapi ini cakep. 

Gak tau apa maksudnya, tapi saya suka.

Nah, ini nih. ilustrasi masa depan yang (mungkin) akan sangat susah mendapatkan air bersih.
makanya, jangan boros ya gaiss...



Stand lain yang cukup fenomenal adalah jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Mereka mengangkat tema ghost atau hantu. Jadi, di standnya itu ada beberapa dari mereka yang berdandan ala hantu gitu dan mereka bikin kayak studio kecil buat pengunjung yang mau foto sama mereka. Ih serem ya, tapi kreatif sih. Jadi bisa ketahuan kalo ada hantu lewat, berarti itu anak PBI.


The Ghost dari teman-teman PBI FTIK 

Eits, stand yang bikin baper juga ada loh, kok bisa ya? Ya bisa aja sih, stand dari Jurusan Al Akhwal Al Syakhsiyah aka. Hukum perdata Islam menawarkan jasa ramalan jodoh ala Islami. Banyak yang datang ke stand untuk sekedar meramal jodohnya, atau bahkan untuk menentukan gebetan yang akan ditikungnya, heu. Dari setengah jam saya di sekitar stand saja banyak pengunjung yang tertarik untuk meramalkan nasib percintaannya. Bahkan yang gokil lagi, ada yang meramalkan dirinya dengan beberapa nama teman dekatnya, “biar tinggal pilih”, katanya.
Stand ramalan jodoh ala Islami, liat tuh daftar hadirnya sampe penuh gitu :D

Di stand ini juga kita bisa menemukan aneka alat penghitung arah kiblat, waktu shalat dan tanggal lahir. Alat-alat yang disediakan sudah lengkap dengan rumus dan cara pemakaiannya, jadi cukup mudah digunakan bahkan untuk pemula. Dan adapula koleksi majalah dari teman-teman LPM Burs@ sejak tahun 2010 hingga saat ini. 
Alat pengukur arah kiblat dan tanggal lahir disediakan di stand Jurusan AS FSH

Di bagian lain juga dapat kita temukan stand yang tak kalah seru, ada yang dari jurusan teknik sipil, teknik informatika dan banyak lagi yang tak bisa disebutkan satu-satu (gak hafal soalnya hehe). Di bagian tengah juga terdapat panggung hiburan yang asik banget, diisi oleh teman-teman dari BandTa, USB dan beberapa pengunjung yang hadir juga ikut meramaikan panggung hiburan. Ini penampakan beberapa stand lain:




Panggung hiburan

Kalo gak salah, ini biasanya punya anak sipil. CMIIW



Expo yang diadakan setiap tahun ini, setau saya, bertujuan untuk mengenalkan masing-masing jurusan kepada masyarakat terutama para calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi di Perguruan tinggi agar lebih mengenal berbagai jurusan yang  ada di Unisnu. Namun sejauh yang saya lihat, pengunjung yang hadir justru didominasi oleh mahasiswa Unisnu sendiri dan hanya sebagian kecil yang datang dari luar. Sayang banget ya. Get ready for the next Unisnu Expo, semoga tahun depan lebih seru dan lebih bagus lagi. 

Oh ya, kabarnya mau ada Manajemen Expo di bulan Juni, siap-siap ya gengs....



Sumber Gambar dari kamera sendiri dan koleksi LPM BURS@.
Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar


Bismilahirramaanirrahiim

Akhirnya jadi juga nih blog baru, masih seadanya dan sedemikian rupa. Salam hangat dari pemilik blog  yang apa adanya ini. semoga pegunjungnya betah deh ya..


Oke, kita kenalan dulu. Nama saya Mmmbull (bukan nama sebenarnya, loll), panggil saja Ulya. Mahasiswi Jurusan Al Akhwal Al Syakhsiyah (susah ya bacanya, hehe) aka. Hukum perdata islam di salah satu Universitas berbasis NU di kota Jepara. Saya asli Jepara, lahir dan tumbuh hingga usia 12 tahun di Jepara lalu menghabiskan masa remaja di kota tetangga, Pati. Kemudian pulang ke kampung halaman dan belajar disana, eh disini. Dan pernah menimba ilmu di salah satu Universitas Negeri di Semarang selama dua semester.

Cukup deh kenalannya, cuss lanjut.......
Sebenernya blog bukanlah hal yang baru bagi saya. mungkin bisa dihitung sekitar 4 tahun sejak 2012 saya mengenal blog. sejak lulus sma (eiiehh.. Madrasah Aliyah kalik) dan mulai familiar dengan internet saya sudah tetarik dan tak ragu untuk menjajal dunia blogger. tapi ya itu, karena masa muda yang labil kadang suka gak konsisten menjaga mood. Alhasil sekian tahun saya lewati hanya diisi dengan bikin blog (baru) yang selalu lenyap tak berbekas. Whatever lah, setidaknya saya pernah menjajal beberapa platform blog dengan segala kerumitannya masing-masing. asikin aja lagi!!!



potoh ane nih... yang depan yah :)

Eniwey, meskipun asli putra Jepara, sangat saya akui saya belum faham Jepara seutuhnya. Bahkan, gong perdamaian dunia yang sering saya liat fotonya di medsos pun belum pernah liat. That’s why saya agak rajin kalo diajak piknik, khususnya di daerah Jepara. Ya... meskipun baru hitungan jari, setidaknya bisa lah untuk menjadi awal dari angka lain yang tak terbatas. Kalo ada yang ngajakin jalan jajan, I'm ready to go :D. 



Sekian dulu deh intronya, keknya sih udah cukup. kalo ga cukup, dicukupin aja deh ya, jangan kelebihan. Last words, saya minta maap kalo ada banyak kata yang mungkin sok gaul aka. tak beraturan yang mungkin akan banyak ditemukan di post-post lainnya. But, it is the real me.


See ya.....  Bye!!!
Share
Tweet
Pin
Share
14 komentar
Newer Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (2)
    • ▼  April 2021 (1)
      • Ketika 'Cuan' Menjadi Alasan Untuk Setiap Hal
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates