• Home
  • About
  • Gaya Hidup
    • Minimalism
    • Quarter Life Crisist
    • Relationship
  • Advertise
facebook twitter instagram Email

haiulya



Saat pertama kali merasa jatuh cinta pada seseorang, rasanya gelisah berbunga-bunga. Gelisah jika lama tak bersua, dan berbunga-bunga meski hanya melihatnya balasan chat kita pada dia. Sebisa mungkin akan meluangkan waktu meski sekejap saja bertatap muka.

Aaah... Jika boleh, aku ingin merasakannya kembali. Menyenangkan dan menenangkan. Bukan berarti tak bersyukur dengan hubungan yang sedang aku jalani hingga sekarang ini. Tentu saja sangat menyenangkan. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur hingga saat ini. Mungkin benar jika Tuhan menentukan jodoh sesuai dengan kebutuhan, bukan kesenangan.

Setiap hubungan memiliki polanya masing-masing. Nggak akan ada hubungan yang bida sama sesuai teori yang ada. Pahit manisnya hanya si pelaku yang tahu kebenarannya.

Beberapa waktu yang lalu aku sempat ingin mengakhiri hubungan. Sebenarnya lucu juga jika diingat. Alasannya karena si doi jarang menghubungi padahal online di media sosial dan aku merasa diabaikan. Buah pikirannya makin nggak karuan, aku kepikiran dia punya yang lain dan chat sama yang lain itu.

Sama sekali tanpa dasar dan bikin ngakak kalau diingat.

Kenyataannya pada saat itu dia memang sedang bekerja di sebuah tempat baru yang aku belum tahu. Ya, karena aku sedang ada tugas dari kampus yang harus berjauhan. Nggak jauh-jauh amat sih sebenarnya, paling habis waktu satu jam untuk sampai ke tujuan.

Tapi, dari yang awalnya setiap minggu bertemu jadi nggak ketemu selama empat puluh hari adalah hal yang sangat menguras tenaga sekaligus pikiran. Merasa diabaikan, khawatir diduakan, takut kehilangan dan lain sebagainya. Sebenarnya ini lebay dan dibuat-buat, ya aku sendiri yang buat.

Pikiranku sendiri yang bikin lebay dong. Haha

Daaaan
Selepas aku pulang dari tugas kampus itu aku putusin buat investigasi dong. Seriusan mau memastikan apa yang terjadi pada dirinya hingga aku diabaikan begitu saja. Saat ada waktu bertemu, aku puas-puasin nanya dan kepo sekaligus jahilin dia. Aku buka smartphone dia (tentu dengan seijinnya) dan mencari-cari apa yang aku cari.

Apakah ketemu?
Ketemu dong, tapi nggak sesuai ekpektasi. Nggak ada bukti dia berpaling. Nggak ada bukti dia mendua. Isi chatnya biasa saja.

Bahkan, sekarang dia jadi lebih care. Buatku, dia jadi lebih hangat dan manja. Mentang-mentang tempat kerjanya dekat tempat tinggalku, maunya sering ketemu. Lebih sering chat meskipun nggak penting. Dan artinya lebih sering ribut karena salah ketik atau salah pilih diksi.


Menyebalkan tapi aku suka. Nggak mungkin juga kan bisa putus karena hal sesepele itu. So, I enjoy it. Menikmati drama-drama sok cemburu biar diperhatiin. Trust me, it works.

Tapi tergantung pasanganmu juga, sih. Balik lagi ke statemen diatas, setiap pasangan memiliki pola hubungannya masing-masing.

Fase jenuh dalam hubungan akan selalu ada. Kadang kita nggak tahu asalnya darimana. Tahu-tahu ada aja masalahnya. Wajar aja kok, dan nggak bisa dijadiin alasan buat mengakhiri hubungan sebelum tabayyun atau minta kejelasan.

Tapi nih ya, balik lagi ke statemen awal bahwa setiap pasangan memiliki pola hubungannya masing-masing. 
Share
Tweet
Pin
Share
30 komentar
Perkembangan dunia smartphone sudah sangat pesat, bahkan jauh lebih pesat dari yang aku perkirakan sebelumnya. Percaya nggak percaya, aku selalu kewalahan mengikutinya. (Ketawa)

Kewalahan disini artinya luas, ya. Mulai dari kendala dana yang nggak mungkin banget untuk sesering itu beli smartphone hanya untuk memuaskan diri. Aku pikir lebih banyak hal lain yang bisa dibeli dengan uang yang ada. Millenial boleh, tapi nggak boleh boros. Itu bukan budaya kekinian. (Ini sih ngingetin sama diri sendiri, ceritanya).


Hal ini mengingatkanku pada kisahku dan smartphoneku sekarang. Waktu itu aku sedang suka dengan dunia vlogging, maka aku beranikan diri untuk mencari smartphone yang sesuai kebutuhan. Sayangnya, lagi-lagi harga menjadi persoalan. Dan akhirnya dengan sedikit memaksa, akupun memiliki smartphone ini hingga kini.

Beberapa hari ini aku dibuat kagum oleh salah satu brand smartphone yang terbilang baru namun mampu memikat hati para netizen. Setiap seri yang dikeluarkan selalu memiliki pesonanya masing-masing dengan spesifikasi mumpuni. Tak perlu banyak waktu, Honor telah mampu memikat hati penikmat smartphone sejak awal kemunculannya.

Setelah meluncurkan seri Honor 9 dan 10 yang memanjakan para pecinta selfie, kini pun hadir Honor 10 Lite yang kian memunculkan rasa percaya diri para penggunanya. Bagaimana tidak?. Dengan kamera depan 24MP sebagai fitur utama dengan dukungan AI 8 dan beberapa pengaturan cahaya tentunya mampu memberi kesan terbaik untuk para penggunanya.

Untuk penggunaan malam hari, pengguna dapat menggunakan fitur kompensasi eksposur teknologi fusi cahaya 4-in-1 yang dapat menjadikan gambar selfie lebih detail, indah dan lebih jelas.

Dari segi penampilan, Honor 10 Lite memiliki desain belakang super mewah dengan efek visual yang mempesona.  Hm.. Kabarnya sih dibuat dari delapan lapisan bahan berkilauan gitu, makanya bisa jadi semenarik itu. Nah, untuk warnanya, ada dua pilihan warna gradien yaitu yaitu warna  Sky Blue  dan Midnight Black klasik. Dua-duanya bagus sih, menurutku. Sesuaikan saja dengan seleramu.

Honor 10 Lite ini cocok banget untuk para vlogger atau siapapun yang sering tergantung dengan smartphone untuk kepentingan video atau foto. Semuanya sudah diatur sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan kinerja mereka.

"Saat ini, ada banyak influencer media sosial termasuk vloggers, yang sangat bergantung pada kinerja smartphone mereka, apalagi kamera depan. HONOR 10 Lite akan membantu mereka dan Anda semua untuk mengeksplorasi kreativitas kami, ”kata Justin Li, Presiden Honor Indonesia.

Adapun spesifikasi lengkapnya adalah sebagai berikut:

Desain :
DewDrop FullView Screen
3D Curved Design
Vibrant Gradient Color

Colors/Warna :
Sky Blue
Midnight Black

Processor dan Memori :
Huawei Kirin 710, Octa Core (4 x Cortex A73 2.2 GHz + 4 x Cortex A53 1.7 GHz)
RAM : 4 GB
ROM : 64 GB
GPU Turbo 2.0

Software :
EMUI 9.0 (Based On Android 9)

Display :
6.21 – inch 2340 x 1080p FHD display
Over 90% screen-to-body ration
19.5:9 bezel-less display
Multi touch-sensitive screen

Front Camera :
24 MP AI Front Camera
F/2.0 aperture
AI recognition of 8 scenarios
4-in-1 light fusion technology exposure compensation technology.
3D Potrait lighting with multiple lightning option
Soft Lightning
Butterfly Lightning
Split Lightning
Classic Lightning
Stage Lightning

Rear Camera :
13 MP + 2 MP Kamera utama
F/1.8 + F/2.4 Aperture
Handheld night photography enabled by Ai Powered Image stabilization (AIS)
AI Portrait mode

Size & Weight :
154.8 mm (H) * 73.64 mm (W) * 7.95 mm (D)
Approx. 162g ( include the Batterai)

Baterai :
3400 mAh
3G Call standby Up To 19 Jam
Standbye Time : Up To 612 Jam.

Interface :
Headset Type 3.5mm
Micro USB
Nano-SIM or MicroSD card slot

Sensors :
Fingerprint sensor
Proximity Sensor
Ambient light sensor
Digital Compass
Gravity Sensor
Bayangkan, smartphone dengan tampilan menarik dan kapasitas memori tinggi serta kualitas kamera terbaik ada dalam satu genggaman. Mau melewatkan? Nggak sayang?.

Sejujurnya, aku sudah memasukkan Honor 10 Lite di wishlistku tahun ini.

Produk ini telah diluncurkan secara resmi kemarin pada 27 Februari 2019. Saking penasarannya, akupun standby saat acara peluncuran Honor 10 Lite ini yang juga bersamaan dengan peluncuran Honor 8A yang tak kalah canggihnya. Menarik, bukan?

Yuk segera dapatkan Honor 10Lite di outlet smarphone terdekat dan rasakan sensasi selfie terbaik sepanjang masa. 
Share
Tweet
Pin
Share
38 komentar
Baju Batik Wanita Terbaru 2019 - Berkembangnya dunia fashion yang semakin beragam, tentu akan semakin mudah bagi kita untuk menentukan jenis pakaian yang ingin dikenakan. Misalnya saja, ketika Anda ingin menghadiri sebuah acara, maka dengan banyaknya trend baju terbaru yang tersedia saat ini Anda tinggal memilih yang paling sesuai saja. Namun dari sekian banyaknya model baju yang ada. Baju batik wanita tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tampil lebih cantik dengan gaya yang lebih formal.

Batik yang menjadi warisan budaya Indonesia ini seakan tidak ada matinya. Jika diperhatikan, baju ini tetap menjadi pilihan dalam berbagai macam kesempatan. Mulai dari baju batik kerja, baju batik kondangan, hingga acara-acara formal lainnya. Bahkan tidak jarang batik dijadikan sebagai pakaian casual dengan gaya yang lebih santai untuk sehari-hari.
Kini untuk Anda yang menyukai pakaian batik dan ingin tampil lebih modis dengan baju batik yang Anda miliki. Maka beberapa model baju batik untuk wanita di bawah ini bisa menjadi pilihan terbaik untuk berbagai macam acara yang Anda hadiri.

Model Baju Batik Wanita Terbaru 2019

Mengingat model baju batik yang semakin beragam, Anda semakin memiliki kesempatan untuk bisa tampil lebih modis dan trendi dengan baju batik yang Anda miliki. Bahkan beberapa model baju batik khusus wanita di bawah ini bisa menjadi rekomendasi gaya baju batik trendy masa kini:

Dress Batik


Model batik seperti ini memang sangat umum digunakan. Selain modelnya yang simple, batik ini juga cocok dikenakan untuk berbagai acara. Misalnya saja seperti kondangan, acara wisuda atau perpisahan, hingga acara formal lainnya. Selain itu, batik ini juga bisa dikenakan untuk acara yang lebih santai. Misalnya saja, seperti ke Mall, pergi ke rumah teman, dan lain-lain. Atau bahkan bisa juga menjadi busana kerja terbaik bagi Anda.

Dress Batik Panjang


Selain model dress batik pendek, Anda juga bisa mengenakan model dress panjang seperti yang satu  ini. Untuk model ini, bisa dikenakan untuk mereka yang mengenakan hijab. Dimana modelnya yang lebih tertutup akan membuat tampilan Anda semakin elegan. Bahkan jika Anda mau, Anda bisa memadukannya dengan aksesoris lain yang semakin cantik. Selain itu, agar terlihat semakin serasi. Anda juga bisa pilih warna atau motif hijab yang senada atau warna polos.

Dress Batik dengan Pundak Terbuka


Model baju batik yang satu ini memang sedang trend di kalangan anak muda jaman sekarang. Selain modelnya yang lebih trendi, batik ini juga terkesan lebih casual. Bahkan tidak sedikit anak muda yang mengenakan baju batik ini dalam berbagai macam kesempatan, misalnya saja pergi ke hajatan teman, ke Mall, jalan-jalan, dan lain-lain.

Dress Batik Formal


Model dress batik formal seperti ini bisa Anda kenakan untuk menghadiri acara-acara resmi, misalnya saja seperti acara dinas, meeting dengan klien, acara pernikahan, hingga menjadi baju kerja yang bisa dikenakan sehari-hari. Dengan batik model ini tentu tampilan Anda akan semakin elegan dan terlihat berwibawa. Selain itu, modelnya pun juga terlihat lebih simple tanpa banyak aksen di bagian lain.

Batik Model Sanghai


Batik dengan kancing model sanghai seperti ini memang bisa dikatakan sudah ada sejak dulu. Namun saat ini kemunculannya menjadi trend dan bahkan banyak dipilih sebagai busana wanita terbaik. Anda bisa memilih model batik sanghai seperti ini untuk menghadiri berbagai acara, baik itu yang formal atau pun semi formal.

Selain itu, model batik sanghai juga banyak dipilih untuk busana perayaan imlek. Dimana modelnya yang mirip dengan baju China membuat batik ini sangat cocok untuk perayaan imlek. Meskipun Anda bukanlah turunan Tionghoa yang harus merayakan imlek. Namun biasanya saat perayaan imlek berbagai tempat kerja akan merayakan untuk penyambutan tahun baru ini. Dimana baju batik ini bisa menjadi salah satu busana pilihan Anda.

Batik Kutubaru


Batik kutubaru menjadi salah satu model busana batik terbaru yang bisa Anda pilih. Meskipun modelnya hampir mirip dengan kebaya kuno. Namun model batik ini cukup trend di kalangan remaja hingga orang dewasa. Bahkan tidak sedikit para mahasiswa yang memilih model batik ini sebagai baju wisudanya. Anda bisa menggunakan batik kutubaru untuk berbagai macam acara, misalnya saja seperti ke kondangan, pergi ke acara pernikahan teman, menghadiri rapat, dan lain-lain.

Batik Kombinasi


Salah satu model baju batik wanita yang cukup banyak diminati adalah batik kombinasi. Dimana batik ini mengkombinasikan antara motif batik dengan kain polos. Selain itu, modelnya biasanya digunakan untuk batik atasan dengan bahan celana atau rok polos. Model batik ini memang sengaja dipilih karena desainnya yang lebih simple dan trendi. Anda bisa mengenakan baju batik ini untuk berbagai acara, seperti busana kondangan, baju kantor, ataupun untuk acara formal lainnya.

Batik Atasan


Batik atasan seperti ini memang yang paling umum dipilih. Selain bisa dipadu padankan dengan bawahan lain. Anda juga akan terlihat semakin cantik dengan model batik seperti ini. Modelnya yang sangat simple tanpa mengurangi ke eleganitas dari batik itu sendiri. Membuat baju ini menjadi pilihan terbaik untuk busana formal wanita. Tidak jarang dari mereka yang menggunakan batik ini sebagai baju kerja ataupun untuk menghadiri acara-acara bertema formal lainnya.

Batik Tali Depan


Batik atasan model tali depan seperti ini juga bisa menjadi pilihan Anda. Dimana model baju blouse seperti ini bisa dikenakan untuk berbagai macam acara, misalnya saja pergi ke kondangan, baju kerja sehari-hari, ataupun baju yang bisa dikenakan saat Anda pergi. Modelnya yang cukup simple dengan aksen tali di bagian depan akan menambah tampilan Anda menjadi lebih trendi dan bahkan lebih keren lagi. Model seperti ini juga cocok dikenakan untuk orang dewasa.

Batik dengan Model Kancing Depan


Selain batik tali depan, ada model lain yang bisa Anda pilih, yaitu batik dengan model kancing depan seperti ini. Dimana bentuknya yang cukup simple dan elegan membuat batik ini menjadi pilihan bagi kebanyakan kaum wanita. Biasanya model batik seperti ini banyak di kenakan tanpa harus mengenal usia. Mereka yang masih muda, remaja, hingga orang dewasa pun bisa mengenakan batik dengan model yang satu ini. Jadi, tidak ada salahnya jika batik model kancing depan menjadi pilihan Anda.

Dari beragam model baju batik wanita terbaru 2019, Anda bisa menentukan baju batik yang paling sesuai dengan tema acara Anda. Dimana baju batik di atas umumnya bisa dikenakan untuk berbagai acara baik yang formal maupun semi formal. Selain itu, untuk Anda yang menginginkan baju batik dengan model yang lebih trendi dan kekinian. Maka belanja di situs belanja online terpercaya iLotte.com bisa menjadi pilihan yang paling tepat untuk saat ini. Tersedia pilihan berbagai model batik terbaru dengan motif yang sangat beragam.

Share
Tweet
Pin
Share
29 komentar


Bulan ini aku kembali disibukkan dengan urusan akademik yang sudah sekian lama aku tinggalkan. Em, maksudku aku hentikan sejenak. Banyak hal yang aku lakukan selama tidak mengikuti kegiatan akademik. Dari bekerja dengan orang lain hingga mencoba peruntungan di dunia bisnis.

Meskipun bukan hal yang baru lagi untukku, tapi kegiatan bisnis memang selalu memusingkan. Apalagi di proses mengawali. Seakan memulai hidup baru yang harus sangat tertatih-tatih dan penuh ketabahan. Tapi tentu saja bisa dibaca keberhasilannya jika ditekuni dengan kesungguhan. Ironisnya, aku sering berhenti di tahap tertatih-tatih dan tak sabar menunggu hingga waktunya bangkit tiba. Sedih sekali jika mengingat masa-masa itu.

Dan saat ini, meskipun sedang vakum berpromosi secara langsung. Aku sedang menyiapkan amunisi sekuat mungkin untuk melanjutkan usaha yang telah aku rintis sejak tiga tahun lalu. Sempat berhenti lalu lanjut kembali, berhenti lagi dan berlanjut lagi. Hal biasa bagi pengusaha yang sering disebut dengan pasang surut.

Sebagai pelaku, kadang aku tak menyadari tentang teori pasang surut ini. Baru sadar kemudian setelah yang surut telah pasang kembali. Bahkan tak jarang aku menyalahkan diri sendiri saat sedang jatuh dan terpuruk dan menganggap apa yang terjadi adalah akibat dosa besarku selama ini. Drama banget aku tuuuh.

Entah sudah berapa jenis usaha yang pernah aku coba geluti. Ya, aku coba menggeluti tapi kadang usahanya yang nggak mau bergelut denganku. Aku merasa diPHP oleh keinginanku sendiri. Betapa sedihnya aku mengingat kejadian-kejadian memilukan tersebut. Seakan ada saja hal-hal yang tak mengenakkan yang membuat aku berhenti melanjutkan usaha.


Kalian pasti kepo kan, apa saja usaha yang pernah aku geluti hingga jadi selebay itu?!


Sebagai makhluk online, aku cenderung lebih banyak memulai usaha melalui online. Beberapa kali membuka usaha, hampir semuanya aku mulai secara online. Beberapa kali aku diinterogasi beberapa teman dan mereka cenderung tak percaya dan mengabaikan pernyataanku. Nyatanya, memulai usaha secara online di era digital seperti ini bukanlah hal yang tabu dan sulit untuk dilakukan.
Semudah seperti menulis status dan membalas pesan singkat. Ya, semudah itu. Apalagi bisa memberi nilai ekonomis. Menggiurkan, bukan?

Salah satu usaha yang aku geluti sejak 2015 yaitu usaha Kain Tenun Khas Troso, Jepara. Awalnya aku masih meraba-raba sistem kerja bisnis online yang kebetulan saat itu sedang aku gandrungi. Bermodal keberanian dan kenalan beberapa teman, aku memulai dengan tanpa modal uang sepeserpun. Dalam waktu tiga bulan aku berhasil melayani beberapa pembelian, salah satunya dikirim ke Bali dengan omzet mencapai lima juta per bulan.

Setelah itu, karena satu dan lain hal, aku memutuskan berhenti dan kembali fokus kuliah. Ternyata jalan menuju wisuda tak semulus paha kita masing-masing. Ada saja tanjakan dan turunan serta polisi tidur yang menghalangi. Harus ekstra hati-hati dan siapkan mental tambahan.

Dua tahun berlalu, aku kembali dipertemukan dengan jalan usaha yang sama. Tetap bergelut dengan kain tenun khas Jepara. Kali ini aku kembali mendapatkan banyak kenalan. Alhamdulillah, silaturrahim selalu membawa rejeki berlimpah. Aku banyak belajar dari mereka, baik secara langsung maupun tidak. Baik secara personal maupun kelompok. Dalam waktu dua bulan, aku lebih banyak belajar dari rumah, mengamati pergolakan media pemasaran yang digunakan para pendahulu yang telah menggapai kesuksesan.

Sambil belajar, aku kembali memantapkan diri untuk bergelut dengan usaha Kain Tenun Khas Troso melalui instagram. dengan modal bismillah dan doa restu orang tua, usahaku tak sia-sia, aku mendapatkan pembeli pertama di minggu kedua setelah akun online shopku aktif. Betapa senangnya kala itu, hehe.

Waktu berjalan dan aku semakin gigih berjuang, Alhamdulillah di bulan ke empat aku bisa menjadi eksportir kain tenun ke Kanada. Waah, senangnya lagi. Semakin bersemangat dan merasa yakin bahwa ini adalah duniaku. Haha, pedenya aku.

Saat ini, aku sedang merencanakan membuat website untuk meningkatkan penjualan agar lebih baik dan semoga bisa berkembang lebih pesat seperti sebelumnya. Syukur-syukur bisa membantu lebih banyak orang untuk mendapatkan pekerjaan. Ini merupakan salah satu resolusi Bisnis di tahun 2019 yang aku miliki.

Hingga saat ini, aku semakin keenakan dengan usaha online bahkan tak terpikir membuka usaha secara offline karena waktu dan tempat yang terbatas. Lagipula, zaman sekarang seakan sudah disedikan lahan usaha yang siapapun bisa memulainya darimana saja, dunia online. Sejujurnya memang lebih mudah untuk membuka usaha di era digital ini dengan segala kelebihannya.

 Yuk, berwirausaha. Happy blogging. J

Share
Tweet
Pin
Share
14 komentar

Tentang Pacaran - Pacaran atau nggak pacaran itu pilihan masing-masing, siapapun boleh pacaran asalkan dengan sesama single atau dengan pasangan sahnya yang masih ingin menyebut dirinya pacaran. Ih, kompleks banget ya penjelasanku.

Well, memang ribet karena aku juga dibikin pusing sama kenyataan di media sosial yang satu sisi bilang nggak boleh pacaran karena bla bla bla dan di sisi lain bilangnya pacaran aja biar kenal sama calon pasangan seumur hidupnya.

Apakah Aku Pro Pacaran?

Aku sendiri, jujur saja pernah ada di dua posisi tersebut. Entah itu jalan yang benar dan sekarang aku kembali tersesat atau sebaliknya, aku pernah tersesat lalu kembali ke jalan yang benar. Aku tak mau memikirkannya lebih jauh. Capek buuuk, mikir terus. Jalanin aja hidup seenak mungkin, hempaskan halu yang bertubi-tubi. :)

Oke, sampai disini sebut saja aku pelaku pacaran. Bukan berarti nggak mendukung yang anti pacaran tapi ini hak kalian sendiri untuk menentukan pilihan. Segala hal pasti ada resikonya, termasuk pacaran. Selama kalian yakin bisa menghadapi kenyataan dan segala resiko dalam proses pacaran artinya kamu boleh dan siap untuk pacaran.

Sebenarnya sih, pacaran itu hal yang kompleks untuk dibicarakan. Bahkan anak kecil yang cuma modal rasa suka terus nembak lalu diterima juga nyebutnya pacaran, kan?. Meskipun aku can't relate banget karena aku polos banget waktu kecil, sih. Nggak pernah punya pengalaman pacaran di usia dini. Tapi percaya aja lah karena aku lihat sendiri salah satu murid les yang mengaku sudah berpacaran padahal baru kelas 5, hmm. Juga beragam fakta di sosial media yang justru kerap jadi guyonan kaum dewasa.

Padahal nih ya, aku tuh cuma mau membahas tentang pacaran yang dijalankan dua insan di umur yang bisa dibilang matang. Tapi bisa aja kan artikelku ini dikaitkan dengan pola pacaran abg yang sedang merasakan cinta monyet. Semoga tetap bisa relate karena masih dalam satu topik, PACARAN.

It's ok, seenggaknya kalian sudah tahu maksudku.

Aku nggak akan menjelaskan tentang definisi pacaran karena pasti akan lebih kompleks lagi.

Btw, ini tulisan atau perumahan kok banyak kompleksnya dari tadi???

Pola pacaran setiap pasangan selalu berbeda satu sama lain. Nggak bisa dipukul rata. Karena setiap orang punya karakternya masing-masing dan tentu saja berpengaruh pada pola hubungannya. Pola hubungan juga dipengaruhi oleh latar belakang masing-masing pasangan, usia hingga tujuan yang berbeda-beda. Beda pasangan, beda cara mengungkapkan perasaan, beda cara nge-treat pasangan dan tentu saja beda cara pandang terhadap hubungan.

Namun beberapa poin ini mungkin bisa dijadikan landasan hukum ketika memutuskan untuk berpacaran.  Jika dirasa nggak bisa memenuhi, please.. mendingan kamu jomblo aja. Semuanya based on my story, sebisa mungkin nggak mau dibuat-buat karena ini blog personal, ehe~.

Komitmen

Memutuskan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis artinya siap menerima banyak hal baru. Menerima dan menjalankan segala yang ada di depan mata dengan lapang dada.

Pacaran artinya siap menjalankan komitmen yang telah dibuat bersama. Baik langsung maupun tidak langsung. Yang tujuan utamanya tentu demi keberlangsungan hubungan dalam jangka panjang dan dalam kebahagiaan yang mendalam.

Siapapun dan dari latar belakang apapun pasangan, cintailah dia sepenuhnya. Bukan karena apapun yang ada di belakangnya. Dan tanamkan pada diri bahwa hal itu sebenarnya nggak penting sama sekali. Anggap saja bonus dari betapa tulusnya cintamu selama ini. Dan tak ada alasan untuk memilih tempat lain untuk melabuhkan pandanganmu pada yang lain hanya karena keadaanya yang nggak sama dengan yang sedang kamu suka.

Jika sudah yakin dengan pasangan, komitmen bukan hal yang sulit, kok. Tapi lagi-lagi ini tentang sifat bawaan juga, sih. Well, nggak semua orang punya skill setia sekuat baja. Lhah, baja aja kalo sering ditempa bakalan bengkok juga kan ya....?!

Komitmen itu intinya melaksanakan janji yang telah dibuat dengan pasangan maupun diri sendiri ketika memulai sebuah hubungan. Yang pasti, pasangan yang dimaksud disini hanya 1 laki-laki dan 1 perempuan, nggak ada yang lain.

Aku sendiri agak insecure sih sama Mas A, hmm... mungkin demikian juga dengan Mas A padaku. Wajar saja karena kita nggak setiap hari bertemu dan kemungkinan dia bertemu orang lain jauh lebih banyak. Aku sendiri benci pada perasaan ini karena aku pernah percaya banget sama mas A. Dan hanya karena aku pernah lihat chat dia dengan perempuan lain, sejak saat itu aku jadi mulai insecure. Ih, sebel. Padahal maunya secure-secure aja, kalem, santai, woles. Tapi pikiran parno muncul terus dan datang seenaknya. Bikin hidup nggak tenang dan pengen makan orang. Oh, ternyata posesifku separah itu.

Jika sudah seperti ini, waktunya mengeluarkan amunisi kedua.

Komunikasi

Dalam setiap hubungan, baik formal maupun non formal, penting atau nggak penting, komunikasi harus selalu dipentingkan, lho. Apapun bentuk komunikasinya, usahakan agar semua pihak tahu apa yang diinginkan pihak lain.

Nggak harus setiap waktu juga untuk berkabar, tapi usahakan untuk tidak kehilangan kabar dari pasangan. Minimal sekali dalam satu hari, usahakan ada komunikasi dengan pasangan.

Untuk hubungan dalam ranah usia muda, mungkin banyak ditemui jawaban 'jalani saja dulu, kalau cocok ya lanjut kalau nggak ya gimana lagi?'. Ambigu, percuma menjalin komunikasi sebagus apapun tapi tujuannya nggak jelas. Kasian waktumu terbuang percuma, Gais. Saranku, lebih baik menjomblo saja daripada harus merasakan sakitnya patah hati terencana.

Untuk hal yang lebih serius, komunikasi dengan pasangan tentang tujuan hubungan ke depan, apakah akan sekedar getting happy atau akan bermuara pada jenjang pernikahan menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Meskipun 90% akan mendapatkan jawaban 'yes' untuk pertanyaan 'will you marry me?', tapi tetap banyak juga yang masih belum siap dan mendapatkan jawaban tragis. Saranku, sebelum melamar dengan gaya seperti itu sebaiknya dikomunikasikan saja dulu. Berdua. Biarkan dunia tahu setelahnya saat semua sudah tiba pada waktunya.

Setiap pasangan tentu memiliki pola komunikasi yang berbeda. Hal ini tergantung pada sifat dan watak kedua belah pihak. Dan tentunya sesuai kesepakatan bersama.

Komunikasi yang dibangun dengan baik akan membuat hubungan terasa jelas dan terarah. Meskipun kadang terlihat nggak penting seperti menanyakan kabar, keadaan, kegiatan maupun hal lainnya yang terlihat menjemukan, tapi bagi sebagian orang hal itu terbilang penting, lho. Apalagi untuk pasangan yang lagi hangat-hangatnya. Ya nggak sih?

Realistis


Cinta kadang membuat siapapun berfikir tak realistis, cenderung mengada-ada dan aneh. Seaneh mau mau aja diatur pasangan yang baru kenal beberapa bulan. Padahal selama ini kamu hidup dengan dirimu sendiri dan so far, sangat baik-baik saja.

Seaneh tiba-tiba mau membelikan make up pacarnya, mengantarkannya kemanapun tujuannya serta berbagai hal absurd lainnya. Bahkan kadang ada yang mengalahkan egonya demi kesenangan pasangannya. Sempat sweet di masanya.

Tapi akan ada waktunya hal-hal seperti itu rasanya

Uuh, sweet memang. Tetapi apakah tidak terlalu berlebihan dalam memberikan segala waktu, tenaga, pikiran bahkan uang untuk orang lain yang ((iya sih kita sayang)) bukan siapa-siapa.

Menjadi Diri Sendiri

Sampai poin ke empat ini sebenarnya sudah cukup bingung apa yang akan ditulis. Karena saking banyaknya yang sudah aku tulis diatas.  Hehehe

Selain itu, karena poin ini juga sudah tercakup dalam poin-poin sebelumnya. Pada intinya, pacaran hanyalah satu step hubungan untuk saling mengenal lebih dalam tentang pasangan. Pola, jenis, bentuk dan karakter hubungan selalu berbeda antara satu pasangan dengan pasangan lain.

Karena masih bersifat penjajakan, sebaiknya tak perlu larut terlalu dalam. Tetaplah menjadi diri sendiri dan tetap mencintai diri sendiri. Tak perlu menyediakan segala kelebihanmu demi menyenangkan pasangan.

Jadilah pasangan yang menyenangkan, tak perlu jadi seperti yang diinginkan. Ini cinta, bukan trik sulap.

Sekian, happy blogging. 


Share
Tweet
Pin
Share
61 komentar


Berhubungan dengan banyak orang artinya siap menerima semua keadaan. Sangat kompleks, bahkan terlalu kompleks. Ya, karena rasanya akan sangat keterlaluan jika belum terbiasa. Terasa seperti duri yang menancap secara sengaja. Sengaja karena keputusan untuk berbaur dengan banyak orang adalah dari kita.

Aku sendiri, di usia yang sudah tak lagi muda ini mungkin memang sudah waktunya keluar. Keluar dari zona nyaman atau dari lingkaran pertemanan yang terkesan monoton. Bukan berarti keluar sepenuhnya, tapi keluar untuk menemukan hal baru dari orang-orang baru.

Bagi beberapa orang, di usia produktif bekerja seperti ini akan diisi dengan kegiatan yang diimpikan siapapun; bekerja. Ya, sebuah kegiatan yang pernah diimpikan siapapun dan dikeluhkan oleh siapapun yang sedang menjalaninya.

Wajar dan proporsional, nggak jarang aku dengar keluhan tentang pekerjaan yang sedang digeluti. Entah tentang jobdesk, gaji maupun partner yang mendampingi. Bisaaaaa banget jadi bahan keluhan, ya, bisa aja. Namanya juga manusia yang sering cari-cari kesalahan sendiri.

Dulu aku mikirnya kerja hanya akan sibuk dan ribet dengan jobdesk dan segala hal yang perlu dilakukan. Ini perspektif yang aku bayangkan jauuuh sebelum aku pengen kerja. Lihat di tv kayaknya cuma gitu-gitu aja, ngeluh sekenanya karena banyak kerjaan atau karena capek selama di perjalanan.

KENYATAANNYA


Selain menghadapi pekerjaan, dunia kerja juga mengharuskan kita bertemu dengan banyak orang yang tentunya dari latar belakang berbeda. Hal yang sama sekali nggak terbayang saat masih kecil. Dan inilah saatnya kita merasakan.

Dan alibi niat kerja yang sungguh-sungguh seringkali mematahkan ego. Merasa butuh uang hingga membiarkan diri berlarut-larut dalam posisi yang tak nyaman. Ini sih namanya mematahkan ego dan menumbuhkan ego lain, ya.

Karena bagaimanapun kondisinya, perasaan selalu menjadi bagian paling sensitif untuk tersentuh. Entah dengan sentuhan yang lembut ataupun kasar, sama pekanya. Tak jarang pula yang masih memendam rasa hingga berakhirnya masa kerja.

And then, let me tell what I think

Bekerja artinya kita dibayar karena kita mengerjakan jobdesk yang sesuai dengan kesepakatan awal, atau sebut saja sesuai kontrak. Meskipun banyak juga lho yang nggak ada kontrak dan cuma kerja aja di tempatnya. Nggak ngerti sampai dimana batas dia harus bekerja yang bisa jadi menguntungkan atau merugikan salah satu pihak.

Belum lagi ditambah dengan perlakuan yang diterima, kadang menyenangkan kadang tidak. Pun tentunya kita juga pernah ada di posisi yang melakukan kegiatan baik yang menyenangkan maupun yang tak menyenangkan orang lain.

Memang harus super siap dengan segala keadaan yang ada. Mulai dari gaji yang tak sesuai porsi kerja (entah lebih atau kurang), pandangan orang-orang baru tentang kita yang sejak lama sudah seperti ini, hingga kebaperan-kebaperan lain yang hanya membuat kerja tak maksimal dan cenderung berdampak negatif.

Bahkan aku sering iri pada orang-orang yang dengan mudahnya tak menghiraukan omongan orang. Semudah itu melupakan sesuatu yang harusnya meninggalkan bekas luka mendalam.

Jika sudah siap dengan dunia kerja, hadapi saja apa yang ada. Jangan percaya begitu saja dengan spoiler yang aku tulis disini. Bisa jadi nggak berlaku untukmu dan kepribadianmu, lho. Nyatanya banyak kan yang masih bertahan di satu tempat kerja bertahun-tahun lamanya. Mungkin kamu salah satunya, atau yang sedang berniat menjadi salah satu dari mereka.

Yang pasti, apapun bentuk dan tujuannya, bekerja adalah sebuah keniscayaan bagi siapapun yang mampu. Tapi, sampai kapan akan menggantungkan harga diri pada orang lain?

Terimakasih sudah membaca, Happy Blogging!




Share
Tweet
Pin
Share
34 komentar


Setelah kemarin membahas tentang sawang sinawang, aku pikir aku akan lebih tenang saat ini. Ternyata tidak. Tiba-tiba aku merasa terpuruk sekali. Hal yang dulu sering aku alami dan sangat aku hindari, kini terjadi kembali. 

Aku sadar sekali aku bukan orang yang konsisten menjaga komitmen. Sering terbawa suasana dan cenderung nggak peduli dengan pembukuan. Entah kenapa rasanya menyedihkan, ingin kusudahi tapi seakan aku sendiri yang tak membuat celah untuk mengakhirinya. 

Aku yakin bukan aku saja yang mengalami hal ini. Untuk ke sekian kalinya, akupun iri pada orang-orang yang bisa hidup tenang dengan keadaan finansial seadanya, secukupnya. Atau mungkin aku orang luar yang memang tidak harus aku ketahui sehingga semuanya tampak baik-baik saja.  

Apalagi melihat anak muda yang seumuran atau bahkan usianya jauh di bawahku yang terlihat begitu nyaman dengan hidupnya. Seakan dia memiliki segala keberuntungan yang aku inginkan. Tak jarang pula aku bertanya, "kenapa dia yang mendapatkannya?, apakah Tuhan tak tahu aku juga menginginkannya?". 

Sangat ambigu, tapi wajar sekali,  bukan? Anggap saja anak kecil yang ingin mendapatkan balon seperti yang dimiliki temannya, tapi stoknya sudah habis. Seakan dunia terasa sangat-sangat tidak adil.

Aku selalu percaya bahwa segala sesuatu pun selalu ada jalinannya. Maksudku mata rantai. Apa yang terjadi saat ini pasti ada sebabnya di waktu lampau, entah jauh maupun dekat. Pun dengan imbasnya nanti di masa yang akan datang. 

Apa yang terjadi padaku saat ini tentunya karena aku tak konsisten dan menganggap sejua bisa dikerjakan nanti saja. Akhirnya semuanya stuck, bahkan aku semakin terpuruk dari waktu ke waktu. Sayangnya aku nggak belajar dari masa lalu. Ya, aku pernah ada di fase ini beberapa waktu yang lalu. 

Baiklah, aku terima saja nasibku saat ini sebagai waktu untuk belajar kembali. Pastinya untuk ikhlas dan lebih konsisten dalam segala hal apapun. Untuk lebih gigih dalam memerjuangkan harapan dan keinginan. Dan untuk bersyukur bahwa tak semua orang mendapatkan kesempatan belajar berkali-kali seperti aku. 

Anggap saja aku belum naik kelas, jadi harus belajar lebih banyak lagi. :)
Share
Tweet
Pin
Share
31 komentar


Ada yang pernah ingin segera menjadi dewasa di masa kecilnya?. Jika iya, tosss!, kita sama. Dan aku yakin banget banyak juga manusia di luar sana yang sama kaya kita. Lalu, bagaimana kesannya setelah menjadi dewasa? Apakah sama dengan ekspektasi di masa kecil dulu?

Lalu, adakah yang pernah ingin kembali ke masa kanak-kanak? Dimana kegiatan kita setiap hari hanya bermain dan tertawa lepas, sesekali menangis untuk hal-hal sepele yang sebenarnya tak bisa diobati dengan tangisan. Aku juga yakin pasti ada karena nggak jarang aku lihat banyak status berkeliaran tentang hal tersebut.

Lalu, apakah sebenarnya posisi kita yang salah? Atau ini hanya tentang persepsi kita saja yang kurang tepat?

Dalam bahasa Jawa, ada istilah "sawang sinawang". Sebuah keadaan dimana kita melihat kehidupan orang lain seakan lebih indah, lebih bahagia, lebih sempurna dan lebih segalanya. Seakan hidup kita terasa begitu jauh di bawah mereka. Padahal, bisa jadi oranh yang kita jadikan objek perbandingan, nggak lebih bahagia dari kita.

Aku pernah ada di fase tersebut. Fase dimana aku merasa terpuruk dan iri pada nasib orang lain yang terlihat lebih bahagia. Tapi itu dulu, dulu banget saat aku belum mengenal dunia luar dengan segala macamnya.

Setelah keluar dari rumah dan bertemu banyak orang hebat dari berbagai latar belakang berbeda, mataku akhirnya terbuka bahwa hidupku nggak seterpuruk itu. Masih banyak yang bisa disyukuri tanpa harus banyak mengeluh.

Apalagi setelah menemukan orang yang bisa menerima apa adanya. Duh, indahnya. Meskipun nggak berani mengklaim kami akan menjadi keluarga, setidaknya aku menemukan titik bahagia yang mungkin orang lain di luar sana belum menemukannya.

Begitulah hidup. Jika dituruti maunya, maka tak akan ada habisnya. Jalani saja apa yang ada. Selalu bersyukur pada Yang Kuasa.

Share
Tweet
Pin
Share
35 komentar


3 Ide Usaha Sampingan Bagi Mahasiswa - Menjadi mahasiswa adalah momen yang paling penting dalam hidup. Banyak hal baru yang bisa didapatkan dengan cara menjadi mahasiswa. Banyak pula pengalaman baru yang didapatkan. Ini benar adanya lho, no tipu tipu. Nyatanya sampai sekarang aku masih betah menjadi mahasiswa (please bagian ini jangan ditiru).

Meskipun begitu, bukan berarti dengan tak menjadi mahasiswa akan ketinggalan zaman dan tertinggal dari yang lain? Jelas tidak. Banyak sekali pengalaman non akademis lainnya yang bisa didapatkan di luar bangku perkuliahan. 

Banyak sekali alasan kenapa tidak kuliah dan begitu pula banyak sekali alasan kenapa harus kuliah. Keduanya beda tipis dan dipengaruhi oleh latar belakang keluarga dan masyarakat masing-masing. Namun, mayoritas masyarakat di Indonesia memiliki kecenderungan tak melanjutkan pendidikan karena alasan finansial.

Alasan klasik namun benar adanya. Meski dikatakan murah, bersubsidi, banyak beasiswa, nyatanya tetap harus merogoh kocek cukup dalam. Setidaknya untuk membuka jalan meskipun nantinya akan digantikan dengan uang beasiswa yang cairnya menunggu panas terik berkepanjangan.

Oleh sebab inilah, banyak yang memilih langsung bekerja setelah lulus SMA. Mengumpulkan uang sendiri untuk biaya kuliahnya atau untuk hal lainnya.


Bagaimana dengan mahasiswa? Tak bisakah ikut bekerja?


Tentu saja bisa, malah bisa banget. Jaman sekarang tak ada lagi istilah mana mungkin?, masa sih? Atau emang bisa?. Semuanya bisa dipatahkan jika kamu memang punya semangat baja untuk memulai usaha.

Baca juga : Berawal Dari Satu Titik

Sebagai mahasiswa, waktu belajar yang dimiliki tentu lebih fleksibel dibandingkan saat masih sekolah. Waktu senggang yang dimiliki inilah aset terbesar mahasiswa yang perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk apa? Yap, memulai usaha. Usaha apa? Aku ngga bakat jualan, ngga punya modal juga.

Hei hei..  Jangan galau deh.  Simak deh beberapa ide yang aku miliki berikut ini:

1. Membuka Online Shop

Ide pertama ini sebenarnya bisa juga dilakukan oleh siapapun. Asal memiliki niat dan tekad yang kuat untuk membuk usaha, silakan dan tentu boleh saja. Usaha simpel bermodal smartphone ini adalah ladang uang menjanjikan bagi yang siap menekuni. Manfaatkan jaringan pertemanan yang kamu miliki untuk memulainya.

2. Membuka Jasa Ketik Tugas

Dunia perkuliahan tentu tak lepas dari tugas. Meski agak ilegal, jasa ini cukup banyak dicari. Dulu aku sendiri pernah membuka jasa Ketik Online dan responnya cukup baik. Namun karena kendala tenaga, maka terpaksa aku hentikan dan beralih ke bidang yang lain.

Usaha dengan modal smartphone dan laptop ini cukup bagus, lho. Kamu bisa menggandenga teman-teman dari berbagai bidang untuk menjadi partnermu dalam menyelesaikan job klien. Atau cukup lakukan sendiri saja dulu, pasti bisa! Tinggal ketik apa susahnya?, yha kan??!

3. Membuka Katering Makan Anak Kos

Nah, ini dia. Ide ini benar-benar ide fresh yang baru muncul saat aku buat artikel ini.

Usaha ini cocok untuk kamu yang tinggal di kos dengan fasilitas cukup lengkap seperti dapur dan kulkas. Sistemnya, kamu tak perlu menyediakan banyak menu. Cukup share ke teman kosmu bahwa esok atau lusa kamu akan memasak makanan tertentu, misalnya sayur asam, opor ayam atau semur ikan. Tawarkan pada mereka bahwa kamu menerima pesanan dengan menu tersebut.

Baca ini juga ya : Cerita Tentang Cita-cita

Jangan lupa kompori mereka bahwa masakanmu lebih enak, lebih higienis dan lebih murah dibandingkan masakan warung. Menu yang kamu buatpun bisa diubah sesuka hatimu setiap harinya. Jika ada yang pesan banyak, maka masaknya banyak. Jika yang pesan sedikit, cukup disesuaikan saja. Mudah, bukan?

Nah, itu tadi beberapa ide usaha sampingan dariku. Semoga bermanfaat, ya!
Happy blogging!







Share
Tweet
Pin
Share
53 komentar

Disclaimer : Tulisan ini udah delay lama banget, sejak event pertama kali ngumpul. Kalah niat diiringi sama beberapa aktivitas nggak penting yang lain, dan baru kali ini berhasil muncul di blog. Telat nggak papa, daripada nggak sama sekali *beladiri*. Dan akhirnya tulisan ini ditulis seminggu setelah event ngumpul ketiga bareng Anak #TwitterJepara. 

Anak #TwitterJepara Ngumpul Lagi - Beberapa bulan lalu sempat ramai anak twitter di seluruh penjuru negeri pada ngumpul di dunia nyata alias kopdar. Mereka menggunakan #AnakTwitterHarapNgumpul untuk meramaikan. Dan Anak #TwitterJepara nggak mau kalah dengan yang lainnya dong. Harus dan merasa perlu turut meramaikan. 

Di Jepara, yang menurutku pengguna twitternya hanya sedikit, ternyata SALAH BESAR. Saat  agenda acara ngumpul dihare ke twitter, responnya cukup banyak. Bahkan aku cukup kaget, ternyata wong Njeporo o gaul ya, nganggone twitter. 

Sampai sekarang, Anak #TwitterJepara udah mengadakan tiga kali acara Ngumpul Bareng. Dan pastinya akan lebih banyak lagi agenda lainnya ke depan. Berikut rangkuman event Ngumpul kita selama ini.

Event Pertama

Pertama kali Anak #TwitterJepara Ngumpul saat #AnakTwitterHarapNgumpul masih hangat-hangatnya. Perasaan baru kemaren banget tapi saat aku lihat kembali ternyata acaranya sudah 5 bulan yang lalu, Juli. Nggak kerasa banget.


Waktu itu kita ngumpul di Djago Resto & Cafe. Terkesan berkelas memang buat kaum missqueen kaya kita. Sempat ada yang merasa keberatan, termasuk aku yang nggak biasa datang ke tempat hits kaya gitu *haha*. Tapi it's ok. Prinsipnya kita ngumpul, nggak harus makan. Meskipun tempatnya di kafe, kita tetap mengedepankan keasikan. Makan nggak makan yang penting kumpul. Pesan masing-masing, bayar masing-masing. Pilihan tempat di tengah kota cukup baik untuk akses dari arah manapun. Tidak jauh dan tidak terlalu dekat kecuali yang rumahnya di kota.

Acaranya cukup seru, ada sekitar 20 orang yang hadir. Karena masih awal, kita lebih banyak perkenalan dan kepo dengan akun masing-masing. Selanjutnya, kita bersua di grup whatsapp yang sudah disiapkan. Berikut beberapa foto kala itu yang dibagikan beberapa teman di media sosial.


View this post on Instagram



A post shared by Travell⭕man (@negabod) on Jul 22, 2018 at 11:34pm PDT



Event kedua

Oh ya, ada yang terlewat. Saat di Djago Resto kita sempat membahas pertemuan selanjutnya. Maklum lah, komunitas baru yang masih hangat-hangatnya. Bawaannya pengen ngumpul terus, ya nggak sih?.  Selain nggak ada yang dibahas juga sih sebenarnya.

Pasca itu, kita masih bahas lagi di grup WA Satu persatu anggota nambah dan kian hari makin ramai. Makin semangat buat kopdar lagi. Yuhuuu


Daaan... Akhirnya kita kopdar lagi dong. Sesuai jadwal banget. Satu bulan setelah event Ngumpul pertama. Kali ini agak melipir ke tepi pantai, tetap di kafe kok, tapi di tepi pantai. Kita ambil hari Minggu karena satu-satunya tanggal merah dalam satu minggu. Meskipun dengan konsekuensi tempat yang bakalan ramai banget. Apalagi di sore hari.

Let it flow, nggak perlu mikirin itu. Tujuan kita cuma satu, Ngumpul. Dan jangan lupa juga, ngumpulnya kita punya banyak nilai plus. Termasuk yang dibawah ini:


Sejauh ini, setiap ngumpul kita ngga mau serius serius banget kaya DPR lah. Niat ngumpul ketemu teman dunia maya aja. Nggak usah dilebih-lebihin. Jadi kalo ada yang nanya kita bakalan ngapain disana?, jawab aja : NGUMPUL.

Event ketiga

Nah, ini yang masih segar di ingatan, tapi agak lupa sih. Setelah tiga bulan hiatus dan nggak ada pergerakan, akhirnya kita ngumpul lagi. Setelah disodok (baca : didesak) ngalor ngidul baik di grup WA maupun twitter oleh beberapa oknum yang suka kangen ngumpul, akhirnya tercetuslah sebuah kesepakatan yang waktu itu sebenarnya masih ragu untuk ditetapkan. Kita ngumpul lagi di hari dan tanggal sekian (cek gambar).


Selain itu, mendekati hari H ngumpul ada twit dari akun twitterJeparaHariIni yang agak nyambung nih sama suasananya. Pas dong, langsung tebar tebar jaring dan makin banyak yang tertarik masuk grup. Baiqlaaa.... Bakalan makin rame nih kayaknya.

Selamat malam kawan, masih ada yang make Twitter?
— Jepara Hari Ini (@JeparaHariIni) 27 November 2018



Daan yeeeeeay, akhirnya ngumpul lagi. Tempatnya masih sama seperti sebelumnya. Ya gimana ya, abis tempatnya enak sih. Deket banget sama pantai. Apalagi ada yang kaya gini, kan bonus banget buat yang suka.


Apa Saja Yang Dibahas?

Yawlaaa, aku suka bingung kalo ditanya kaya gini. Seperti yang aku tulis di atas, tujuan utama kita ke lokasi adalah Ngumpul. Soal materi, BEBAS. Mau nanya akun masing-masing, boleh. Mau bagi-bagi duit, boleh. Mau tebar pesona, boleh banget. Mau bagi undangan, emm... jangan dulu. Aku duluan kalo yang ini.

Jadi, nggak ada alasan lagi buat malu-malu Ngumpul sama Anak #TwitterJepara ya. Aku bilang gini ya karena banyak yang nggak jadi ikutan ngumpul karena merasa nggak kenal atau malu buat nyapa duluan. Kita ini sama-sama kaum missqueen dari peradaban twitter kok, open banget sama siapapun. (Pencitraan banget ini sih)

Masa Cuma Ngumpul Aja, Mbak?

Sebenarnya sih nggak juga, kita yakin potensi kita besar untuk ke depan. Tapi apapun itu, enaknya kita mulai dulu dengan Ngumpul Asik biar saling kenal. Bukan tak mungkin suatu saat kita bisa bermanfaat bagi khalayak. Aamiin. Nah, bagi yang berminat masuk grup bisa tuliskan komentar di bawah atau japri aku di twitter @haiulya. Atau bisa langsung chat WA di nomor yang ada di bio blog ini dengan password #TwitterJepara. 
Yuk Ngumpul Bareng!, Twitteran mulu, nggak pengen ketemu langsung apah?!

Terimakasih, sekian dulu cerita tentang Ngumpulnya Anak #TwitterJepara. Tunggu ceritaku tentang Anak #TwitterJepara Ngumpul Lagi  selanjutnya ya. Happy Blogging!


   
Share
Tweet
Pin
Share
32 komentar


Yuhuuu, akhirnya pengen nulis lagi. Ya, aku nulis pas pengen aja. Gak mau dipaksa-paksa, jadi jangan kaget kalo sewaktu-waktu aku jadi rajin nulis. Haha

Beberapa hari ini aku lagi banyakin merenung. Nggak jelas banget ini sih, asli. Rasanya banyal kerjaan banget padahal nggak. 

Coba deh, kalo dirinci dengan benar kegiatanku cuma gitu-gitu aja; ngajar les dan main sosmed. Tapi kok aku ngerasanya sibik banget. What's wrong with me? 

It's ok. Sampai di titik ini aku merasa bersyukur sekali bisa sadar dan nggak nambah waktu lagi buat merenung tanpa kepastian. Akhirnya aku putuskan buat memulai rentetan kegiatan dari satu titik lubang. 

Lubang yang aku maksud adalah lubang gigi. Yes, gigiku berlubang. Hampir habis dan serem banget lihatnya. Mau nggak mau harus dicabut dan kalo mau nanti bisa dibuatkan gigi palsu. 

Aku pilih memulai dari sini karena aku TRAUMA sama sakit gigi banget. Dan fyi, aku mulai sadar bahwa mulai saat ini hingga beberapa waktu ke depan yang tak bisa ditentukan, aku akan punya banyak kegiatan aka. sibuk. Bulan depan, mau kkn dan tahun depan harus ngejar wisuda. 

Satu titik yang kelihatan kecil banget ini, aku yakin suatu saat bakal minta jatahnya buat diperhatiin. Apalagi udah musim hujan kaya gini, rawan banget kambuh karena suhu dingin. Ampun banget nggak mau lagi deh. Amit-amit. 

Daan, sebelum beneran minta jatahnya, aku siap-siap dulu buar cabut itu lubang sampai ke akar-akarnya. Biar lancar segala urusanku ke depannya gitu deh. 

Setiap orang sepertinya punya titik tertentu yang bisa banget bikin drop. Ada yang masalah tulang, otot atau lainnya. Kalau aku biasanya migrain dan sakit gigi yang alhamdulillah keduanya udah akur sama badan. 

Dulu, aku nggak peduli banget sama badanku. Sejalannya aja, nggak mikir sakit kemudian atau pusing kemudian. Meskipun pada akhirnya aku juga ngerasa salah karena nggak perhatian sama diri sendiri. Menyesal kemudian saat sudah sakit. 

Saat ini, dengan keadaan gusi yang masih belum pulih dan gigi yang masih perlu perawatan, aku semakin sadar bahwa kesehatan perlu sekali untuk diperhatikan. Beruntung sekali kalian yang hidup di lingkungan sadar kebersihan, kalian patut bersyukur. 

Jujur saja, di usia yang harusnya sudah bisa menabung untuk masa depan seperti saat ini. Aku masih kesulitan mengatur keuangan. Aku sering sakit dan dokter langgananku adalah yang terbilang cukup mahal. Ya gimana, cocoknya disitu. Kalo di tempat lain nggak mau sembuh, kalo di situ baru daftar aja rasanya udah enakan. Sayang banget tuh duit sebenarnya, tapi gimana lagi dong kalo namanya butuh kan nggak bisa dihadang juga. 

Dari itu, jadi mikir : kalo misalnya aku sehat dan cukup ke dokter buat check up aja pasti nggak sedrama ini. Tapi alhamdulillah masih bisa bersyukur karena setiap ada keluhan juga saat ada uang. 


Yah, jadi ngelantur. Selamat ngeblog! 
Share
Tweet
Pin
Share
39 komentar


Halo semua...
Sudah sarapan? Makan siang? Makan malam?

Alhamdulillah jika sudah, jika belum yuk segera makan dulu biar kuat menghadapi kenyataan yang tak sesuai ekspektasi. Kaya artikel ini yang isi sama judulnya nggak nyambung sama sekali.

(Ini trik aja biar kamu makin penasaran sama isi tulisan ini, semoga berhasil)

Satu tahun terakhir ini aku tak lagi tinggal bersama orang tua. Aku tinggal di sebuah rumah kerabat teman yang tak ditinggali pemiliknya. Sebelumnya, rumah ini sudah ditinggali dua temanku. Dan karena sebuah alasan, maka aku diajak untuk ikut tinggal di rumah tersebut.

Rumah standar pengembang tipe dengan tambahan bagian dapur cukup lebar ini sudah lengkap dengan perabot dan alat elektronik. Ya, karena rumah ini sudah sempat ditinggali beberapa waktu oleh pemiliknya.

Di rumah ini pula sudah disediakan tempat dan sarana mengajar les yang cukup lengkap. Lisensi tempat mengajar les baca yang resmi pun telah ada. Pengetahuan masyarakat tentang tempat les di rumah ini pun sudah cukup banyak. Tak perlu banyak promosi lagi, cukup dari mulut ke mulut dan para orang tua murid yang memerlukan jasa les baca kami bisa langsung datang ke rumah.

Bagai sebuah jawaban dari doa-doaku selama ini, aku bisa hidup secara mandiri dengan pekerjaan yang bisa mencukupi kebutuhanku. Rasanya senang sekali. Bahkan kadang aku merasa sudah seperti ibu-ibu komplek yang harus memikirkan menu esok hari dan tumpukan cucian dan debu yang harus segera dieksekusi.

Tak apalah, aku anggap sebagai proses belajar menjadi ibu-ibu yang sebenarnya. Bahkan jika ada yang sering memantau tweetku, aku sempat berbagi bagaimana rasanya diapeli pacar dan harus menyiapkan segalanya sendiri. Antara senang dan takut, senang bisa belajar namun takut jika masakan yang kubuat tak enak biarpun cuma telur dadar seperti di twit yang pernah aku buat ini. 
Aku dewe untunge gek gak pengen njaluk aneh-aneh. Yo antara ngerti keadaane mbe emang lg ga pengen.

Ketimbang ngajak mam ning jobo mending tak takoni wae "maem opo mas?, enek ndog, mie, sosis, segone y ise akeh".

"Ndog dadar wae, karo teh ya. Awakku g penak"

"Siaaap"
— Biji Gandum Rontok (@HaiUlya) October 29, 2018


Belanja

Karena hidup hanya bertiga tanpa sosok yang dituakan, kami bertiga jadi lebih bebas dalam hal menentukan makanan. Tak perlu mewajibkan ada makanan di meja makan setiap hari, tak ada komplain tentang menu makanan yang itu-itu saja, tapi tetap ada saja drama bumbu habis atau stok telur yang kebanyakan di kulkas.

Pola makan kami jadi lebih variatif dan tak teratur. Awal tinggal disini, aku masih sering sakit dan sempat terkena penyakit lambung karena malas makan. Namun semakin kesini kami jadi lebih fleksibel, jadi lebih mudah menentukan makanan yang akan masuk ke perut. Sudah hafal dengan jadwal tukang sayur, resep masakan sederhana hingga jadwal bumbu habis. Meskipun kadang masih dibumbui dengan komplain pada diri sendiri masing-masing karena tak menyediakan stok mie instan.

Beberapa bulan terakhir, aku jadi lebih sering memasak sendiri. Selain untuk memangkas pengeluaran yang besar, juga untuk mengasah skill memasak sedini mungkin. Jangan tanya masak apa aja, bumbunya apa aja, ujung-ujungnya tetap menu tumisan dengan bumbu trio andalan, cabai-bawang merah-bawang putih.

Biarpun begitu, berkali-kali masak dengan bumbu yang sama pun kadang beda rasa dan nikmatnya. Padahal bumbu dan takarannya sama. Ada-ada saja ya. Aneh.

Sebelum masak, biasanya aku sempatkan diri untuk berbelanja bahan masakan yang sedang aku inginkan. Paling sering masak sayuran aja, soal protein hewani serahkan pada telur atau ikan asin yang selalu tersedia di wadahnya.

Saat berbelanja biasanya aku sekalian mempersiapkan bumbu-bumbu dan kebutuhan dapur lainnya, seperti minyak goreng, bumbu penyedap, cabai, beras dan sebagainya. Jika terlalu banyak, biasanya aku membawa catatan kecil yang berisi list belanjaan. Meskipun cuma aku yang bawa catatan saat berbelanja diantara para ibu-ibu komplek, aku tetap pd saja karena memang dirasa perlu.

Kenapa Harus Ngelist Dulu Sebelum Belanja?

Tentang list yang aku tulis diatas, sebenarnya tak cuma saat belanja kebutuhan dapur saja aku gunakan tips ini. Tapi juga untuk kepentingan belanja lainnya seperti ketika belanja kebutuhan ATK di swalayan ataupun kebutuhan pribadi seperti bedak, lipstik dan kosmetik lainnya. Aku lebih suka menulisnya secara manual lalu melipatnya sekecil mungkin dan dimasukkan ke dalam saku terdalam celana.

Bagiku, membuat list sebelum belanja memiliki banyak kelebihan diantaranya sebagai berikut:

1. Hemat Waktu

Ketika daftar belanjaan yang harus dibeli sudahada di genggaman, tentunya kita sudah tahu barang apa saja yang akan dibeli. Langsung ke posisinya, ambil lalu hitung dan bayar. Tak perlu banyak berpikir lagi untuk menentukan penting tidaknya barang tersebut untuk dibeli. Jadi masih banyak waktu yang kita miliki untuk kepentingan lainnya. 

2. Anggaran Keuangan Lebih Terkontrol

Dengan daftar belanja, kita dapat menentukan barang yang akan dibeli sejak dari rumah. Pertimbangan harga pun bisa diperkirakan sejak dari rumah. Naik seribu dua ribu tetap bisa lah diakomodir dengan tarik ulur dari barang lainnya. Tapi setidaknya kita bida berbelanja sesuai budget yang telah disediakan. Secara tidak langsung kita mendapat komando bahwa kita tak boleh membeli barang selain yang ada di daftar belanja.

3. Lebih Mudah menemukan Barang Yang Dicari

Seharusnya poin ini ada di poin pertama, tapi karena sudah tertulis di nomor tiga jadi biarkanlah menetap disini saja. seperti halnya di poin pertama, mengantongi daftar belanja artinya sudah mengerti barang apa saja yang akan dibeli. Di bagian apa, label apa, merk apa, ukuran berapa, semuanya sudah siap dan tinggal cari di rak bersama teman-temannya. Dengan demikian, mudah sekali menemukan barang yang dicari secepat yang kita bisa.

Pengalaman terakhir sebelum menulis tulisan ini, aku berbelanja ATK dan alat olahraga untuk persediaan di rumah. Aku ingat sekali waktu itu pukul 09.45 pagi, yang artinya kurang lebih 20 menit lagi aku harus pulang karena anak-anak les sudah datang. Ditambah perjalanan Pulang pergi 10 menit, belum lagi jalan kaki dari parkiran ke area ATK. Dan alhamdulillah, sesuai ekspektasi waktu dan rincian belanja, tak lebib dari 15 menit di dalam dan sudah bisa membawa pulang belanjaan senilai lebih dari 200.000,-. PAstinya telat juga pulang ke rumah karena memang mepet sekali, tapi setidaknya tak menunggu terlalu lama karena sudah ditentukan daftar belanjaannya.

Kamu juga suka ngelis dulu sebelum belanja nggak sih?
Share yuk...!
Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Selamat datang di blog Hai Ulya

Follow Me

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube


recent posts

Blog Archive

  • ▼  2021 (2)
    • ▼  April 2021 (1)
      • Ketika 'Cuan' Menjadi Alasan Untuk Setiap Hal
    • ►  Maret 2021 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  September 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  Agustus 2019 (1)
    • ►  Juli 2019 (4)
    • ►  Juni 2019 (1)
    • ►  Mei 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (5)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (4)
  • ►  2018 (26)
    • ►  Desember 2018 (3)
    • ►  November 2018 (4)
    • ►  Oktober 2018 (2)
    • ►  September 2018 (3)
    • ►  Agustus 2018 (4)
    • ►  Juli 2018 (5)
    • ►  Juni 2018 (3)
    • ►  April 2018 (2)
  • ►  2017 (13)
    • ►  Desember 2017 (1)
    • ►  November 2017 (3)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  Agustus 2017 (1)
    • ►  Juli 2017 (2)
  • ►  2016 (17)
    • ►  Desember 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  Agustus 2016 (2)
    • ►  Mei 2016 (8)
    • ►  April 2016 (2)

Categories

Advertorial Banking Beauty Belanja Blogging Curhat Dunia Kerja Event Fashion Gawai Gerakan Pungut sampah Goods Jalan-jalan Kesehatan Komunitas Kuliner Lomba Mahasiswa Minimalism Indonesia Musik None ODOP Opini Pribadi Otomotif Parenting Pernikahan Quarter Life Crisis Relationship Sosial Media Tips Tradisional Viral

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates