• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya



Halo semua...
Sudah sarapan? Makan siang? Makan malam?

Alhamdulillah jika sudah, jika belum yuk segera makan dulu biar kuat menghadapi kenyataan yang tak sesuai ekspektasi. Kaya artikel ini yang isi sama judulnya nggak nyambung sama sekali.

(Ini trik aja biar kamu makin penasaran sama isi tulisan ini, semoga berhasil)

Satu tahun terakhir ini aku tak lagi tinggal bersama orang tua. Aku tinggal di sebuah rumah kerabat teman yang tak ditinggali pemiliknya. Sebelumnya, rumah ini sudah ditinggali dua temanku. Dan karena sebuah alasan, maka aku diajak untuk ikut tinggal di rumah tersebut.

Rumah standar pengembang tipe dengan tambahan bagian dapur cukup lebar ini sudah lengkap dengan perabot dan alat elektronik. Ya, karena rumah ini sudah sempat ditinggali beberapa waktu oleh pemiliknya.

Di rumah ini pula sudah disediakan tempat dan sarana mengajar les yang cukup lengkap. Lisensi tempat mengajar les baca yang resmi pun telah ada. Pengetahuan masyarakat tentang tempat les di rumah ini pun sudah cukup banyak. Tak perlu banyak promosi lagi, cukup dari mulut ke mulut dan para orang tua murid yang memerlukan jasa les baca kami bisa langsung datang ke rumah.

Bagai sebuah jawaban dari doa-doaku selama ini, aku bisa hidup secara mandiri dengan pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhanku. Rasanya senang sekali. Bahkan kadang aku merasa sudah seperti ibu-ibu komplek yang harus memikirkan menu esok hari dan tumpukan cucian dan debu yang harus segera dieksekusi.

Tak apalah, aku anggap sebagai proses belajar menjadi ibu-ibu yang sebenarnya. Bahkan jika ada yang sering memantau tweetku, aku sempat berbagi bagaimana rasanya diapeli pacar dan harus menyiapkan segalanya sendiri. Antara senang dan takut, senang bisa belajar namun takut jika masakan yang kubuat tak enak biarpun cuma telur dadar seperti di twit yang pernah aku buat ini. 
Aku dewe untunge gek gak pengen njaluk aneh-aneh. Yo antara ngerti keadaane mbe emang lg ga pengen.

Ketimbang ngajak mam ning jobo mending tak takoni wae "maem opo mas?, enek ndog, mie, sosis, segone y ise akeh".

"Ndog dadar wae, karo teh ya. Awakku g penak"

"Siaaap"
— Biji Gandum Rontok (@HaiUlya) October 29, 2018


Belanja

Karena hidup hanya bertiga tanpa sosok yang dituakan, kami bertiga jadi lebih bebas dalam hal menentukan makanan. Tak perlu mewajibkan ada makanan di meja makan setiap hari, tak ada komplain tentang menu makanan yang itu-itu saja, tapi tetap ada saja drama bumbu habis atau stok telur yang kebanyakan di kulkas.

Pola makan kami jadi lebih variatif dan tak teratur. Awal tinggal disini, aku masih sering sakit dan sempat terkena penyakit lambung karena malas makan. Namun semakin kesini kami jadi lebih fleksibel, jadi lebih mudah menentukan makanan yang akan masuk ke perut. Sudah hafal dengan jadwal tukang sayur, resep masakan sederhana hingga jadwal bumbu habis. Meskipun kadang masih dibumbui dengan komplain pada diri sendiri masing-masing karena tak menyediakan stok mie instan.

Beberapa bulan terakhir, aku jadi lebih sering memasak sendiri. Selain untuk memangkas pengeluaran yang besar, juga untuk mengasah skill memasak sedini mungkin. Jangan tanya masak apa aja, bumbunya apa aja, ujung-ujungnya tetap menu tumisan dengan bumbu trio andalan, cabai-bawang merah-bawang putih.

Biarpun begitu, berkali-kali masak dengan bumbu yang sama pun kadang beda rasa dan nikmatnya. Padahal bumbu dan takarannya sama. Ada-ada saja ya. Aneh.

Sebelum masak, biasanya aku sempatkan diri untuk berbelanja bahan masakan yang sedang aku inginkan. Paling sering masak sayuran aja, soal protein hewani serahkan pada telur atau ikan asin yang selalu tersedia di wadahnya.

Saat berbelanja biasanya aku sekalian mempersiapkan bumbu-bumbu dan kebutuhan dapur lainnya, seperti minyak goreng, bumbu penyedap, cabai, beras dan sebagainya. Jika terlalu banyak, biasanya aku membawa catatan kecil yang berisi list belanjaan. Meskipun cuma aku yang bawa catatan saat berbelanja diantara para ibu-ibu komplek, aku tetap pd saja karena memang dirasa perlu.

Kenapa Harus Ngelist Dulu Sebelum Belanja?

Tentang list yang aku tulis diatas, sebenarnya tak cuma saat belanja kebutuhan dapur saja aku gunakan tips ini. Tapi juga untuk kepentingan belanja lainnya seperti ketika belanja kebutuhan ATK di swalayan ataupun kebutuhan pribadi seperti bedak, lipstik dan kosmetik lainnya. Aku lebih suka menulisnya secara manual lalu melipatnya sekecil mungkin dan dimasukkan ke dalam saku terdalam celana.

Bagiku, membuat list sebelum belanja memiliki banyak kelebihan diantaranya sebagai berikut:

1. Hemat Waktu

Ketika daftar belanjaan yang harus dibeli sudahada di genggaman, tentunya kita sudah tahu barang apa saja yang akan dibeli. Langsung ke posisinya, ambil lalu hitung dan bayar. Tak perlu banyak berpikir lagi untuk menentukan penting tidaknya barang tersebut untuk dibeli. Jadi masih banyak waktu yang kita miliki untuk kepentingan lainnya. 

2. Anggaran Keuangan Lebih Terkontrol

Dengan daftar belanja, kita dapat menentukan barang yang akan dibeli sejak dari rumah. Pertimbangan harga pun bisa diperkirakan sejak dari rumah. Naik seribu dua ribu tetap bisa lah diakomodir dengan tarik ulur dari barang lainnya. Tapi setidaknya kita bida berbelanja sesuai budget yang telah disediakan. Secara tidak langsung kita mendapat komando bahwa kita tak boleh membeli barang selain yang ada di daftar belanja.

3. Lebih Mudah menemukan Barang Yang Dicari

Seharusnya poin ini ada di poin pertama, tapi karena sudah tertulis di nomor tiga jadi biarkanlah menetap disini saja. seperti halnya di poin pertama, mengantongi daftar belanja artinya sudah mengerti barang apa saja yang akan dibeli. Di bagian apa, label apa, merk apa, ukuran berapa, semuanya sudah siap dan tinggal cari di rak bersama teman-temannya. Dengan demikian, mudah sekali menemukan barang yang dicari secepat yang kita bisa.

Pengalaman terakhir sebelum menulis tulisan ini, aku berbelanja ATK dan alat olahraga untuk persediaan di rumah. Aku ingat sekali waktu itu pukul 09.45 pagi, yang artinya kurang lebih 20 menit lagi aku harus pulang karena anak-anak les sudah datang. Ditambah perjalanan Pulang pergi 10 menit, belum lagi jalan kaki dari parkiran ke area ATK. Dan alhamdulillah, sesuai ekspektasi waktu dan rincian belanja, tak lebib dari 15 menit di dalam dan sudah bisa membawa pulang belanjaan senilai lebih dari 200.000,-. PAstinya telat juga pulang ke rumah karena memang mepet sekali, tapi setidaknya tak menunggu terlalu lama karena sudah ditentukan daftar belanjaannya.

Kamu juga suka ngelis dulu sebelum belanja nggak sih?
Share yuk...!
Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar

    Memiliki bayi merupakan kebahagiaan luar biasa bagi banyak pasangan. Pertumbuhan dan perkembangan nya selalu menjadi acuan keberhasilan orang tua dalam menjaga si kecil. Untuk itu tidak heran jika orang tua selalu memantau tumbuh kembangnya dan seringkali dibuat khawatir jika tidak sesuai dengan tabel perkembangan anak pada umumnya. Padahal sebenarnya tumbuh kembang anak tidak selalu sama. karena nutrisi, lingkungan serta pemberian kasih sayang juga berbeda. Untuk itu jangan terlalu mengeluh, Anda hanya perlu memberikan yang terbaik bagi anak Anda dengan nutrisi seimbang, serta kasih sayang yang melimpah. Berikut ulasan tentang tumbuh kembang anak yang harus Anda ketahui.

    Pada bayi yang berumur 0-3 bulan, bayi sudah mulai belajar dengan aktif untuk menegakkan kepalanya. Otot-ototnya sudah berkembang kuat sehingga sudah bisa menopang kepala. Dia sudah belajar untuk  menopang tubuhnya dengan lengan serta sudah bisa tengkurap bahkan berguling. Saat ada benda-nemda di sekitarnya dia akan berusaha untuk meraihnya. Ini juga bisa menjadi stimulasi bagi si kecil untuk semakin menguatkan otot-ototnya dengan cara memberikan mainan agak jauh sedikit dari jangkaunnya kemudian goda dia agar mengambil mainan tersebut. Hal ini akan semakin meningkatkan otot punggung, tangan dan kakinya. Saat bayi sudah menginjak umur 3-6 bulan perkembangan motorik kasarnya semakin pesat ditandai dengan kemampuannya untuk menopang kepala dengan otot punggungnya agak lama, berguling dengan aktif serta mampu menahan baban tubuhnya dengan kedua lengannya. Hal ini akan berpengaruh terhadap kmampuan merangkaknya esok hari. Selain kemampuan motorik kasar, dia juga mengalami perkembangan pada motorik halusnya. Hal ini ditandai dengan kemampuannya untuk menggenggam tangan serta mainan ataupun makanan jika sudah diberikan MPASI, serta daya eksplorasinya dengan memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Hal ini perlu adanya pengawasan agar tidak terjadi kejadian fatal yang tidak diinginkan.

    Saat bayi sudah berusia 6-9 bulan, dia sudah mulai bisa duduk sendiri tanpa bantuan, melakukan hal-hal yang dia sadari benar. Hal ini terlihat dari caranya berpindah. Dia akan melakukan berbagai cara seperti berguling dan mencoba untuk merangkak. Bahkan dia juga sudah mulai mau belajar untuk berjalan dan sangat antusias saat Anda menuntunnya. Tidak hanya keterampilan motorik kasarnya, buah hati Anda juga menagalmai perkembangan pada motorik halusnya. Hal ini terlihat dari kemampuannya untuk memegang benda-benda yang ada di sekitarnya, bahkan dia sudah mulai bisa menentukan mana barang favoritnya. Dia akan sering terlihat mengamati barang-barang disekitarnya dan mempelajari sifat-sifatnya seperti bantuk, ukuran bahkan warna. Karena memang pada umur ini bayi sudah mulai bisa melihat dan aktif belajar. Anda bisa menstimulasinya dengan memberikan warna yang sama pada bentuk yang berbeda atau sebaliknya kemudian mengelompokkannya sesuai dengan kreasi Anda. Jika bayi sudah berumur 9-12 bulan, maka ini adalah saat Anda harus menyiapkan energi ekstra untuk menemaninya mengeksplor sekitar. Dia akan lbih sering mengajak Anda untuk menuntunnya berjalan kesana kemari hingga akhirnya dia bisa melangkah tanpa bantuan siapapun dan Anda akan dibuat bangga olehnya. Kemampuan motorik halusnya juga akan berkembang pesat. Dia akan mulai sering memegang dan menjatuhkan benda. Jangan terburu marah karena ini juga bagian dari proses belajarnya. Kejadian ini akan melatih koordinasi mata dan tangan serta melatih penglihatannya untuk melihat dengan lebih tajam karena adanya kecepatan benda saat jatuh.

    Ulasan di atas semoga dapat membantu Anda untuk mendapatkan informasi serta stimulasi yang tepat untuk buah hati Anda. Agar pertumbuhan dan perkembangannya di masa depan dapat berjalan dengan normal.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar


Hai... Aku Ulya!

Kegiatan harian memang mengasikkan, apalagi jika dibayar dan sesuai dengan passion yang memang diimpikan. Setiap orang tentu memiliki aktivitas yang berbeda, bukan?. Meskipun judul profesinya sama, tentu yang dilakukan akan berbeda masing-masing orang. Adapun orang lain hanya punya mata dan mulut yang bisa digunakan untuk mengamati dan mengomentari, bahkan kadang nyinyir.

Kita sendiri sebagai pelaku cukup menjalankan kegiatan kita saja. Usahakan dilakukan dengan ikhlas, sabar dan tawakkal meskipun banyak aral melintang.

Seperti halnya aku yang setiap hari lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, mengutak-atik sosial media sambil menunggu kedatangan peri-peri kecil yang kadang jadi moodboster dan inspirasi tersendiri. Tak bisa dibilang nganggur, apalagi sibuk. Karena memang semua kegiatan aku lakukan dari dalam rumah. Bahkan banyak pula yang meragukan jika aku bekerja karena memang sering selo dan paling bisa diajak meet up dan jalan kemana aja.

Mulai Suntuk

Meskipun sesuai passion, kegiatan yang monoton tentu akan menyebabkan kebosanan. Bosan yang masih dalam taraf ringan mungkin masih bisa diredam dengan bermain game, bermain bersama anak-anak atau berwisata ke negeri sosial media. Bosan yang menumpuk dan beranak pinak pun kadang jadi sebab pekerjaan tak selesai dengan baik, keprofesional-an menurun dan akibatnya rejeki seakan menyempit padahal memang kerja kita yang kurang bagus.

Nah, bosan yang menumpuk seperti ini biasanya berujung suntuk. Aku nyerah deh kalo udah suntuk, biasanya ada aja masalah eksternal yang ikut nimbrung dan bikin tambah runyam. Pasrah, dan lari keluar rumah. Seperti yang aku alami minggu lalu. Awal bulan yang entah kenapa jadi suntuk karena beberapa minggu (baca : weekend ) lebih banyak di dalam rumah. Beberapa hari kerja sempat keluar sih, tapi kan judulnya ada kepentingan, bukan jalan-jalan!

Ritual Melepas Suntuk Ala Aku

Karena weekend lalu aku harus pulang ke rumah, padahal lagi pengen pengennya jalan-jalan. Seingatku, tiga minggu yang lalu aku keluar bersama seorang teman. Itupun sebentar dan banyak makannya, huhu. Akhirnya aku bela-belain minta diajak jalan-jalan sama doi. setelah negosiasi panjang lebar sampai bela-belain bangun pagi dan nelponin dia biar segera bangun juga, akhirnya kita punya waktu buat keluar setelah sekian lama ((SEKIAN LAMA)). 

Kami berdua pergi jalan-jalan tak leih dari 2 jam. Itupun ditambah mampir ke kantor BPJS Ketenagakerjaan dan sarapan. Jadi kurang lebih waktu yang digunakan untuk jalan-jalan setelah terima bersih adalah hanya 1 jam. Apa saja yang kami lakukan dengan waktu sesingkat itu?

Ke Pantai!

Ya, Pantai adalah salah satu tempat favoritku. Tak banyak yang kami lakukan disana, bahkan memegang airnya pun tidak sama sekali. Bahkan dia tak turun dari motor. Ha? Kok bisa?
Melepas suntuk semudah melakukan hal yang aku inginkan. Bahasa simpelnya adalah selama keinginanku terturuti aku akan bahagia. Simpel kan? Masih mau bilang kalo cewek sulit dimengerti? Haha.

Sesampainya di pantai aku hanya duduk di tempat duduk yang paling dekat dengan pantai, diam, memandang sekitar. Mengambil beberapa foto sekitar kemudian pindah lokasi. Mengulangi hal yang sama kembali. Dengan sedikit bumbu obrolan hangat yang tak lebih dari 10 menit tentang keadaan di daerah pesisir sedikit menambah wawasan baru dan yang terpenting menambah intensitas komunikasi hingga jadi lebih baik.

Kami pulang sekira pukul 9:30 karena hendak mampir ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan dan warung makan untuk sarapan. Selain itu juga karena jam 10:15 biasanya sudah ada peri-peri keci yang datang untuk belajar. Setelah satu persatu terlewati, kami pun pulang kerumah bertepatan dengan datangnya salah satu murid luar biasa yang selalu datang setiap hari bersama sang ibu. Sunguh waktu yang tepat dan meyenangkan hari itu. 

Terimakasih sudah menjadi partner yang hebat, mengerti aku dan kebutuhanku (lebih tepatnya keinginan sih).

Alhamdulillah, begini enaknya tinggal di kota dengan banyak pilihan pantai yang bisa dikunjungi. KAlo kamu, suntuknya dibuang kemana nih? Share yuk!
Share
Tweet
Pin
Share
27 komentar

Sebagai blogger yang masih terus belajar dunia blog, tentunya aku tak pernah lepas dari internet. Entah melalui media smartphone maupun laptop dan sejenisnya. Hampir setiap jam selalu berhubungan dengan internet, kecuali saat tidur karena selalu flight mode yang aku pilih demi ketenangan tidurku setiap malam. Berhubungan dengan internet, mau tak mau harus sanggup melihat godaan yang berseliweran dimana-mana. Entah di media sosial atau di running commercial yang sering muncul tiba-tiba. Dan sebagai perempuan, wajar dong aku mupeng banget sampai ke ubun-ubun paling atas.

Biasanya, setelah kejadian mupeng seperti itu akan berlanjut pada sengaja mencari produk yang dirasa perlu dan butuh. Meskipun pada akhirnya gagal beli karena dirasa kurang perlu dan kurang butuh pada saat itu. Sebut saja windows shopping.

Ada yang sering kaya gini? Atau cuma aku aja ya?

Berbelanja online, saat ini, memang sudah menjadi hal yang biasa dan lumrah dilakukan oleh siapapun. Mulai dari produk standar yang ringan dan mudah dibawa hingga yang berat dan butuh jasa ekspedisi khusus untuk mengirimkannya, seperti furniture, hiasan dinding yang super besar dan lain sebagainya.
Berbelanja tanpa keluar rumah menjadi satu daya tarik tersendiri bagi kaum millenial yang cenderung malas keluar rumah tapi sulit menahan rasa pengen beli ini, pengen beli itu yang menggebu. Meski tak melihat barangnya secara langsung, tapi dari gambar yang dipajang sudah sanggup memberi kesan bahwa barang tersebut layak dibeli. Huh, dasar laper mata!

Wishlist Adalah Koentji!


Kalau sudah begini, aturannya harus dirubah dan perlu tegas pada diri sendiri. Sebisa mungkin membeli barang yang memang dirasa perlu dan memang dibutuhkan. Salah satu caranya adalah dengan membuat wishlist. Wishlist yang kubuat ini  berdasarkan pada barang yang aku incar sejak beberapa bulan yang lalu di online shop secara acak. Beberapa masih berdasar pada asas keinginan dan selebihnya menggunakan asas pengen aja. (please jangan ketawa di paragraf ini)

Kenapa Wishlist?

Meskipun agak gimana gitu, tapi pasti ada aja yang nanya kaya gini. Dan harap maklum, karena aku bukan bagian dari kaum crazy rich yang bisa belanja apa aja kapan aja tanpa perlu pikir panjang. Jadi ya harus dibikin daftar pembelian lengkap dengan daftar harganya sesuai budget yang pas pasan. Jika belum bisa dibeli sekarang, dicatat saja dulu agar tak lupa sambil menunggu kesempatan yang tepat.
Selain itu, mencatat wishlist juga dapat membantu kita mengambil keputusan untuk membeli barang kebutuhan lainnya yang benar-benar kita butuhkan. Sehingga budget yang ada bisa 
dialokasikan ke dua objek berbeda namun sama urgentnya.

Alhasil, kebutuhan dan keinginan bisa terwujud meskipun nyicil satu persatu. Dan inilah penampakan Wishlistku yang receh, Saudara Saudara....

Hwaaa... Ada Festival Belanja Lazada 11.11

Asik nih, saat baru mikirin gimana bikin wishlist penuh tanda checklist, ternyata ada kabar gembira untuk kita semua (dilarang nyanyi). Sebentar lagi akan ada Festival Belanja Lazada 11.11, yaitu Diskon Terbesar 24 Jam dari Lazada. Sesuai namanya, festival ini akan berlangsung pada tanggal 11 bulan 11. Karena hanya terjadi setahun sekali dan masih awal bulan, sepertinya sangat sulit dilewatkan.

Pada hari tersebut, selama 24 jam, lazada akan memberikan banyak diskon dan promo yang bisa kamu dapatkan sambil mengisi weekend karena kebetulan tanggal cantik 11.11 ini jatuh pada hari Minggu. Beberapa program menarik 11.11 yang ditawarkan Lazada adalah Wonderland, Shake It, Slash It dan Flash Sale. Untuk lebih lengkapnya langsung aja cuss buka aplikasinya di hpmu sekarang.
Bocoran dikit, nih! 



Aku sendiri sengaja mengosongkan jadwal di hari Minggu ini demi bisa belanja di lazada sepuasnya. Cukup siapkan posisi duduk yang uenak, kuota yang mencukupi dan selalu pegang catatan wishlist di tangan. Semoga bisa membeli minimal setengah dari wishlistku, atau mungkin semuanya jika diijinkan. Yakin aja sih, namanya Festival Belanja pasti banyak diskon tak terkira, bahkan hingga 99% atau Hampir Gratis. Yuk rayain hari kemerdekaan belanja ini dengan bijak, sampai jumpa di 11.11 ya!
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ►  2021 (2)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ▼  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ▼  November 2018 (4)
      • Kenapa Harus Ngelist Dulu Sebelum Belanja?
      • Mengenali Tumbuh Kembang Bayi Umur 0-12 bulan
      • Ritual Buang suntuk Ala Ulya
      • Antara Aku, Wishlist dan Festival Belanja 11.11 La...
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates