• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya



Halo semua...
Sudah sarapan? Makan siang? Makan malam?

Alhamdulillah jika sudah, jika belum yuk segera makan dulu biar kuat menghadapi kenyataan yang tak sesuai ekspektasi. Kaya artikel ini yang isi sama judulnya nggak nyambung sama sekali.

(Ini trik aja biar kamu makin penasaran sama isi tulisan ini, semoga berhasil)

Satu tahun terakhir ini aku tak lagi tinggal bersama orang tua. Aku tinggal di sebuah rumah kerabat teman yang tak ditinggali pemiliknya. Sebelumnya, rumah ini sudah ditinggali dua temanku. Dan karena sebuah alasan, maka aku diajak untuk ikut tinggal di rumah tersebut.

Rumah standar pengembang tipe dengan tambahan bagian dapur cukup lebar ini sudah lengkap dengan perabot dan alat elektronik. Ya, karena rumah ini sudah sempat ditinggali beberapa waktu oleh pemiliknya.

Di rumah ini pula sudah disediakan tempat dan sarana mengajar les yang cukup lengkap. Lisensi tempat mengajar les baca yang resmi pun telah ada. Pengetahuan masyarakat tentang tempat les di rumah ini pun sudah cukup banyak. Tak perlu banyak promosi lagi, cukup dari mulut ke mulut dan para orang tua murid yang memerlukan jasa les baca kami bisa langsung datang ke rumah.

Bagai sebuah jawaban dari doa-doaku selama ini, aku bisa hidup secara mandiri dengan pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhanku. Rasanya senang sekali. Bahkan kadang aku merasa sudah seperti ibu-ibu komplek yang harus memikirkan menu esok hari dan tumpukan cucian dan debu yang harus segera dieksekusi.

Tak apalah, aku anggap sebagai proses belajar menjadi ibu-ibu yang sebenarnya. Bahkan jika ada yang sering memantau tweetku, aku sempat berbagi bagaimana rasanya diapeli pacar dan harus menyiapkan segalanya sendiri. Antara senang dan takut, senang bisa belajar namun takut jika masakan yang kubuat tak enak biarpun cuma telur dadar seperti di twit yang pernah aku buat ini. 
Aku dewe untunge gek gak pengen njaluk aneh-aneh. Yo antara ngerti keadaane mbe emang lg ga pengen.

Ketimbang ngajak mam ning jobo mending tak takoni wae "maem opo mas?, enek ndog, mie, sosis, segone y ise akeh".

"Ndog dadar wae, karo teh ya. Awakku g penak"

"Siaaap"
— Biji Gandum Rontok (@HaiUlya) October 29, 2018


Belanja

Karena hidup hanya bertiga tanpa sosok yang dituakan, kami bertiga jadi lebih bebas dalam hal menentukan makanan. Tak perlu mewajibkan ada makanan di meja makan setiap hari, tak ada komplain tentang menu makanan yang itu-itu saja, tapi tetap ada saja drama bumbu habis atau stok telur yang kebanyakan di kulkas.

Pola makan kami jadi lebih variatif dan tak teratur. Awal tinggal disini, aku masih sering sakit dan sempat terkena penyakit lambung karena malas makan. Namun semakin kesini kami jadi lebih fleksibel, jadi lebih mudah menentukan makanan yang akan masuk ke perut. Sudah hafal dengan jadwal tukang sayur, resep masakan sederhana hingga jadwal bumbu habis. Meskipun kadang masih dibumbui dengan komplain pada diri sendiri masing-masing karena tak menyediakan stok mie instan.

Beberapa bulan terakhir, aku jadi lebih sering memasak sendiri. Selain untuk memangkas pengeluaran yang besar, juga untuk mengasah skill memasak sedini mungkin. Jangan tanya masak apa aja, bumbunya apa aja, ujung-ujungnya tetap menu tumisan dengan bumbu trio andalan, cabai-bawang merah-bawang putih.

Biarpun begitu, berkali-kali masak dengan bumbu yang sama pun kadang beda rasa dan nikmatnya. Padahal bumbu dan takarannya sama. Ada-ada saja ya. Aneh.

Sebelum masak, biasanya aku sempatkan diri untuk berbelanja bahan masakan yang sedang aku inginkan. Paling sering masak sayuran aja, soal protein hewani serahkan pada telur atau ikan asin yang selalu tersedia di wadahnya.

Saat berbelanja biasanya aku sekalian mempersiapkan bumbu-bumbu dan kebutuhan dapur lainnya, seperti minyak goreng, bumbu penyedap, cabai, beras dan sebagainya. Jika terlalu banyak, biasanya aku membawa catatan kecil yang berisi list belanjaan. Meskipun cuma aku yang bawa catatan saat berbelanja diantara para ibu-ibu komplek, aku tetap pd saja karena memang dirasa perlu.

Kenapa Harus Ngelist Dulu Sebelum Belanja?

Tentang list yang aku tulis diatas, sebenarnya tak cuma saat belanja kebutuhan dapur saja aku gunakan tips ini. Tapi juga untuk kepentingan belanja lainnya seperti ketika belanja kebutuhan ATK di swalayan ataupun kebutuhan pribadi seperti bedak, lipstik dan kosmetik lainnya. Aku lebih suka menulisnya secara manual lalu melipatnya sekecil mungkin dan dimasukkan ke dalam saku terdalam celana.

Bagiku, membuat list sebelum belanja memiliki banyak kelebihan diantaranya sebagai berikut:

1. Hemat Waktu

Ketika daftar belanjaan yang harus dibeli sudahada di genggaman, tentunya kita sudah tahu barang apa saja yang akan dibeli. Langsung ke posisinya, ambil lalu hitung dan bayar. Tak perlu banyak berpikir lagi untuk menentukan penting tidaknya barang tersebut untuk dibeli. Jadi masih banyak waktu yang kita miliki untuk kepentingan lainnya. 

2. Anggaran Keuangan Lebih Terkontrol

Dengan daftar belanja, kita dapat menentukan barang yang akan dibeli sejak dari rumah. Pertimbangan harga pun bisa diperkirakan sejak dari rumah. Naik seribu dua ribu tetap bisa lah diakomodir dengan tarik ulur dari barang lainnya. Tapi setidaknya kita bida berbelanja sesuai budget yang telah disediakan. Secara tidak langsung kita mendapat komando bahwa kita tak boleh membeli barang selain yang ada di daftar belanja.

3. Lebih Mudah menemukan Barang Yang Dicari

Seharusnya poin ini ada di poin pertama, tapi karena sudah tertulis di nomor tiga jadi biarkanlah menetap disini saja. seperti halnya di poin pertama, mengantongi daftar belanja artinya sudah mengerti barang apa saja yang akan dibeli. Di bagian apa, label apa, merk apa, ukuran berapa, semuanya sudah siap dan tinggal cari di rak bersama teman-temannya. Dengan demikian, mudah sekali menemukan barang yang dicari secepat yang kita bisa.

Pengalaman terakhir sebelum menulis tulisan ini, aku berbelanja ATK dan alat olahraga untuk persediaan di rumah. Aku ingat sekali waktu itu pukul 09.45 pagi, yang artinya kurang lebih 20 menit lagi aku harus pulang karena anak-anak les sudah datang. Ditambah perjalanan Pulang pergi 10 menit, belum lagi jalan kaki dari parkiran ke area ATK. Dan alhamdulillah, sesuai ekspektasi waktu dan rincian belanja, tak lebib dari 15 menit di dalam dan sudah bisa membawa pulang belanjaan senilai lebih dari 200.000,-. PAstinya telat juga pulang ke rumah karena memang mepet sekali, tapi setidaknya tak menunggu terlalu lama karena sudah ditentukan daftar belanjaannya.

Kamu juga suka ngelis dulu sebelum belanja nggak sih?
Share yuk...!
Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar

    Memiliki bayi merupakan kebahagiaan luar biasa bagi banyak pasangan. Pertumbuhan dan perkembangan nya selalu menjadi acuan keberhasilan orang tua dalam menjaga si kecil. Untuk itu tidak heran jika orang tua selalu memantau tumbuh kembangnya dan seringkali dibuat khawatir jika tidak sesuai dengan tabel perkembangan anak pada umumnya. Padahal sebenarnya tumbuh kembang anak tidak selalu sama. karena nutrisi, lingkungan serta pemberian kasih sayang juga berbeda. Untuk itu jangan terlalu mengeluh, Anda hanya perlu memberikan yang terbaik bagi anak Anda dengan nutrisi seimbang, serta kasih sayang yang melimpah. Berikut ulasan tentang tumbuh kembang anak yang harus Anda ketahui.

    Pada bayi yang berumur 0-3 bulan, bayi sudah mulai belajar dengan aktif untuk menegakkan kepalanya. Otot-ototnya sudah berkembang kuat sehingga sudah bisa menopang kepala. Dia sudah belajar untuk  menopang tubuhnya dengan lengan serta sudah bisa tengkurap bahkan berguling. Saat ada benda-nemda di sekitarnya dia akan berusaha untuk meraihnya. Ini juga bisa menjadi stimulasi bagi si kecil untuk semakin menguatkan otot-ototnya dengan cara memberikan mainan agak jauh sedikit dari jangkaunnya kemudian goda dia agar mengambil mainan tersebut. Hal ini akan semakin meningkatkan otot punggung, tangan dan kakinya. Saat bayi sudah menginjak umur 3-6 bulan perkembangan motorik kasarnya semakin pesat ditandai dengan kemampuannya untuk menopang kepala dengan otot punggungnya agak lama, berguling dengan aktif serta mampu menahan baban tubuhnya dengan kedua lengannya. Hal ini akan berpengaruh terhadap kmampuan merangkaknya esok hari. Selain kemampuan motorik kasar, dia juga mengalami perkembangan pada motorik halusnya. Hal ini ditandai dengan kemampuannya untuk menggenggam tangan serta mainan ataupun makanan jika sudah diberikan MPASI, serta daya eksplorasinya dengan memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Hal ini perlu adanya pengawasan agar tidak terjadi kejadian fatal yang tidak diinginkan.

    Saat bayi sudah berusia 6-9 bulan, dia sudah mulai bisa duduk sendiri tanpa bantuan, melakukan hal-hal yang dia sadari benar. Hal ini terlihat dari caranya berpindah. Dia akan melakukan berbagai cara seperti berguling dan mencoba untuk merangkak. Bahkan dia juga sudah mulai mau belajar untuk berjalan dan sangat antusias saat Anda menuntunnya. Tidak hanya keterampilan motorik kasarnya, buah hati Anda juga menagalmai perkembangan pada motorik halusnya. Hal ini terlihat dari kemampuannya untuk memegang benda-benda yang ada di sekitarnya, bahkan dia sudah mulai bisa menentukan mana barang favoritnya. Dia akan sering terlihat mengamati barang-barang disekitarnya dan mempelajari sifat-sifatnya seperti bantuk, ukuran bahkan warna. Karena memang pada umur ini bayi sudah mulai bisa melihat dan aktif belajar. Anda bisa menstimulasinya dengan memberikan warna yang sama pada bentuk yang berbeda atau sebaliknya kemudian mengelompokkannya sesuai dengan kreasi Anda. Jika bayi sudah berumur 9-12 bulan, maka ini adalah saat Anda harus menyiapkan energi ekstra untuk menemaninya mengeksplor sekitar. Dia akan lbih sering mengajak Anda untuk menuntunnya berjalan kesana kemari hingga akhirnya dia bisa melangkah tanpa bantuan siapapun dan Anda akan dibuat bangga olehnya. Kemampuan motorik halusnya juga akan berkembang pesat. Dia akan mulai sering memegang dan menjatuhkan benda. Jangan terburu marah karena ini juga bagian dari proses belajarnya. Kejadian ini akan melatih koordinasi mata dan tangan serta melatih penglihatannya untuk melihat dengan lebih tajam karena adanya kecepatan benda saat jatuh.

    Ulasan di atas semoga dapat membantu Anda untuk mendapatkan informasi serta stimulasi yang tepat untuk buah hati Anda. Agar pertumbuhan dan perkembangannya di masa depan dapat berjalan dengan normal.
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar


Hai... Aku Ulya!

Kegiatan harian memang mengasikkan, apalagi jika dibayar dan sesuai dengan passion yang memang diimpikan. Setiap orang tentu memiliki aktivitas yang berbeda, bukan?. Meskipun judul profesinya sama, tentu yang dilakukan akan berbeda masing-masing orang. Adapun orang lain hanya punya mata dan mulut yang bisa digunakan untuk mengamati dan mengomentari, bahkan kadang nyinyir.

Kita sendiri sebagai pelaku cukup menjalankan kegiatan kita saja. Usahakan dilakukan dengan ikhlas, sabar dan tawakkal meskipun banyak aral melintang.

Seperti halnya aku yang setiap hari lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, mengutak-atik sosial media sambil menunggu kedatangan peri-peri kecil yang kadang jadi moodboster dan inspirasi tersendiri. Tak bisa dibilang nganggur, apalagi sibuk. Karena memang semua kegiatan aku lakukan dari dalam rumah. Bahkan banyak pula yang meragukan jika aku bekerja karena memang sering selo dan paling bisa diajak meet up dan jalan kemana aja.

Mulai Suntuk

Meskipun sesuai passion, kegiatan yang monoton tentu akan menyebabkan kebosanan. Bosan yang masih dalam taraf ringan mungkin masih bisa diredam dengan bermain game, bermain bersama anak-anak atau berwisata ke negeri sosial media. Bosan yang menumpuk dan beranak pinak pun kadang jadi sebab pekerjaan tak selesai dengan baik, keprofesional-an menurun dan akibatnya rejeki seakan menyempit padahal memang kerja kita yang kurang bagus.

Nah, bosan yang menumpuk seperti ini biasanya berujung suntuk. Aku nyerah deh kalo udah suntuk, biasanya ada aja masalah eksternal yang ikut nimbrung dan bikin tambah runyam. Pasrah, dan lari keluar rumah. Seperti yang aku alami minggu lalu. Awal bulan yang entah kenapa jadi suntuk karena beberapa minggu (baca : weekend ) lebih banyak di dalam rumah. Beberapa hari kerja sempat keluar sih, tapi kan judulnya ada kepentingan, bukan jalan-jalan!

Ritual Melepas Suntuk Ala Aku

Karena weekend lalu aku harus pulang ke rumah, padahal lagi pengen pengennya jalan-jalan. Seingatku, tiga minggu yang lalu aku keluar bersama seorang teman. Itupun sebentar dan banyak makannya, huhu. Akhirnya aku bela-belain minta diajak jalan-jalan sama doi. setelah negosiasi panjang lebar sampai bela-belain bangun pagi dan nelponin dia biar segera bangun juga, akhirnya kita punya waktu buat keluar setelah sekian lama ((SEKIAN LAMA)). 

Kami berdua pergi jalan-jalan tak leih dari 2 jam. Itupun ditambah mampir ke kantor BPJS Ketenagakerjaan dan sarapan. Jadi kurang lebih waktu yang digunakan untuk jalan-jalan setelah terima bersih adalah hanya 1 jam. Apa saja yang kami lakukan dengan waktu sesingkat itu?

Ke Pantai!

Ya, Pantai adalah salah satu tempat favoritku. Tak banyak yang kami lakukan disana, bahkan memegang airnya pun tidak sama sekali. Bahkan dia tak turun dari motor. Ha? Kok bisa?
Melepas suntuk semudah melakukan hal yang aku inginkan. Bahasa simpelnya adalah selama keinginanku terturuti aku akan bahagia. Simpel kan? Masih mau bilang kalo cewek sulit dimengerti? Haha.

Sesampainya di pantai aku hanya duduk di tempat duduk yang paling dekat dengan pantai, diam, memandang sekitar. Mengambil beberapa foto sekitar kemudian pindah lokasi. Mengulangi hal yang sama kembali. Dengan sedikit bumbu obrolan hangat yang tak lebih dari 10 menit tentang keadaan di daerah pesisir sedikit menambah wawasan baru dan yang terpenting menambah intensitas komunikasi hingga jadi lebih baik.

Kami pulang sekira pukul 9:30 karena hendak mampir ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan dan warung makan untuk sarapan. Selain itu juga karena jam 10:15 biasanya sudah ada peri-peri keci yang datang untuk belajar. Setelah satu persatu terlewati, kami pun pulang kerumah bertepatan dengan datangnya salah satu murid luar biasa yang selalu datang setiap hari bersama sang ibu. Sunguh waktu yang tepat dan meyenangkan hari itu. 

Terimakasih sudah menjadi partner yang hebat, mengerti aku dan kebutuhanku (lebih tepatnya keinginan sih).

Alhamdulillah, begini enaknya tinggal di kota dengan banyak pilihan pantai yang bisa dikunjungi. KAlo kamu, suntuknya dibuang kemana nih? Share yuk!
Share
Tweet
Pin
Share
27 komentar

Sebagai blogger yang masih terus belajar dunia blog, tentunya aku tak pernah lepas dari internet. Entah melalui media smartphone maupun laptop dan sejenisnya. Hampir setiap jam selalu berhubungan dengan internet, kecuali saat tidur karena selalu flight mode yang aku pilih demi ketenangan tidurku setiap malam. Berhubungan dengan internet, mau tak mau harus sanggup melihat godaan yang berseliweran dimana-mana. Entah di media sosial atau di running commercial yang sering muncul tiba-tiba. Dan sebagai perempuan, wajar dong aku mupeng banget sampai ke ubun-ubun paling atas.

Biasanya, setelah kejadian mupeng seperti itu akan berlanjut pada sengaja mencari produk yang dirasa perlu dan butuh. Meskipun pada akhirnya gagal beli karena dirasa kurang perlu dan kurang butuh pada saat itu. Sebut saja windows shopping.

Ada yang sering kaya gini? Atau cuma aku aja ya?

Berbelanja online, saat ini, memang sudah menjadi hal yang biasa dan lumrah dilakukan oleh siapapun. Mulai dari produk standar yang ringan dan mudah dibawa hingga yang berat dan butuh jasa ekspedisi khusus untuk mengirimkannya, seperti furniture, hiasan dinding yang super besar dan lain sebagainya.
Berbelanja tanpa keluar rumah menjadi satu daya tarik tersendiri bagi kaum millenial yang cenderung malas keluar rumah tapi sulit menahan rasa pengen beli ini, pengen beli itu yang menggebu. Meski tak melihat barangnya secara langsung, tapi dari gambar yang dipajang sudah sanggup memberi kesan bahwa barang tersebut layak dibeli. Huh, dasar laper mata!

Wishlist Adalah Koentji!


Kalau sudah begini, aturannya harus dirubah dan perlu tegas pada diri sendiri. Sebisa mungkin membeli barang yang memang dirasa perlu dan memang dibutuhkan. Salah satu caranya adalah dengan membuat wishlist. Wishlist yang kubuat ini  berdasarkan pada barang yang aku incar sejak beberapa bulan yang lalu di online shop secara acak. Beberapa masih berdasar pada asas keinginan dan selebihnya menggunakan asas pengen aja. (please jangan ketawa di paragraf ini)

Kenapa Wishlist?

Meskipun agak gimana gitu, tapi pasti ada aja yang nanya kaya gini. Dan harap maklum, karena aku bukan bagian dari kaum crazy rich yang bisa belanja apa aja kapan aja tanpa perlu pikir panjang. Jadi ya harus dibikin daftar pembelian lengkap dengan daftar harganya sesuai budget yang pas pasan. Jika belum bisa dibeli sekarang, dicatat saja dulu agar tak lupa sambil menunggu kesempatan yang tepat.
Selain itu, mencatat wishlist juga dapat membantu kita mengambil keputusan untuk membeli barang kebutuhan lainnya yang benar-benar kita butuhkan. Sehingga budget yang ada bisa 
dialokasikan ke dua objek berbeda namun sama urgentnya.

Alhasil, kebutuhan dan keinginan bisa terwujud meskipun nyicil satu persatu. Dan inilah penampakan Wishlistku yang receh, Saudara Saudara....

Hwaaa... Ada Festival Belanja Lazada 11.11

Asik nih, saat baru mikirin gimana bikin wishlist penuh tanda checklist, ternyata ada kabar gembira untuk kita semua (dilarang nyanyi). Sebentar lagi akan ada Festival Belanja Lazada 11.11, yaitu Diskon Terbesar 24 Jam dari Lazada. Sesuai namanya, festival ini akan berlangsung pada tanggal 11 bulan 11. Karena hanya terjadi setahun sekali dan masih awal bulan, sepertinya sangat sulit dilewatkan.

Pada hari tersebut, selama 24 jam, lazada akan memberikan banyak diskon dan promo yang bisa kamu dapatkan sambil mengisi weekend karena kebetulan tanggal cantik 11.11 ini jatuh pada hari Minggu. Beberapa program menarik 11.11 yang ditawarkan Lazada adalah Wonderland, Shake It, Slash It dan Flash Sale. Untuk lebih lengkapnya langsung aja cuss buka aplikasinya di hpmu sekarang.
Bocoran dikit, nih! 



Aku sendiri sengaja mengosongkan jadwal di hari Minggu ini demi bisa belanja di lazada sepuasnya. Cukup siapkan posisi duduk yang uenak, kuota yang mencukupi dan selalu pegang catatan wishlist di tangan. Semoga bisa membeli minimal setengah dari wishlistku, atau mungkin semuanya jika diijinkan. Yakin aja sih, namanya Festival Belanja pasti banyak diskon tak terkira, bahkan hingga 99% atau Hampir Gratis. Yuk rayain hari kemerdekaan belanja ini dengan bijak, sampai jumpa di 11.11 ya!
Share
Tweet
Pin
Share
4 komentar

Sebuah tulisan klarifikasi pada diri sendiri atas kesalahan besar telah membiarkan blog berdebu dan bikin bersin siapapun yang berkunjung.
Halo, mohon maaf semua jika akhir-akhir ini jadi  jadi males nulis. Pakai mohon maaf segala kaya ada aja yang mau buka blognya yah. Huhu

Awal ngeblog memang aku benar-benar ingin memiliki semacam buku harian online. Karena tak mungkin diceritakan sekedar di media sosial; twitter harus nge-thread, instagram pasti pada malas membaca, dan di facebook aku terlalu malu karena banyak teman dekat yang jadi teman disana. 

Akhirnya, jadilah blog ini.


Dengan niat dan tekad menulis setiap hari, akhirnya aku memberanikan diri untuk membeli domain. Alasannya sih agar lebih rajin dan semangat menulis. Kenyataannya? Hehe, bisa dilihat di daftar tulisanku yang bagai kanguru. Meloncat-loncat.

Semakin kesini, ternyata kegiatan semakin banyak. Kadang malah jadi kompleks banget. Ujung-ujungnya ya tidak jadi menulis. Belum lagi ditambah rasa malas yang sering hinggap meski tak tahu darimana asalnya.

Soal ide, sebenarnya sih tumpah-tumpah banget. Sayangnya, kadang aku lupa take moments karena saking asiknya melakukan hal yang sebenarnya bisa dibagikan. Akhirnya memutuskan untuk tak jadi dibagikan karena tak ada gambar pendukung.

Soal gadget, ready semua kok. Smartphone, netbook, kuota internet pun selalu ada.

Atau mungkin sudah merasa tak penting berbagi cerita ya. Sudah ada tempat berbagi yang lain. Pacar, mungkin!

Ah, nggak juga. Aku memang tak lagi jomblo tapi aku jarang sekali bercerita sama doiku. Kalau memadu cinta, sering.

Lalu apa ya masalahnya?

Em, mungkin karena kegiatanku yang monoton ya. Bayangkan saja. Bangun tidur, main gadget, jam 10 sudah ngajar les, jam 12 ngantuk, tidur. Jam 2 siang ngajar les lagi sampai jam 8 malam. Meskipun cuma ngajar les, rasanya sudah seperti ikutan sekolah. Pusing juga mikirin tugas. Apalagi murid lesnya variatif. Dari kelas 1-5 SD. Sekolahnya beda. Pelajarannnya beda. Semakin mengurangi minat mikir buat nulis lagi.

Hmmm.. Alasan aja. Lha wong tulisan curhat kaya gini aja nyatanya bisa jadi. Bisa dibaca meskipun nggak enak-enak banget bacanya. Kenapa ga bikin tulisan yang natural kaya gini aja Ulya?!.

Hehe
Hehe
Hehe

Iya juga sih ya.

Jadi aku harus bagaimana nih?

Ya nulis aja lah. Sayang banget kan kalo kosong blognya. Soal seo-seo an itu belakangan aja mikirnya. Jalani saja dulu. Toh dulu tujuanmu ngeblog cuma buat berbagi cerita kan?


*hening*


Share
Tweet
Pin
Share
14 komentar
DISCLAIMER : JUDULNYA SIH SOSIAL MEDIA, TAPI PERCAYALAH DI ARTIKEL INI YANG DIBAHAS CUMA INSTAGRAM AJA
Share
Tweet
Pin
Share
37 komentar

Beberapa kali aku sempat menulis tentang bisnis online dan belanja online. Beberapa berupa tulisan berbayar dan beberapa lainnya adalah tulisanku sendiri berdasarkan pengalaman yang aku miliki. Nah, beberapa kali aku sempat berbelanja online barang kebutuhan seperti kosmetik, baju dan assesoris lainnya.

Berbelanja online dengan segala keseruannya merupakan anugerah tersendiri bagi kaum millenial. Ingin berbelanja apapun tak perlu keluar rumah, cukup dari dalam rumah menghadap layar smartphone atau laptop. Cukup menunggu kurir mengirimkan barang ke rumah dan kita punya barang baru yang bisa dipakai.


Blibli.com Dan Segala Kelebihannya


Salah satu marketplace langgananku adalan blibli.com. Beragam fitur yang diberikan kadang membuatku tak bisa menolak untuk berbelanja. Apa saja kelebihannya?


1. Cicilan 0% untuk semua produk dengan tenor maksimal 12 bulan. Untuk yang hobi belanja online kredit bisa menggunakn fitur ini untuk memenuhi kebutuhan Anda. Jangan lupa untuk bayar cicilannya tepat waktu, ya!

2. Gratis Ongkir Hingga 200.000. Wow, ini nih yang bikin makin asyik saat berbelanja online. Jujur saja, bagiku, ongkir adalah hal yang cukup penting untuk dipertimbangkan. Apalagi jika barang yang dibeli tak seberapa dengan ongkir yang luar biasa. Males gak sih?

Nah, blibli.com nih solusinya!

3. Beragam cara pembayaran. Di blibli.com kita dapat melakukan pembayaran melalui berbagai pilihan cara. Seperti bayar di tempat, Internet Banking, Kartu Debit/Kredit, Cicilan 0%, Transfer bahkan hingga Uang Elektronik. Sangat memudahkan sekali, bukan?

4. Kualitas Terjamin
Semua barang yang dijual di blibli.com dijamin memiliki kualitas yang baik. Tak perlu khawatir barang kw atau barang murahan menjelma barang bagus di blibli.com. Enjoy to shopping here!

Di blibli.com Ada Apa Aja Sih?


Beberapa kali aku diberi pertanyaan oleh teman tentang apa saja yang dijual di blibli. com. Beberapa kali tertarik namun takut membeli karena harganya cukup mahal. Yaiyalah, barang berkualitas mana ada yang murah? Ini sih untuk kasus belanja baju dan sejenisnya ya. kalau untuk produk elektronik memang sangat maklum jika tak murah.

Lalu, apa aja sih yang ada di blibli.com?, biar tak kepo ada baiknya simak penjelasanku ini:

1. PROMO

Pertama banget ini sih, apalagi kalo bukan PROMO!!!

blibli.com selalu menyediakan banyak promo untuk para customernya. Banyak jenis promo yang disediakan, dari promo harian hingga promo khusus. Hari ini aku cek dan ternyata ada 396 promo yang tersedia. Awas jangan kalap, ya!

2. Token Isi Ulang, Pembayaran dan Tiket Perjalanan.


Salah satu jenis kebutuhan yang tak terlihat adalah Token Isi Ulang, Pembayaran dan Paket Data. Kebutuhannya yang kadang tak terduga membuat siapapun takut kehabisan di saat yang tidak tepat. Dengan fitur pilihan pembayaran yang cukup banyak membuat kita nyaman berbelanja kebutuhan yang satu ini.

Jangan sampai saat pulsa listrik habis di tengah malam lalu dibiarkan dan menunggu hingga pagi tiba. Wah, bisa-bisa buah di kulkas busuk duluan, tuh.

So, mulai sekarang tak perlu khawatir lagi. Kan ada blibli.com?!

3. Berbagai Pilihan Kategori Belanja dan Toko/Brand



Fitur pilihan kategori dan toko/brand ini memudahkan kita untuk berbelanja sesuai dengan kebutuhan kita. Tak perlu ndusel-ndusel kemana-mana untuk mencari yang kita butuhkan. Cukup klik Kategori Belanja atau nama Brandnya dan siap dipilih.

Apa nih brand favoritmu?

4. Voucher Point Blank Garena

Kabar gembira untuk para Troopers nih! Tak perlu bingung saat akan membeli Voucher Game Favoritmu. Beli aja di blibli.com. Ada berbagai pilihan voucher dengan harga promo (tentunya). Bisa dibayar via apa saja yang kamu punya. Ini artinya waktu mainmu tak akan terganggu dengan hal-hal kecil semacam kehabisan voucher game.

Caranya buka aja aplikasi blibli.com di smartphonemu dan ketik pb garena di kolom pencarian. Langsung pilih, transfer dan tunggu kode vouchernya masuk ke email kamu.

Gampang kan?


Oke, sepertinya sudah cukup sharingku tentang belanja online hari ini. Yuk otw BeOl (Belanja Online) dan Happy Blogging!
Share
Tweet
Pin
Share
21 komentar


Roti Maryam 5 Ribuan Di Jepara - Berbicara tentang makanan tentu tak akan ada yang menolak. Sebesar apapun niatnya untuk menjaga asupan makan dan berat badan, jika berhadapan dengan makanan pasti akan tetap dilahap juga. Apalagi untukku yang bertubuh ramping, seakan tak ada lagi yang aku takutkan. Mau makan, ya tinggal makan aja. Ditawarin makan, ya hayuk aja. Apalagi ditraktir, langsung maju di barusan terdepan. 

Beberapa waktu lalu aku tak sengaja melihat post di instagram tentang Roti Khas India, yaitu roti canai. Setelah aku pelajari lebih dalam ternyata roti canai atau yang biasa disebut roti cane adalah nama lain dari roti Maryam, Roti Prata atau Roti Paratha. Makanan ini menyebar ke seluruh penjuru dunia hingga ke Indonesia. Bahannya sama, bentuknya pun sama. Bulat, pipih dan berlemak. Di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Roti Maryam.

Sejujurnya, aku belum pernah makan Roti Maryam. Silakan ketawa, tapi seingatku memang aku belum pernah beli dan makan Roti Maryam. Sampai akhirnya ada salah seorang teman yang ternyata membuat Roti Maryam ini (ia menyebutnya roti cane) dan menjualnya secara online. Akhirnya minggu lalu aku berhasil mendapatkannya setelah berminggu minggu sabar menunggu waktu yang tepat.

 Roti Cane yang dijual ada beberapa varian rasa dan harga. Berikut rinciannya:

Untuk yg mateng isi 2 biji @10.000 saja dengan pilihan Topping
1. Milk messes
2. Milk grated chocolate
3. Milk chocolate slices
Roti Cane Ukuran Kecil

Untuk yg mateng isi 2 @12.000 dengan pilihan Topping
1. Milk messes chocochips
2. Milk messes grated chocolate
3. Milk messes chocolate slices

Untuk yg Big isi 2 @22.000 dengan taste pilihan Topping milk messes chocochips dan milk messes chocolate slices

Selain itu, juga menyediakan Roti Cane Mentah dengan rincian sebagai berikut:

Cane kecil isi 4 @15.000
Cane big isi 3 @22.000

Roti Cane ini, menurut penjualnya memang sudah dimodifikasi sesuai lidah orang Indonesia. Jadi rasanya tak begitu aneh saat aku makan. Toppingnya juga banyak jadi enak dan bikin ketagihan. Beda dengan roti lain yang suka pelit topping.

Toppingnya sampai tumpah, saking banyaknya
Untuk area Jepara, Roti Cane Neea ini bisa dipesan secara Online dan diambil di rumah. Untuk area Jepara kota bisa menyesuaikan dengan orderan lain yang bersamaan. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut bisa hubungi kontak WA 0857-2727-7697.
Terimakasih, selamat makan siang dan Happy Blogging!

Share
Tweet
Pin
Share
28 komentar



Sebagai Generasi Milenial yang hidup di zaman Now, tentunya kita tak lepas dari yang namanya Sosial Media. Entah saat ini kamu sedang membaca ini sebagai teman melepas penatmu, atau karena asal klik dari link yang kusebar di sosial media atau kamu memang sedang mencari inspirasi untuk menemukan username yang pas untuk akunmu, semoga yang aku tulis kali ini bermanfaat.


Semua yang aku tulis disini berdasarkan apa yang aku alami selama ini dan ditambah beberapa referensi dari blog lain seperti ini dan ini. 


Tanya Username


Username merupakan hal yang cukup penting bagi pengguna media sosial. Selain sebagai identitas di dunia maya, username seringkali dijadikan patokan bagaimana gambaran diri pemilik username tersebut. Kalian tentu pernah bertemu dengan orang baru atau teman yang lama tak berjumpa lalu salah satu berinisiatif menanyakan akun media sosial. 

3 Tips Menentukan Username Sosial Media


Untuk saat ini, mungkin instagram yang masih menjadi andalan meskipun kadang facebook acapkali disebut. Nah, setelah diberitahu usernamenya, lalu klik tombol follow dan tak lupa minta follow back. Ini salah satu potret tanya jawab dan follow-followback yang mulus. 


Beda cerita dengan kisah dimana pemilik akun kesulitan menyebutkan usernamenya karena terdiri dari paduan huruf dan angka atau merupakan bahasa asing yang disertai tanda baca rumit. Yang ada, bukannya tertarik dan antusias, malah malas dan menyerahkan hpnya dan menyuruhnya menuliskan username dan mencarinya sendiri. Imbasnya, usernamemu akan mudah dilupakan dan ia malas mengingat kembali. Saking susahnya.


3 Tips Menentukan Username


Username itu seperti identitas kita di dunia maya. Kita berhak membentuk diri kita dengan karakter yang kita inginkan menggunakan Username tersebut. Username yang baik tentu yang mudah diingat dan memiliki karakter kuat. Berikut 3 Tips Menentukan Username:


Relevan / Nyambung


Pilih Username yang nyambung dengan nama asli kamu, atau dengan karakter yang akan kamu bawakan dalam akun yang kamu gunakan. Hal ini tentu tidak berlaku bagi akun anonim. Akun anonim bebas pilih nama dan bebas ngapain aja, Terserah!. Kembali lagi ke kamu yang bukan anonim, tentukan nama yang menggambarkan dirimu atau setidaknya mengandung nama aslimu. Misalnya, namamu adalah Adi Musdalifa maka pilihan nama yang bisa kamu gunakan adalah Adi Musda, Amusda, Adi MS, atau mungkin Adifa. 


Atau jika namamu adalah Adi Musdalifa dan kamu adalah seorang pejuang skripsi yang tentunya akan membuat akun tentang perjuangan para mahasiswa tingkat akhir, maka pakailah nama yang bisa mengejawantahkan tujuanmu. Tak harus sempurna, yang penting ada unsur mahasiswanya.


Sebut saja @haiulya sebagai contoh, semua akunku menjadi tempat curhatku. Dari blog, facebook, twitter hingga instagram menjadi tempat curahan hatiku. Jadi semuanya memakai namaku yang dimodifikasi sedemikian rupa agar terlihat menarik (meskipun aku tak tahu apakah memang menarik atau tidak) dengan tambahan kata “hai” didepannya. Berharap menjadi identitas dan mudah diingat jika aku hilang nanti.


Unik Dan Mudah Diingat


Username tak perlu menggunakan nama panjangmu sepenuhnya. Buatlah keunikan dari nama yang kamu punya. Semakin sedikit semakin menarik, dan tentunya mudah diingat. Jangan sampai kita sendiri lupa dengan Username kita seperti kasus di atas. Sebagai salah satu referensi bermedia sosial, Prabusakti adalah salah satu influencer yang berhasil membuatku eksis hingga saat ini. Racun yang beliau berikan membuatku selalu penasaran dengan apa yang ada di dunia maya.


Salah satu yang paling kuingat adalah tentang bagaimana memilih Username yang tepat, yaitu:


  •  Gunakan maksimal dua kata
  •  Hindari penggunaan tanda titik (.) atau underscore (_)
  • Samakan semua username meski berbeda platform

Ketiga hal ini adalah standar ideal sebuah username. Apakah jika tidak seperti lalu dicap tidak menarik atau tidak boleh digunakan?. O.. tentu saja tidak. Bebas aja, kok. Standar setiap orang kan berbeda.


Alhamdulillah aku bisa menerapkan semuanya dan memang aku akui lebih mudah saat menggunakan username untuk beberapa kebutuhan. Misalnya saat ditanya teman, saat mengisi form ataupun saat ada job yang mengharuskan pencantuman username Sosial Media.



Samakan Username di berbagai platform


Langkah ini sebenarnya berlaku bagi kamu yang setuju dengan tiga langkah di poin kedua; menyamakan username di semua platform. Hal ini untuk menghindari adanya miss dalam pengejaan username yang berakibat pada tidak tepatnya nama yang diketik dalam kolom pencarian.


Setidaknya cek dulu ketersediaan Username yang akan digunakan di beberapa platform Sosial Media yang akan dipakai, misalnya facebook, twitter, instagram, path dan sebagainya. Simplenya, jika ditanya orang “apa nama akun kamu?”, tinggal jawab aja “at haiulya”, dan ditambah “semua akun aku pake username itu kok. Cari aja”. 


Selain itu, username yang sama akan lebih memudahkan kita saat mengisi form atau apapun yang meminta username kita. Tak perlu cek sana sini, langsung aja ditulis. Kan sama semua. Selain itu juga terlihat lebih rapi. Kebetulan aku sudah mengaplikasikannya dan begini penampakannya jika ditulis:


Blog : www.haiulya.com

Fb : www.facebook.com/haiulya

Twitter: www.twitter.com/haiulya

Instagram : www.instagram.com/haiulya


Gampang banget diingat kan?. Kalo gampang diingat kaya gini kan jadi makin semangat sharing dan bersosial media. Soalnya nama kita mudah diingat baik oleh kita maupun orang yang mengikuti kita.



Nah itu tadi 3 Tips Menentukan Username Sosial Media dari aku. Semoga bermanfaat dan Happy Blogging. 






Share
Tweet
Pin
Share
40 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (2)
    • ▼  April 2021 (1)
      • Ketika 'Cuan' Menjadi Alasan Untuk Setiap Hal
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates