• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya

Ikanasap

Sejak kedua temanku mulai bekerja di luar rumah dan aku yang menjadi penjaga rumah, aku jadi lebih banyak menghabiskan waktu sendiri. Imbasnya, jadi semakin banyak waktu untuk makan saat tak ada yang dilakukan. Heheu.

Bahkan, beberapa minggu lalu berat badanku sempat naik. Ya, karena aku banyak makan. Bentar-bentar, makan. Dikit-dikit, makan. Dan entah kenapa aku jadi doyanan makanan apapun, apakah aku sudah menjadi omnivora? Apapun itu, aku tetap senang karena masih bisa makan dengan lahap. Dan itu artinya aku masih diberi kesehatan oleh yang maha kuasa.

Kegiatan yang monoton membuatku mudah bosan dan merasa waktu berjalan cepat sekali. Alhasil, aku jadi mudah lapar. Sedikit "wagu" tapi emang gitu koook, aku jadi sering laper akhir-akhir ini. Sayangnya, mulutku jadi makin manja karena harus milih-milih makanan. Sayangnya lagi, aku turutin semuanya. Lha kok jadi banyak sayangnya, jangan baper ya.

Banyak Pilihan Lauk

Sebenarnya, di sekitar sini banyak sekali penjual sayur. Dari yang mangkal pagi-pagi sampai yang keliling di siang hari. Dari yang masih mentah sampai yang sudah matang dan tinggal makan aja. Jadi, menu makanan adalah hal yang cukup mudah dipenuhi. Yang penting bisa masak dan tau caranya.
Yaaah, Gosong deh

Tapi, sekarang hal semacam itu sepertinya tak sulit lagi ya. Semua informasi sudah bisa diakses melalui genggaman tangan. Apapun bisa didapatkan melalui smartphone. Tapi skill tetaplah skill, apapun resepnya, kalau memang tangannya kurang terampil rasanya akan tetap pas pasan. Seperti di post aku sebelumnya,......

Akhirnya aku jadi sering memilih masakan yang enak namun simple. Lebih bagus lagi jika gizinya lengkap. Salah satu masakan simple pilihanku adalah olahan ikan asap. Selain karena aku lebih suka ikan (dibanding ayam), harganya juga lebih murah dan bisa dibeli satuan. Selain itu, ikan asap juga lebih awet dan tidak berbau amis seperti ikan segar. Maafkan tukang masak pemula yang masih sungkan dengan bau amis ini. 😂


Balada Ikan Asap

Ikan asap yang harganya lebih murah dan jauh dari amis ini banyak sekali pilihannya. Bahkan di Jepara banyak sekali sentra pusat produksi ikan asap. Kalau mau yang terbukti segar ya bisa langsung datang ke lokasinya. Biasanya aku cari di daerah Demaan, kec. Jepara. Atau saat pulang ke rumah bisa pesan ke pamanku yang berjualan ikan asap keliling. Beliau mengambil langsung dari para pengasap (eh, bener ga sih ini nyebutnya) di desa. 

Jika tidak bisa mendapatkan yang segar langsung dari pengasappun sebenarnya tak perlu khawatir. Karena konsep pengasapan ikan memang diatur sedemikian rupa agar ikan tetap bisa dimakan dalam waktu yang cukup lama. Mengulur waktu, istilahnya. Tentunya dengan citarasa yang berbeda dan lebih menggoda. 

Tentang harga, harga dari pengasap memang jauh jauh jauh lebih murah dibandingkan setelah dijual di warung. Apalagi di warung dekat kota seperti tempat tempat tinggalku. Harga yang dibandrol pun tergantung ukuran dan jenis ikan yang digunakan. Mulai dari 2.500-8.000 rupiah per biji untuk di sekitar kota sudah terbilang murah. Tapi di kampungku, aku bisa mendapatkan 4 biji ikan asap dalam satu bungkus dengan harga 6.500 rupiah. Beda tempat, beda harga, beda pula jenisnya. 

Olahan Ikan Asap Andalanque
Aku sudah pernah bilang kan kalau aku tak bisa masak enak. Semuanya masih dalam tahap coba-coba yang banyak gagalnya. Oleh karena itu, aku jadi jarang masak karena takut gak enak. Ahaha, alasannya gak masuk akal ya. Tapi begitulah adanya. 

Tapi (lagi), aku tetap berusaha memasak untuk makan. Tak sehat juga kalau jajan terus-terusan. Masakan pilihanku tentu yang simpel, mudah dan dengan bumbu yang tak terlalu banyak. Ya, paling tumisan yang bumbunya cuma cabe, bawang merah dan bawang putih yang diiris tipis lalu ditambah garam dan gula. Selain itu, sambal juga menjadi pilihan lain yang menjadi pelarianku. Sambal apapun, sambal tomat, sambal terasi, sambal kecap atau sambal plelek. Sesuai dengan bumbu yang tersedia  di dapur.

Yang menjadi salah satu andalanku adalah Sambal Kecap. Bahannya mudah didapat, tak perlu nguleg dan bisa dikombinasikan dengan lauk apapun. Kali ini aku akan berbagi Resep Ikan Asap Sambal Kecap plus Tempe Bakar yang selalu jadi pilihanku saat lapar dan malas memasak macam-macam.

Bahan-bahan:
1 potong/ekor ikan asap
½ papan tempe, potong agak besar
3 siung bawang merah
3 buah cabai
garam secukupnya
lada bubuk secukupnya
kecap secukupnya

Cara Membuat:
1. Hangatkan Ikan Asap di atas panggangan (aku potong dua karena untuk dua kali makan).
2. Panggang Tempe di atas panggangan setengah matang. 
3. Iris tipis cabai dan bawang merah, masukkan dalam mangkok tambahkan garam, lada dan kecap secukupnya. Aduk hingga rata.
4. Tuangkan bumbu diatas Ikan Asap dan Tempe Bakar secukupnya. Selesai.








Wew, simpel banget kan? Emang iya. Ini adalah menu andalanku saat sedang malas memasak berat. Asal ada persediaan Ikan Asap, hayuk aja masak kaya gini. Simpel dan enak. 


Ini resep Ikan Asap Andalanku. Kamu?

Share
Tweet
Pin
Share
42 komentar
Tahun 2016 menjadi tahun yang cukup berkesan buatku. Banyak hal tak terduga yang aku alami pada tahun tersebut. Senang, sedih, bahagia dan mengharukan seakan bertumpuk di tahun tersebut. Sayangnya tak ada kenanganku bersama doi yang sekarang menemaniku. Kami mengarunginya setelah tahun tersebut.

Baru dua tahun mentas dari usia 20 ternyata menjadi lecutan tersendiri. Banyak hal yang mungkin bagi orang lain bisa dilakukan di usia sebelum 20, baru aku lakukan di tahun tersebut. Tapi tak jarang pula yang justru mendapatkannya diatas usia 25 atau malah lebih. Dududu, telat sih, tapi gapapa daripada nggak sama sekali hehe. 

Salah satunya adalah kesempatan untuk mengenal berbagai komunitas yang ada di Jepara melalui Folkom atau Forum Lintas Komunitas Jepara. Forum ini berawal dari sebuah ide untuk mengadakan kegiatan di alam terbuka bersama para pegiat komunitas di Jepara. Kebetulan saat itu aku ditunjuk menjadi narahubung. Sebuah kesempatan pertama yang menurutku tak begitu spesial. Aku anggap seperti piknik biasa yang hanya diikuti beberapa orang saja.


Ternyata aku salah, Jumlah peserta yang sekedar bertanya maupun mengkonfirmasi keikutsertaannya sangat melebihi ekspektasi. Sangat jauh dari dugaan awal dengan jumlah komunitas yang sangat jauh dari perkiraaan. Sejak saat itu aku percaya bahwa di Jepara banyak sekali komunitasnya, hanya saja belum terendus media #halah.

Sejak saat itu, aku jadi lebih sering mengikuti kegiatan di luar rumah yang berhubungan dengan banyak orang. Banyak pengalaman yang aku dapatkan, jauh dari yang pernah aku bayangkan. Ada beberapa kisah jalan-jalan yang akhirnya aku tulis disini. Semuanya berawal dari kegiatan ini. Kadang aku merasa tak yakin dengan keadaanku sekarang karena tak pernah terbayang sebelumnya aku akan memiliki teman sebanyak ini.

Sayangnya, aku tak begitu mengenal mereka. Saking banyaknya. Biasanya aku hanya mengenali wajah dan asal komunitasnya, sangat sulit untuk mengenali lebih jauh. Ingatanku cukup sulit untuk mengingat nama orang baru Hehe. Biasanya hanya aku simpan nomor handphonenya sesuai yang tercantum di daftar hadir untuk menambah daftar kontak. Siapa tahu suatu saat akan membutuhkan bantuan atau informasi dari mereka. Anggap saja untuk membangun jaringan. 


Begitulah kira-kira kisah kenangan yang tak akan aku lupakan. Sebuah titik masa yang mengubah aku yang dulunya pendiam dan tak begitu dikenal menjadi sok femes dan sok akrab dengan siapapun. 

Ini kisahku, mana kisahmu?
#DAFTARODOP6
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Halo, Welcome back to my blog!
  
Sejak dulu, aku suka banget pake Jam Tangan. Meskipun fungsinya sebagai penunjuk waktu, bagiku fungsi utamanya adalah penunjang penampilan. Mungkin pendapat setiap orang berbeda, tapi bagiku memakai jam tangan dapat menambah kadar percaya diriku.

Aku gak bisa jelasin detailnya gimana, tapi yang pasti kalo pake jam tangan itu lebih keren daripada yang gak pake. Kecuali si mamas, mau pake jam tangan atau ngga tetep keren dah. 😂


Sering banget saat bepergian ngerasa ada yang kurang, ngerasa aneh dan ngerasa gak pd banget. Aku masih belum sadar apa yang bikin aku ga pd kaya gitu. Sempat bingung dan gemes sebentar, sampai akhirnya sadar kalo aku gak pake jam tangan. Huhu

Jam Mati Pun Tetap Dipakai

Saking tergantungnya sama jam tangan, sampai-sampai jam tangan matipun tetap dipakai. Ya, gimana ya. Namanya penunjang penampilan, pasti merasa kurang banget kalo ditinggal. Biarpun fungsinya berkurang, biarkan saja. Yang penting tetap oke.
Sumber : Instagram thewatch.co

Kejadian kaya gini sering banget aku alamin sih. Gak sekali dua kali. Apalagi dulu pas sering banget bokek dan jam mati. Gak kuat beli dan males ganti batre. Ya kali, jam murahan daripada ganti batre mendingan beli baru.

Tapi untungnya setiap kali ada momen kaya gitu aku selalu aman karena ga ada yang nanyain jam ke aku. Bisa dibayangin gimana malunya kalo ditanyain jam berapa, pas liat jamnya malah mati huhu.


Cari Jam Tangan Terbaru

Setelah beberapa kali dibikin gemes sama batre jam yang abis di waktu gak tepat. Akhirnya aku putusin buat ganti jam yang lebih oke. Yang pasti bisa mendongkrak rasa percaya diriku. Dan kebetulan aku nggak sendiri karena ada mas pacar yang juga pengen punya Jam Tangan baru.


Setelah mondar mandir sana sini di toko offline maupun online, akhirnya ketemu juga yang kita cari. Awalnya aku nemu di instagram sih, feednya bagus-bagus banget. Banyak spoiler Jam Tangan Terbaru yang bikin ngiler.

Sebelum aku benar-benar ngiler, akhirnya aku cek langsung ke websitenya; thewatch.co. Ternyata mereka juga menyediakan servis Gratis Biaya Pengiriman, Garansi Baterai Seumur Hidup serta Cicilan 0%. Waaa... siapa yang gak mupeng, hayooo?. Eh, gak cuma itu lho... ada juga Promo Ramadhan yang sudah disediakan. 

Udah keren, fashionable, gak ketinggalan zaman, banyak promo pula. Masih mau nolak?


Tak Hanya Jam Tangan

Di website ini, kita bisa nemuin Jam Tangan Pria Jam Tangan Wanita, Jam Tangan Unisex dengan kualitas yang tak diragukan lagi. Cocok sekali buat yang pengen punya Jam Tangan Terbaru dengan kualitas terbaik. Tapi tak hanya itu, thewatch.co juga menyediakan produk-produk aksesoris dan perhiasan untuk menunjang aktivitas harian kita.


Seru banget ya, belanja online di satu tempat tapi bisa sekaligus dapetin apa aja yang kita mau. So proud of this!, Sayangnya pacarku belum nemu yang cocok di hatinya, nih. Mau diajak kembaran ga mau, 'alay' katanya. Padahal kan asik tuh kalo kembaran. Alasannya sih mau yang keliatan lebih macho. Kalo maksain kembaran, masa iya aku pake jam tangan cowo yang segede gaban? :(


Yaudah deh, aku nyabar aja nungguin doi ketemu pilihannya sambil nabung dulu. Siapa tau bisa sekalian beli cincin yang aku incer tadi hehe.

Eh, kalo kamu punya cerita tentang jam tangan juga ngga? Kalo punya, cerita juga dong!.

Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
20 komentar
Bagi sebagian orang, sarapan adalah hal yang wajib dilakukan. Sayangnya aku jarang sekali bisa merasakan sarapan pagi. Biasanya karena bangun kesiangan atau memang tidak ada selera makan. Padahal aku punya riwayat sakit maag dan pernah merasakan maag akut tapi kadang masih tak sadar juga. Maafkan aku, tubuhku.

Tapi, kadang aku jadi manusia yang sering lapar jug lho. Dikit-dikit laper, dikit-dikit pengen makan dan sulit sekali menghindari keinginan untuk tidak makan. Hasilnya, aku makan terus dan berat badanku bertambah. Yang paling penting, pipiku jadi tak tirus lagi dan leherku berundak.

Pilihan Menu Sarapan

Pola hidup yang selalu berubah membuatku moody, eh apa kebalik ya. Karena aku moody jadi pola hidupku selalu berubah?. Intinya keseharianku tidak pernah monoton, selaly berganti dan berubah setiap hari.

Mulai dari jam bangun tidur, kegiatan setelah bangun, jadwal bersih-bersih rumah, menu sarapan, waktu sarapan, jadwal mandi bahkan hingga jadwal tidur malam. Bagiku ini menyenangkan, tidak melakukan hal yang sama setiap hari.

Dan tentang menu sarapan, aku lebih suka menu sarapan simpel. Saking simpelnya, aku pernah sarapan hanya dengan nasi putih saja. Bukan tak ada lauk, tapi males masak. Mungkin yang melihat akan mengasihaniku, hehe, tapi aku gapapa kok. Tetep enak, tetep kenyang. Itu kan yang penting?

Makan nasi dan tempe sudah menjadi menu terbaik untuk sarapan. Ya, daripada sarapan sama mie instan, masih mending sama nasi. Makan apa saja asal halal dan tak perlu keluar rumah.

Saat tak malas keluar rumah, biasanya saat sedang manja dan rindu masakan warung, jadi makin bingung. Mau makan apa? Lontong Pecel, Lontong Gudeg, Bubur Ayam, semuanya ada. Hmm....


Kehabisan Bubur Ayam

Kejadiannya hari Jumat kemarin, lagi pengen banget makan bubur ayam. Berangkat jam 07.30, berharap jalan belum terlalu ramai dan masih kebagian bubur ayam. Ternyata aku salah, hari Jumat kan hari senam di kantor kecamatan yang memang dekat dengan tempat penjual bubur ayam. Pasti buburnya diserbu peserta senam deh tadi pagi.


It's ok lah, gak kebagian bubur ayam. Tapi selain bubur ayam, ada juga susu kedelai yang dijual di tempat tersebut. Ya udah deh, akhirnya aku beli susu kedelai panasnya aja. Lumayan buat asupan sehat pagi-pagi. Saat perjalanan pulang, aku seperti masih belum puas dan ingin sarapan dengan menu selain bubur. Tapi apa?

Setelah berpikir sambil mengendarai sepeda motor kesayangan, akhirnya teringat dengan angkringan yang buka sejak pagi. Aku sebut angkringan karena makanannya banyak yang sudah terbungkus lengkap dengan beragam gorengan. Ada pula nasi hangat dengan berbagai pilihan lauk yang bisa diambil sendiri sesuai selera atau 'pukwe' 

Sip. Oke. Akhirnya aku kesana. Agak muter tapi anggap saja jalan-jalan pagi. Dan, yeay... lontong pecelnya masih ada. Pesen, bayar, pulang. cuma 4ribuan untuk satu porsi. Lumayan lah, rasanya juga enak. Dan pastinya mengenyangkan. Apalagi ditambah dengan susu kedelai yang aku beli tadi. Makin mak nyus dan bikin mood jadi bagus seharian. Ini penampakan lontong pecelnya, lumayan lah buat porsi cewek.


Dan ini penampakan susu kedelainya, dituang di mug pun masih ada lebihnya.


Sarapan seru dan murah pagi ini cuma 7.500 Rupiah, lho. Ya kalo misal mau ngajakin pasangan tinggal dikalikan dua kali dan ditambah sedikit buat jajannya. Hehe


Susu Kedelai 3.500an
Lokasi : Bubur Ayam samping Kecamatan Tahunan, Buka sampai jam 9 pagi atau jika telah habis.

Lontong Pecel 4.000an
Lokasi : Warung Angkringan sebelah Utara SPBU Mojo Batealit (Kiri Jalan), Buka seharian. Lontong hanya ada pagi hari.


Nah itu tadi kisah hunting sarapanku Jumat kemarin. Seru, murah dan kenyang.



Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
37 komentar


Halo, kali ini aku akan bercerita tentang transformasiku menjadi perempuan seutuhnya, emm.. perempuan apa wanita ya? Aku sih enaknya pake perempuan aja. Waduh, kok kaya aku baru aja jadi perempuan ya. Ups, jangan gitu dong!, jadi grogi nih.

Ehm..
jadi gini, selama ini kan aku udah berhijab layaknya perempuan muslim lainnya. Ya, meski hijab ini aku pake sejak lama tapi mohon maaf kalo ada yang nanya tentang yang lainnya nanti dulu yaa... huhu. Kaya ada yang mau nanya aja. Nah, meskipun berhijab aku gak langsung jadi keliatan kaya perempuan pada umumnya yang cantik setiap saat.

Aku termasuk tipe orang yang jarang dandan, jarang memperhatikan penampilan bahkan terkesan cuek dengan keadaan. Asal cocok dan nyaman aja aku udah seneng. Bayangin deh, gimana kalo liat cewek berhijab tanpa make up dan asal-asalan gitu? Aku yakin jawabannya bakalan bilang 'tetep cantik kok'. Hehe hehe hehe

Masa Lalu 

But, itu adalah masalalu. Sekarang, lebih tepatnya setahun yang lalu saat masih di kosan aku mulai belajar dandan. Sempat didandanin temenku juga yang aku tulis di blog ini. Dan beberapa kali mencoba dandan sendiri dengan bantuan tutorial makeup di internet.

Dan sejak beberapa bulan yang lalu aku memutuskan untuk belajar mengaplikasikan make up ke wajah mulusku. Ya, waktu itu wajahku masih aman terkendali, meski tanpa sapuan make up. Namun berangsur mengalami beberapa benjolan kecil akibat penggunaan produk-produk kecantikan. Yoweslah, gak popo. Aku tetap bahagia dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk merasakan jerawatan di pipi.


Sejak saat itu, aku mulai sering menggunakan make up saat keluar rumah atau bahkan saat tak ada acara di luar dan hanya memiliki agenda belajar bersama anak-anak aku tetap merias diri. Maklumlah namanya juga pemula yang lagi seneng-senengnya.

Untuk masalah jerawat yang sering muncul seiring berjalannya waktu, aku akalin dengan merawat kulit wajah dengan masker alami untuk mempercantik dan merawat keremajaan kulit wajah. Diantaranya adalah masker bubuk kopi, minyak zaitun atau minyak goreng.

Melengkapi Koleksi Make Up

Sebagai pemula, wajar dong kalo aku pengen nyobain berbagai jenis make up. Apalagi saat melihat review setiap make up yang 'terlihat' bagus di internet. Hm... mupeng deh!. Ujung-ujungnya pasti beli, padahal belum tentu tjotjok di kulit wajahku. 

Dari pensil alis, lipstik, pelembab, foundation dan sebagainya sudah ada. Semuanya tidak selalu terpakai, ((ya kalik lipstik beda warna mau dipake barengan haha)), tapi selalu aku coba explore kegunaannya, cocok engganya di kulit aku. Alhasil, kulitku mulai jerawatan gak jelas dan mulai malu untuk menghadapi kenyataan.

Yaaa, namanya juga pemula yang masih perlu banyak belajar. Sampai akhirnya aku tersadar bahwa aku melupakan hal penting dalam riasan, yaitu mata. Aku memang bukan orang yang suka dengan riasan mata berlebih, paling mentok cuma eye shadow warna kalem, nggak lebih.


Eyeliner dan maskara adalah jenis make up yang paling tabu untukku. Untuk eyeliner, memang aku agak menghindari karena kelopak mataku tidak cocok untuk diaplikasikan eyeliner karena tidak simetris. Tapi untuk maskara sepertinya masih ada celah, mengingat bulu mataku yang meskipun tidak lentik tapi juga tidak panjang. Ya, sama aja lah ya hehe.

Baca juga : Detox Bawang Merah, Pilihan Sehat sebelum ke Dokter

Mencari Maskara

Akhirnya aku putuskan untuk mencari produk maskara yang bisa kupakai sehari-hari. Pengennya sih yang bisa kasih great look tanpa takut kena panas dan hujan. Gak luntur, gak menggumpal dan (yang terpenting) gak menguras kantong.

Ternyata gak gampang ya mencari yang dicari, yang gak dicari justru banyak yang muncul, hm... Tapi akhirnya aku menemukan apa yang aku cari selama ini. Maskara Waterproof dari Mustika Ratu ternyata menjadi pemenang di hatiku. Melihat kandungan Ekstrak Biji Kelor dan manfaatnya membuatku jatuh hati dan tak bisa lepas dari keinginan untuk membelinya. 


Dan aku baru tahu bahwa produk Beauty Queen Series dari Mustika Ratu ini ternyata punya banyak saudara. Ada bedak, foundie, pensil alis, lipstik dan lain sebagainya. Pokoknya lengkap. Karena masih satu rumpun dan seri yang sama, kandungan dari produk-produk ini juga memiliki banyak kesamaan. Diantaranya adalah kandungan Moringa Seed Extract yang sudah tidak diragukan lagi kegunaannya.


Seri Produk dari Mustika Ratu yang akhirnya masuk ke must have thing list-ku ini lengkap banget lho. Pokoknya bisa banget untuk melengkapi koleksi kosmetik kita. Harga yang dibanderol untuk beberapa produk memang agak kurang bersahabat, tapi untuk skin care benefit yang didapat sih cocok lah ya. Memang ada harga yang perlu dibayar untuk sebuah manfaat besar. Kalian bisa membelinya di counter Mustika Ratu terdekat atau di mustikaratushop.com. 

So, ini ceritaku tentang petualangan mencari Maskara untuk melengkapi koleksi make upku. Kamu???



Share
Tweet
Pin
Share
31 komentar
Aku suka pantai dan apapun yang berhubungan dengan pesisir. Anginnya, lengket keringatnya, ombaknya, ikannya bahkan orang-orangnya pun aku suka. Ya, aku punya beberapa teman yang tinggal di dekat pantai dan berprofesi sebagai nelayan. Tubuh mereka bagus, kekar dan eksotis. Aku suka.

Meskipun begitu, aku sendiri belum khatam mengitari seluruh pantai yang ada di kotaku, Jepara. Bahkan aku belum pernah ke Karimun Jawa. Maafkan aku yang sekarang  menjadi sok sibuk dan tak punya banyak di luar rumah. Hehe...

Bukannya menghindari dunia luar, tapi aktifitasku mengharuskanku ada di rumah selama seharian dan baru bisa keluar saat malam sudah larut atau pagi sekali. Harap maklum. Tapi jiwa jalan-jalanku masih tetap terjaga dan semakin bergejolak jika terangsang oleh gambar pemandangan memukau di luar sana. Huh, dasar kalian racuuun!. 😂


Pengen ke Sumba
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRvzB8OgmwYusWtoKtF8UGWn_2Flcm7SY3LxkDECE5Gl6qjRoFv

Beberapa hari yang lalu saat sedang menunggu anak-anak belajar, aku tak sengaja menemukan gambar bagus di instagram. Aku terpana dan terpukau oleh indahnya, maklum aku sudah lama tak bersua dengan angin pantai. Tiba-tiba perasaanku tersambar dan semakin penasaran dimana letak pantai tersebut. 
Nah... setelah dicari ternyata ketemu juga, pantai tersebut ada di Pulau Sumba di Selatan Nusa Tenggara Timur. Sayangnya tak dijelaskan apa nama pantainya. ;(

"Lha kok jauh banget", pikirku. 
Sempat ragu dan menutup paksa aplikasinya yang aku kira akan menutup rasa penasaranku juga. Eh ternyata malah semakin kepo dan semakin mencari tahu tentang Sumba. Seperti ada banyak hal tesembunyi yang harus aku gali dan temukan informasinya dan segera Jalan-jalan ke Sumba.

Pulau Tercantik Di Dunia

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ8ZBnNnyQpSQ_rQ2PX5xRhQSCCGA7d2fah_liGxlWk4szDuAFUIQ

Setelah aku cari informasi tentang Sumba, ternyata aku memang tak salah pilih mencintai pada pandangan pertama. Nyatanya memang Sumba tercatat sebagai salah satu Pulau Tercantik di Dunia versi Majalah Focus, Jerman. Wow, seperti apa sih keindahannya? Jadi semakin kepo.

Kali ini kita membahas Pulau Sumba, termasuk pantai-pantai cantik dan ribuan kekayaan alam, flora dan fauna di dalamnya secara global. Dan memang layak untuk mendapatkan predikat Pulau Tercantik. Di Nusa Tenggara Timur, jumlah kunjungan turisnya memang belum sebanyak pulau Komodo yang menjadi ciri khas provinsi tersebut.


https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQvZFLxrZVXcuAAPN8d9bIAkGVvF4TkNBJYhHTbdCVJzH45BjY-

Namun dengan predikat baru yang dimilikinya, aku yakin kalo kesana nanti gak akan kesepian. Pasti banyak pengunjung yang sudah merencanakan datang kesana sejak sekarang, atau sedang mencari informasi tentang Pulau Sumba seperti aku.



Bertemu Pilihan Teman Berlibur

Setelah mencari banyak informasi tentang Sumba, akhirnya aku juga nemuin perusahaan travel terpercaya yang bisa aku jadikan pilihan saat berlibur ke Sumba nanti, Amabel Travel. Dengan berbagai pilihan paket wisata yang disediakan, rasanya akan banyak kisah indah yang kudapatkan saat berkunjung kesana. 

Aku juga sempat menghubungi admin dan bertanya-tanya tentang Trip ke Pulau Sumba. Dan ternyata pelayanannya sangat ramah serta tak mengajak kita untuk bosan bertanya. Dan harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau untuk kantong para muda mudi seperti kita. 



Sepertinya ini akan menjadi awal perjalanan panjangku berkeliling Indonesia. Meskipun agak jauh tapi lumayan lah buat pemanasan. Huhu.... Ayo keliling Indonesia!
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar


Aku suka sehat. Kayanya bukan aku aja sih, semua orang juga pengennya sehat sehat terus. Tapi aku tuh kayaknya beda deh sama kalian. Aku banyakan nganggur, gak banyak gerak kecuali jempol tangan (IYKWIM) hehe.

Bener banget kalo ada yang bilang bahwa gerak tubuh akan membuat tubuh lebih sehat. Otot gak kaku dan lebih luwes menjalani keseharian. Gak ada lagi yang namanya sakit walau sedikit gerak. Kaya udah berumur aja, ganti posisi dari duduk ke berdiri aja tulang rasanya bunyi dan otot rasanya kaku banget, hiks.

Aku baru aja ngalamin, jadi kali ini aku mau share pengalamanku merasa segar dan sehat selama sebulan dan merasa kaku seminggu ini.


Lebaran Jadi Banyak Gerak


Lebaran memang jadi salah satu momen terbaik untuk berkunjung dan bersilaturahim ke sanak saudara. Sebagai junior, sudah sepantasnya mendatangi para senior yang dekat maupun jauh. Kalau sudah begini, mau gak mau harus menyiapkan fisim yang kuat setidaknya dibantu dengan suplemen.

Nah, lebaran kemarin aku tuh mendadak jadi aktif dan gak seperti lebaran biasanya. Padahal dompet juga kering banget tapi fisikku rasanya mendukung banget buat kemana-mana. Makan apa aja juga oke, ga ada efek pusing atau mual kaya biasanya. Paling ngantuk aja kalo udah waktunya tidur siang.

Setelaha aku ingat-ingat lagi, ternyata kuncinya ada di aktifitasku sebelum lebaran. Ya, waktu masih bulan puasa kemarin jadwal les di rumah jadi lebih longgar dan jadwal bangun pagi jadi lebih teratur. Aku jadi jarang tidur pagi dan lebih rutin jogging 2-3 minggu sekali. Dan ternyata hasilnya memuaskan sekali dan terasa banget manfaatnya sebulan ini.

Aku jadi lebih fresh, badan kerasa enteng gak mudah capek dan bawaannya positif terus. Alhamdulillah, aku suka dan bisa jadiin pelajaran.

Aku Mulai Drop


Sampai akhirnya seminggu yang lalu aku telat makan dan berasa males banget. Rasanya langsung aneh banget di badan. Badan pegel-pegel dan otot rasanya kaku. Padahal aku gak kemana-mana lho, cuma di rumah aja dan emang sih aku jarang olahraga akhir akhir ini. Peregangan terakhir aja udah lupa kapan, dan alasannya emang klasik banget. MALES. huhu

Nah, kemaren juga saat perjalanan pulang aku sengaja gak pake jaket (jangan ditiru ya). Emang sih ga dingin dan aku males banget ambil jaket di bawah jok. Akhirnya perjalanan selama 40 menit aku jalani tanpa perlindungan jaket. Sampai di rumah ga begitu kerasa dan esok harinya baru deh kerasa badan panas dingin.

Seharian mager kaya ngga ada kerjaan. Berasa manja tapi ga ada yang manjain, hehe. Dan baru sadar kalo olah tubuh emang penting banget. Ya emang sekedar jogging, lari-lari beberapa menit tapi manfaatnya besar banget!


Detox Bawang Merah


Karena sudah banyak aktifitas yang menanti, ya meskipun ga keliatan sibuk karena cuma dikerjain dari rumah dan bahkan dari tempat tidur, rasanya aku harus lekas sehat. SEGERA. Sempat mikir mau ke klinik langganan yang emang udah klop banget sama aku. Ya gimana ga klop, baru pulang periksa bahkan belum minum obatnya aja udah enakan. Tapi emang dasarnya klinik swasta, jadi lebih mahal apalagi aku belum punya kartu BPJS.

Akhirnya aku pilih opsi obat rumahan dulu karena emang udah agak mendingan dan butuh pemulihan aja. Tapi takut juga sih kalk besok panas lagi. Hm... Coba dulu aja sih. Ga ada salahnya juga.

Obat ini biasanya aku pakai saat sakit atau meriang juga. Bahannya gampang banget ditemuin di dapur bu ibu ya... Apa sih? Bawang Merah. 

Ya, aku cuma pakai bawang merah. Dulu aku cuma browsing gitu sih di google, dan aku cobain. Eh, ternyata emang manjur. Untuk manfaatnya kalian bisa lihat disini atau disini. Aku suka pakai bahan ini saat menjelang tidur, karena aku pernah baca pakainya harus sekitar 8 jam. Jadi sepertinya waktu malam adala waktu yang pas untuk mengaplikasikannya.

Dan cara membuatnya yang sederhana juga sangat bersahabat untuk badan yang lagi lemes-lemesnya. Cekidot...

Alat yang dibutuhkan :
*Talenan
*Pisau
*Cawan/Mangkuk Kecil
*Lakban
*Gunting
*Kaos Kaki


Cara membuat
*Bersihkan kaki dengan air bersih, keringkan.
*Kupas dan iris tipis bawang merah
*Siapkan lakban kira-kira sepanjang putaran alas-telapak kaki, biarkan terbuka. Tempelkan irisan bawang di lakban secukupnya. Kira-kira lebar seukuran telapak kaki.
*Tempelkan lakban ke kaki. Bawang di bagian tengah berada di telapak kaki dan bagian pinggir direkatkan. Jika masih ada bawang yang menonjol, tambahkan lakban agar semua bawang tertutup.
*Tutup dengan kaos kaki dan selamat tidur.


Sebenarnya ada beberapa alat lain selain lakban yang bisa digunakan untuk mengunci irisan bawang, misalnya handuk, plastik atau langsung ditempelkan pada kaos kaki. Tapi bagiku, lakban jauh lebih aman karena saat bangun malam dan ingin ke kamar mandi telalak kaki jadi lebih aman karena lakban lebih ramah dengan air. Bisa diatur bagaimana meminimalisir interaksi kaki dengan air.


Nah, itu tadi pengalamanku saat sehat dan sakit dan bagaimana aku menanganinya secara pribadi. Semoga bermanfaat.

Happy Blogging!!!

Share
Tweet
Pin
Share
9 komentar



Apa yang kalian pikirkan saat telah lulus dari dunia pendidikan?. Sebut saja s1, s2 atau SMA.

Mungkin bagi lulusan S2 akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan melihat jenjang pendidikan yang ditempuh sudah oke dan banyak sekali lowongan yang bisa menampung mereka. Bagi lulusan S2 mungkin lebih sedikit sulit, jika tidak dibarengi dengan ikhtiar kuat dan kualifikasi yang mumpuni tentu akan terasa berat dalam menjalani kehidupan di dunia kerja. 

Nah, untuk yang lulusan SMA atau sederajat nih. Kalo menurutku sih lebih mending dibanding yang lulusan SMP. Meskipun banyak penyedia lowongan kerja yang masih menyamakan kedudukan keduanya. Tapi yang namanya rejeki pasti tak akan kemana. 

Jadi pekerja adalah pilihan. Menurutku, setial hal yang dilakukan dan bisa menghasilkan uang adalah sebuah bentuk nyata dari kata 'BEKERJA'. Tentu saja hal ini akan berbeda dengan pendapat orang lain, termasuk kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Beberapa orang telah memiliki pekerjaan impian sejak masuk ke perguruan tinggi, atau sekolah menengah atas atau bahkan di tingkat pendidikan yang lebih rendah. Semuanya tergantung pada pola pikir dan ajaran keluarga yang didapatkannya sejak kecil. Tak jarang diantara mereka yang memperjuangkan impiannya mati-matian demi sebuah harapan besar.

Beberapa orang lain justru lebih acuh pada pekerjaan impian. Lebih suka menjalani hidup dengan santai dan mengikuti arus. Kemana takdir memanggil, ia akan datang. Kurang lebih begitu. Termasuk jika ia pernah memiliki pekerjaan impian lalu memilih berjalan mengikuti kemana arah angin membimbingnya.

Mengangur? BIG NO!!!


Sebesar apapun keinginanmu untuk bekerja, bersyukurlah jika bisa mewujudkannya dengan jalan yang biasa, maksudku tanpa hambatan dan perjuangan yang berlebihan. KARENA, di luar sana banyak yang masih kebingungan melabuhkan dirinya pada satu pekerjaan impian. Ya, lagi-lagi ini tentang takdir.

Apalagi jika dibarengi gengsi yang sebesar gunung, wah... bisa nganggur kamu. Hm.. maaf jika ini terkesan berlebihan, tapi begitulah kenyaataan yang ada. Banyak tawaran pekerjaan tapi tak semuanya membutuhkan skill dan title yang kamu miliki. Kalaupun ada, biasanya sudah disusupi orang dalam. Dan kamu hanya bisa memilih untuk pulang untuk membuat surat lamaran baru esok hari.

Jika memang niat bekerja, jalani saja apa yang ada di depan mata. Bukan soal berapa rupiah atau berapa lama kamu bisa bertahan, tapi ini tentang pengalaman. You need it, Trust Me!

Atau
Jika memang tidak punya niat bekerja sama sekali artinya ini tipe yang lebih suka membuka lapangan kerja. Setidaknya untuk dirinya sendiri. "Lha, emang bisa bikin lapangan kerja?, so so an banget lah baru lulus udah mau jadi bos."

Please abaikan kalimat julit kaya gitu. Banyak kok yang baru lulus dan sudah punya usaha, bahkan yang belum luluspun banyak. Dan kebanyakan jenis usahanya ngga nyambung dengan jurusan yang diambil saat kuliah. Dan satu hal lagi yang cukup penting diketahui adalah bahwa memulai usaha itu gak harus langsung besar, bisa kok dimulai dari yang kecil-kecilan. Apa aja? Ini aku beri beberapa contohnya:

1. Jual Gorengan
Sebenernya ini bukan duniaku, hehe. Aku ga bisa masak dan bikin cemilan enak. Jadi maaf kalo saran ini ga berdasarkan pengalamanku. Tapi siapa sih yang ga suka gorengan? Biarpun lagi batuk atau kena penyakit lain yang dilarang makan gorengan pasti tetep dimakan. Hehe

Menurutku, jualan gorengan tuh ga ada matinya. Bahkan peluang berkembangnya sangat besar. Bisa merambah ke jualan nasi bungkus semacam 'angkringan' yang berjualan semalaman. Bisa juga membuka banyak cabang di berbagai tempat. Wah, kalo gini sih bisa kasih kerjaan ke orang lain juga. 

Modalnya juga lumayan gampang, yang penting tau resepnya dan telaten menjalani usahanya insya Allah akan menuai hasil baiknya.

Eits, meskipun disini aku tulis jualan gorengan aja kalian juga bisa kok buka usaha dengan berjualan barang lainnya. Ya kan ini berdasarkan apa yang aku lihat aja. Banyak anak muda dan masih aku kenal yang memilih berjualan gorengan, nasi bungkus, roti bakar dan lain sebagainya.

2. Membuka Jasa Les 
Jasa di bidang pendidikan adalah salah satu hal yang akan terus dicari. Nah, peluang ini bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha. Modalnya yang cukup ringan dan mudah tentu menjadi kelebihan tersendiri bagi siapapun yang ingin bergelut di bidang pendidikan.

Hanya dengan modal ilmu yang dimiliki dan ruang tamu di rumah saja sudah cukup untuk membuka jasa les. Ditambah dengan promosi melalui media sosial serta brosur sederhana untuk media informasi sepertinya sudah cukup. Setelah ada beberapa murid tentu akan semakin berkembang informasi dari mulut ke mulut yang justru semakin membantu tersebar luasnya usaha les yang kamu punya.

Hanya sekedar info tambahan bahwa beberapa orang tua ada yang sangat selektif memilih tempat belajar tambahan untuk anaknya. Bahkan tak jarang dari mereka mengharuskan anaknya diajar oleh lulusan S1 Pendidikan. Wow, amazing!. It's okelah kalo memang kamu memiliki kualifikasi yang mumpuni. Kalo ngga????

Em, jangan khawatir deh.. kamu yang lulusan non pendidikan atau bahkan hanya lulusan SMA bisa kok membuka jasa les untuk anak. Ya memang bukan les privat atau les pelajaran sekolah, tapi Les Baca Anak Hebat atau biasa disingkat AHE. 

Syarat yang diperlukan cukup mudah dan simpel. Cukup mendaftar di websitenya atau kepada konsultan terdekat lalu mengikuti pelatihan mengajar dan sudah bisa membuka unit resmi di rumah. Siapapun bisa mendaftar dan membuka les baca di rumah baik ibu rumah tangga adik-adik yang baru lulus SMA atau para calon ibu muda sepertiku hehe. Yang penting di area yang akan didaftarkan belum terdapat unit resminya. Nah, kamu bisa cek area kamu di webnya langsung tuh. Atau kamu bisa cek di media sosialnya disini.

3. Jadi Freelancer
Sebenarnya aku juga belum tau definisi freelancer yang sebenarnya. Yang pasti kerja jadi freelancer itu lumayan enak dibanding yang lainnya. Gak ada jam kerja khusus dan gak ada kerjaan khusus. Semuanya seperti berjalan apa adanya. Yaa... namanya juga pekerja lepas, bebas.

Wah, freelancer gak bisa jadi kerjaan utama dong? Paling honornya kecil!

Eh, jangan salah, coba aja deh baca cerita teman-teman yang memilih menjadi freelancer pasti bikin kamu kepincut pengen seperti mereka. Apalagi kalau kamu tipe yang gak suka kerja rutin setiap hari. Kalo masih kepo dengan jenis kerjaan ini kamu bisa dapat info lainnya disini.


Nah, itu tadi beberapa pilihan Pekerjaan untuk kamu yang belum diterima bekerja setelah lulus. Jangan putus asa, kamu bisa kok buat pekerjaanmu sendiri. Dari ketiga jenis kerjaan itu, sebenarnya banyak aku ambil dari pengalamanku sebagai penjual kain tenun, pengajar les, blogger dan vlogger yang masih terus belajar sampai sekarang.

So, jangan pernah memilih untuk menganggur. Bekerjalah, berusahalah semampumu. Mungkin tak ada yang tau hasilnya, tapi kamu yang merasakannya.

Sekian, selamat membaca dan happy blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
49 komentar


Pacaran itu gak ada dalam buku manapun, kecuali novel fiksi atau novel non fiksi yang berawal dari novel fiksi yang dibaca sebelumnya. Maksudku gaya pacaran real yang diadaptasi dari bacaan fiksi gitu lhoh. Ribet yaa...

Iya. Ribet. Sama dengan pacaran itu sendiri. Apalagi untuk yang belum benar-benar siap menjalin hubungan dengan orang lain yang belum dikenal atau sudah dikenal namun dengan kedekatan yang berbeda. Menurutku, ini hanya tentang status sosial di zaman yang sudah sangat lazim menghina jomblo. Atau alibi pemenuhan perhatian dan kasih sayang yang seperti mereka bayangkan selama ini.

Sebenarnya, daripada bahas pacaran mendingan bahas nikah. Lebih jelas dan terarah. Tapi ya sudahlah, aku sudah terlanjur ingin membahasnya.

Pada masa awal, pacaran akan terasa indah. Selalu berkabar, rajin nanyain pasangan, telponan tiap hari sampe kuping panas. Ya begitulah, namanya juga masih seger-segernya. Makin lama, karena kebanyakan yang pacaran adalah anak muda yang masih labil, makin berkurang deh keseruan di awal masa pacaran.

Apalagi kalo nggak ada tujuan serius sampai ke jenjang menikah, atau salah satu dari mereka adalah player, ya sudah pasti terbaca endingnya.

Para pelaku pacaran bukannya tidak tahu akibat dan resiko berpacaran, tapi ya lagi-lagi ini tentang status sosial. Akan terlihat wah jika mereka berpacaran, setidaknya ada nama yang bisa ditambahkan di bio sosial media dengan bubuhan emotikon love 😂.

Gaya pacaran anak muda lebih menjurus ke hal-hal yang have fun ala anak muda. Jalan bareng, makan bareng, belanja bareng dan lain-lain yang cenderung konsumtif. Padahal kebanyakan dari mereka belum produktif menghasilkan uang sendiri. Anehnya, mereka selalu bisa meluangkan waktu dan uangnya untuk hal itu.

Gaya pacaran anak muda tuh gak jauh beda, rata-rata hampir sama dengan pola yang juga sama.
➡KENALAN-PDKT-JADIAN-TAUBELANGNYA-MARAHAN-PUTUS
➡LIAT AVA CANTIK - DI DM - DAPAT KONTAKNYA - DIPUJI-PUJI KECANTIKANNYA (PADAHAL BIASA AJA) - PDKT - MAKIN DIPEPET - JADIAN DI HP - KETEMUAN - TERNYATA GAK SESUAI FOTO AVA - PUTUS
➡DIKENALIN TEMEN - PDKT - NEMBAK - JADIAN - DIMAKAN TEMEN - PUTUS

Masih banyak lagi teorinya sih, tapi gak mau nulis semua. Nanti aku dikira pakar dunia percintaan, eh dunia pacaran. Aku disini bedain pacaran sama percintaan ya Gais... Karena menurutku emang beda, beda banget. Pacaran, bahkan menikah ga musti pake cinta. Dan cinta pun ga musti berakhir dengan pacaran atau meniqah.

Jangan Pacaran, BERAT!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar





 Tiga Pasang Sepatu dan Dua Pasang Sendalku | Ada yang mengatakan bahwa sepatu (atau sebut saja aksesoris kaki) merupakan salah satu fashion icon yang cukup penting untuk diperhatikan. Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa sepatu adalah bagian yang berbeda dengan tren fashion. Ya, memang letaknya cuma di kaki, ga begitu diperhatikan orang. Hei... kok cuma sih?. Bayangin kalo kita cuma nyeker tanpa alas kaki, bisa melepuh deh kulit kakinya. Ya kali wajahnya mulus tapi kakinya buduk. Ckck


Entah sepatu, sendal ataupun lainnya, bagiku cukup penting sih. Aku memang tipe yang ga kuat panas ataupun dingin, termasuk tekanan dari kerikil-kerikil kecil. Menyiksa. Aku tak suka. Kecuali di tempat-tempat yang memang lazim tak beralas kaki, misalnya di pematang sawah. Meski sekarang sudah ada sepatu booth, rasanya lebih nikmat saat merasakan pijatan lumpur sawah yang lembut di kaki. Sayang sendalnya juga sih kalo kena lumpur. Hehe

Nah, aku sendiri bukan tipe pengoleksi alas kaki baik sepatu maupun sendal. Ya.. seperlunya aja sih, gak usah banyak-banyak apalagi mahal. Pokoknya seperlunya dan secukupnya aja. Kita mau kemana, ada yang dipakai untuk melindungi kaki kita tanpa harus bingung mau beli baru demi kepuasan diri. Toh cuma di kaki, eh.

Kegiatanku sebagai pengangguran ya paling gitu-gitu aja sih. Tak terlalu sering tapi bisa dibagi ke beberapa bagian, seperti acara formal, non formal dan semi formal. Dan aku punya item sepatu untuk masing-masing acara tersebut. Berapa jumlahnya? Ya kali banyak-banyak. Satu aja kok.

Lho? masak ga ganti-ganti?
Emang kenapa kalo gak ganti? Kan sudah kubilang jarang dipakai juga. Kalopun orangnya sama di acara yang berbeda, paling juga orang yang lihat sudah lupa. Wong cuma di kaki aja kok, hehe.

Ya udah ya udah, emang apa aja sih?

1. Sepatu Lari


Ini sepatuku yang paling baru, hehe. Murahan banget, maksudku harganya murah. Ada sih merknya tapi entah ori atau kw aku juga gak ngeh. Yang penting nyaman aja dipakai. Ukurannya kegedean 1 nomor sih sebenernya, tapi cukup pas kalo buat lari. Soalnya waktu nyobain yang satu nomor di bawahnya agak ketat gitu. Jadi ya sudahlah....

Sepatu ini dipake cuma 3 kali seminggu, itupun kalo lagi rajin jogging. Saat menulis ini malah udah semingguan gak kepake karena sering bangun kesiangan dan udah lemes saat mau jogging sore. *alesan*

Sejak beli hingga sekarang belom pernah kucuci karena memang belum pernah kotor banget. Paling bagian bawahnya aja yang aku sikat dengan pasta gigi agar tetap putih kinclong seperti gigi di iklannya. Huhu

2. Sepatu Ket

Aku gak tau gimana ejaan yang benar, ket atau cat atau cet. Ah sudahlah, maksudnya yang itu. Tau kan maksudku?
Kalau biasanya yang disebut sepatu ket adalah yang memiliki tali di bagian atas dan datar di bagian bawahnya, punyaku ini tanpa tali. Ada sih tali, tapi udah nempel gitu jadi gak perlu diikat secara manual. Entah masih termasuk kawanan sepatu ket atau nggak aku pasrah aja.

Sepatu ini casual banget. Aku suka pake kemana-mana. Biarpun bagian dalamnya udah buluk dan jelek, yang penting gak bau hehe.

Sepatu ini sudah setahun lebih menemaniku, aku beli di toko sepatu pinggir jalan dengan harga enam puluh ribu saja. Murah kan?, dan sampai sekarang aku belum berniat menggantinya. Bentuknya yang unik, simpel dan tak perlu mengikat tali seperti sepatu lainnya membuat aku mudah memakainya. Apalagi jika bepergian ke tempat ramai yang gak mungkin bisa jongkok barang sebentar untuk mengencangkan ikatan talinya.

3. Sepatu Flat

Sepatu ini sedikit lebih tua dari sepatu lariku. Harganya dua kali lebih murah dari kakaknya adiknya, maksudku harga sepatu lari tadi dibagi dua. Memang agak kebesaran karena ukuran standarnya besar, tapi mau gimana lagi. Itu sudah ukuran terkecil di tokonya. Warnanya manis dan modelnya elegan membuatku kepincut saat itu. Sampai saat ini masih sering kupakai dan rencananya akan kupakai saat lebaran nanti.

Warna dusty pink yang dimilikinya membuat warna kulit kakiku yang agak gelap terlihat lebih cerah. Entah karena khayalanku saja atau teorinya memang seperti itu, aku tak tau persis. Yang pasti sepatu ini berhasil menambah rasa percaya diriku saat menghadiri acara formal maupun semi formal.

4. Sendal Gunung
Bukan foto asli nih, tapi mirip sih modelnya. 

Sandal gunung ini kubeli setahun yang lalu. Terlalu besar dan agak berat jadi jarang kupakai. Tapi aku suka modelnya yang tak pasaran, meskipun sering dibilang kebo sapi karena warna masing-masing sisi yang berbeda. Satu sisi berwarna merah dan satu sisi lainnya berwarna hitam. Dulu saat masih sering jalan-jalan di alam sih sering dipakai, sekarang sudah berganti jalan-jalan di dunia maya jadi jarang dipakai, deh.

Sendal ini kubeli dari salah satu produsen di Jawa Barat, kalo gak salah Bandung. Harganya lumayan karena modelnya custom. Selain nyaman saat dipakai, modelnya yang tak pasaran juga menambah kePDanku hehe.

5. Sendal Jepit Butut

Nah, ini nih bagian yang penting gak penting. Aku anggap penting karena paling sering dipakai kemana saja. Ya kali mau ke warung pakai sepatu lari? Enaknya kan pakai yang tinggal 'mblusuk' aja to?

Tapi ya gak penting juga dilihat dari bentuk dan buluknya. Sendal ini paling sering dipakai tapi paling jarang dibersihkan hehe. Yang penting selalu ada saat dibutuhkan.





Nah, itu tadi koleksi alas kakiku alas kakiku. Em, bukan koleksi sih kan soalnya cuma itu-itu aja hehe. Kalau kalian punya koleksi sepatu apa aja sih?, pasti banyak ya... Share yuk!

Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
15 komentar

Entah sejak kapan lebaran menjadi identik dengan baju baru, dan entah sejak kapan pula aku tidak peduli dengan hal tersebut. Yang pasti, hingga sekarang keduanya berjalan bersama meski berbeda.

Ya, sejak kecil hingga sekarang aku memang termasuk bagian dari kaum yang jarang 'nyandang' atau membeli pakaian baru. Bahkan pernah dalam setahun aku hanya membeli pakaian sebanyak dua kali. Dan apakah aku lantas kehabisan pakaian? Tidak, aku masih berpakaian. Ya meskipun itu- itu saja, tapi justru menambah semangat kreatifitas untuk memadu padankan pakaian yang ada. Sangat menyenangkan.


Seperti Ramadhan edisi sebelumnya, properti baru menjadi topik yang wajib dibicarakan, bahkan kalau bisa diadakan. Aku sebut properti karena ini bukan hanya soal pakaian. Tapi apapun yang menjadi objek pandangan. Seakan harus baru, minimal baru beli meski bukan baru dibuat. 😂

Alasannya klasik dan lucu, tapi sudah mendarah daging. Biasanya dijawab dengan pertanyaan balik 'masa lebaran gordennya/kursinya/bajunya/temboknya/rambutnya/dsbnya sama kaya biasanya, GANTI DONG!'. Halah, mbok ya mikir, itu hati sudah diupgrade belom? Kalo sudah, darimana muncul pikiran semacam itu?, C'mon lah.

Hal semacam ini sudah biasa aku dengar di sekitarku. Meski berbeda pendapat, aku tak punya banyak nyali untuk mendebat mereka yang ujungnya pasti aku kalah juga. Ya, paling bisanya cuma nulis argumen di blog atau ngetweet sendiri, haha.


Jujur, aku bukan orang yang terlalu bersuka cita menyambut Lebaran. Biasa saja, Flat. Bahagia mungkin hanya di hari pertama dan kedua, saat berkumpul dengan keluarga. Momen yang dirindukan oleh siapapun. Selebihnya biasa saja, seperti hari biasanya.
Gini amat ya aku. hehe

Meski begitu, keasikan seluruh member keluarga menyambut lebaran kadang sudah cukup mampu menjadi penyemangat harique. Dari berburu baju baru berset-set meski dengan kualitas standar (gapapa yang penting baru) hingga berburu snack yang hanya ada di rumah saat lebaran saja. Ceritanya untuk hidangan tamu, tapi kenyataannya menjadi santapan orang rumah saat lebaran sudah usai dan para tamu sudah tak lagi berdatangan.

Begitulah, lebaran di mataku. Memakai baju baru di hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sesuai jumlah yang dimiliki. Bahkan kadang dipakai lebih dari sekali agar tetap dibilang baru. Sayangnya aku tak suka pakai baju baru, kadang sengaja kupakai lebih dulu sebelum lebaran. wkwk

Untuk yang jomblo kaya aku ini, yang bikin males adalah kekepoan sedulur semua. Sudah pasti muncul berbagai pertanyaan dari para sesepuh yang sudah mendahului ke pelaminan. Ya, pertanyaan keramat yang tak perlu kutulis disini. Seakan mereka sudah 'savage' hingga berani menanyakan hal yang mutlak menjadi hak Tuhan untuk menentukan.


Well, ini hanya sebagian. Hingga saat ini, lebaran masih begini-begini saja di mataku.

Sekian
Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
37 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (2)
    • ▼  April 2021 (1)
      • Ketika 'Cuan' Menjadi Alasan Untuk Setiap Hal
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates