• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya



Sudah hampir dua bulan aku tak mendapat ajakan piknik. Meskipun jarang di rumah, dolanku tetap ke tempat yang dekat-dekat saja, kalau tidak dekat dari rumah ya dekat dari tempat kerja. Selain itu juga maksimal hanya dua jam aku menghabiskan waktu bersama mereka dengan perjalanan melalui daerah kota yang meskipun sejuk tapi kurang menyegarkan.

Ya, bagiku piknik adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk melepas kelelahan selama bekerja dengan suasana yang berbeda. Meskipun aku anak desa, tapi pemandangan hijau ala persawahan masih menjadi hal yang mengagumkan bagiku. Maklum saja, rumahku berhadapan langsung dengan jalan raya kampung, jadi mau tidak mau aku harus merasakan kebisingan yang lebih dibanding warga kampung lainnya. Beda tipis dengan suasana kota, anggap saja sebelas dua belas.

Hampir setiap minggu selalu ada yang mengajakku piknik. Yang ke sana lah, ke situ lah. Meskipun sudah pernah dikunjungi, rasanya tak pernah bosan untuk sekedar kembali lagi selama cuaca dan keadaan dompet tak menghalangi hehe. Namun, sekira dua bulan ini ada yang berkurang dari kegiatanku yang sebelumnya. Tak ada ajakan piknik. Sekalinya ada, sudah ada agenda lain yang belakangan diketahui ternyata dicancel. Sekali dayung, dua acara terlewati, hiks.


Tamu Tak Diundang


Dua minggu yang lalu saat sedang bersantai, rumahku didatangi dua tamu tak diundang. Sepupuku dari negeri seberang (halah) sedang ingin mengunjungi simbahnya yang sedang sakit. Setelah berbincang cukup lama akhirnya muncullah ide untuk mengajak mereka menikmati es kelapa muda di depan rumah. Rumahku dikelilingi oleh beberapa pohon kelapa yang memang selalu berbuah.

Setelah mereka (berdua) bersusah payah nyonggek (baca-memetik) kelapa, aku siapkan es dan segala alat lainnya. Selesai digepuk, kami langsung mengeksekusi dengan mengambil isi buah kelapa dengan tutup botol bekas. Tak lupa pula dicampurkan dengan sirop, gula, garam dan beberapa butir nasi agar lebih mantab rasanya. Hasilnya tak jauh beda dengan penjual es kelapa muda di pasaran, hehe.



Kami lanjutkan dengan menikmati minuman seadanya ini bersama tahu pong sambil berbincang ngalor ngidul, dari hal penting hingga tak penting. Ternyata piknik bisa dinikmati dengan semudah ini. Tak perlu jauh-jauh ke tempat rekreasi dengan suguhan pemandangan nun jauh disana, depan rumah pun bisa jadi tempat penghibur lara.

Piknik dadakan kamipun terpaksa diakhiri karena hujan segera turun dan makanan kami pun sudah habis, semoga suatu saat bisa terulang lagi bersama anggota keluarga atau teman lain yang berkunjung ke rumah. Semoga timingnya tepat saat buah kelapanay belum beranjak tua hehe.

Ada yang punya pengalaman atau cerita tentang piknik di sekitar rumah? share yuk...

Share
Tweet
Pin
Share
30 komentar

Halo hai, lama gak ngeblog rasanya susah mau nulis lagi. Biasa lah namanya juga labil hehe.
oke, lupakan tentang kelabilanku dan mari kita mulai bahasan kali ini. Kali ini aku mau share Tips biar bibir tetap lembut dan kering meskipun banyak aktifitas di luar ruangan. Tau sendiri lah gimana cuaca sekarang yang lagi hot in buanget. 

Yang paling penting dan utama adalah air putih. Ya, kamu harus banyakin minum air putih. Bukan dalam hal ini aja sih, seluruh aspek yang berkaitan dnegan tubuh manusia biasanya akan dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih atau air mineral. So, aku gak masukan air putih dalam jajaran tips kali ini.

menurut pengalamanku, ada lima hal yang bisa kamu lakuin biar bibir tetap lembut dan gak kering. check this out:
1. Madu.

Siapa yang gak tau tentang khasiat madu yang bejibun? salah satunya bisa untuk melembabkan bibir kering loh. caranya, oleskan madu secukupnya pada bibir kamu sebelum tidur. pijat perlahan beberapa saat dan biarkan semalaman. Usahakan untuk rutin ya, biar hasilnya maksimal.
Kalo aku sendiri sih, karena memang banyakan di dalam rumah jadi seringnya aku olesin aja kalo lagi pengen. Gak perlu nunggu pas mau tidur aja, hehe.
2. Minyak Zaitun

Kandungan vitamin dalam minyak zaitun juga dipercaya mampu menutrisi bibir kering loh. Bisa diaplikasikan sendiri ataupun dengan campuran bahan lain seperti madu ataupun gula pasir. Cara pengaplikasiannya musah banget, tuangkan minyak zaitun ke wadah secukupnya lalu oleskan pada bibir, pijat sebentar dan biarkan hingga mengering atau hilang dengan sendirinya. 
Kalo aku sih biasanya dari botol kecil seukuran minyak angin langsung ditetesin ke jari gitu. Jadi gak perlu makan banyak wadah buat naroh minyak zaitunnya.
3. Gula Pasir

Gula pasir atau gula putih juga bisa buat perawatan bibir kering loh. Tapi berbeda dengan madu dan minyak zaitun, gula pasir harus punya tandem. Gak bisa jalan sendiri. Kalo sendiri jadinya dimakan gak dipake perawatan wkwk.
Caranya ambil satu sendok teh gula pasir dan 4 tetes madu atau minyak zaitun. aduk hingga rata dan membentuk scrub. Jangan encer banget ya. Lalu oleskan pada bibir dan pijat ringan bersama butiran-butiran gula. Lakukan sekira  menit lalu bilas dengan air hangat.

Kamu bisa pakai takaran secukupnya, gak harus 4 tetes. Tergantung tetesannya juga kali ya, gede apa ngga haha. Yang penting bisa jadi scrub dan ga mubadzir nantinya.
4. Bubuk Kopi

Tauu gak sih, bubuk kopi selain bisa dibikin kopi juga bisa dipakai sebagai scrub bibir. Caranya gampang banget. Campur bubuk kopi dengan sedikit air, sedikiiiit saja, jangan terlalu encer nanti malah jadi wedang kopi hehe. Setelah itu oleskan pada bibir dan pijat perlahan sekira 5-10 menit lalu bilas dengan air hangat.
Pastikan campurannya pas untuk ukuran scrub ya, kira-kira kayak lulur badan yang biasa kita pakai. Gak encer dan gak kental banget. 

5. Pasta Gigi

Pernah gak bibir kamu gak sengaja kena pasta gigi pas lagi sikat gigi? rasanya gimana? adem kan? seger-seger gimana gitu ya.
Ternyata pasta gigi bisa untuk mengatasi bibir kering loh. Caranya mudah, oleskan pasta  gigi pada bibir dan ratakan. Tunggu sebentar lalu bilas.
Ohya, kalo merasa pasta gigi terlalu panas jika dioleskan di bibir secara langsung bisa juga kamu akalin dengan menggosok area bibir dengan pasta gigi disaat menggosok gigi. Sebenarnya aku gak recommend pakai pasta gigi sih, karena kurang alami dan panas juga kan. tapi bisa lah dipake kalo lagi buru-buru dan gak punya banyak waktu. 

Nah, itu dia 5 tips dari aku biar bibir kamu gak kering lagi. Semuanya berdasar pengalaman aku karena memang tipe bibirku mudah kering *curhat. Selamat mencoba. jangan sungkan bertanya ataupun berkomentar ya. see ya


Share
Tweet
Pin
Share
16 komentar

Hape, salah satu jenis gawai yang paling mudah dibawa kemanapun. Tinggal selipin di saku aja udah oke, lagi main di air? tenang!, ada kok waterproof case buat Hape. So simple dan sangat fleksibel dibawa kemanapun. Dan..... siapa sih yang gak punya? anak kecil aja hapenya udah Iphone, minimal Oppo lah yang standarnya udah lumayan. Mahasiswa semacam aku ini malah tertinggal jauh dari mereka.

Sejak pertama memiliki Hape, mungkin baru beberapa kali ganti dan baru sekali ini seriusin, eh maksudnya benar-benar terpakai sesuai fungsinya. Dulu pas masih muda dan (sedikit) alay, hape yang kupunya hanya terpakai sebatas untuk sms dan bermain facebook saja. Duh, masalaluku :(.
Akhir 2015, aku membeli Hape Samsung Galaxy Vplus yang saat itu sudah cukup bagus menurutku. Kan dulu belum ada hape dengan kamera yang selfie expert dan perfect selfie kaya sekarang, jadi yaaa... lebih prefer ke kegunaannya aja. Pertama kali menggunakannya aku langsung membeli Hard case yang berbentuk seperti dompet atas saran ibu. Safety banget, gak takut jatuh ataupun lecet. Namun kurang nyaman digenggam karena bentuknya jadi terkesan besar dan gak muat di tangan kecilku.

Setelah itu, aku beralih ke pilihan kedua, soft case, tidak mengurangi kenyamanan tapi justru licin saat digenggam. Tuh kan, gak enak lagi. Dan akhirnya aku putuskan untuk mencari info tentang Garskin yang biasa kulihat di instagram. Setelah menemukan beberapa info tentang bahan dan kelebihannya, akhirnya aku putuskan untuk memesannya di salah satu penjual di Jepara.
Sistemnya harus preorder karena menyesuaikan motif yang dipesan dengan tipe hape yang digunakan. Pertama kali aku pakai motif batik, klasik memang, tapi aku suka. Saat dipasang memang agak sulit. Jika tidak yakin bisa, sebaiknya minta tolong kepada penjualnya untuk memasang demi menghindari kegagalan dan kesalahan fatal.


Setelah terpasang, taraaaaaaaaaaa.... Hapeku jadi makin oke deh. Genggamannya pun nyaman, tidak licin. Dan bagi aku yang, syukurnya, jarang sekali menjatuhkan Hape cukup nyaman dan aman. Sekedar cerita aku punya teman yang kalo pegang Hape tuh sering banget jatuh, entah kesenggol, kena apa atau apa, akhirnya dia memutuskan menggunakan case berbentuk dompet untuk menghindari benturan lebih keras.

Intinya, Garskin bukan sekedar untuk melindungi casing, tapi juga untuk menyamankan pengguna saat menggenggam Hape. Cocok digunakan oleh yang suka lucu-lucuan karena bisa custom motif maupun tulisan yang disuka. Kalo kamu suka teledor atau sering menjatuhkan HHape kamu tanpa sengaja, lebih baik berikan perlindungan tambahan seperti hard case atau apapun yang menurut kamu bisa melindungi Hape kamu. Oh ya, Garskin buat netbook atau laptop juga ada lhoh. Bikin makin kece dan semangat ngerjain tugas nih.

So, kalo menurut aku sih Garskin itu cukup penting bagi yang gak suka hard case, karena selain bikin Hape jadi lucu dan unik, juga bisa lebih jadi lebih nyaman saat digenggam.


Sekian dulu ceritaku tentang Pengalamanku menggunakan Garskin.
Kamu punya cerita tentang hape dan garskin juga? share yuk....
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Maret 2017, tepatnya hari Kamis di akhir bulan, 18 hari setelah pertama kali ke Gardu Pandang Jehan atau sekitar satu minggu setelah Camping Ceria di Pulau Panjang with Komunitas Doyan Dolan, aku kembali ke Gardu Pandang Jehan lagi. Kali ini hanya berjumlah empat orang dan ironisnya, semuanya laki-laki kecuali aku. Awalnya karena memang sedang tidak ada kegiatan karena les libur akhirnya aku putuskan mengikuti mereka saat ada yang membuat ajakan kesana di Personal Message BBM.

Kami berangkat melalui jalan utama dari arah Jepara kota, mellaui Kembang dan jalur menuju Air Terjun Songgolangit dan berbelok ke arah Jehan di pertigaan sebelum Air Terjun. Sesampainya disana, aku sedikit kaget dengan perubahan yang cukup cepat dan drastis. Jika dulu hanya ada sekitar empat Gardu Pandang berbentuk persegi dengan tangga mnuju keatas, kali ini sudah bertambah dengan sebuah miniatur kapal dengan ujung lancip berbendera merah putih.
Gardu berbentuk Kapal

keep safety ya...

aman kok, jangan takut.

harus ada yang berkorban buat foto, nih hehe


tetap gahol donk...
Warung warung kecil yang dulu hanya beralas tikar dan beratap terpal kini sudah memiliki tempat yang lebih baik. Meski masih beratap terpal, setidaknya para penjual bisa menyimpan dagangannya di dalam lemari yang sekaligus menjadi meja tempat makan para pembeli. Mereka pun menyediakan kursi di kanan kiri meja dan beberapa warung bahkan menyediakan hiburan musik yang khas Jepara banget.


Hujan deras banget sampe gelap di bawah

Kami tiba disana pada siang hari disambut dengan hujan deras tepat setelah kami tiba diatas. wow, segarnyaaa. Sejenak menikmati camilan yang kami bawa dari bawah ternyata tak membuat perut kenyang, setelah hujan reda kami pun berjalan menuju salah satu warung. Kamipun memesan mie instan sebagai satu-satunya menu yang cukup mengenyangkan dibandingkan yang lain. Selesai makan, kami baru berkeliling dan berfoto bersama.

Di beberapa spot foto memang sudah cukup aman untuk dinaiki bersama-sama, namun tetap harus menjaga keselamatan diri sendiri mengingat di bawah beberapa Gardu Pandang terdapat jurang yang mungkin akan membuatmu tegang. Bagi yang takut ketinggian sebaiknya tidak perlu naik ke Gardu Pandang yang cukup tinggi ya, atau jika kamu bersama teman atau pacar sebaiknya mintalah bantuan agar lebih aman.



Seperti itulah cerita Piknikku ke Gardu Pandang Jehan Bagian 2. Kamu punya cerita tentang Gardu Pandang Jehan juga?, share yuk...
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Maret 2017, salah satu komunitas di Jepara mengadakan Camping Ceria di Pulau Panjang Jepara. Kebetulan aku sedang free dan memang ingin piknik, maka segera kuiyakan saat ada ajakan mengikuti. Dengan menaiki perahu milik salah satu anggota komunitas, kami pun menyeberang ke Pulau Panjang. Karena sejak siang hujan turun dengan derasnya, maka jadwal kamipun molor cukup lama menunggu hujan kembali reda. Sekira pukul 16.30, hujan sudah mulai reda dan kekhawatiran kami tentang batalnya acara kami pelahan luntur. Dengan menaiki perahu milik salah satu anggota komunitas, kami pun menyeberang ke Pulau Panjang.

Kami tiba disana menjelang matahari tenggelam dengan sambutan pasir yang basah akibat hujan yang hampir seharian mengguyur mereka. Matahari sudah tak lagi nampak karena tersapu mendung yang menambah gelap suasana. Syukurlah kami sudah sampai di Pulau Panjang dengan selamat.
Setelah para Punggawa (baca-anggota pria) memeriksa lokasi yang akan kami gunakan untuk mendirikan tenda, kamipun bergegas kesana sambil membawa perlengkapan yang kami bawa dari rumah. Kompor dua tungku, gas elpiji, panci besar dan alat camping lainnya kami bawa ke tenda besar yang ternyata sudah siap. Memang agak alay ya, camping kok bawa kompor dua tungku, hehe.
Yah, daripada sewa kompor portabel dan harus ngantri masak mendingan bawa aja yag ada. Toh gak ada yang dirugikan kalau alat ini dibawa, peralatan ini milik salah satu anggota yang memang tinggal sendirian di rumahnya. Dan tidak perlu banyak tenaga untuk membawanya sampai ke perahu karena tempat parkir perahunya ada di belakang rumah. Enak, bukan?

Lanjut ke Pulau Panjang, sejak magrib hingga menjelang pukul 20.00, gerimis yang turun tak kunjung reda. Kami banyak menghabiskan waktu di dalam tenda masing-masing. Kami membawa empat tenda, dua tenda untuk pria, satu untuk wanita satu tenda untuk peralatan kami.

Menjelang malam, kami memutuskan untuk makan malam bersama. Di luar ekspekstasi, ternyata panci besar yang tadi kami bawa berisi ayam yang sudah diungkep lengkap dengan bumbu khasnya. Nasi hangat juga telah tersedia disana, tak ketinggalan pula sambal kecap yang menemani ayam nikmat kami. Wah, ini sih piknik paling mewah sejauh pengalamanku.

Tidak ada acara khusus yang kami rencanakan. Tujuan kami semata-mata untuk Camping melepas penat setelah sekian hari berkutat dengan kegiatan harian. Sehingga kami hanya bersantai, ibarat kata hanya berpindah tempat tidur saja hehe. Selesai makan malam, aku dan teman wanita lain memutuskan untuk mengambil camilan dan kembali ke tenda sambil menunggu gerimis sedikit reda. Lama mengobrol, kamipun dilanda kantuk hingga masing-masing dari kami tertidur dengan sendirinya.

Aku terbangun saat waktu menunjukkan pukul 23.00 ketika gerimis sudah reda dan keadaan terlihat sepi. Ternyata teman-teman yang lain sedang memancing di dermaga Pulau Panjang. Aku menyusul sambil berbincaang dengan mereka di bawah payung langit malam yang temaram, duh.

Selepas ngobrol ngalor ngidul, sebagian dari kami menghidupkan api unggun. Sayangnya upaya mereka selalu gagal, Pertamax yang disiramkan ke kayu basah tak mampu membuatnya menyala meski dengan segala upaya. Untunglah ada bantuan dari nelayan yang singgah di Pulau Panjang, kami meminta sedikit solar untuk membantu perapian kami. Syukurlah bisa berhasil dan cukup untuk menghangatkan tubuh kami yang kedinginan sejak sore.

Menjelang Pukul dua dini hari, satu persatu dari kami kembali tidur dan bangun saat matahari agak meninggi. Setelah membersihkan diri dan berkeliling tenda, kami sarapan dengan nasi dan ayam sisa semalam ditemani mie instan goreng yang sungguh lezatnya. Dengan diiringi canda tawa, kami makan dengan lahapnya. Berbagi nasi, lauk dan kebahagiaan bersama. Selepas kenyang, kami pun membersihkan sampah yang ada di sepanjang garis pantai bagian depan dari Pulau Panjang. Ini salah satu agenda yang kami rencanakan sejak awal.


Selepas itu, Aku bersama seorang teman, mbak Ida,menyusul teman kami yang datang dengan rombongan lain, Opal. Kami mengajaknya berkeliling sambil mencari beberapa spot foto yang bagus. dan ini beberapa hasilnya. Gak bagus-bagus amat sih, hehe.




Kemudian kami berkeliling santai bersama-sama. Suasana pagi di sana masih segar, apalagi belum banyak pengunjung yang datang. Sayangnya sampah yang tercecer masih banyak dan tak ada petugas yang membersihkannya. Well, sebaiknya jangan menambah sampah di sana ya, Gais.

Setelah asik berfoto, kami dilanda lelah dan akhirnya hanya duduk-duduk di belakang tenda. Menjelang siang, kamipun berkemas dan pulang dengan hati yang gembira.

Komunitas Doyan Dolan merupakan komunitas dengan anggota yang tidak terlalu banyak namun bisa dikatakan cukup solid dalam hal pertemanan. Pertamaali mengikuti #Piknikfolkom saat di Kedung Paso bersama KPP Pratama Jepara. Setelah itu, setiap kali mereka mengadakan kegiatan aku selalu diajak, salah satunya adalah acara Camping Ceria di Pulau Panjang ini.

Sekian ceritaku tentang Camping Ceria di Pulau Panjang with Komunitas Doyan Dolan. Kapan-kapan aku post lagi eksklusif tentang Pulau Panjang. Punya cerita tentang Pulau Panjang? Share yuk....


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kota Jepara dengan segala kelebihannya di pusat kota tak menyurutkan langkah kaki para pemuda untuk sekedar mlipir ke pedesaan. Selain karena aku anak desa, rasanya udara di perkotaan sudah jauh berbeda dengan di pedesaan yang meskipun tak sesejuk dan seasi dulu, setidaknya masih bisa disebut asri dan sejuk. 

Tahun ini, 2017, menjadi tahun yang asik bagiku. Banyak sekali hal baru yang kutemui, sampai nggak kober nulis di blog, (alibi). Akhirnya berhasil meluangkan waktu ubek ubek galeri cek stok foto, kira-kira apa saja yang bisa jadi konten blog, dan taraaaaaaaa, banyak banget lho ternyata sampe ngingetin kalo aku lama gak bersyukur diberi nikmat sebanyak ini sama Tuhan :).

Foto pertama yang kutemui adalah saat pertama kali ke Gardu Pandang dukuh Sikunir desa Jehan kecamatan Keling. Letaknya cukup jauh dari pusat kota jepara, jauh banget malahan.Saat pertama kali kesana, wisata yang ditawarkan masih seger-segernya. Baru sekitar dua mingguan di push ke media sosial dan langsung banjir pengunjung. Waktu itu wisata Gardu Pandang belum sebanyak sekarang, itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata tersebut.

Kami bersama teman-teman Forum Lintas Komunitas (FOLKOM) yang berasal dari beberapa komunitas di Jepara berangkat pada hari Minggu, 12 Maret sekira pukul 09.00 dengan lebih kurang 20 sepeda motor. Kami juga sempat bertemu dengan beberapa rombongan lain yang juga menuju kesana. Rencananya kami akan mengadakan aksi pungut sampah disana.

Setibanya di sana, kami harus membayar tiket masuk seharga lima riburupiah perorang dan parkir dengan harga yang sama per sepeda motor. Sepeda motor yang kami bawa hanya bisa sampai di tempat parkir dan kami harus melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 700 meter dengan tiga pilihan jalur. Jalur pertama sedikit memutar, sempit dan agak curam, jalur kedua menanjak tinggi namun lebih cepat dan jalur ketiga lebih jauh tapi dengan jalanan yang mudah dan cukup lebar.

Akhirnya kami memilih jalur kedua. Dan benar, jalanannya menanjak dan sempit serta melewati Pohon Pinus di kanan dan kiri kami dengan jarak yang hanya sekitar setengah meter. sesampainya di atas, kami disuguhi hamparan tanah yang lapang serta terkesan miring. Ada beberapa warung kecil yang menjajakan makanan ringan bagi pengunjung yang datang kesana.




Teman-teman penggagas acara ini ternyata sudah berkoordinasi dengan kepala desa terkait kegiatan ini, ada juga dari Dewan Lingkungan Hidup yang membantu kami menyediakan kebutuhan untuk aksi kami. Setelah berdiskusi sejenak dan mengambil foto bersama, kamipun memunguti sampah yang ada disana. Meskipun baru saja dibuka,sampah yang tercecer sudah tak lagi sedikit karena memang belum disediakan tempat sampah.




Setelah melakukan aksi pungut sampah, kami beristirahat di salah satu warung. Aku takjub dengan jumlah pengunjung yang kulihat, banyak sekali. Ada pula ibu-ibu dan bapak-bapak setempat yang juga ada disana. setelah kutelisik ternyata banyak dari mereka yang hanya penasaran dengan apa yang ada disana. Wajar sih, depan rumahnya mendadak ramai oeh wisatawan yang sebelumnya tidak ada sama sekali.

Disana disediakan beberapa Gardu yang menempel pada pohon dengan tangga di bagian bagian bawah sebagai jalan untuk naik. Adapula yang dibuat diatas tanah -tidak menempel di pohon- sehingga bisa muat lebih banyak orang. Tapi harus tetap menjaga keamanan ya, gak boleh selfie dengan gaya ekstrem.

Oh ya, karena di atas hanya ada hamparan tanah lapang yang jarang terdapat pohon maka sudah dapat dipastikan bahwa sinar matahari akan memancar langsung ke tubuh kita. Pengalaman pertamaku kesana membuat wajahku belang sebatas jilbab yang kupakai. Sebaiknya gunakan sunblock atau pelindung wajah saat ke Gardu Pandang Jehan ya...

Sekian dulu kisah piknik ke gardu pandang part satu. nantikan selanjutnya di part 2. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sudah lama Folkom tidak membuat kegiatan, bukannya tak ada agenda tapi beberapa pentolannya sedang disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing. kali ini kebetulan bertepatan dengan bulan kemerdekaan yang biasanya banyak diramaikan dengan beragam perlombaan. kami pun tak mau ketinggalan momen dan berusaha membuat sesuatu yang berkesan bersama folkom di bulan ini.
kegiatan kali ini diadakan di Wana Wisata Akar seribu, Plajan. rencananya kami akan mengadakan beberapa perlombaan untuk memeriahkan kegiatan kali ini. setelah semua sampai di lokasi, kamipun memulai dengan diskusi tentang perlombaan yang akan kami buat. Beberapa perlengkapan sudah aku siapkan dari rumah, seperti kelereng, tali rami, pipet, karet gelang dan balon serta 40 bungkusan hadiah yang akan kami bagikan nanti.

Banyak banget hadiahnya? Buset.

Ups, iya. banyak banget. hehe, karena rencananya akan dibuat sistem pilih hadiah bagi peserta yang menang. Jadi, setiap kelompok atau individu yang menang lomba bisa memilih hadiahnya terlebih dahulu sesuai jumlah anggotanya. Nasibnya yang kalah, pilih hadiah lebih akhir. Tapi bukan berarti yang duluan lebih enak, karena semua hadiah dibungkus koran. perkiraan akan ada lima lomba dengan jumlah peserta yang belum diketahui, makanya banyak banget hadiahnya.
setelah berdiskusi, akhirnya terpilihlah lomba jalan balon sebagai lomba yang pertama. aku bingung sebut namanya, pokoknya mekanisme lombanya kayak gini:

satu kelompok yang terdiri dari 4 orang berjajar kayak anak main ular tangga, nah di belakang tiap anggota kelompok (kecuali yang paling belakang) diberi balon yang sudah ditiup maksimal. mereka harus berjalan sampai ujung garis dan kembali lagi ke garis awal tanpa menjatuhkan balonnya sama sekali.

lomba yang kedua, oper kelereng. mekanismenya seperti ini:

satu kelompok terdiri dari tiga orang. satu orang di pos pertama (garis start), satu orang di pos dua (garis tengah) dan satu lagi di garis finish. tim satu harus membawa kelereng dalam sendok tanpa jatuh menuju tim dua, selanjutnya tim dua harus membawa kelerengnya dengan aman kepada tim tiga dan tim tiga harus bisa membawa kembali kelerengnya ke garis start sebagai tanda kemenangan.
lomba ketiga, oper karet dengan pipet (sedotan). mekanismenya hampir sama dengan lomba kedua namun bedanya tim tiga tidak kembali ke garis start namun meletakkan karetnya di tempat yang sudah disediakan.

lombanya memang hanya tiga jenis, tapi keseruannya melebihi rata-rata. apalagi saat ada rombongan ibu-ibu yang bersedia mengikuti perlombaan saat kami tawari. ibu-ibu yang beragam usia ini mengikuti perlombaan dengan gembira dan menambah keseruan kami tadi.

rencananya, kami juga akan mengadakan upacara di lapangan wana wisata akar seribu ini. namun karena waktu yang sudah siang dan keadaan yang tidak memungkinkan akhirnya kami urungkan. semoga tahun depan bisa terwujud. amin.


akar seribu adalah salah satu destinasi wisata di desa wisata plajan pakisaji jepara. aku pertama kali mengunjunginya bulan juni kemarin. tempatnya asri, nyaman dan sangat sejuk. sejak saat itu, aku jadi sering kesini entah untuk kegiatan pribadi maupun acara bersama. kapan-kapan aku eksplor lebih dalam tentang tempat wisata yang unik ini ya. bye bye...
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Aku mengenal kopi sejak balita. Dulu sewaktu masih diasuh simbah aku sering melihat beliau menumbuk kopi. Tak jarang pula aku mengikuti proses sejak dari panen buah kopi hingga menjadi siap saji. Enak, itu saja yang aku tau kalaitu. Karena kupikir semua kopi memang sama saja dan seperti itu semuanya.
Hingga pada akhirnya setelah menginjak dewasa aku tahu aa acara di televisi yang memahas tentang kopi. Terlihat bagaimana dunia kopi tak sesempit yang aku tahu selama ini, tak sesederhana yang aku lihat selama ini. dan sejak saat itu pula aku tahu bahwa kopi murni yang tanpa dicampuri apapun saat disangrai adalah lebih enak daripada yang tidak murni. Ckckck,,,,
Apalagi sejak saat aku mulai bertemu dengan banyak orang, most of them, menyukai kopi dan akhirnya aku lebih sering ikut minum dan kadang merasa butuh. ah,ikut-ikutan yang bikin nagih nih... hehe. Meskipun sudah berkurang karena sempat ada insiden migrain setelah ngopi dua gelas, dalam hal ini kopi asli. Semoga ndak terulang lagi, amin.
sebenarnya, selain di minum, kopi juga bisa digunakan untuk hal lain lhoh. Berdasarkan pengalaman, justru aku terbantu sekali dengan persediaan kopi di rumah. Meskipun sekarang sudah jarang minum tapi setidaknya aku tetap membutuhkannya. Lalu, apa aja sih kegunaan kopi selain untuk diseduh diminum?
Check it out:
Masker Wajah
Ladies, kamu suka pakai masker wajah? gak ada salahnya lho kamu pakai kopi untuk mengganti produk masker yang biasa kamu beli. Memang terlihat menyeramkan saat dipakai tapi hasilnya bikin tingkat kecantikanmu naik 20 persen, hehe. Masker kopi juga cocok untuk semua jenis kulit lho, aku sendiri sudah memakainya sejak sekitar tiga taun dan tak pernah ada efek samping apapun.
Masker kopi dapat memberikan efek tenang dengan aromanya yang khas. Saat diaplikasikan, akan terasa "trecep-trecep" di kulit wajah yang memberikan efek segar bahkan hingga setelah dibilas. Setelah dibilas, wajah akan terasa lembut dan kenyal serta terlihat lebih cerah dari sebelumnya.
Cara membuat:
Siapkan satu sendok makan kopi dalam wadah masker atau piring kecil.
seduh dengan air hingga mengental dan berbentuk seperti pasta.
Oleskan ke seluruh permukaan wajah kecuali mata, gosok-gosok sebentar selagi masih basah.
Tunggu hingga kering, lalu bilas.

Lulur Badan
Selain sebagai masker wajah, kamu juga bisa memanfaatkan kopi sebagai lulur badan. Manfaatnya banyak lho, selain bisa mencerahkan juga bisa membuang radikal bebas yang menempel di tubuh kita. Kalo aku sih lebih suka lulur kopi karena aroma khasnya dan harganya yang lebih terjangkau. Jika tidak ada kopi buatan sendiri, kamu juga bisa membeli di warung kok. Dari yang ukuran kecil harga seribu rupiah hingga yang berukuran besar. Cara membuatnya sama dengan cara membuat masker kopi , hanya saja perlu menambah sedikit ukuran sesuai yang kamu butuhkan untuk luluran.

Scrub Bibir
Selain untuk kedua hal diatas, ada satu hal lagi yang bisa dilakukan dengan kopi yaitu Scrubbing Bibir. Yups, jika biasanya scrub bibir dibuat dari gula dan madu atau minyak zaitun yang diaduk menjadi satu. Ternyata kopi juga bisa digunakan untuk scrub bibir lho. Kandungan manfaat yang ada di dalamnya mampu melembabkan bibir kering dan jika digunakan secara rutin juga bisa mengembalikan warna alami bibir.
Cara pemakaiannya, setelah kopi diseduh menjadi bentuk pasta oleskan pada bibir dan gosok perlahan hingga kamu bosan, eh, maksudnya hingga beberapa menit. Kalau aku biasanya dua menit sudah cukup. Setelah itu bilas dengan air hangat jika ada, jika tidak bisa menggunakan air biasa.

Itulah tadi beberapa kegunaan kopi selain untuk diminum. Ketiganya bisa dilakukan bersamaan ya, atau jika sedang buru-buru bisa pilih salah satu saja yang dianggap cukup penting. Kalau aku lebih prefer ke masker wajah dan lulur tangan aja, karena wajahlah yang pertama dilihat dan tanganlah yang pertama kali dijabat.
Jadi buat kamu yang gak suka minum kopi, tak ada salahnya mulai sekarang menambah daftar kopi di list belanjaan kamu. Tapi kopinya yang murni ya, bukan kopi susu ataupun yang sudah bercampur gula. Bisa dikerubung semut, hehe.
Kamu punya cerita lain tentang kopi? share yuk....
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yang benar itu Bikin Alis apa Lukis Alis?
Em, kalo menurutku sih terserah yang ngomong aja sih ya, enaknya gimana. Kalo aku lebih enaknya bikin alis tapi lebih setuju Lukis Alis, karena kegiatannya kan Menebali Alis sehingga lebih Indah bukan membuat Alis Baru. Oke ya, suka-suka aja.
Sebenarnya aku bukan pecinta make up, suka aja nggak apalagi cintrong hehe. tapi aku suka aja kalo lihat orang dandan cantik dan macem dengan postur tubuh dan pakaian yang dikenakannya. Meskipun kadang justru kecewa juga karena yang dilihat di foto tidak sama dengan kenyataannya. Seperti pengalamanku saat kondangan di pernikahan salah orang teman. Sebelum berangkat, seperti biasa, sudah banyak foto yang tersebar. Hampir semuanya berkomentar "wah, cantik banget", karena memang si pengantin terlihat sangat cantik dibanding hari biasanya dengan make up seadanya.
Sesampainya di lokasi, aku kaget bukan kepalang karena ternnyata riasan yang tadi terlihat sangat menarik di foto jauh berbeda dengan yang sedang ada di hadapanku. Entah faktor waktu yang sudah cukup lama atau memang kualitas riasan yang tidak maksimal, alas bedak yang melapisi kulit wajah pengantin terlihat sangat tebal dan seperti topeng, ups. Maklum, aku lebih suka riasan natural daripada yang seperti itu.
Sekedar saran saja bagi para calon pengantin, selalu diskusikan dulu model riasan yang akan diaplikasikan di wajah kamu. Tidak semuanya cocok untuk diaplikasikan di wajah kamu ya, jangan sampai momen berharga yang hanya terjadi sekali seumur hidup ini menjadi rusak hanya karena riasan yang hancur berantakan. Jangan berpikir hanya untuk momen foto dari pihak rias saja, sekarang, siapapun maunya foto sama pengantin lho. Biar cepet nyusul, katanya.


Oke. Skip.
Sebenarnya bukan tentang riasan pengantin yang aku tulis, tapi tentang pengalamanku Belajar Lukis Alis. Alis sebagai bagian yang cukup penting dari wajah menjadi salah satu penentu bentuk wajah yang sangat perlu untuk diperhatikan. Lihat deh, kalo alisnya bagus pasti keliatan lebih cantik.
Sebenarnya alisku baik-baik saja, hanya sekedar ingin belajar tekniknya saja. Bersama mbak Jeti, teman kos kala itu, aku dibimbing dengan telaten. Tanpa modal, akupun meminjam pensil alisnya, hehe.

Mungkin bagi sebagian wanita, kegiatan ini adalah hal simpel yang sangat mudah dilakukan. Selain menjadi ritual wajib sebelum bepergian untuk menunjang penampilan. Tapi apalah dayaku yang pegang bedak aja cuma sehari sekali. Touch up?, hehe ngaca aja jarang apalagi buat Lukis Alis.
Dan akhirnya akupun mulai belajar, tidak seluruhnya dilukis tapi hanya bagian pangkal dan ujung saja. Lalu disapu dengan puff hingga merata dan membentuk alis yang proporsional. Dan seperti inilah hasilnya, hehe.



Setelah belajar saat itu, hanya beberapa kali kuaplikasikan di alisku. Bahkan aku sempat mendapat saran dengan menggunakan sikat bekas untuk menyapu bagian alis yang tidak rapi. Dan ternyata memang benar, sikat bekas cukup membantu merapikan alis tanpa harus menggunakan pensil alis.


Ada yang punya pengalaman unik dengan Riasan? Share yuk...
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Sejak mulai peduli dengan kesehatan, Air Putih adalah saran utama yang diberikan dokter kepada pasiennya, termasuk aku. Karena sering merasa tidak cocok dengan minuman manis kecuali teh dan sirop akhirnya aku lebih menyukai air putih daripada harus membeli teh ataupun sirop, kecuali saat di tempat makan. Konsekuensinya, harus rajin nggodog banyu atau isi ulang galon. sejak di rumah (aku ngekos), aku terbiasa minum air putih banyak meskipun aku tau pada akhirnya akan sering buang air kecil. Tapi sedikit Air Putih saja tak pernah cukup untuk membahasahi kerongkonganku, minimal satu gelas.

Kebiasaan ini terbawa hingga aku di kos dan sempat sakit karena kurangnya pasokan air putih. Ada galon besar tapi pihak kos tak memberikan subsidi pada kami yang bisa dibilang tidak akan kuat membawa air sebanyak sembilan belas liter di galon tersebut. Kami pernah memilih mengisi ulang air galon dengan merk ternama tapi rasanya cukup berat di kantong mengingat air isi ulang yang lain sudah cukup untuk membantu kami tak kekeringan.

Dan akhirnya kusempatkan membeli galon yang lebih kecil dengan ukuran sepuluh liter, masih berat sih, tapi lumayan lah untuk mengurangi beban hidup hehe. Selain itu juga ada kran di bagian bawah yang mudah digunakan untuk menuang air, jadi tak perlu angkat berat dulu kalo mau minum.


Sejak saat itu, aku jadi semakin rajin mengkonsumsi Air Putih. Bahkan sempat membuat program minum Air Putih dua liter sehari, meskipun sering gagal tapi setidaknya sudah ada perbaikan hehe. Waktu itu aku sedang menjalankan aksi sehat keiling kos tiap pagi dan sore jadi sok sehat gitu. padahal cuma bentar, haha.

Daaan, sekarang kebiasaan itu mulai luntur. Apalagi setelah mulai bekerja, jarang minum karena malas ke kamar mandi. Tapi di rumah selalu tersedia air minum galon yang selalu diisi ulang setiap kali habis. Hanya perlu sms dan setengah jam kemudian galon berisi air sudah tersedia di rumah.
Meskipun begitu, saat dirumah aku tetap berusaha minum sebanyak mungkin Air Putih. Botol tupperware ukuran dua liter selalu tersedia di rumah dan aku yang lebih banyak menghabiskannya meskipun jarang mengisinya, haha curang ya. Ada yang punya cerita tentang Air Putih sepertiku? share yuk....



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Saya bukan penggemar Drama Korea, Kpop atau apalah yang sejenisnya. Bagi saya semua yang berhubungan dengan hal tersebut seakan tidak menarik dan terkesan berlebihan (baca : alay). Namun sepertinya anggapan itu perlahan luntur. Saya sudah menamatkan dua judul Drama Korea dalam waktu satu minggu. Hwaa.. efeknya parah banget, bikin nagih. Pengen lagi pengen lagi hehe.


Awalnya sih cuma iseng aja minta copy-an film apa aja dari seorang teman yang pengkoleksi film. Tanpa milih-milih lagi kaya mau beli ikan di pasar, asal dicopy aja. Dan karena suasananya cukup bagus untuk menyendiri, maka saya pun capcus mainin filmnya.

Tak disangka tak dinyana, saya pun tehanyut oleh ceritanya. Apalagi melihat para aktor yang ketjeh badai ya kan? :) siapa coba yang gak betah?. Selain para pemain, alur cerita yang bagus juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Mungkin karena saya bukan penikmat film ya, jadi masih awam tentang hal seperti ini.


Korean Drama dengan segala sisi dramatis yang ampuh menghipnotis penonton baik yang baru maupun penggemar lamanya memang tak tanggung-tanggung. Semuanya terlihat begitu sempurna, dikemas dengan apik dan profesional. Banyak adegan penting yang terlihat begitu nyata meskipun sangat sulit membayangkannya. Tidak jauh beda dengan hollywood.

Meskipun begitu, banyak pula alasan untuk tidak menontonnya. Ya, karena tidak semua orang suka menonton apalagi dengan jumlah episode yang berekor panjang. Harus nunggu weekend dulu dan menyiapkan waktu yang panjang untuk menghabiskan seluruh episodenya. Bisa sih dicicil –kaya kredit motor aja-, tapi dijamin rasanya pasti beda sama yang marathon.

Ups, sepertinya saya sudah terhipnotis dengan Drama Korea. Tapi percaya deh, bagus kok, saya aja sampe suka, atau mungkin jatuh cinta, eeaaa. Seperti orang yang jatuh cinta pada umumnya, pasti sulit untuk menentukan apa yang membuatnya jatuh cinta, yakan?. Dan itu terjadi pada saya :( .
Tapi  kalo dari pengamatan awam saya, ada beberapa hal yang menurut saya menarik dan membuat saya betah untuk mengamati k-drama ini, this is it:

·         Yang pertama adalah fashion style yang dikenakan para pemain di K-Drama menurut saya sangat elegan. Cocok dijadikan inspirasi model berpakaian sehari-hari dengan sedikit sentuhan di beberapa bagian tentunya ya. Sesuaiin aja lah sama kebutuhan.
Saya suka style-nya :)


·         Kalo yang kedua saya yakin semuanya pasti sependapat sama saya hehe. Yap, pemainnya ganteng-ganteng dan cantik-cantik kan?, ada yang bilang gak?. Salah satu opsi untuk menyegarkan pikiran yang sedang galau.
Ada yang mau bilang jelek? haha

  Alur cerita yang bagus menjadi poin selanjutnya yang menurut saya cukup menarik. Endingnya susah dibaca, bahkan saya sampai skip ke episode terakhir dulu saking penasarannya. Tapi jangan ditiru ya, bikin semangat nonton jadi turun.

·         Nah, kalo yang terakhir ini yang kadang bikin ngakak. Bahasa korea yang unik (menurut saya) jadi bikin praktekin di dunia nyata. Meskipun taunya Cuma sepotong, yaudah praktekin aja. Tiap ketemu temen disapa dengan bahasa yang sebisanya dan seadanya. Tapi sisi baiknya sih jadi bikin pengen belajar bahasa korea lebih dalam lagi. Sekarang yang familiar cuma anyeonghaseo sama hamsahamida aja.


Sepertinya sih masih banyak lagi yang bikin nonton K-Drama ini makin asik. Mungkin ada yang mau nambahin? Kalo ada yang punya koleksi lama atau baru bolehlah dikasih ke saya hihi. yuk lanjut nonton... jangan lupa siapin cemilan yang banyak ya hehe.


Happy blogging :) 

Sumber gambar : google.com/loverain
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

Assalamualaikum

Kembali bertemu di blog saya yang masih cupu ini. Kali ini saya mau cerita pengalaman saya tentang aktivasi mobile banking di salah satu bank di Indonesia. Ternyata jauh dari pikiran buruk saya tentang kerumitannya, its so easy, Dear.

Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin mengaktifkan aplikasi mobile banking karena jumlah transaksi yang kadang cukup banyak dan membuat malas mengantre berlama-lama di atm. Apalagi bank yang saya titipin uang ini tidak memiliki jumlah atm sebnayak bank lain yang selalu ada di manapun berada. Jadi sepertinya akan lebih mudah jika transaksi dilakukan melalui satu aplikasi saja.

Setelah mencari tau tentang kelebihan, kekurangan dan cara aktivasi akun mandiri mobile di internet, akhirnya saya pun berangkat ke Kantor Mandiri KCP Jepara. Sengaja memilih waktu agak siang karena menurut prediksi saya, pada hari tersebut akan terdapat antrean cukup panjang di CS Bank tersebut.

Entah prediksi saya benar atau tidak, yang pasti pada saat saya sampai di sana dan disambut oleh satpam saya lihat semua kursi di depan CS terisi penuh. “Semoga tidak antre lama”, doa saya saat itu.
Setelah mendapatkan formulir permintaan dari petugas satpam dan dipersilakan mengisi, saya pun mengisi beberapa kolom yang tersedia. Sebenarnya saya agak malas, karena harus mengisi kolom-kolom yang tersedia sesuai dengan kartu identitas. Males ngeluarin ktp aja sih sebenernya hehe.

Formulir permintaan yang perlu saya isi sembari menunggu antrean

Setelah mengisi beberapa kolom yang bisa diisi tanpa melihat ktp, salah satu kursi terlihat kosong dan CS mempersilakan saya untuk menuju ke meja tersebut.

Setelah disambut dengan senyum dan salam serta menanyakan keperluan, akhirnya keluarlah ktp saya dari tas (tentu saja beserta buku tabungan dan kartu atm). Dan kolom yang masih kosong akhirnya dilanjutkan oleh CS tersebut hehe. Lalu saya diminta untuk menyebutkan nomor handphone yang akan didaftarkan untuk sms banking.

Loh, kok sms banking?

Iya, karena mandiri mobile nantinya berhubungan dengan nomor yang digunakan untuk sms banking dan secara otomatis akan mengaktikan sms banking. CMIIW.

Setelah menunggu aktivasi sekitar beberapa menit, gak sampe lima menit sih, saya diminta untuk memasukkan pin sms banking ke mesin atm. Setelah berhasil, selanjutnya saya diminta membuka aplikasi mandiri mobile yang sudah saya download sebelumnya.

Download dulu aplikasinya ya... (:
Saat membuka aplikasi, ternyata jaringan internet di dalam gedung bank tidak stabil. Jaringan yang awalnya 3G mendadak menjadi E. Karena saking lamanya loading aplikasi, akhirnya CS menawarkan untuk keluar demi mencari jaringan yang bagus. Meski masih belum stabil, akhirnya setelah sekitar lima menit aplikasi tersebut bisa terbuka dan saya diminta kembali untuk memasukkan username dengan kombinasi huruf dan angka sebanyak 8 digit. Dan DONE! Aplikasi mandiri mobile sudah bisa digunakan.



Sedikit Tentang Mandiri Mobile

Tentang layanan ini sebenarnya telah dijelaskan di website bank mandiri dengan cukup detail. Saya hanya akan menambahkan beberapa poin saja.

Mandiri mobile dapat digunakan di handphone blackberry, android maupun ios. Namun perhatikan dulu versi layanan handphone-nya ya, karena aplikasi ini masih belum bisa berdamai dengan android versi terbaru. Ini bocoran dari CS yang melayani saya, kabarnya ada nasabah yang tidak bisa melakukan aktivasi karena versi android di handphone-nya adalah versi yang cukup baru.

Jika handphone yang digunakan transaksi adalah handphone dual sim, maka nomor yang didaftarkan sms banking harus dipasang di slot sim 1. Dan menurut CS-nya, hanya bisa digunakan dari jaringan yang terdapat di sim yang didaftarkan tersebut atau jaringan wifi.

Untuk hal ini, saya sempat mencoba untuk membuktikan kebenarannya hehe. Taraaaa.. hasilnya, transaksi tetap bisa dilakukan meskipun jaringan internet yang saya aktifkan bersal dari sim 2. Entah karena saya beruntung atau memang demikian, Idk :)
 .
Taraaaaa.. transaksi berhasil dengan jaringan sim 2
Apa saja yang perlu disiapkan?

Untuk mengaktifkan layanan mandiri mobile ini setidaknya ada beberapa hal yang perlu disiapkan:
  • Kartu identitas, buku tabungan dan kartu ATM
  • Handphone yang support aplikasi mandiri mobile.
  • Sim card yang bisa digunakan transaksi sms banking mandiri. Menurut CS yang menangani saya, semua kartu bisa digunakan kecuali *hree.
  • Kuota data yang cukup untuk melakukan download aplikasi dan transaksi. Untuk handphone dual sim, meskipun menurut pengalaman saya tentang transaksi yang tetap bisa dilakukan dengan jaringan sim2, aplikasi harus didownload dengan menggunakan sim1.
  • Username yang terdiri dari 8 digit kombinasi huruf dan angka serta pin sms banking yang benar-benar aman.

Kurang lebih begitulah ulasan dan cerita saya tentang pengalaman melakukan aktivasi mandiri mobile. Dengan aplikasi ini, saya bisa melakukan banyak hal mulai dari cek saldo, cek mutasi, transfer uang sampai melakukan pembayaran-pembayaran bulanan.



Semoga bermanfaat
Ini ceritaku mana ceritamu?


Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (2)
    • ▼  April 2021 (1)
      • Ketika 'Cuan' Menjadi Alasan Untuk Setiap Hal
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates