Sejak kedua temanku mulai bekerja di luar rumah dan aku yang menjadi penjaga rumah, aku jadi lebih banyak menghabiskan waktu sendiri. Imbasnya, jadi semakin banyak waktu untuk makan saat tak ada yang dilakukan. Heheu.
Bahkan, beberapa minggu lalu berat badanku sempat naik. Ya, karena aku banyak makan. Bentar-bentar, makan. Dikit-dikit, makan. Dan entah kenapa aku jadi doyanan makanan apapun, apakah aku sudah menjadi omnivora? Apapun itu, aku tetap senang karena masih bisa makan dengan lahap. Dan itu artinya aku masih diberi kesehatan oleh yang maha kuasa.
Kegiatan yang monoton membuatku mudah bosan dan merasa waktu berjalan cepat sekali. Alhasil, aku jadi mudah lapar. Sedikit "wagu" tapi emang gitu koook, aku jadi sering laper akhir-akhir ini. Sayangnya, mulutku jadi makin manja karena harus milih-milih makanan. Sayangnya lagi, aku turutin semuanya. Lha kok jadi banyak sayangnya, jangan baper ya.
Banyak Pilihan Lauk
Sebenarnya, di sekitar sini banyak sekali penjual sayur. Dari yang mangkal pagi-pagi sampai yang keliling di siang hari. Dari yang masih mentah sampai yang sudah matang dan tinggal makan aja. Jadi, menu makanan adalah hal yang cukup mudah dipenuhi. Yang penting bisa masak dan tau caranya.
![]() |
| Yaaah, Gosong deh |
Tapi, sekarang hal semacam itu sepertinya tak sulit lagi ya. Semua informasi sudah bisa diakses melalui genggaman tangan. Apapun bisa didapatkan melalui smartphone. Tapi skill tetaplah skill, apapun resepnya, kalau memang tangannya kurang terampil rasanya akan tetap pas pasan. Seperti di post aku sebelumnya,......
Akhirnya aku jadi sering memilih masakan yang enak namun simple. Lebih bagus lagi jika gizinya lengkap. Salah satu masakan simple pilihanku adalah olahan ikan asap. Selain karena aku lebih suka ikan (dibanding ayam), harganya juga lebih murah dan bisa dibeli satuan. Selain itu, ikan asap juga lebih awet dan tidak berbau amis seperti ikan segar. Maafkan tukang masak pemula yang masih sungkan dengan bau amis ini. 😂
Balada Ikan Asap
Ikan asap yang harganya lebih murah dan jauh dari amis ini banyak sekali pilihannya. Bahkan di Jepara banyak sekali sentra pusat produksi ikan asap. Kalau mau yang terbukti segar ya bisa langsung datang ke lokasinya. Biasanya aku cari di daerah Demaan, kec. Jepara. Atau saat pulang ke rumah bisa pesan ke pamanku yang berjualan ikan asap keliling. Beliau mengambil langsung dari para pengasap (eh, bener ga sih ini nyebutnya) di desa.
Jika tidak bisa mendapatkan yang segar langsung dari pengasappun sebenarnya tak perlu khawatir. Karena konsep pengasapan ikan memang diatur sedemikian rupa agar ikan tetap bisa dimakan dalam waktu yang cukup lama. Mengulur waktu, istilahnya. Tentunya dengan citarasa yang berbeda dan lebih menggoda.
Tentang harga, harga dari pengasap memang jauh jauh jauh lebih murah dibandingkan setelah dijual di warung. Apalagi di warung dekat kota seperti tempat tempat tinggalku. Harga yang dibandrol pun tergantung ukuran dan jenis ikan yang digunakan. Mulai dari 2.500-8.000 rupiah per biji untuk di sekitar kota sudah terbilang murah. Tapi di kampungku, aku bisa mendapatkan 4 biji ikan asap dalam satu bungkus dengan harga 6.500 rupiah. Beda tempat, beda harga, beda pula jenisnya.
Olahan Ikan Asap Andalanque
Aku sudah pernah bilang kan kalau aku tak bisa masak enak. Semuanya masih dalam tahap coba-coba yang banyak gagalnya. Oleh karena itu, aku jadi jarang masak karena takut gak enak. Ahaha, alasannya gak masuk akal ya. Tapi begitulah adanya.
Tapi (lagi), aku tetap berusaha memasak untuk makan. Tak sehat juga kalau jajan terus-terusan. Masakan pilihanku tentu yang simpel, mudah dan dengan bumbu yang tak terlalu banyak. Ya, paling tumisan yang bumbunya cuma cabe, bawang merah dan bawang putih yang diiris tipis lalu ditambah garam dan gula. Selain itu, sambal juga menjadi pilihan lain yang menjadi pelarianku. Sambal apapun, sambal tomat, sambal terasi, sambal kecap atau sambal plelek. Sesuai dengan bumbu yang tersedia di dapur.
Yang menjadi salah satu andalanku adalah Sambal Kecap. Bahannya mudah didapat, tak perlu nguleg dan bisa dikombinasikan dengan lauk apapun. Kali ini aku akan berbagi Resep Ikan Asap Sambal Kecap plus Tempe Bakar yang selalu jadi pilihanku saat lapar dan malas memasak macam-macam.
1 potong/ekor ikan asap
½ papan tempe, potong agak besar
3 siung bawang merah
3 buah cabai
garam secukupnya
lada bubuk secukupnya
kecap secukupnya
Cara Membuat:
1. Hangatkan Ikan Asap di atas panggangan (aku potong dua karena untuk dua kali makan).
2. Panggang Tempe di atas panggangan setengah matang.
3. Iris tipis cabai dan bawang merah, masukkan dalam mangkok tambahkan garam, lada dan kecap secukupnya. Aduk hingga rata.
Wew, simpel banget kan? Emang iya. Ini adalah menu andalanku saat sedang malas memasak berat. Asal ada persediaan Ikan Asap, hayuk aja masak kaya gini. Simpel dan enak.
Ini resep Ikan Asap Andalanku. Kamu?










































